Kamu ingin memulai bisnis kuliner tapi tidak tahu cara memulainya? Butuh tips sukses memulai bisnis kuliner?

 

Bisnis Kuliner Menjanjikan

Semua orang pasti butuh makan dan inilah alasan mengapa para pebisnis kuliner begitu sukses di luar sana. Apalagi di Indonesia sendiri, kaya akan beragam budaya dan ciri khas masakan serta cita rasa yang berbeda-beda tiap daerahnya.

Tapi, kenapa ya masih banyak orang yang mengalami pailit alias bangkrut dalam menjalankan usaha kuliner mereka?

Ternyata bisnis kuliner yang menjanjikan dan menggiurkan jika tidak dikelola dengan cara yang tepat, akan mengalami kebangkrutan. Setidaknya 60 persen pebisnis kuliner gulung tikar di tahun pertama mereka. Jumlah yang besar juga ya!

Dan dari sisanya, sekitar 80 persen tidak bertahan sampai dengan tahun kelima. Hmmm!

Lantas bagaimana ya caranya membangun dan tetap survive dalam memulai bisnis kuliner di era kekinian?

Tips Sukses Mulai Bisnis Kuliner Zaman Now - 04 - Finansialku

[Baca Juga: Ikuti 5 Langkah Memulai Bisnis Kuliner]

 

Tips Memulai Bisnis Kuliner di Zaman Kekinian

Memulai bisnis kuliner itu tidak seperti tukang jual kacang goreng yang hanya butuh gerobak dan modal untuk membeli bahan baku dan berjualan keliling di pasar.

Jika ingin serius dalam berbisnis kuliner, ada banyak hal yang harus dipersiapkan agar rencanamu menjadi pebisnis kuliner sukses bisa terealisasi seperti konsep, produk yang ditawarkan, target dari konsumen, sumber daya manusia, strategi promosi dan pemasaran dan masih banyak lagi.

Yuk bahas satu demi satu dalam penjelasan selanjutnya! Sebelum memulai bisnis kuliner, ada sebuah hal yang harus kamu pahami mengenai pemisahan keuangan bisnis kamu nanti dengan keuangan keuangan pribadi. Seperti apa?

Kamu bisa dengarkan penjelasan serunya dalam audiobook berikut ini.

banner -pengelolaan keuangan pribadi dan bisnis

 

#1 Pelajari Keunikan Produk

Sebelum memulai bisnis kuliner, tentu kamu sudah punya ide dasar tentang produk apa yang akan kamu tawarkan kepada konsumen bukan?

Apakah itu makanan berat atau snack ringan. Apakah itu berupa makanan atau minuman atau mix?

Jangan berhenti sampai pada ide itu saja, kamu perlu lanjutkan untuk menemukan apa yang menjadi keunikan atau unique selling points (USP) yang akan kamu tawarkan kepada konsumen.

Ketahui apa yang menjadi keunikan dari produk yang kamu jual, supaya tidak kalah bersaing dengan produk yang ditawarkan oleh kompetitor.

Jika itu adalah kopi, maka kamu perlu membuat sebuah keunikan tersendiri dari kopi lainnya yang dijual di luar sana.

Dengan demikian, calon konsumen akan melirik produk yang sedang kamu pasarkan dan mencobanya.

Jika mereka merasa bahwa produk yang kamu jual itu menarik, dan bahkan membuat mereka merasa “nagih”, tak jarang para customer ini akan kembali lagi untuk memesan produkmu, bahkan mereka akan mem-posting produk kulinermu dan mengenalkan kepada kenalan mereka di akun media sosial mereka.

Coba temukan keunikan dari bisnis kulinermu dengan cara berikut ini:

  • Tulis semua fitur dan kelebihan produk yang kamu jual. Fokus pada kelebihan produk yang kamu punya, misalnya, enak, murah, porsi mengenyangkan, dan sebagainya.
  • Tulis kelebihan produk yang menjawab kebutuhan pelanggan. Posisikan dirimu sebagai pembeli. Kemudian jawab pertanyaan, kenapa saya mau membeli produk ini? Beberapa jawaban yang mungkin ialah, kemasannya bagus, penyajian cepat, murah dan sebagainya.
  • Tulis hal-hal tentang produk yang tak dimiliki oleh kompetitor. Untuk yang satu ini, kamu perlu menilik usaha kuliner yang dimiliki kompetitor. Coba cari tahu kelemahan produk atau hal yang tak dilakukan kompetitor. Lalu, gunakan itu untuk memperbaiki produk Anda sendiri. Ingat moto Amati, Tiru dan Modifikasi (ATM).

