Reksa dana memang selalu seru untuk dibahas, kali ini kita bahas reksa dana indeks yuk!

Mari simak artikel berikut selengkapnya.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Watch

 

Lahirnya Reksa Dana Indeks

Halo sahabat Finansialku ketemu lagi nih, beberapa waktu lalu saya sudah membahas tentang reksa dana terstruktur, kali ini saya mau bahas tentang reksa dana indeks. Kita belajar bareng yaa.

Jadi reksa dana indeks pertama kali muncul pada tahun 1951, saat itu seorang lulusan Princeton University bernama John Bogle membuat tesis dengan judul “Mutual Funds can make no claims to superiority over the Market Averages.”

Dalam penelitian ini, dia menemukan bahwa ternyata kebanyakan reksa dana yang dikelola secara aktif di Amerika ternyata tidak mampu mengalahkan hasil investasi pasar (benchmark).

Berinvestasi di Reksa Dana Indeks - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Mau Investasi? Pahami Dulu Keuntungan Investasi Reksa Dana]

 

Tulisan inilah kemudian menjadi cikal bakal lahirnya reksa dana indeks atau Index Fund dan Exchange Traded Fund.

John Bogle sendiri mendirikan perusahaan manajer investasi dengan nama Vanguard pada tahun 1974 dan pensiun pada tahun 1999. Perusahaan ini terus bertumbuh dan menawarkan ragam jasa keuangan selain reksa dana.

Pada Maret 2015, Vanguard Group telah berkembang menjadi perusahaan jasa finansial terbesar di dunia dengan dana kelolaan sekitar 3 triliun dollar AS atau sekitar Rp43.500 triliun dengan kurs saat ini. keren kan?

 

Lalu Bagaimana Reksa Dana Indeks di Indonesia?

Di Indonesia sendiri memang sudah ada beberapa reksa dana indeks saham dan indeks obligasi. Tapi perkembangannya masih kalah jauh dibandingkan dengan reksa dana konvensional.

Hal ini wajar karena bahkan di negara asalnya, ide untuk berinvestasi di reksa dana indeks membutuhkan waktu puluhan tahun agar bisa diterima oleh masyarakat di sana.

Kenapa Perlu Investasi Reksa Dana 3 Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Cara Memulai Investasi Reksa Dana Untuk Karyawan Tanpa Mengalami Kegagalan (Batch 4)]

 

Sementara itu tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk reksa dana masih sangat minim.

Adanya reksa dana dengan kinerja yang lebih baik dibandingkan indeks acuan menjadi faktor lain yang menghambat pertumbuhan reksa dana indeks.

Karena kepo tentang reksa dana indeks dan ingin tau apa saja perbedaannya dengan reksa dana konvensional, beberapa hari lalu saya berselancar di dunia maya untuk mencari jawabannya. Alhasil, saya mendapatkannya dari website reksadanauntukpemula.com.

 

Perbedaan Reksa Dana Indeks dan Reksa Dana Konvensional

Terdapat beberapa perbedaan yang terlihat signifikan antara reksa dana indeks dan reksa dana konvensional.

 

Sistem Kerja Reksa Dana Konvensional

Jadi, jika kita melihat cara kerja dari reksa dana konvensional adalah adanya investor yang mempercayakan dananya kepada pihak ahli yang disebut Manajer Investasi untuk dikelola melalui sebuah produk reksa dana.

Selanjutnya mereka akan mengelola dana tersebut dengan berinvestasi pada saham dan obligasi. Umumnya tujuan utama dari pengelolaan tersebut adalah memberikan hasil di atas indeks acuan.

Dengan kata lain, misalkan jika investor berinvestasi pada reksa dana saham, maka target utama dari para manajer investasi adalah untuk memberikan hasil di atas kinerja IHSG.

Untuk yang belum tahu IHSG adalah singkatan dari Indeks Harga Saham Gabungan, yang merupakan indeks yang merepresentasikan seluruh saham perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Sederhananya, jika IHSG dalam suatu periode menghasilkan kenaikan 15 persen, maka reksa dana saham ditargetkan memberikan lebih tinggi daripada hasil tersebut.

Kalaupun IHSG mengalami kerugian seperti yang terjadi pada tahun 2015 kemarin, Manajer Investasi akan berusaha agar kerugian reksa dana saham yang dikelolanya bisa lebih kecil.

Cara kerja reksa dana pendapatan tetap yang berinvestasi di obligasi juga demikian. Manajer Investasi akan berusaha keras agar hasil investasinya di atas indeks obligasi.

Dalam bahasa pasar modal, IHSG ataupun Indeks Obligasi yang dijadikan sebagai pembanding ini disebut juga dengan Benchmark.

Pengelolaan reksa dana dengan target mengalahkan benchmark dikenal juga dengan strategi pengelolaan aktif atau active management strategy.

Keberhasilan dalam mengalahkan benchmark secara konsisten inilah yang membedakan manajer investasi yang satu dengan yang lain. karena ada yang berhasil, ada juga yang tidak.

