Bagaimana anggota POLRI memiliki manajemen utang yang benar? Cari tahu bersama-sama di artikel ini, yuk!

Temukan informasi selengkapnya di artikel Finansialku di bawah ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Bagaimana Caranya Memiliki Manajemen Utang Polri yang Baik?

Utang, buat beberapa orang mungkin jadi momok menakutkan, entah karena rasa terikat yang dihadirkan atau karena keberadaannya yang penuh jebakan.

Ini agaknya berlaku untuk semua kalangan, bukan sebatas anggota POLRI semata.

Tapi, sebenarnya, bolehkah anggota POLRI mengajukan utang atau pinjaman?

Bicara soal ini, sebenarnya tidak ada larangan tertentu yang mengatakan kalau anggota POLRI harus bebas dari utang atau pinjaman, karena pada dasarnya, tidak ada institusi mana pun yang melarang anggotanya untuk berutang.

Boleh berutang, yang penting kita yakin punya dana untuk membayarnya nanti.Tapi, jangan sampai menjebak diri sendiri dengan jenis utang yang malah merugikan.

Resolusi Keuangan Tahun 2021 Untuk Para POLRI 01

[Baca Juga: Cara Merencanakan Masa Depan Cemerlang Untuk Polri!]

 

Utang sendiri punya dua jenis, yaitu utang konsumtif, dan utang produktif. Utang konsumtif adalah utang yang kita ajukan untuk hal-hal atau barang yang kita nikmati sendiri, dan tidak menghasilkan uang.

Sementara utang produktif adalah utang yang kita ajukan untuk hal-hal atau barang yang produktif atau yang menghasilkan uang lagi baik secara langsung atau tidak langsung.

Idealnya, kedua jenis utang ini, hanya boleh menempati 35 persen jatah dari 100 persen pemasukan kita per bulan.

Jika di antara Sobat Finansialku memiliki utang yang besarannya 50 persen ke atas dari 100 persen pemasukan per bulan, sudah pasti akan mempengaruhi kondisi keuangan menjadi tidak baik dan hidup menjadi tidak nyenyak.

Lalu, sebenarnya bagaimana caranya memiliki manajemen utang yang baik, dan apa saja yang harus diperhatikan? Berikut saya berikan beberapa tips yang bisa diikuti, berdasarkan pengalaman saya menjadi seorang CFP:

 

#1 Cek Kondisi Keuangan

Beberapa dari Sobat Finansialku mungkin merasa kalau utang justru adalah salah satu jalan keluar dari kondisi keuangan yang sedang tidak baik.

Padahal, utang adalah sesuatu yang kita pinjam, yang harus kita bayar, bukan layaknya jalan keluar yang bisa kita gunakan dan lupakan.

Sehingga, penting untuk kita mengetahui kondisi keuangan kita yang sebenarnya sebelum mengajukan utang. Apakah dengan kondisi keuangan seperti ini, saya bisa membayar utang tersebut?

Jangan sampai, Sobat Finansialku termakan ego sesaat dan keteteran untuk membayar kewajiban ke depannya.

Lalu, bagaimana caranya agar kita mengetahui kondisi keuangan kita saat ini?

Sobat Finansialku bisa melakukan Financial Check Up lewat aplikasi Finansialku yang bisa diunduh lewat Google Play Store atau Apple Apps Store.

Jika Sobat Finansialku melakukannya lewat aplikasi Finansialku, Sobat Finansialku bisa langsung mengonsultasikan hasil pengecekan tersebut bersama saya dan perencana keuangan lainnya dari Finansialku.

Cuma lewat aplikasi Finansialku, Sobat Finansialku bisa konsultasi LANGSUNG dan EKSKLUSIF kapan pun dan di mana pun selama jam kerja, tanpa mengantre.

Fitur ini bisa diakses sepuasnya selama 365 hari alias 1 tahun penuh hanya dengan mendaftarkan diri sebagai anggota premium seharga Rp 350 ribu saja!

 

#2 Alasan Untuk Berutang

Yang selanjutnya harus diperhatikan adalah alasan Sobat Finansialku untuk berutang itu sendiri.