 

Jika sudah mengetahui apa yang menjadi keunikan dari produk kuliner yang akan kamu pasarkan, langkah berikutnya adalah kamu perlu memperkenalkan keunikan itu kepada customer dengan menggunakan kalimat atau kata kunci yang singkat, padat, jelas.

Ini seperti membuat moto dari bisnismu sehingga mudah dikenal oleh publik.

 

#2 Target Pasar

Target pasar akan membantu kamu juga dalam membuat desain produk serta strategi pemasaran yang dilakukan.

Beberapa poin di bawah ini akan membantumu dalam menentukan target pasar:

  • Buat perkiraan siapa yang paling membutuhkan produk yang kamu jual. Dalam hal ini, tidak ada rumus pasti untuk melakukannya. Misalnya, kamu akan menjual produk kopi susu, maka kamu perlu menentukan siapakah target pasar paling strategis? Apakah itu mahasiswa, karyawan kantoran atau pekerja lepas?
  • Survei bisnis milik kompetitor. Datangi bisnis kuliner milik kompetitor. Kamu bisa mencoba beberapa produknya. Lalu coba buat perkiraan, siapa yang jadi target pasar mereka? Hal apa yang disukai pelanggan dari produk kompetitor? Kira-kira hal apa yang bisa kamu tiru dan kembangkan lagi untuk bisnis kulinermu?
  • Perhatikan review pelanggan dari bisnis kompetitor. Untuk melengkapi pemahaman soal target pasar, cari tahu juga bagaimana orang-orang menilai bisnis milik kompetitor. Kamu bisa memantau review langsung dari platform seperti Google My Business, TripAdvisor, Qraved, Traveloka Eats, dan sebagainya untuk mendapatkan hasil yang lebih objektif.
  • Bicara dengan (calon) pelanggan bisa jadi cara paling efektif untuk mengenali target pasar. Kamu bisa bicara langsung dengan calon pelanggan yang membeli. Kamu perlu menggali insight seputar bisnis kuliner dari teman-teman terdekat atau kolega. Apa jenis makanan, minuman, atau snack yang mereka sukai? Berapa harga yang pantas untuk satu porsi produk yang dijual? Adakah varian produk lainnya yang ingin dicoba?
  • Buat buyer persona atau gambaran ideal target pasar yang kamu sasar. Gambaran ini dibuat berdasarkan riset dan informasi yang sudah dikumpulkan sebelumnya. Berbekal buyer persona, kamu bisa mengembangkan produk secara tepat dan melakukan promosi produk dengan lebih terarah.

 

#3 Membuat Konsep Bisnis

Langkah berikutnya adalah menuangkan ide kerenmu soal bisnis kuliner ini ke dalam hal yang lebih konkret melalui konsep bisnis atau biasa disebut business plan.

Berikut ini beberapa penjelasan lebih detail tentang business plan yang bisa kamu gunakan.

Konsep Bisnis Penjelasan
Executive Summary/Ringkasan Berisi tentang ringkasan dari semua bagian business plan.
Company Description/Deskripsi Perusahaan

Berisi info lengkap seputar perusahaan yang dibangun. Di dalamnya memuat informasi soal:

  • Lokasi
  • Nama pemilik dan pengalaman relevan
  • Kontak pemilik bisnis
  • Status legal badan usaha
  • Tujuan jangka pendek dan jangka panjang
  • Keterangan singkat soal riset pasar dan tren industri kuliner id lokasi tersebut
  • Nilai unik dari layak jual dari bisnis kuliner.
Analysis/Analisis Pasar

Bagian ini memuat hasil pengamatan klausul I langkah sebelumnya. Ada 3 hal yang harus masuk dalam bagian ini:

  • Target pasar yang dituju
  • Analisis kompetitor
  • Analisis marketing
Menu Berbentuk mock up atau tiruan menu yang nantinya akan dipakai di restoran. Memuat daftar menu produk yang dijual beserta harganya.
Employees/Pegawai Berisi strukur organisasi dari bisnis kuliner. Memuat berbagai posisi yang dibutuhkan dan tugas-tugasnya.
Restaurant Design/Desain Restoran Bagian ini memuat desain restoran secara keseluruhan. Tidak hanya desain tempat dan interiornya saja tetapi juga berbagai alat yang dibutuhkan agar bisnis kuliner dapat berjalan.
Location/lokasi Memuat beberapa opsi lokasi untuk restoran. Bagian ini juga harus dimasukkan keterangan detail mengapa lokasi yang dimaksud adalah strategis dan cocok untuk bisnis kuliner yang dijalankan.
Market Overview/Kilas Pasar

Bagian ini berhubungan erat dengan Analisis Pasar pada bagian sebelumnya. Dalam bagian ini, kamu harus menjabarkan secara detail potensi pasar di calon lokasi berdirinya restoran.

Selain itu, kamu juga harus menyertakan tantangan dan daftar kompetitor usaha. Selanjutnya kamu dapat menjelaskan strategi yang dapat dilakukan untuk menjawab tantangan itu.

Marketing Plan/Strategi Promosi Jelaskan strategi promosi apa saja yang kamu gunakan untuk mengenalkan restoran kepada publik
External Help/Kerja Sama Pihak Ketiga Berikan keterangan dan kontak semua pihak luar yang berhubungan dengan bisnis kuliner kamu, seperti arsitek, kontraktor, supplier bahan baku, tukang service dan lain sebagainya.
Financial Analysis/Analisa Keuangan Ini adalah bagian penting dalam rencana bisnismu. Untuk mendapatkannya secara akurat, kamu sebaiknya menyewa akuntan sehingga kamu bisa mendapatkan gambaran utuh berapa modal yang diperlukan, berapa harga tiap produk dan berapa margin yang menguntungkan dan lain sebagainya.

 

#4 Buat Desain Produk

Langkah selanjutnya, kamu perlu membuat desain produk, sebuah step yang tidak boleh dilewatkan. Tak jarang orang yang menganggapnya sepele, namun di era milenial ini, kemasan saja bisa sangat menggoda dan menjadi daya tarik bagi calon customer.

Membuat desain juga menjadi perjalanan bisnis kulinermu dari pemilihan bahan baku, harga pokok penjualan, rasa dan kualitas, kemasan, rasa serta kualitas produk, dan banyak lagi lainnya.

Perhatikan beberpa tips untuk melakukan desain produk berikut ini:

  • Catat semua bahan dan proporsi yang dipakai untuk membuat produk. Ini akan memudahkan kamu dalam menghitung harga pokok penjualan dan membuat standard operational procedure (SOP).
  • Buat beberapa jenis sampel produk untuk satu varian produk yang ingin dijual. Dengan demikian, kamu bisa tahu mana resep paling enak untuk produk yang ingin dijual. Jangan lupa minta pendapat ke orang-orang yang jadi target pasar.
  • Pikiran juga banyaknya porsi untuk tiap produk yang ingin dijual. Apakah kamu ingin menjual satu jenis produk dalam dua jenis porsi? Apakah porsi yang ditawarkan sudah sesuai dengan harga yang kamu tawarkan?
  • Sekalian pikirkan opsi kemasan yang paling baik. Coba eksplor jenis kemasan yang paling pas untuk produk yang kamu jual. Mangkuk kertas? Kardus? Plastik mika? Gelas plastik?
  • Pikirkan juga desain kemasan agar nampak menarik dan menjual. Apakah menambahkan desain visual pada kemasan sudah dirasa cukup? Apakah kamu perlu berpikir out of the box dengan membuat bentuk kemasan yang lebih unik?

 

Dalam tahap ini, kamu juga perlu mencatat semua pengeluaran yang ada, entah itu bahan yang digunakan, harga kemasan dan juga desain untuk mendekor kemasan tersebut.

Mungkin kamu akan berpikir bahwa tahap ini begitu merepotkan tapi ini adalah tahapan yang tak kalah penting dan akan sangat bermanfaat dalam jangka panjang. Tahap ini akan memberi tahu kamu berapa modal yang harus dikeluarkan untuk setiap produk yang dijual.

