Adanya rencana untuk mengganti bahan dasar energi batu bara ke fosil, bagaimana prospek PT Indo Tambangraya Tbk. (ITMG) dalam waktu dekat?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Analisis Fundamental

Industri batu bara yang sangat tertekan selama Covid-19 juga mempengaruhi permintaan dan penjualan ITMG, yang memiliki market share mulai dari domestik, Filipina, China, Jepang, Korea, Bangladesh, Malaysia, dll.

ITMG menjadi salah satu pemain besar dan terkenal memiliki kualitas batu bara yang premium dan berkualitas.

Pemegang saham mayoritas ITM saat ini adalah Banpu Minerals (Singapore) Pte. Ltd. sebanyak 65,143% dan saham publik sebanyak 31,808%.

Perusahaan memiliki wilayah kerja di Kalimantan dengan tambang batu bara yang dioperasikan dan dikelola anak perusahaan.

Selain itu ITM memiliki beberapa anak perusahaan lain yang memberikan dukungan operasional dan berpotensi dikembangkan bagi bisnis energi perusahaan di masa depan.

Perusahaan juga terus menambah cadangan batu bara untuk mendukung kesinambungan usaha.

Prospek Bisnis Batu Bara, PT Indo Tambangraya Tbk (ITMG) 02

[Baca Juga: Kiat Analisis Fundamental Saham Ala ”Warren Buffet Indonesia”]

 

Seiring ekonomi global yang mengalami perlambatan di tahun ini, harga batu bara yang lemah lebih merefleksikan adanya peningkatan ketidakpastian global dibandingkan naik turunnya permintaan akan komoditas.

Permintaan batu bara sebagian besar lebih dipengaruhi oleh pembukaan dan penutupan operasi pembangkit listrik tenaga batu bara, dibandingkan oleh tingkat konsumsi yang ada.

Melihat pergeseran penggunaan energi mulai terbentuk, lebih nyata terjadi di negara-negara maju dibandingkan negara-negara berkembang, permintaan batu bara di 2020 akan cenderung stagnan.

Namun, informasi yang dilansir dari laman IDX pada 30 November mengatakan bahwa China sepakat membeli sebanyak 200 juta ton batu bara RI di tahun 2021 nanti, akibat memanasnya hubungan antara Australia dan China terkait tuduhan penyebaran virus Covid-19 ini.

Ini menjadi saham batu bara menarik di penghujung tahun ini. Apakah keadaan keuangan ITMG sudah baik dan bisa menjadi pilihan untuk tahun depan?

Jika melihat Asia, dan setidaknya hingga tahun 2050 berdasarkan perkiraan, masih perlu dipasok oleh batu bara, salah satu sumber energi termurah dan paling mudah diakses di dunia.

Bisnis energi dunia menghadapi masa yang paling dinamis sejak revolusi industri dan menyangkut hampir semua aspek yakni regulasi, pasar, angkatan kerja dan standar-standar masyarakat terkait lingkungan.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITM) telah menetapkan jalan perubahan sebagai landasan menghadapi tantangan tersebut.

Selaras dengan arah grup usahanya, ITMG bergerak menuju perusahaan yang semakin hijau dan semakin pintar.

Perusahaan terus menerapkan pendekatan Pembangunan Berkelanjutan pada semua aspek usaha dan memanfaatkan inovasi digital untuk membangun efisiensi dan keandalan operasi.

Strategi ini terus dikembangkan sejak tahun 2017 dan tahun ini telah lahir beberapa momentum pentingnya.

Proyek pembangunan Solar Hybrid Plant berkapasitas 3 MW di Bontang rampung dan menjadi sumber bauran energi terbarukan yang menopang operasional Perusahaan.

Prospek Bisnis Batu Bara, PT Indo Tambangraya Tbk (ITMG) 03

[Baca Juga: Dilema Cukai, Bagaimana Prospek PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP)?]