Untuk bisa mengalahkan benchmark, salah satu cara yang sering digunakan adalah melakukan analisa terhadap semua saham yang terdapat dalam IHSG.

Kemudian dari seluruh daftar tersebut, manajer investasi hanya menempatkan dana pada saham yang dianggap berpotensi memberikan hasil lebih tinggi.

Ketika IHSG naik, belum tentu semua saham di dalamnya ikut naik. Ada yang naik dengan persentase yang sama, ada yang lebih tinggi dan lebih rendah, ada juga yang malahan turun.

Manajer Investasi yang handal adalah mereka yang mampu memperkirakan saham dengan persentase kenaikan yang lebih tinggi sehingga hasil reksa dananya juga lebih baik.

 

Sistem Kerja Reksa Dana Indeks

Berbeda dengan reksa dana konvensional yang berusaha mengalahkan benchmark, target dari reksa dana indeks adalah menyamainya.

Jadi daripada dikelola secara aktif, pendekatan dari reksa dana indeks adalah secara pasif dengan menyusun portofolio investasi menyerupai indeks acuannya.

Karena komposisinya mirip atau bahkan persis dengan indeks acuan, maka hasilnya juga tentunya akan mirip dengan indeks acuannya. Cara ini dikenal pula dengan passive management strategy.

Pengelolaan secara pasif menghasilkan efisiensi biaya karena manajer investasi tidak memerlukan tenaga analis yang banyak untuk analisa perusahaan.

Kemudian biaya transaksi juga menjadi lebih kecil karena manajer investasi tidak melakukan trading jual beli secara aktif. Oleh karena itu, biaya reksa dana indeks umumnya lebih kecil dibandingkan reksa dana konvensional.

Baik buruknya kinerja reksa dana ini tidak diukur dari seberapa besar return yang dihasilkan ataupun dari seberapa kecil risiko fluktuasi harga tapi dari selisih antara kinerja reksa dana dengan indeks acuan.

Semakin besar selisihnya, meskipun kinerja reksa dana lebih baik, tetap dianggap tidak baik karena yang ideal adalah sama dengan indeks acuannya. Selisih antara reksa dana dengan indeks acuan disebut juga tracking error.

Lalu bagaimana cara memilih produk reksa dana yang menguntungkan?

 

Cara Memilih Produk Reksa Dana

Perlu Anda ketahui, sampai saat ini di Indonesia sendiri ada lebih dari 800 produk reksa dana yang dijual.

Untuk mengetahui fakta atau informasi material mengenai suatu produk reksa dana secara lengkap dan rinci, kamu bisa membaca prospektus reksa dana (informasi lengkap tentang suatu reksa dana).

Alternatif lain untuk mendapatkan informasi suatu produk reksa dana adalah melalui dokumen Fund Factsheet, sebuah dokumen yang diterbitkan setiap bulan sekali oleh Manajer Investasi (MI).

Fund Factsheet berisi laporan kinerja bulanan dan ringkasan informasi penting pada sebuah prospektus, seperti tujuan investasi, strategi investasi, komposisi portofolio, minimal dana investasi, dan sebagainya.

Luangkan waktu Anda untuk mempelajari produk, terutama kebijakan dan risiko investasi, serta mengenali rekam jejak dan reputasi MI. Pelajari tata cara investasi pada reksa dana tersebut, termasuk biaya-biaya transaksinya.

Anda bisa membaca ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula di bawah ini secara GRATIS.

Free Download Ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

Download Ebook Sekarang

 

Selain membaca buku, Anda juga bisa menonton video-video yang menjelaskan tentang investasi reksa dana, atau Anda bisa mencari mentor sebagai pembimbing dalam berinvestasi reksa dana.

Jika bingung, cara simple nya Anda bisa mengikuti webinar reksa dana Finansialku, sekaligus gabung dengan group komunitas reksa dana yang setiap saat selalu sharing tentang perkembangan reksa dana.

Gabung Webinar

 

Sudahkah Anda Memilih Produk Reksa Dana?

Setelah membaca artikel ini, apakah Anda sudah menentukan pilihan terhadap produk reksa dana?

Jangan lupa, Anda dapat mempertimbangkannya dengan melihat tujuan keuangan karena setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda. Selamat berinvestasi!

Sebelum berinvestasi, Anda juga bisa merencanakan keuangan Anda dengan tepat menggunakan bantuan Aplikasi Finansialku. Aplikasi ini bisa Anda download melalui link di bawah ini atau melalui Google Play Store.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Bagaimana pendapat kalian tentang investasi reksa dana indeks ini? Tuliskan pendapat Anda di kolom komentar ya!

Jika dirasa memerlukan konsultasi keuangan, Anda bisa segera menghubungi Perencana Keuangan Finansialku.

Ayo bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Rudiyanto. 7 Januari 2016. #16. Mengenal Reksa Dana Indeks. Reksadanauntukpemula.com – https://goo.gl/fNtDWQ

 

Sumber Gambar:

  • Reksa Dana Indeks – https://goo.gl/GuKbZo