Selanjutnya, kamu bisa fokus pada keuntungan yang lebih terukur dan efisien. Kamu tidak perlu lagi mengira-ngira harga yang akan diberikan pada produk yang akan kamu jual.

Tips Sukses Mulai Bisnis Kuliner Zaman Now - 01 - Finansialku

[Baca Juga: Trik Mengatur Keuangan Bisnis Makanan]

 

#5 Penentuan Lokasi Usaha

Pemilihan lokasi juga menjadi faktor pendukung dari kemajuan bisnis kulinermu.

Apakah itu berupa restoran, kedai kopi, face atau bahkan sebuah drive thru sekalipun, lokasi sangat memegang peranan penting dalam bisnis kulinermu.

Salah pilih lokasi bisa jadi faktor kegagalan yang fatal juga lho.

Tak ada salahnya melihat beberapa tips praktis dalam menentukan lokasi bisnis kulinermu:

  • Pilih tempat yang gampang kelihatan. Idealnya, lokasi bisnis kuliner itu haruslah yang mudah dilihat dan ditemukan orang. Semakin dekat lokasi bisnis dengan jalan raya atau tempat strategis lainnya, semakin kamu diuntungkan. Ibarat promosi gratis, kamu bisa mengundang pengunjung hanya dengan modal “kelihatan”.
  • Tentukan ukuran tempat. Kamu sudah harus tahu seberapa luas tempat yang kamu butuhkan untuk jadi tempat usaha. Apakah kamu menginginkan tempat makan di tempat (dine in) yang luas? Apa ruang tunggu sederhana untuk pick up pesanan saja cukup?
  • Sediakan area parkir. Pahami bahwa ini adalah hal wajib yang perlu kamu pikirkan. Tanpa adanya tempat parkir, calon pelanggan akan berpikir 100 kali untuk mampir ke tempat jualan kamu lho. Jangan sepelekan ya!
  • Pastikan lokasi usaha sudah dilengkapi dengan fasilitas dasar. Pastikan tempat yang kamu pilih sebagai tempat berusaha tak butuh terlalu banyak renovasi. Minimal, pastikan sudah punya toilet, sistem pembuangan air yang baik, dan ventilasi yang baik.
  • Lihat lingkungan sekitar lokasi incaran. Apakah lokasi yang kamu pilih juga merupakan pusat bisnis? Produk apa yang dijual oleh “tetangga”? Atau justru kamulah satu-satunya pebisnis kuliner di lokasi tersebut? Teorinya, lokasi yang sudah terkenal ramai bisa membuat bisnis yang kamu jalankan jadi laris. Namun, bisa jadi itu malah membuat bisnis kamu punya saingan banyak. Maka dari itu, pertimbangkan juga bagaimana lingkungan sekitar lokasi bisnis.
  • Komunikasikan semua hal teknis dengan pemilik lokasi. Jangan sampai hal-hal remeh mengganggu bisnis yang sedang kamu jalankan. Untuk itu, bicarakan semua hal teknis menyangkut maintenance ke pemilik lokasi. Siapa yang bertanggung jawab untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan fasilitas? Apakah harga sewa sudah termasuk biaya listrik dan air?
  • Mulai sedikit demi sedikit. Menemukan lokasi strategis mungkin membuat kamu tak sabar membayar sewa tempat. Supaya hemat dan menguntungkan, kamu bahkan ingin membayar sewa tiga tahun di awal! Eits, tunggu dulu. Jangan terburu-buru. Mulailah dengan sewa dengan durasi waktu paling sedikit. Strategi ini diperlukan untuk menghindari kemungkinan terburuk saat menjalankan bisnis.

 

#6 Rencana Anggaran

Wow, rencana anggaran, tentu ini membuat Anda dag dig dug….

Sebagian besar orang memang akan mengalaminya saat memasuki tahap ini. Tak heran jika banyak pebisnis menyerahkan tugas ini kepada pihak akuntan atau pihak profesional lainnya.

Untuk bisnis yang masih kecil atau bersifat mikro dan menengah, alangkah lebih baiknya jika kamu tidak membayar orang atau pihak ketiga untuk melakukan budgeting atau menganggarkan rencana anggaran.

