Setiap negara atau organisasi harus melewati setidaknya beberapa tahapan perjanjian internasional untuk melakukan suatu kesepakatan. Apa saja?

Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel Finansialku berikut ini!

 

Summary:

  • Membuat perjanjian internasional harus melalui beberapa tahap dan melibatkan banyak pihak di dalamnya.
  • Salah satu tahapan perjanjian yang ada adalah pejajakan dalam hal bertukar pikiran dari negara satu sama lain.

 

Definisi Perjanjian Internasional

Jika kita memiliki janji dengan seseorang, pastinya tahapan yang dilakukan tidaklah rumit. Berbeda cerita jika melakukan perjanjian yang melibatkan negara, tahapan perjanjian internasional lebih panjang alurnya.

Karena rumit dan mungkin tidak semulus perjanjian pada umumnya, mari sama-sama mengenal definisi serta tahapan apa saja yang harus dilewati demi mencapai kesepakatan bersama.

Tahapan perjanjian internasional adalah kesepakatan antara beberapa negara atau organisasi internasional.

Dalam membuat perjanjian internasional, sejumlah negara yang terlibat harus melewati beberapa tahapan. Mulai dari proses penjajakan, melewati beberapa tahap berikutnya, sampai pada akhirnya di tahap penandatanganan.

Bahkan menurut hukum internasional dalam Pasal 38 ayat (1) Statuta Mahkamah Internasional menyebut: 

Perjanjian internasional (treaty) merujuk pada Pasal 2 ayat (1) huruf a Konvensi Wina 1969 artinya kesepakatan internasional yang dibuat antar negara-negara dalam bentuk tertulis dan diatur oleh hukum internasional.

 

Tahapan Perjanjian Internasional

Setelah mengetahui definisinya, berikut adalah beberapa tahap yang perlu setiap negara jalankan jika ingin melakukan perjanjian, antara lain:

 

#1 Tahapan Penjajakan

Tahapan pertama adalah penjajakan, tahapan ini berdasarkan Pasal 6 ayat (1) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional.

Penjajakan adalah tahap awal yang harus kedua belah pihak lakukan yang sedang berunding tentang kemungkinan membuat perjanjian internasional. Tahap penjajakan dilakukan lewat inisiatif instansi atau lembaga pemerintahan. 

Tujuannya yaitu untuk bertukar pikiran mengenai berbagai masalah yang akan tertuang dalam perjanjian internasional tersebut.

 

#2 Tahapan Perundingan atau Negosiasi

Setelah adanya penjajakan dan bertukar pikiran satu sama lain dengan negara atau organisasi internasional, barulah mulai tahapan kedua yakni perundingan.

Lobbying atau negosiasi ini dapat negara lakukan secara formal maupun secara nonformal. Bila dalam lobbying telah ada titik terang tentang kesepakatan suatu masalah, maka akan ada perundingan secara resmi.

Perundingan ini oleh orang-orang yang resmi mewakili negaranya, menerima kesepakatan yang telah dirumuskan, dan mengesahkannya.

Tentunya, orang-orang yang berwenang mewakili negaranya seperti tertuang dalam Pasal 7 Konvensi Wina 1969, yaitu kepala negara (seperti presiden), kepala pemerintahan (seperti perdana Menteri), dan menteri luar negeri.

Dalam tahapan perundingan ini terdapat juga proses penerimaan teks (adoption of the text), yakni para pihak yang berunding merumuskan teks dari perjanjian, lalu masing-masing pihak peserta perundingan akan menerimanya.

Penerimaan naskah/teks dalam konferensi yang melibatkan banyak negara biasanya terjadi dengan persetujuan 2/3 dari negara yang hadir dan menggunakan suaranya, kecuali jika 2/3 negara tersebut setuju untuk memberlakukan ketentuan lain.

 

#3 Tahapan Perumusan Naskah

Tahapan selanjutnya yakni perumusan naskah, yang menjadi hasil kesepakatan dalam perundingan antara kedua belah pihak, baik itu antar negara atau kepada organisasi internasional.

Pada tahapan ini, beberapa hal yang telah mencapai kesepakatan, sejumlah materi yang belum disetujui dan agenda perundingan berikutnya akan masing-masing pihak catat.

Dengan begitu, bisa menjadi bahan pembahasan kembali atau bisa lanjut ke tahap penandatanganan.

[Baca Juga: Ini Daftar Negara Tanpa Pajak! Kok Bisa, ya?]