 

Pada tahun 2019, tiga fase proyek digitalisasi telah diselesaikan dengan melahirkan aplikasi-aplikasi yang memungkinkan pengelolaan tambang menjadi semakin antisipatif, hemat waktu dan cepat dalam menentukan keputusan-keputusan lingkungan adalah prioritas Perusahaan.

Upaya memajukan program Keanekaragaman Hayati dimantapkan dalam rencana kerja yang diperbarui. Penanaman dalam rangka rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) terus dipacu.

Berbagai inisiatif menyangkut lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pun dipertajam agar lebih nyata sumbangannya terhadap tujuan-tujuan Pembangunan Berkelanjutan dunia.

Perubahan paling mendasar sesungguhnya adalah pada cara berpikir dan bertindak warga Perusahaan.

Nilai inti Banpu Heart yang menekankan sikap progresif namun tetap penuh komitmen pada sosial dan lingkungan, diinternalisasikan ke seluruh lokasi usaha, dan ditutup dengan survei untuk melihat penyerapannya pada setiap individu.

 

Ebook GRATIS, Panduan BERINVESTASI SAHAM Untuk PEMULA

9 Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

 

Kinerja Keuangan PT Indo Tambangraya Tbk.

Dari Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan, aset ITMG selama 9 tahun terakhir, di 2020 ITMG mencatatkan penurunan aset yang berasal dari persediaan yang turun.

Jumlah aset perseroan menurun dari posisi US$ 1,2 miliar pada akhir September 2019 menjadi US$ 1,17 miliar pada September 2020. Aset yang cenderung stagnan dan konsisten, mengalami penurunan 2,48% dari September 2019.

Aset ITMG

ITMG Data: rivankurniawan

 

Untuk melihat dari sisi profitabilitasnya, GPM ITMG mengalami penurunan karena biaya pokok produksi yang meningkat.

GPM ITMG

ITMG Data: rivankurniawan

 

Untuk kondisi liabilitas perseroan mengalami penurunan total liabilitas menjadi hanya sebesar US$ 316,34 juta per 30 September 2020, lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir 2019 sebesar US$ 324,57 juta.

Penurunan berasal dari utang pajak, penyisihan untuk rehabilitasi tambang yang menurun.

Liabilitas ITMG

ITMG Data: rivankurniawan

 

Untuk Ekuitas mengalami penurunan 2,1%, untuk saat ini keadaan permodalan ITMG masih aman karena bisnis nya yang sudah besar.

ITMG adalah emiten yang rutin membagikan dividen setiap tahunnya, di 2020 perusahaan terakhir membagikan dividen sebesar US$ 119,8/lembar saham.

Ekuitas perseroan yang menurun dibandingkan pos yang sama pada September 2019 menjadi US$ 56,5 triliun.

Selama 9 tahun mengalami naik turun, di 2020 ini nilai revenue mengalami penurunan hingga 54,6%.

Untuk kuartal III/2020, pendapatan bersih ITMG mencapai US$ 38,6 Juta, turun tajam 60,8% secara yoy di September 2019 dengan laba bersih sebesar US$ 98,6 Juta.

Revenue ITMG

ITMG Data: rivankurniawan

 

Pada kuartal III/2020 perseroan mencatatkan penjualan sebesar US$ 751,1 miliar atau tumbuh sebesar 74,2% dibandingkan dengan kuartal III/2019.

Membukukan pendapatan sebesar US$ 871,88 juta hingga kuartal III/2020, pencapaian tersebut turun 33,17% daripada posisi pada periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 1,3 miliar.

Lebih rinci, penjualan batu bara ke seluruh pasar perseroan terkoreksi hingga kuartal III/2020.

Adapun, kontribusi penjualan batu bara terbesar untuk emiten berkode saham ITMG masih berasal dari Asia Tenggara, India, dan Pakistan senilai US$ 295,78 juta.

