Apa itu reksa dana indeks? Yuk, ketahui penjelasan tentang jenis reksa dana satu ini pada pembahasan berikut. 

 

Reksa Dana Indeks

Reksa dana indeks adalah reksa dana yang dikelola untuk memperoleh imbal hasil investasi yang kinerjanya menyerupai suatu indeks acuannya.

Indeks tersebut bisa indeks obligasi ataupun indeks saham seperti Indeks IDX 30, SRI-KEHATI, dan indeks lainnya. 

Untuk sistem kerja reksa dana indeks, targetnya adalah untuk menyamai indeks acuannya dan bukan mengalahkannya. Pendekatan reksa dana ini dikelola secara pasif dengan menyusun portofolio mengikuti portofolio indeks acuannya.

Oleh karena itu, hasilnya juga akan mirip dengan indeks acuannya. Cara ini disebut dengan strategi pengelolaan pasif (passive management strategy). 

 

Walaupun portofolio reksa dana indeks mengikuti indeks acuannya, namun return reksa dana indeks tidak sama persis dengan indeks acuannya ya. Akan tetapi angkanya sangat mendekati.

Karena targetnya adalah menyamai kinerja indeks acuan, maka kinerja sebuah reksa dana indeks diukur dari seberapa besar selisih antara kinerja reksa dana dengan kinerja indeks acuannya. 

Semakin besar selisihnya maka dianggap kurang baik karena yang ideal adalah sama dengan indeks acuannya.

Begitu juga sebaliknya, semakin kecil selisihnya maka semakin baik kinerja reksa dana indeks tersebut. Selisih antara reksa dana dan indeks acuannya disebut dengan istilah tracking error

[Baca Juga: Investasi Reksa Dana, Investasi Brilian Para Pemula]

 

Seperti reksa dana pada umumnya, reksa dana indeks juga dapat dibeli dan dijual. Reksa dana indeks ini ditujukan untuk investor yang ingin transparasi atas investasi mereka. 

Beberapa contoh reksa dana indeks adalah Principal Index IDX30, BNP Paribas SRI KEHATI, ABF Indonesia Bond Index Fund, dan lain sebagainya.

Kamu bisa membeli reksa dana indeks di berbagai platform yang menjual reksa dana seperti Bareksa, Tanamduit, Bibit, IPOT Fund, dan platform lainnya, termasuk aplikasi Finansialku.

So, selain bisa membantu mengatur keuangan, aplikasi Finansialku juga menyediakan fasilitas pembelian reksa dana yang bekerja sama dengan APERD Tanam Duit dan Bareksa.

Mau coba investasi sekaligus cek kesehatan keuangan dan konsultasi dengan perencana keuangan? Download aplikasi Finansialku sekarang dan dapatkan free trial akses premium selama 30 hari.

Download Aplikasi Finansialku

 

Sejarah Reksa Dana Indeks

Reksa dana indeks pertama kali hadir pada tahun 1951. Pada saat itu, John Bogle, seorang lulusan Princeton University membuat tesis yang berjudul “Mutual funds can make no claims to superiority over the Market Averages”.

Reksa Dana Indeks, Investasi Cerdas Buat yang Duitnya Nge-pas john bogle

John Bogle (1929 – 2019). Sumber: Insider.com

 

Hasil dari penelitian tersebut, ditemukan bahwa ternyata kebanyakan reksa dana yang dikelola secara aktif di Amerika Serikat tidak mampu mengalahkan hasil investasi pasar (benchmark) nya.

Hasil penelitian ini lah yang menjadi dasar lahirnya reksa dana indeks/index fund dan Exchange Traded Fund (ETF).

Pada tahun 1971, John Bogle sendiri juga mendirikan perusahaan manajer investasi (MI) yang bernama Vanguard. Perusahaan manajer investasi ini terus bertumbuh dimana perusahaan ini juga menawarkan berbagai jasa keuangan selain reksa dana. 

Reksa Dana Indeks, Investasi Cerdas Buat yang Duitnya Nge-pas vanguard logo

Vanguard. Sumber: mmaglobal.com

 

Pada Maret 2015, Vanguard Group sudah berkembang menjadi jasa finansial terbesar di dunia.

Total dana kelolaannya adalah sekitar US$ 3 triliun atau sekitar Rp 43.500 triliun. Kemudian, total dana kelolaannya mengalami kenaikan menjadi sekitar US$ 5,3 triliun atau sekitar Rp 74.200 triliun pada September 2018. 

Sedangkan perkembangan reksa dana indeks di Indonesia, saat ini sudah ada beberapa reksa dana indeks saham dan indeks obligasi. Namun, perkembangan reksa dana indeks di Indonesia masih kalah jauh jika dibandingkan dengan reksa dana konvensional.

