Reversal artinya pengembalian dana untuk transaksi yang gagal. Istilah ini erat kaitannya dengan fasilitas perbankan yang semakin berkembang seiring meningkatnya kecanggihan teknologi.

Yuk, pelajari apa itu reversal dalam artikel Finansialku berikut ini!

 

Summary:

  • Reversal dalam dunia perbankan merupakan keterangan transaksi yang menandakan bahwa transaksi yang nasabah lakukan mengalami kegagalan ketika melakukan transfer.
  • Saat mendapatkan notifikasi reversal, nasabah tidak perlu khawatir karena pihak bank akan mengembalikan saldo nasabah seperti semula.

 

Reversal Artinya

Secara umum, reversal berarti pengembalian, pembalikan, atau pemutaran. Dalam dunia bisnis, reversal berarti kalah, sial, rugi, atau tidak beruntung.

Namun dalam dunia perbankan, reversal memiliki arti yang sedikit berbeda. Reversal ini menjadi salah satu fasilitas bank yang tersedia untuk nasabah, misalnya untuk transaksi e-payment.

Pada dasarnya, arti reversal adalah keterangan transaksi.

Keterangan transaksi ini biasanya akan muncul melalui notifikasi SMS kepada nomor yang sudah terdaftar dalam layanan SMS banking atau internet banking.

Notifikasi reversal sendiri akan nasabah terima apabila terjadi kegagalan dalam transaksi perbankan seperti time out atau tidak bisa melakukan transfer.

Setelah gagal saldo yang digunakan secara otomatis akan kembali lagi ke rekening nasabah selama data atau bukti yang Anda berikan sesuai.

 

Penyebab Terjadinya Reversal Transaksi

Bagi yang belum pernah mendapatkan notifikasi keterangan transaksi, pesan yang masuk kerap membuat panik nasabah. Hal tersebut sangatlah wajar terjadi, terutama pada layanan perbankan digital.

Namun, Anda tidak perlu merasa terlalu khawatir. Pasalnya, keterangan transaksi merupakan sebuah pemberitahuan supaya nasabah tahu bahwa transaksi mereka mengalami kegagalan.

Apabila kegagalan transaksi tersebut membuat saldo nasabah berkurang, maka pihak bank akan mengembalikan saldo nasabah seperti semula.

Supaya Anda tidak khawatir akan terjadi reversal saat melakukan transaksi, Anda perlu mengetahui beberapa penyebab terjadinya reversal atau pengembalian dana. Berikut penjelasannya.

 

#1 Waktu Transaksi Habis atau Time Out

Penyebab pertama terjadinya transaksi reversal adalah waktu transaksi yang tersedia oleh sistem telah habis (time out).

Pembatasan waktu tersebut berlaku sebagai salah satu upaya keamanan layanan perbankan.

Ketika waktu transaksi telah habis, sistem akan secara otomatis menganggap transaksi yang telah dilakukan gagal.

Oleh karena itu, pastikan Anda melakukan transaksi tidak melebihi batas waktu yang sudah ditentukan secara otomatis oleh sistem.

[Baca Juga: 5 Keuntungan Menabung di Bank Digital, Transaksi Makin Mudah!]

 

#2 Kesalahan Nomor Rekening Tujuan

Selain waktu transaksi habis, salah memasukkan nomor rekening tujuan juga bisa menyebabkan terjadinya muncul keterangan saat bertransaksi.

Karena sistem tidak mampu melacak nomor rekening yang sudah Anda masukkan, sehingga transaksi dianggap gagal.

Jadi, Anda harus memastikan bahwa nomor rekening tujuan sudah benar saat melakukan transaksi.

 

#3 Outer

Penyebab selanjutnya adalah outer. Istilah outer sendiri memiliki arti nomor tujuan di luar wilayah jangkauan bank.

Umumnya, penyebab outer adalah nasabah melakukan kesalahan saat memasukkan kode transfer bank tujuan.

Misalnya, Anda melakukan transfer ke luar negeri menggunakan layanan perbankan yang tidak mendukung aktivitas keuangan internasional.

 

#4 Terdapat Gangguan Jaringan

Penyebab yang terakhir adalah adanya gangguan jaringan. Kendala tersebut memungkinkan transaksi perbankan gagal hingga menimbulkan terjadinya reversal.

Hal ini bukanlah kesalahan nasabah karena kondisi ini disebabkan oleh jaringan internet yang tidak stabil. Selain itu, sistem bank juga kerap mengalami eror karena gangguan internal maupun eksternal.

 

Cara Mengatasi Reversal

Seperti yang telah Finansialku jelaskan, keterangan transaksi bukanlah masalah besar dan sangat wajar terjadi dalam dunia perbankan.