Kemudian, diikuti penjualan ke area Taiwan, China, Hong Kong, dan Korea senilai US$ 209,08 juta, pasar domestik sebesar US$ 192,37 juta, pasar Jepang senilai US$ 167,66 juta, dan pasar Australia sebesar US$ 6,98 juta.

ITMG juga membukukan pelemahan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk hingga 60,49 persen ke posisi US$ 39,98 juta per 30 September 2020.

Pada kuartal III/2019, ITMG membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$ 101,21 juta. Capaian itu menjadi rekor pendapatan tertinggi perseroan secara kuartalan.

Pertumbuhan ini merupakan realisasi dari lini manufaktur baru perseroan dan akan menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan (ujar Halim seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima bisnis.com).

PT Indo Tambangraya Tbk. (ITMG) membukukan penurunan laba, WIIM mencatatkan pertumbuhan laba bersih 409,67% per Juni 2020.

Untuk periode kuartal III, penurunan Laba ITMG mencapai 22,03% yakni US$ 5,6 Miliar. Target produksi hingga akhir tahun di kisaran 19 – 20,1 juta ton.

Untuk melihat apakah saham ini tergolong mahal/murah, kita bisa melihat valuasi Price Book Value (PBV) nya yang ada di 0,7x, ITMG memang saham yang dihargai undervalue saat ini karena dibawah 1.

Untuk Price Earning Ratio ITMG ada di 10,7x yang menandakan ITMG berada dihargai premium untuk sektornya.

PBV n PER ITMG

ITMG Data: rivankurniawan

 

Untuk Return on Equity ITMG pada 2020 ada di 7% karena penurunan Net profit, turun dari 2019, yang artinya di tahun ini ITMG tidak seefisien tahun lalu dalam mengelola asset dan liabilities nya untuk mendapatkan profit ditengah kondisi pandemi saat ini.

ROE ITMG

ITMG Data: rivankurniawan

 

ITMG juga membagikan dividen interim untuk tahun buku 2020 sebesar Rp 307 per saham atau total senilai Rp 346,88 miliar. ITMG dikenal selalu konsisten dan royal untuk membagikan dividen interim dalam 5 tahun terakhir.

 

Analisis Teknikal PT Indo Tambangraya Tbk.

Hingga perdagangan market Sesi I – 01 Desember 2020 tren kembali bullish hingga 2%, ITMG diperdagangkan pada 13650/unit, menguat hingga 4,20%.

Pada Senin kemarin menguat hingga 10,55% menjadi sangat perkasa di antara industri mining lainnya yang bahkan minus hingga 6%, IHSG yang drop hingga 2,96% pada 1 Desember karena sentimen negatif dari penyebaran virus Covid19 di Jakarta sehingga terealisasi aksi Jual dan Take profit dari Investor Asing hingga Rp 2,69 triliun.

Dengan volume perdagangan yang sangat kuat, aksi beli terhadap ITMG bahkan semakin kuat.

PT Indo Tambangraya terlihat mengalami rebound dari level support-nya di 6000 dari Maret 2020. Pada pertengahan November 2020 terlihat aksi beli terhadap produk komoditas dan siklikal semakin disukai pasar.

Penguatan IHSG dan saham dari industri Mining termasuk ITMG menghantarkannya ke harga 13.000/lembar.

Untuk analisa teknikal jangka panjang terhadap emiten ini, dalam grafik kerangka waktu weekly.

ITMG satu tahun terakhir masih terlihat membentuk pola uptrend setelah kabar China akan melakukan pemesanan batu bara kepada Indonesia.

Saham ITMG yang termasuk coal ini rawan profit taking, namun ternyata pada 30 November volume buy semakin kuat.

Teknikal ITMG

 

Jika melihat rentang daily, Indikator MACD berada di atas garis nol dengan sinyal buy yang menguat sejak pertengahan November, ada kemungkinan akan terbentuk harga bullish jika pasar masih berharap ITMG untuk window dressing.