Tapi kamu tidak perlu khawatir, karena hal ini cukup wajar. Mengapa demikian? Karena bahkan di negara asalnya, ide untuk berinvestasi reksa dana indeks membutuhkan waktu hingga puluhan tahun untuk bisa diterima oleh masyarakat di sana. 

Selain itu, tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk reksa dana juga masih sangat kurang.

Hal lain yang menjadi penghambat pertumbuhan reksa dana indeks adalah masih ada beberapa reksa dana yang memiliki kinerja yang lebih baik dari indeks acuan. 

 

Keunggulan Reksa Dana Indeks Dibandingkan Reksa Dana Saham

Ada beberapa keunggulan yang dimiliki reksa dana indeks jika dibandingkan dengan reksa dana saham. Berikut beberapa keunggulannya.

 

Modal Investasi Terjangkau

Reksa dana indeks dapat dijadikan pilihan jika kamu ingin memiliki aset yang beragam tapi dananya terbatas. Misalnya kamu membeli reksa dana Principal Index IDX30, maka otomatis kamu seperti membeli 30 saham yang ada dalam indeks tersebut. 

Modal yang diperlukan untuk membeli reksa dana indeks tersebut bisa sangat terjangkau, yaitu Rp 100 ribu.

Sedangkan jika kamu langsung membeli saham maka kamu membutuhkan uang hingga jutaan rupiah untuk bisa melakukan diversifikasi ke 30 saham tersebut. 

 

Risikonya Terdiversifikasi

Reksa dana indeks meniru kinerja indeks acuannya. Misalnya, indeks acuannya adalah IDX30. Indeks IDX30 ini berisi 30 saham yang memiliki likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar yang besar, dan didukung dengan fundamental perusahaan yang baik. 

Saham-saham dalam indeks tersebut tentunya sudah diseleksi sebelum masuk ke indeks acuan. Dengan begitu, risikonya lebih kecil jika dibandingkan dengan investasi langsung di saham-saham lainnya. 

[Baca Juga: Investor Pemula, Kenali Profil Risiko Sebelum Membeli Reksa Dana]

 

Biaya Pengelolaan Lebih Murah

Karena reksa dana indeks dikelola secara pasif, maka manajer investasi tidak banyak melakukan transaksi ketika mengelola portofolio reksa dananya.

Hal tersebut membuat biaya pengelolaan (management fee) dari reksa dana indeks biasanya lebih kecil dari reksa dana konvensional. 

Biasanya biaya pengelolaan reksa dana tersebut termasuk dalam expense ratio. Expense ratio adalah rasio biaya-biaya pengelolaan reksa dana seperti management fee, custodian fee, dan biaya lainnya. 

Pengelolaan portofolio secara pasif menghasilkan efisiensi biaya karena manajer investasi tidak membutuhkan tenaga analis yang banyak untuk menganalisis saham ataupun obligasi.

 

Keuntungan Lebih Stabil 

Keuntungan reksa dana indeks dapat dikatakan lebih stabil daripada reksa dana saham. Hal ini dikarenakan reksa dana indeks mengikuti indeks acuannya. 

 

Berinvestasi di Reksa Dana Indeks

Reksa dana indeks mengikuti indeks acuannya. Karena pengelolaannya secara pasif, maka biaya pengelolaannya lebih kecil dibandingkan reksa dana konvensional.

Reksa dana ini juga memiliki beberapa keunggulan lainnya dibandingkan dengan reksa dana saham. Reksa dana indeks cocok untuk kamu yang ingin memperoleh imbal hasil yang menyamai suatu indeks.

Modal investasi reksa dana indeks juga sangat terjangkau, bisa dimulai dari Rp 100 ribu saja. Bahkan sudah ada beberapa reksa dana indeks yang minimum pembeliannya Rp 10 ribu, sangat terjangkau kan?

 

Jadi, apakah kamu berminat membeli reksa dana indeks? Silahkan berikan komentar dan pendapat kamu di kolom yang telah tersedia.

Kamu juga dapat membagikan artikel ini kepada rekan-rekan kamu yang ingin tahu tentang reksa dana indeks. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih. 

 

Simak juga video Finansialku tentang tips memilih Manajer Investasi berikut ini.

 

Editor: Eunice Caroline

Sumber Referensi:

  • Admin. 17 Mei 2019. Mengenal Perbedaan Sistem Kerja Reksadana Indeks dan Konvensional. Bareksa.com – https://bit.ly/2WDYZ7O
  • Admin. 6 Oktober 2015. Mengenal Reksa Dana Indeks. Money.kompas.com – https://bit.ly/3yx5q9X
  • Hanum Kusuma Dewi. 26 April 2021. Daftar Kelebihan Reksadana Indeks, Investasi Pilihan Warren Buffet.com – https://bit.ly/3DAJKxw
  • Zai Alam. 2 Desember 2020. Pengertian Reksadana Indeks, Sejarah, Keuntungan, dan Kerugiannya. Zaipad.com – https://bit.ly/3zOEjc9