Aturan ekspor baru yang ditetapkan pemerintah China bisa mengancam akuisisi dan membuat calon pembeli TikTok ketar-ketir

Ketahui informasi selengkapnya dalam artikel Finansialku di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

China Bikin Aturan Ekspor Baru Perihal Penjualan Tiktok

Upaya ByteDance untuk menjual bisnis TikTok di Amerika Serikat sepertinya akan terganjal. Aturan ekspor baru yang ditetapkan pemerintah China bisa mengancam akuisisi dan membuat calon pembeli TikTok ketar-ketir.

Kebijakan itu berarti upaya Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk menguasai TikTok yang beroperasi di AS juga akan terganjal. Sejauh, Pemerintah China tidak menyetujui langkah tersebut.

Pemerintah China memperbaharui aturan kontrol ekspornya dengan memasukan soal teknologi termasuk TikTok.

Selain itu juga, aturan tersebut melingkup batasan baru terkait ekspor teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti pengenalan teks dan ucapan serta teknologi yang menganalisis data untuk membuat rekomendasi konten yang dipersonalisasi.

Melansir Kontan, batasan itu ditambahkan ke daftar revisi produk pengawasan ekspor yang diterbitkan di situs web Kementerian Perdagangan pada Jumat malam (28/08).

Izin pemerintah akan diperlukan untuk transfer ke luar negeri untuk “menjaga keamanan ekonomi nasional,” kata seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut, masih dari laman yang sama.

Mengenal Video Tiktok, Aplikasi China Juara Dunia 04 - Finansialku

[Baca Juga: Belum Genap 3 Bulan Menjabat, CEO TikTok Mengundurkan Diri]

 

Adapun pembatasan baru mencakup teknologi yang digunakan ByteDance di TikTok, akan membuat Bytedance harus meminta persetujuan pemerintah untuk kesepakatan apa pun.

Menurut sumber, aturan baru itu bertujuan untuk menunda penjualan dan bukan larangan langsung.

Merespon hal itu, pemilik aplikasi video populer TikTok mengatakan akan “mematuhi” peraturan-peraturan baru ekspor China, yang bisa mempersulit penjualan bisnis itu seperti yang dituntut oleh Presiden AS Donald Trump.

Sebelumnya ada sejumlah perusahaan yang tertarik membeli TikTok. Di antaranya; Microsoft bersama Walmart dan Oracle.

Sementara Centricus Asset Management Ltd. dan Triller Inc. dikatakan telah membuat penawaran pada menit terakhir pada hari Jumat untuk membeli operasi TikTok di beberapa negara seharga US$ 20 miliar.

Cui Fan, pakar perdagangan dan profesor di Universitas Bisnis Internasional dan Ekonomi Beijing, mengatakan ByteDance harus mempelajari daftar ekspor baru “dengan serius dan hati-hati” serta mempertimbangkan apakah harus menghentikan negosiasi yang tengah berjalan.

 

Bagaimana CARA AMPUH Membeli RUMAH PERTAMA?

Download ebook-nya, GRATIS!!!

ebook rumah pertama

Download Ebook Sekarang

 

Sebagai informasi, TikTok akan mengumumkan penjualan operasi dalam beberapa hari mendatang. Kesepakatan diperkirakan bernilai US$ 20 miliar (Rp 291,47 triliun) hingga US$ 30 miliar (Rp 437,205 triliun).

Penjualan tersebut terkait tekanan pemerintah Presiden AS, Donald Trump. Ia yang akan melarang transaksi AS dengan perusahaan induk TikTok, ByteDance. ByteDance sudah mengajukan gugatan balik atas upaya pemblokiran itu.

 

Bagaimana menurutmu, Sobat Finansialku tentang artikel diatas? Kamu bisa berbagi komentar lewat kolom komentar di bawah ini.

Sebarkan informasi ini seluas-luasnya lewat berbagai platform yang tersedia, agar kawan atau sanak-saudaramu tahu apa yang kamu ketahui. Semoga bermanfaat, ya.

 

Sumber Referensi:

  • Thea Fathanah Arbar. 31 Agustus 2020. China Buat Aturan Baru, ByteDance Bisa Batal Jual Tik Tok. Cnbcindonesia – https://bit.ly/2YPrFJ9
  • Rizki Caturini. 30 Agutus 2020. China keluarkan aturan baru, Bytedance tak bisa jual Tik Tok tanpa izin pemerintah. Kontan.co.id – https://bit.ly/2QBZbht
  • Virgina Maulita Putri. 31 Agustus 2020. Aturan Ekspor Baru China Bisa Ancam Penjualan Tik Tok. Detik.com – https://bit.ly/3hJhFJ3
  • Redaksi. 31 Agustus 2020. Pemilik Tik Tok Mengatakan akan Patuhi Aturan Ekspor China. Voaindonesia.com – https://bit.ly/31Iyf65

 

Sumber Gambar:

  • Gambar 1 – https://bit.ly/2YOwimJ