Sahabat, seringkali ketika kita berinvestasi, kita sering larut dalam euforia, maupun kepanikan. 

Ada sebuah pepatah bijak kuno yang sangat pas untuk menggambarkan keadaan yang ada di pasar modal, baik dahulu, sekarang, dan yang akan datang.

Tentunya ungkapan ini akan mengingatkan kita untuk tetap tenang ketika berinvestasi di pasar modal. Apa ungkapan bijak itu?

 

Artikel ini dipersembahkan oleh:

 

Petuah Bijak: “Semua Pasti Berlalu”

Dalam buku The Intelligent Investor, terdapat satu bagian yang menceritakan tentang seorang raja yang memberi perintah kepada seluruh orang bijak di negerinya untuk merangkai sebuah kalimat sederhana.

Adapun kalimat tersebut harus dapat menggambarkan seluruh keadaan di segala zaman.

Seluruh orang bijak berlomba-lomba merangkai kalimat sederhana, sehingga terpilihlah sebuah ungkapan populer, yaitu “Semua Pasti Berlalu”.

Ungkapan “Semua Pasti Berlalu” ini memang menggambarkan bahwa seluruh kondisi yang ada di dunia, baik senang maupun sedih akan ada masanya dan pasti akan berlalu.

Ketika seseorang sedang bersedih, ungkapan “Semua Pasti Berlalu” akan menjadi sebuah penghiburan bagi mereka yang bersedih.

Sebaliknya, ketika misalkan seseorang sedang bersenang, ungkapan “Semua Pasti Berlalu” berguna untuk membuat mereka yang sedang bersenang tetap rendah hati dan menginjak bumi.

 

“Semua Pasti Berlalu” di Pasar Saham

Ungkapan “Semua Pasti Berlalu” ini juga berlaku dan relevan dalam pasar saham.

Pada kondisi pasar yang mengalami kenaikan tiada henti (seperti tahun 2017 ini) atau biasa disebut sebagai masa bullish, ungkapan ini juga sebaiknya diingat oleh investor maupun trader agar tetap waspada dan tidak larut dalam euforia.

Demikian pula sebaliknya, apabila nanti pasar mengalami penurunan tiada henti (seperti tahun 2008) atau biasa disebut sebagai masa bearish, ungkapan “Semua Pasti Berlalu” ini sebaiknya diingat bahwa periode bearish cepat atau lambat akan segera berakhir.

Sayangnya, dalam bursa saham kebanyakan investor tidak mengetahui, lupa (atau sengaja memilih untuk lupa) dengan ungkapan tersebut.

Seringkali tindakan investor saham justru berkebalikan dengan ungkapan tersebut.

Kumpulan Ungkapan Kata-Kata Bijak Untuk Inspirasi Kebaikan Anda

 

Saat market bullish, para investor justru larut ke dalam euforia pasar saham.

Jangan heran kalau Anda kemudian menyaksikan banyak investor yang berani (bahkan terlalu berani) untuk menggunakan fasilitas margin trading yang disediakan oleh perusahaan sekuritas, menggunakan limit kartu kredit, untuk membeli saham.

Mereka percaya bahwa ketika pasar saham bullish, harga saham akan terus menerus naik sampai langitlah batasnya. Inilah yang menjelaskan mengapa ketika market euphoria, harga-harga saham akan mengalami kenaikan ke level harga yang tidak masuk akal.

Sebaliknya, ketika market sedang memasuki masa bearish, banyak investor kemudian menjadi panik untuk menjual saham-saham nya, kalau bisa menjual pada harga berapapun yang penting laku terjual.

Imajinasi mereka hanya harga-harga saham akan terus menerus turun setiap harinya, sampai pada titik di mana banyak investor yang akan putus asa dan memutuskan untuk hengkang dari pasar saham.

Mereka terlanjur memiliki persepsi terhadap pasar saham sebagai pasar yang sebegitu kejamnya terhadap para investor.

Padahal seharusnya mereka juga ingat terhadap ungkapan “Semua pasti berlalu” di atas, bahwa penurunan pasar saham hanya bersifat sementara.