Jika Anda mengalami kegagalan saat bertransaksi, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya. Berikut uraiannya:

 

#1 Pastikan Nomor Rekening Tujuan Sudah Benar

Masalah utama yang sering nasabah alami saat melakukan transaksi, khususnya transfer uang adalah kesalahan dalam memasukkan nomor rekening tujuan.

Maka dari itu, Anda perlu memastikan nomor rekening tujuan masih aktif dan belum terblokir.

Selain itu, lakukan pengecekan ulang nomor rekening tujuan dan nama nasabah yang tertera. Jika datanya telah sesuai, maka risiko terjadinya reversal dapat Anda hindari.

[Baca Juga: Banyak Jenisnya, Segini Limit Transfer BCA Antar Rekening Bank]

 

#2 Pastikan Jaringan Internet Stabil

Dalam dunia perbankan, reversal selalu berkaitan dengan transaksi digital menggunakan smartphone yang tentunya membutuhkan jaringan internet.

Inilah mengapa untuk meminimalisasi risiko kegagalan transaksi, Anda harus memastikan koneksi jaringan internet telah stabil, khususnya jika menggunakan mobile banking.

Tujuannya agar proses transaksi bisa berjalan lancar tanpa adanya gangguan terlebih pada masalah jaringan internet.

Apabila Anda sedang berada di lokasi yang minim jaringan internet, lebih baik urungkan niat bertransaksi karena bisa meningkatkan risiko terjadinya reversal.

 

#3 Aktifkan Fitur Notifikasi

Meski kerap kali membuat nasabah panik dan khawatir, nyatanya Anda tetap membutuhkan notifikasi dari bank termasuk reversal untuk mengetahui apakah transaksi telah berhasil atau tidak.

Jadi, tidak perlu ragu untuk mengaktifkan fitur notifikasi baik melalui email ataupun pesan singkat.

 

Apakah Saldo Aman jika Terjadi Reversal?

Perlu Anda ketahui bahwa reversal tidak akan mengurangi saldo nasabah. Jika terjadi pengurangan saat gagal bertransaksi, pihak bank akan segera melakukan pengembalian.

Dengan adanya keterangan transaksi justru membantu memberitahu Anda apabila terjadi kesalahan atau hal yang tidak beres saat melakukan transaksi.

Oleh karena itu, Anda tidak perlu merasa khawatir, karena reversal merupakan sesuatu yang aman dan berguna untuk melindungi nasabah.

[Baca Juga: 5 Keuntungan Menabung di Bank Digital, Transaksi Makin Mudah!]

 

Transaksi Gagal itu Wajar, kok!

Sederhananya, reversal merupakan hal yang bermanfaat bagi nasabah untuk memberitahu bahwa transaksi yang dilakukan telah berhasil atau tidak.

Reversal juga merupakan hal yang wajar terjadi dalam transaksi bisnis, terutama saat bertransaksi melalui layanan perbankan digital.

Dengan mengetahui arti reversal dan cara mengatasinya, Anda tak perlu khawatir lagi saat mendapati notifikasi ketika gagal bertransaksi.

Selain itu, jangan lupa lakukan tips di atas supaya mengurangi terjadinya reversal ketika bertansaksi, dan pastikan juga saldo yang Anda miliki cukup.

Oleh karena itu, yuk coba atur keuangan kita supaya lebih terarah. Dengan memulai mengatur keuangan, Anda bisa mengetahui apakah uang yang Anda sisihkan untuk tabungan di bank cukup untuk memenuhi tujuan keuangan Anda.

Caranya mudah, Anda bisa ketahui lengkapnya dalam ebook berikut ini!

Ebook GRATIS Cara Mengatur Keuangan dengan Mudah

3 money management

 

Pernah mengalami reversal saat melakukan transaksi? Bagikan pengalamanmu dalam kolom komentar di bawah ini!

Bagikan juga artikelnya supaya orang lain yang mengalami hal di atas dan tidak perlu merasa terlalu khawatir. Semoga bermanfaat. Terima kasih!

 

Editor: Ari A. Santosa

Sumber Referensi:

  • Niko Ramadhani. 29 Juni 2022. Reversal Adalah: Definisi, Penyebab dan Cara Mengatasinya. Akseleran.co.id – https://bit.ly/3ma0E1H
  • Yovita. 25 Juni. Arti Reversal adalah Pengembalian, Bagaimana Maksudnya? Midtrans.com – https://bit.ly/3SFhtxJ
  • Berita Bisnis. 09 Mei 2022. Arti Transaksi Reversal BRI dan Berbagai Penyebabnya. Kumparan.com – https://bit.ly/3ZtLHG9
  • Transfez. Pengertian Reversal, Penyebab Terjadinya dan Cara Mengatasi. Transfez.com – https://bit.ly/41wOU9I