Untuk jangka 3 bulan kedepan bagi yang sudah memiliki bisa hold/buy dulu karena terkait konfirmasi ekspor coal ITMG ke China yang menjadi sentimen positif.

Indikator Stochastic menggunakan kerangka waktu daily terlihat sinyal overbought momentum.

Untuk menentukan Open position indikator EMA (20), EMA (50) dan EMA (100) masih membentuk pola bearish, bila ITMG menembus resistancenya di 13600 akan menjadi semakin menarik.

Untuk cut loss disarankan jika sudah berbalik arah mencapai support-nya di rentang harga 8500.

 

Outlook PT Indo Tambangraya Tbk.

Perseroan merupakan pemain besar di segmen batu bara, Peningkatan harga batu bara yang telah jauh meninggalkan harga terendahnya pada Mei-Agustus 2020 menjadi pendorong optimisme kinerja emiten di sektor ini.

Prospek yang cerah dengan adanya Undang-undang Cipta Kerja yang dapat memberi dampak ekstra.

Emiten batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) bertekad menggenjot produksi di paruh kedua tahun ini. Dua tambang anak usaha perseroan akan menjadi fokus utama.

Dilansir dari bisnis.com, Tim Analis JP Morgan menilai penguatan harga batu bara belakangan ini disebabkan oleh tiga faktor.

Pertama, kemungkinan pelonggaran impor batu bara di China.

Kedua, pembatasan pasokan yang sedang berlangsung.

Ketiga, pemulihan harga spot Liquefied Natural Gas (LNG).

Kenaikan harga di China saat ini dinilai terjadi akibat adanya gangguan domestik dari pembatasan impor dan inspeksi ketat yang dilakukan regulator.

Dengan demikian, JP Morgan menyimpulkan bahwa peluang relaksasi pembatasan impor sampai dengan Desember 2020 yang merupakan musim dingin di China.

China sepakat membeli batu bara dari Indonesia. Kesepakatan itu tertuang dalam penandatanganan kerja sama antara Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) dengan China Coal Transportation and Distribution (CCTDA) terkait ekspor batu bara.

Prospek Bisnis Batu Bara, PT Indo Tambangraya Tbk (ITMG) 04

[Baca Juga: Prospek Emiten Bluechip, PT Indofood CBP Tbk. (ICBP)]

 

Salah satu kesepakatan yang tertuang dalam perjanjian, yaitu CCTDA akan membeli batu bara Indonesia dengan nilai transaksi sebesar US$ 1,46 miliar atau setara Rp 20,6 triliun (kurs Rp 14.109).

Pada permulaan perjanjian, yakni 2021, kedua negara menargetkan volume perdagangan batu bara sebesar 200 juta ton.

Lewat perjanjian, APBI dan CCTDA sepakat untuk berkomitmen mengimplementasi isi kontrak tersebut. Adapun, jangka waktu kerja sama ini sendiri berlangsung selama 3 tahun.

Kerja sama ini diinisiasi oleh pemerintah kedua negara di mana Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI sejak beberapa bulan lalu, menjajaki peluang dengan China dengan difasilitasi oleh Kedubes RRT di Jakarta.

Langkah APBI ini bertujuan untuk menyepakati kebijakan pasokan jangka panjang ekspor batu bara.

Bisnis batu bara adalah bisnis siklikal yang diperdagangkan sesuai dengan permintaan dan peluang kesepakatan, saham siklikal memang tidak cocok untuk di-hold sebagai Long term investment karena harga yang bergerak fluktuatif hingga prospek masa depan yang harus dilakukan analisa lanjut.

Seperti adanya kekhawatiran akan krisis iklim dipandang sebagai salah satu penyebab utama siklus tersebut, terutama mengingat melemahnya permintaan batu bara di pasar Eropa.

