Apakah Anda masih bingung dengan definisi reverse stock split? Yuk cari tahu definisi jelasnya agar tidak lagi tertukar.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Definisi Stock Split

Dalam kondisi pasar yang selalu berubah, umumnya ada suatu tindakan yang akan diambil perusahaan untuk mengontrol hal ini agar tidak berdampak buruk bagi perusahaan. Salah satu tindakan tersebut adalah reverse stock split.

Seperti Anda ketahui, reverse stock split yang merupakan kebalikan dari stock split. Nah, untuk dapat membedakan keduanya, yuk kita simak dahulu apa sih split ini.

Stock split atau pemecahan saham merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk menurunkan harga saham. Penurunan harga saham dilakukan dengan cara membagi saham tersebut menjadi beberapa bagian sehingga jumlah saham menjadi lebih banyak.

Stock split lebih umum dilakukan perusahaan ketimbang tipe reverse , hal ini dilakukan dengan tujuan utamanya untuk meningkatkan likuiditas saham di pasar saham.

Harapannya konsumen dapat dengan mudah melakukan proses penjualan dan pembelian saham.  Terlebih bagi para calon investor yang memiliki ritel kecil, sebab apabila harga saham terlalu mahal, mereka merasa tidak akan mampu membelinya.

Dalam perhitungan stock split, digunakan perbandingan yang proporsional agar kapitalisasi pasar atau nilai perusahaan tetap sama.

Sudah Tahu Tentang Reverse Stock Split Simak di Sini! 01 - Finansialku

[Baca Juga: Para Milenial, Jangan Sampai Anda Merusak Dana Pensiun Orangtua]

 

Agar lebih mudah dipahami, mari melihat ilustrasi stock split dari www.simulasikredit.com berikut ini.

Misalnya, sebuah perusahaan memiliki 100.000 lembar saham dengan harga masing-masing sahamnya Rp 1.000.

Untuk menurunkan harga saham, perusahaan tersebut melakukan aksi stock split dengan perbandingan 5:1. Maka jumlah saham saat ini menjadi 500.000 lembar dengan harga masing-masing sahamnya adalah Rp 200.

 

Definisi Reverse Stock Split

Reverse stock split merupakan aktivitas perusahaan emiten untuk menaikkan harga sahamnya dan mengurangi jumlah saham yang beredar (Martell dan Webb,2005).

Sedangkan stock split merupakan aktivitas membagi saham agar jumlahnya meningkat dan  nilainya menurun, maka tipe reverse justru menurunkan jumlah saham agar nilainya naik.

Umumnya reverse stock split dilakukan dengan tujuan penyelamatan perusahaan emiten, agar tetap bisa memenuhi persyaratan marginability untuk tetap menjaga status listing di perdagangan pasar modal.

Lihuang Jing (2002), dalam penelitiannya menyatakan tiga alasan utama perusahaan perusahaan melalukan reverse stock split.

  1. Mengurangi biaya transaksi, jumlah lembar saham yang berkurang akan menyebabkan biaya transaksi juga berkurang.
  2. Memperbaiki fleksibilitas harga saham baru (new issue) ketika dibutuhkan. Perusahaan emiten yang melakukan reverse stock split akan mengurangi nilai nominal sahamnya, sehingga ketika perusahaan tersebut akan menerbitkan saham baru perusahaan tersebut tidak perlu menetapkan nilai nominal dengan diskon untuk saham barunya.
  3. Meningkatkan investor institusional dan internasional. Perusahaan yakin bahwa dengan melakukan penggabungan saham akan meningkatkan profil perusahaan di mata investor institusional.

Sama halnya seperti stock splits, tipe reverse juga mengikuti perbandingan yang telah ditentukan. Perbandingan ini disesuaikan dengan kondisi harga saham sekarang dan harga tujuan yang diinginkan. 

 

Mari melihat ilustrasi tipe reverse dari simulasikredit.com berikut ini.

Misalkan sebuah perusahaan memiliki 100.000 lembar saham dengan harga masing-masing saham Rp 1.000. Akan dilakukan reverse stock split dengan perbandingan 2:1. Maka, jumlah saham akan menurun menjadi setengahnya yaitu 50.000 dan harga saham akan meningkat dua kalinya yaitu menjadi Rp 2.000.

Jadi, baik sebelum maupun sesudah proses reverse kapitalisasi pasar masih tetap sama, yaitu Rp 100 juta.

Secara umum, tipe reverse memang tidak mempengaruhi nilai perusahaan, meskipun demikian ada beberapa dampak yang akan timbul dari aktivitas ini, antara lain sebagai berikut.

  • Jumlah lembar saham yang berkurang sehingga akan berpengaruh ke likuiditas pada transaksi saham tersebut,
  • Meningkatnya EPS pada saham, dan
  • Harga saham yang mungkin akan menjadi cukup volatile dalam beberapa saat.

 

Semoga Informasi ini Bermanfaat

Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan informasi lengkap yang Anda perlukan soal reverse stock split.

Simak penjelasan lebih lanjut dari Finansialku mengenai investasi pada video ini!

 

Apakah Anda telah memiliki perencanaan keuangan yang baik? Anda bisa gunakan aplikasi Finansialku untuk membantu anda meraih impian dalam hidup.

Unduh aplikasinya di sini!

playstore icon
appstore icon

 

Apabila Anda memiliki informasi tambahan soal reverse stock?

Jangan ragu untuk membagikan pengalamanmu pada kolom komentar di bawah! Kami sangat menghargai pendapat Anda. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. Pengertian Stock Reverse. Sahamok.com – https://bit.ly/3fIsU3M
  • Admin. Apa itu Reverse Stock . Simulasikredit.com – https://bit.ly/2LsOgnK
  • Admin. Reverse Split. Sahamindonesia.com – https://bit.ly/2T1aSjs

 

Sumber Gambar:

  • Stock 01 – https://bit.ly/2Z048Gl
  • Stock 02 – https://bit.ly/3fP10my