 

#4 Tahapan Penerimaan

Setelah negosiasi  berjalan lancar, bahkan perumusan naskah sudah tuntas antara kedua belah pihak, selanjutnya masuk tahapan penerimaan.

Dalam tahapan perjanjian internasional, tahap penerimaan naskah perjanjian adalah tahap di mana perjanjian telah kedua belah pihak rumuskan dan sepakati. 

Dalam perundingan bilateral kesepakatan atas naskah awal perundingan biasa disebut “Penerimaan”. Kesepakatan tersebut diperlihatkan lewat pembubuhan inisial atau paraf pada naskah perjanjian internasional, oleh ketua delegasi masing-masing pihak. 

Sedangkan dalam perundingan multilateral, proses penerimaan merupakan tindakan pengesahan suatu negara pihak atas perubahan perjanjian internasional.

 

#5 Tahapan Penandatanganan

Nah, barulah di tahap terakhir, yakni penandatanganan. Setelah kedua belah pihak sudah menerima teks dalam tahapan perundingan, selanjutnya adalah melakukan pengesahan teks yang telah peserta terima.

Proses pengesahan teks perjanjian internasional ini sesuai kesepakatan para peserta perundingan, atau dengan pembubuhan tanda tangan wakil negara dalam teks perjanjian internasional tersebut.

 

#6 Tahapan Ratifikasi

Dalam konteks perjanjian multilateral, penandatanganan perjanjian internasional bukanlah bentuk pengikatan diri. Sehingga bisa dilakukan lewat pengesahan atau ratifikasi, jika diperlukan.

Menurut Pasal 1 angka 2 UU 24/2000, ratifikasi merupakan salah satu perbuatan hukum untuk mengikatkan diri pada suatu perjanjian internasional.

Namun, dari perspektif hukum perjanjian internasional, proses ratifikasi ini tak selalu diperlukan agar sebuah perjanjian internasional bisa berlaku mengikat terhadap suatu negara.

Sebagai catatan, selain ratifikasi, ada juga berbagai cara lainnya untuk menunjukkan persetujuan sebuah negara untuk terikat kepada perjanjian internasional, seperti aksesi (accession), penerimaan (acceptance) dan penyetujuan (approval).

Penggunaan cara-cara tersebut bisa dilakukan tergantung kepada persetujuan para pihak dan ketentuan dalam perjanjian internasional.

[Baca Juga: Pengertian dan Contoh Surat Perjanjian Kerja Sama, Bisa Disalin!]

 

Yuk, Pelajari Juga Tahapan Mencapai Tujuan Keuangan

Sobat Finansialku, sekarang sudah tahu kan apa saja tahapan perjanjian internasional? Ternyata prosesnya tidak sederhana, apalagi melibatkan banyak pihak.

Selain mengetahui hal tersebut, ada baiknya kamu juga memperluas wawasan untuk mengetahui tahapan mencapai tujuan keuangan. Salah satunya dengan merencanakan keuangan secara tepat.

Nah, jika saat ini kamu masih bingung untuk memulainya dari mana, langsung saja download ebook gratis dari Finansialku Cara Wujudkan Mimpi dengan Perencana Keuangan

Selain itu, kamu juga bisa diskusi langsung bersama ahlinya, Perencana Keuangan Finansialku untuk mendapatkan lebih banyak advice serputar keuangan dan startegi tepat dalam mencapai tujuan keuanganmu. Klik banner di bawah ini untuk buat janji!

Banner Konsul Atur Keuangan

 

Jika ada pertanyaan silakan tulis di kolom komentar. Jangan lupa bagikan artikelnya kepada lebih banyak orang melalui pilihan platform yang tersedia di bawah ini. Terima kasih.

 

Editor: Ari A. Santosa

Sumber Referensi:

  • Nafiatul Munawaroh, S.H., M.H. 10 Maret 2023. 3 Tahapan Perjanjian Internasional dan Penjelasannya. Hukumonline.com – http://bit.ly/3FsvfhY
  • Vanya Karunia Mulia Putri. 8 Maret 2022. 5 Tahap Perjanjian Internasional. Kompas.com – http://bit.ly/3lj6e1H
  • Heni Widiastuti. 10 Maret 2022. Apa Saja Tahapan Perjanjian Internasional? Ini Penjelasannya. Grid Kids – http://bit.ly/3mYnaet
  • Admin. 30 Maret 2022. 3 Tahap Perjanjian Internasional. Okezone.com – https://bit.ly/3YN7yaF