Ada baiknya jika kamu sebagai pemilik bisnis yang melakukannya.

Daftarkan segala pengeluaran yang diperlukan untuk berbisnis kuliner kemudian jadikan patoan untuk mengejar jumlah penjualan.

Berikut ini panduan dalam melakukan rencana anggaran yang dapat kamu sesuaikan dengan kebutuhanmu dalam memulai bisnis kuliner.

Kategori Pengeluaran Item
Tagihan dan sewa Sewa tempat, biaya listrik, air gas, keamanan, telepon, sampah.
Bahan Baku dan produk Bahan baku 1, 2, 3 dan seterusnya, biaya pembuatan kemasan
Sumber Daya Manusia Gaji Pegawai, Tagihan BPJS Ketenagakerjaan
Promosi & Iklan Biaya iklan, Cetak kupon, Cetak Banner

 

Gunakan prinsip 68 persen ini agar anggaran keuanganmu tetap sehat. Prinsip ini memastikan agar pengeluaran bisnis tidak melebihi 68 persen dari keseluruhan keuangan perusahaan.

  • Bahan baku dan produk – 30 persen
  • Sumber daya manusia – 25 persen
  • Sewa tempat usaha – 10 persen
  • Tagihan (listrik, air, dan gas) – 3 persen

 

Pembagian di atas bersifat fleksibel dan dapat diatur sedemikian rupa. Kamu dapat mengubahnya sesuai dengan kebutuhan.

Poin pentingnya, kamu setidaknya perlu mengejar keuntungan sejumlah 32 persen dari total modal yang dikeluarkan. Dengan demikian, kamu bisa tetap bertahan, memutar uang, dan terus menjalankan bisnis kuliner yang menjanjikan.

banner_pebisnis,_ini_cara_mengatur_keuangan_bisnis_yang_benar

 

#7 Buat Prosedur Operasi Standar/Standard Operating Procedure (SOP)

Langkah selanjutnya dalah membuat Prosedur Operasi Standar (SOP) yang akan membantu kamu menjalankan bisnis secara efektif dan konsisten, apalagi jika kamu bermaksud mengembangkan dan bahkan menjual lisensi bisnis ke pihak lain.

Prosedur Operasi Standar (SOP) ini berbeda halnya dengan job description ya.

Job description itu sifatnya umum dan pendek, sedangkan Prosedur Operasi Standar (SOP) punya bentuk yang lebih detail, bahkan, bisa ada beberapa Prosedur Operasi Standar (SOP) untuk sebuah posisi pekerjaan.

Prosedur Operasi Standar (SOP) yang ideal adalah sebagai berikut:

  • Simpel – SOP haruslah sederhana, singkat, dan mudah dipahami;
  • Detail – SOP juga harus menjelaskan langkah-langkah dengan detail untuk mengurangi kesalahan pegawai dalam mengeksekusi tugas;
  • Spesifik – setiap SOP harus dibuat spesifik untuk satu tujuan tertentu, tidak bisa dicampur atau digabung dengan tugas yang berbeda;
  • Rajin diperbaharui – SOP yang bagus harus selalu diperbaharui agar tetap akurat dan relevan dengan praktik sehari-hari.

 

Berikut ini adalah template Prosedur Operasi Standar (SOP) yang dapat digunakan dan bersifat fleksibel sesuai dengan kebutuhan:

Untuk keperluan bisnis kuliner, kamu bisa membuat beberapa Prosedur Operasi Standar (SOP) sekaligus, misalnya:

  • Kamu bisa buat Prosedur Operasi Standar (SOP) khusus untuk melayani pelanggan,
  • Prosedur Operasi Standar (SOP) untuk membuka toko,
  • Prosedur Operasi Standar (SOP) untuk menyiapkan dan membuat produk,
  • Prosedur Operasi Standar (SOP) untuk menutup toko, dan sebagainya.

 

Pastikan kamu sudah membuat Prosedur Operasi Standar (SOP) sebelum merekrut tim. Minimal, persiapkan draf kasar untuk hal-hal yang berhubungan langsung dengan operasional toko dan pembuatan produk.

Dengan demikian, kamu bisa menentukan berapa pegawai yang dibutuhkan dan apa saja tugasnya dengan lebih tepat.