Seberapa perlukah dana atau barang tersebut untuk menunjang kegiatan Sobat Finansialku sehari-hari?

Selain itu, Sobat Finansialku juga harus memastikan apakah keputusan ini sudah benar-benar bulat dan tepat? Atau ini hanya keinginan semata?

Jika terpaksa untuk berutang, tapi kondisi keuangan mengatakan kalau akan sulit bagi Sobat Finansialku membayar cicilan ke depannya, Sobat Finansialku mau tidak mau harus menambah penghasilan.

Selain menambah penghasilan, Sobat Finansialku juga bisa memaksimalkannya dengan mengurangi pengeluaran.

banner -cara sukses atur gaji ala karyawan

 

Apa yang Harus Kita Lakukan Kalau Terlanjur Punya Utang Banyak?

Banyak saya temui dari klien saya yang memiliki masalah serupa dengan Sobat Finansialku terkait utang dan piutang.

Sobat Finansialku mungkin bisa menggunakan tips-tips ini untuk bisa segera melunasi utang-utang yang menjerat:

 

#1 Komitmen dan Disiplin

Hal yang paling penting dari segalanya adalah usahakan untuk punya komitmen, dan punya tekad untuk bisa keluar dari jeratan utang.

Usahakan untuk terus komitmen dan yakinlah kalau kita bisa membayar utang tersebut sampai lunas, dan disiplinlah dalam membayar utang-utang tersebut dengan tepat waktu, agar uang bisa dilunasi tepat waktu.

 

#2 Buat Daftar

Sobat Finansialku bisa membuat daftar utang-utang yang belum lunas, dari mulai yang nominalnya besar hingga kecil, kemudian menjumlahkan total keseluruhannya.

Kemudian, setelah itu, jangan lupa juga untuk menjumlahkan total keseluruhan aset yang dimiliki saat ini.

Jika sekiranya, dari daftar aset yang sudah dibuat, ada aset yang bisa dilikuidkan atau dijual untuk menutupi utang-utang tersebut, maka bisa dipertimbangkan untuk dilakukan secepatnya.

Tapi, kalau ternyata Sobat Finansialku tidak punya aset dan tidak bisa mengandalkan pemasukan bulanan saja, Sobat Finansialku mau tidak mau harus bisa mencari peluang untuk menambah pemasukan.

 

#3 Konsultasi

Kita tahu, kadang ada hal-hal yang memang tidak bisa kita lakukan sendiri, dan membutuhkan bantuan orang lain.

Begitu juga dalam hal ini, Sobat Finansialku mungkin perlu mempertimbangkan untuk memanfaatkan jasa perencana keuangan agar bisa dibantu menyusun strategi pelunasan yang cocok dengan keadaan Sobat Finansialku saat ini.

Sobat Finansialku juga bisa konsultasi dengan saya dan perencana keuangan dari Finansialku lainnya lewat aplikasi Finansialku sekarang, dan kami akan membantu menyusun strategi terbaik yang bisa dilakukan Sobat Finansialku.

 

Lakukan yang Perlu Dilakukan

Pada dasarnya, berutang adalah sebuah pilihan, bukan sebuah keharusan. Jika Sobat Finansialku merasa barang atau hal-hal lain yang ingin dibeli, adalah bukan sebuah kebutuhan, maka rasanya tidak perlu mengambil keputusan berutang.

Lebih baik merencanakan keuangannya dan membelinya secara tunai, agar tidak memberatkan diri sendiri di masa depan.

Tapi, jika barang tersebut memang sesuatu yang dibutuhkan dan harus segera direalisasikan, maka pastikan untuk bijak mengambil keputusan, dan pastikan besaran kewajiban bulanannya tidak melebihi 35 persen pemasukan per bulan, ya!

 

Itu dia beberapa tips manajemen utang yang bisa saya sampaikan pada Sobat Finansialku. Jika Sobat Finansialku punya pertanyaan lain, bisa tuliskan di kolom komentar, ya!

Jangan lupa untuk bagikan informasi ini kepada teman-teman atau keluarga yang membutuhkan, agar mereka bisa bijak dalam berutang. Terima kasih!

 

 

Sumber Gambar:

  • Polri – http://bit.ly/2XRSZFO