 

“Semua Pasti Berlalu” Pada Perusahaan/Emiten

Hal yang sama juga berlaku pada perusahaan. Setiap perusahaan memiliki siklus dalam industrinya. Rasanya hampir tidak ada perusahaan yang akan berada dalam kondisi baik setiap waktu.

Mungkin saja dalam satu waktu penjualan dan laba bersih sebuah perusahaan akan bertumbuh secara signifikan (katakanlah 20%), namun kita tidak dapat mengatakan bahwa perusahaan tersebut akan secara terus-menerus akan memiliki pertumbuhan penjualan dan laba bersih 20% selama 10 tahun terus-menerus.

Percayalah, tidak ada seorang pun yang mengetahui masa depan. Oleh karena itu, seorang investor selayaknya tidak bertaruh terhadap masa depan sebuah perusahaan.

Banyak investor yang menganggap ketika dirinya sudah melakukan analisa fundamental dan memutuskan untuk membeli sahamnya, maka pekerjaannya sudah selesai.

Pahami dulu Risiko Investasi Saham sehingga lebih bijak dalam Berinvestasi

 

Well, sebenarnya tidak seperti itu. Betul bahwa dengan melakukan analisis fundamental satu pekerjaan sudah selesai, namun yang tidak kalah pentingnya adalah investor tetap mengawal dan melakukan review secara berkala (biasanya tiap kuartal) mengenai kondisi terakhir sebuah perusahaan.

Investor dapat mengecek kondisi terakhir perusahaan tersebut melalui laporan keuangan yang dirilis oleh setiap perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Contohnya perusahaan batubara yang begitu berjaya di tahun 2011, banyak yang kemudian mengalami kejatuhan pasca turunnya harga batubara (atau biasa disebut commodity crash) di tahun 2012 – 2015. Barulah pada tahun 2016 sampai dengan saat ini perusahaan batubara bangkit kembali.

Demikian pula dengan perusahaan properti, di mana emiten properti rata-rata sempat berjaya sampai 2014, kemudian banyak perusahaan properti yang mengalami kelesuan dari tahun 2015 sampai dengan saat ini. Emiten retail juga rata-rata sedang mengalami kondisi yang sulit di tahun 2017 ini.

Tak dapat dipungkiri, memang ada juga perusahaan yang memiliki fundamental buruk, ditambah lagi dengan pengelolaan manajemen yang semrawut, yang akhirnya berujung pada kinerja perusahaan yang tak pernah bisa kembali ke masa berjayanya. 

Dalam kasus khusus seperti ini, mungkin ungkapan “Semua Pasti Berlalu” tadi tidak berlaku.

 

Apakah Anda tertarik untuk berinvestasi saham? Silahkan download Gratis ebook: Panduan Berinvestasi Saham Untuk Pemula.

Gratis Download Ebook Panduan Berinvestasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

Bijaksanalah Dalam Berinvestasi

Pesan yang ingin saya sampaikan pada Anda dalam artikel kali ini adalah bijaksanalah dalam berinvestasi.

Apabila market sedang bullish, Anda jangan sampai larut dalam euphoria (apalagi sampai berutang untuk membeli saham). Demikian pula apabila market sedang bearish, jangan sampai pula Anda kehilangan harapan.

Ingatlah bahwa itu semua adalah dinamika pasar yang senantiasa akan meliputi pasar saham. Bijaksanalah juga dalam memilih perusahaan untuk diinvestasikan.

Pilihlah perusahaan yang memang sudah terbukti kinerjanya melalui fundamentalnya, bukan hanya karena tergiur oleh kenaikan harga saham yang tidak didukung oleh kinerja fundamentalnya.

Hati-hatilah terhadap perusahaan yang hanya menjual prospek, karena tidak pernah ada seorang pun yang bisa menebak masa depan sebuah perusahaan.

Selamat Berinvestasi!

 

Sudahkah Anda berinvestasi saham? Apakah emiten yang Anda beli sahamnya sudah Anda cek fundamentalnya? Silahkan comment atau share ke pembaca lainnya ya. Terima Kasih.

 

Sumber Referensi:

 

Sumber Gambar:

  • Book Plant – https://goo.gl/iYKGU8
  • Lamp – https://goo.gl/JWLoFm
  • Road Sign – https://goo.gl/9Mfi4u