Tips Sukses Mulai Bisnis Kuliner Zaman Now - 02 - Finansialku

[Baca Juga: Beberapa Hal Penting Sebelum Memulai Bisnis Kuliner]

 

#8 Merekrut Pegawai

Terdengar mudah untuk melakukan perekrutan, namun pada praktiknya, banyak pebisnis kuliner yang mengalami kesulitan tersendiri.

Kecenderungan pegawai keluar sangatlah tinggi untuk segmen bisnis kuliner. Turnover rate di bisnis kuliner lebih tinggi 10-15 persen dari rata-rata semua segmen bisnis, yaitu 73 persen.

Oleh sebab itu, kamu perlu kiat khusus untuk merekrut pegawai khusus untuk bisnis kuliner yang kamu jalankan.

Berikut ini beberapa tips untuk melakukan perekrutan untuk bisnis kuliner online ataupun kuliner restoran.

  • Sediakan bagian/staff khusus untuk merekrut pegawai. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bisnis kuliner memiliki turnover rate yang sangat tinggi. Itu artinya, kamu akan sering sekali melakukan rekrutmen pegawai. Supaya lebih efektif dan tak mengganggu jalannya bisnis, ada baiknya untuk menyediakan seorang khusus untuk mengetes dan merekrut pegawai baru.
  • Tentukan posisi yang diperlukan. Kamu perlu spesifik ketika menyebut posisi pekerjaan yang dibutuhkan. Terutama ketika kamu bermaksud membuat restoran dengan skala besar. Sebab, satu posisi saja bisa punya detail tugas yang cukup banyak.
  • Jabarkan tugas tiap posisi dan syaratnya. Untuk tiap lowongan yang kamu buka, Anda juga harus menjabarkan detail pekerjaan dan persyaratan bagi calon pegawai. Kalau kamu sudah membuat SOP sebelumnya, bagian ini seharusnya takkan merepotkan. Justru, kamu tinggal membuat versi super singkat dari SOP yang sudah dibuat.
  • Kerja sama dengan penyalur tenaga kerja, sekolah kejuruan, dan sekolah vokasi lainnya. Pasar tenaga kerja bisnis kuliner itu sangat spesifik. Makanya, kamu tak bisa memasang lowongan pekerjaan di sembarang tempat. Kalau memang kamu ingin membuat restoran yang berkualitas, cobalah bekerja sama dengan sekolah atau pihak penyalur tenaga kerja yang bergerak di bidang hospitality dan F&B.
  • Sediakan waktu untuk training pegawai baru. Detail tugas dan SOP mungkin akan membantu pegawai untuk menjalankan pekerjaannya. Namun, kamu tetap perlu meluangkan waktu untuk melakukan pelatihan dasar. Dengan begitu, kamu bisa terus memperbaiki dan memantau performa pegawai. Lebih penting lagi, cara inilah yang dipakai agar kamu bisa mempertahankan standar kualitas bisnis.
  • Mulai rekrutmen seawal mungkin. Proses rekrutmen bisa memakan waktu lama dan tenaga yang banyak. Makanya, mulailah proses rekrutmen seawal mungkin. Supaya kamu berhasil merekrut pegawai dengan kapasitas dan kemampuan yang paling sesuai dengan bisnis kamu.

 

#9 Promosi

Di era digital dan kemajuan teknologi saat ini, social media marketing memang sangat menjanjikan untuk membuat bisnis apapun mudah dikenal. Kamu bisa gunakan ini untuk bisnis kulinermu. Promosi dengan menggunakan sosial media sangat direkomendasikan.

Perhatikan beberapa kiat berikut ini untuk melakukan promosi melalui media sosial:

  • Buat tim pengelola. Kamu tentu tak bisa benar-benar mengerjakan promosi di sosial media sendirian. Sebab, ada begitu banyak hal yang harus diurus. Mulai dari membuat konten, mengeditnya, posting, hingga membalas komentar. Oleh sebab itu, kamu perlu membuat tim kecil khusus untuk mengerjakan promosi sosial media. Setidaknya, kamu punya kamerawan, model, dan admin sosial media.
  • Tentukan tujuan promosi sosial media. Kamu harus punya tujuan jelas ketika ingin menjalankan social media marketing. Apakah tujuan kamu meningkatkan penjualan? Brand awareness? Leads? Engagements? Apapun itu harus jelas agar kamu bisa mengevaluasi usaha marketing kamu sendiri.
  • Rencanakan konten dan buat jadwalnya. Supaya lebih teratur dan terdokumentasi dengan baik, buatlah jadwal konten yang akan di-posting. kamu bisa memanfaatkan Google Calendar, Trello, atau tools digital marketing.
  • Respon komentar pengguna sosial media. Pastikan kamu selalu merespons komentar followers kamu di sosial media. Dari sanalah, kamu bisa berinteraksi dan jadi lebih dekat dengan (calon) pelanggan. Selain itu, engagements juga akan membantu menambah eksposur akun sosial media bisnismu ke target pasar potensial.
  • Coba iklankan bisnis kuliner di sosial media. Tak ada salahnya beriklan lewat Instagram Ads atau memasang iklan di Facebook Ads. Cara ini bisa meningkatkan eksposur usaha terutama di tahap-tahap awal.
  • Monitor usaha marketing via sosial media. Jangan lupa untuk memonitor dan mengevaluasi upaya social media marketing yang kamu lakukan. Minimal, coba pantau berapa banyak jumlah like, engagements, dan konten populer yang pernah dibuat. Supaya tak menghabiskan waktu, lakukan evaluasi setiap tiga bulan sekali.

 

#10 Membuat Website

Dunia kuliner juga ternyata dapat memanfaatkan banyaknya fungsi dari website. Berikut ini merupakan berbagai hal yang dapat kamu lakukan saat memiliki website sendiri:

  • Menampilkan menu;
  • Menampilkan ambience tempat lewat foto;
  • Memudahkan sistem reservasi di restoran;
  • Menjual produk secara online;
  • Menampilkan informasi cabang restoran;
  • Menampilkan kontak untuk pembelian produk dalam jumlah besar;
  • Menampilkan kontak untuk informasi penjualan lisensi usaha.

 

Website dapat memberikan kesempatan kamu untuk mengembangkan bisnis sehingga tak terbatas.

Membuat website itu ternyata sangat mudah dan bisa dipelajari dengan cepat.

Berikut ini gamparan dan langkah dalam membuat website sendiri.

Tak seperti banyak orang kira, membuat website itu sebetulnya sangat mudah. Anda yang awam dengan website pun pasti cepat belajar. Supaya punya sedikit gambaran, inilah langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat website sendiri:

  • Pikirkan nama domain untuk website.
  • Order paket hosting sesuai kebutuhan.
  • Order nama domain berikut ekstensi domain yang sesuai.
  • Install WordPress.
  • Install WooCommerce. Instalasi WooCommerce akan sangat cocok bagi kamu yang ingin memulai bisnis kuliner online.
  • Install tema dan plugin pendukung lainnya.
  • Unggah produk dan konten pendukung ke website.

 

Kamu dapat membagikan setiap artikel Finansialku kepada rekan atau kenalan yang membutuhkan.

Konsultasikan masalah keuangan dengan Konsultan Keuangan Finansialku yang siap menolongmu dengan berbagai tips keuangan yang jitu.

Berikan komentar dan tanggapanmu pada kolom yang tersedia di bawah ini!

 

Sumber Referensi:

  • Imas Indra. 8 Desember 2019. 10+ Cara Memulai Bisnis Kuliner yang Menjanjikan dan Contoh Suksesnya. niagahoster.co.id – https://bit.ly/3uXxjqx
  • Hangga Nuarta. 2 Mei 2019. 15 Cara dan Tips Memulai Bisnis Kuliner Hingga Sukses Bagi Pemula. mokapos.com – https://bit.ly/2QuzxPe
  • Bambang Priyo Jatmiko. 15 Februari 2020. Tips Usaha Kuliner yang Bikin Laris dan Untung. kompas.com – https://bit.ly/3wZI4dM
  • Sintia Astarina. Pebisnis Pemula Wajib Tahu! Ini 9 Tahap Memulai Bisnis Kuliner. koinworks.com – https://bit.ly/3uQP8Ye

 

Sumber Gambar:

  • https://bit.ly/2QAehb1
  • https://bit.ly/3vlRyhv
  • https://bit.ly/3vl5SqG