Prospek Bisnis Batu Bara, PT Indo Tambangraya Tbk (ITMG) 05

[Baca Juga: Prospek Bisnis Kayu di New Normal: PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD)]

 

Seiring kampanye terkait krisis iklim semakin mendapatkan perhatian masyarakat, sementara potensi bisnis sumber-sumber energi terbarukan, terutama angin dan matahari, semakin menjanjikan, pasar energi di Uni Eropa (EU) mulai menjauh dari teknologi pembangkitan listrik bertenaga batu bara.

Porsi batu bara untuk ketenagalistrikan diperkirakan turun 23% hingga akhir 2019.

Dengan melemahnya permintaan dari Eropa, yang tadinya adalah salah satu konsumen utama batu bara global, semakin banyak batu bara dari seluruh dunia yang dijual ke negara-negara Asia, terutama negara-negara berkembangnya

Namun jika anda yakin ITMG bisa memberikan peluang bisnis dengan mendisrupsi dirinya sendiri, maka saham ini akan menarik, struktur perseroan, GCG yang berkualitas dan keadaan keuangan yang tidak buruk, lalu suka membagikan dividen kepada para investor, inilah yang membuat ITMG akan menarik.

Walau bisnis batu bara diprediksi akan redup di 15-20 tahun kedepan karena dunia sedang berusaha untuk mencari produk pengganti yang bisa diperbarukan, mengalihkan energi yang berbasis fosil, maka ITMG patut mengembangkan bisnis nya ke segmen lain.

 

Kesimpulan

Harapan pemulihan penjualan batu bara PT Indo Tambangraya Tbk. (ITMG) hingga tahun depan sepertinya terlihat dari kesepakatan yang baru-baru ini membawa sentimen positif kepada ITMG.

Volume buy yang semakin kuat membuat ITMG berhasil diperjualbelikan di harga premium, diatas harga intrinsiknya.

Emiten yang telah berupaya melakukan pengetatan struktur biaya guna menghasilkan postur finansial yang positif ini bisa mendiversifikasi lini bisnisnya dengan merambah bisnis yang non batu bara, meningkatkan kerja sama, dan strategi pemasaran yang diterapkan senantiasa ditinjau secara berkala hingga evaluasi dilakukan untuk melihat tingkat efektivitas keberlanjutan kinerja ITMG.

Seiring pola konsumsi rutin masyarakat membaik, sektor komoditas hingga bisnis siklikal semakin dilirik.

Peluang bisnis di industri ITMG bisa jadi akan semakin menarik di tahun depan jika ITMG selalu berinovasi sesuai dengan permintaan market global dan nasional.

Perseroan akan mampu memberikan kinerja bisnis yang berkelanjutan dan terus menjadi pemimpin pasar di industri tembakau Indonesia.

 

Disclaimer on: Penyebutan nama saham tidak bermaksud memberikan opsi buy/sell atau pun rekomendasi untuk saham tertentu. Artikel menunjukkan fakta dan analisa dari penulis berdasarkan laporan keuangan dan diambil dari sumber dianggap terpercaya. Data dapat berubah tergantung kondisi. Seluruh tulisan dan tanggapan adalah opini pribadi.

 

Itulah analisa saham ITMG dan prospeknya ke depan yang bisa membantu pertimbangan investasi Anda. Punya pertanyaan? Anda bisa tanyakan dalam kolom komentar.

Anda juga bisa bergabung dalam grup komunitas belajar saham Finansialku untuk info terbaru dan diskusi mengenai saham dengan praktisi dan pakarnya.

 

 

Sumber Referensi:

  • Aplikasi IPOTGO
  • Annual Report PT Indo Tambangraya (ITMG) (www.idx.co.id)
  • Bisnis.com
  • (cnnindonesia.com)

 

Sumber Gambar:

  • Aplikasi ChartNexus
  • Consolidated Financial Statements PT Indo Tambangraya (ITMG), September 2020
  • ITMG – https://bit.ly/3ofNqwf, https://bit.ly/2KWCaGE, https://bit.ly/36n5ZZd, https://bit.ly/39uKCah, https://bit.ly/2JB7M3J