Pasar valuta asing terkenal dengan besarnya peluang untuk menghasilkan uang. Namun walaupun begitu, 95% trader forex rugi. Apakah penyebabnya?

Setiap harinya, tidak kurang dari US$5 triliun transaksi terjadi di pasar keuangan terbesar di dunia tersebut. Berdasarkan data Bloomberg pada tahun 2014, sebanyak 68% trader forex mengalami kerugian.

Mengapa hal ini dapat terjadi? Apakah terjadi kecurangan dalam mekanisme transaksi? Ataukah kesalahan dalam analisis atau strategi trading?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Fase Kerugian

Secara umum trader yang mengalami kerugian melewati 4 fase loss yaitu penolakan, rasionalisasi, depresi dan menerima.

Mengapa 95% Trader Forex Rugi Kenali Penyebab dan Cara Antisipasinya 02 Forex Rugi 1 - Finansialku

[Baca Juga: Inilah Rahasia Kisah Sukses Trader Forex Kelas Dunia]

 

Dengan memahaminya, diharapkan trader dapat melewati fase ini dengan cepat dan memperbaiki diri. Berikut penjelasan mengenai 4 fase tersebut:

 

# Fase 1: Penolakan

Pada fase ini trader tidak setuju jika dikatakan metode trading-nya belum tepat dan kerugian yang terjadi dirasakan bukan atas kekeliruannya.

Namun ia masih menerima kerugian yang terjadi di permulaan ini dengan ikhlas dan tidak menganggapnya suatu hal serius. Hal tersebut sebenarnya baik supaya trader bisa move on dari kesalahannya dan bisa memperbaiki diri.

Trader sebaiknya menerima kondisi kerugian tersebut dan diikuti dengan mengevaluasi metode trading yang digunakan.

 

# Fase 2: Rasionalisasi

Setelah melewati fase penolakan, trader kembali mengecek trading plan nya, berusaha mencari dimana letak kesalahan trading.

Mengevaluasi apakah target profit terlalu besar atau stop loss yang terlalu dekat atau bahkan terlalu jauh. Namun sayangnya ia masih tetap belum menemukan dimana letak kesalahan metode tersebut.

 

# Fase 3: Depresi

Di fase ini trader mencari segala hal eksternal yang mungkin menjadi penyebab kerugian trading. Lalu menemukan penyebab kerugiannya datang dari dirinya sendiri.

Meski menyadari kesalahan dan bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi, bukanlah hal yang bijak jika terus menerus menyalahkan dan meratapi kerugian.

Di fase ini pula trader merasa bimbang, apakah trading forex adalah bidangnya? Ataukah dia memang tidak berbakat untuk sukses disini?

Sebagian besar trader yang mengalami kerugian terus menerus akan berhenti hanya sampai di fase depresi ini. Ia meninggalkan dunia trading forex dan membagikan kisah kekecewaannya di dunia trading.

 

# Fase 4: Menerima

Pada akhir fase ini trader menyadari bahwa tidaklah baik jika terus menerus menyalahi diri sendiri. Meski trader sadar atas kesalahan yang membuatnya rugi, ia juga menyadari ada faktor di luar sana yang tidak bisa dikontrol.

Sebaiknya setelah menyadari dan menerima kerugian yang sudah terlanjur terjadi sebagai bagian dari proses belajar, trader dapat memperbaiki diri supaya bisa pulih dari kerugian dan mencapai kesuksesan dalam trading forex.

 

Penyebab kerugian

Ada banyak faktor yang dapat membuat transaksi menjadi rugi, baik faktor internal dari si trader maupun faktor eksternal. Berikut ini hal- hal yang menjadi penyebab kerugian pada sebagian besar trader:

 

#1 Over Ekspektasi

Bertransaksi forex terlihat mudah dilakukan dan sederhana. Semua trader pasti tau prinsip beli di harga rendah, jual di harga lebih tinggi.

Beginner’s luck adalah istilah yang menjelaskan kondisi “beruntung” pada trader pemula di transaksi-transaksi pertama nya.

Tidak jarang pemula mencoba latihan trading forex menggunakan akun simulasi dan memperoleh profit besar padahal baru beberapa minggu atau beberapa bulan selesai ikut seminar/workshop.

Tanpa ingin membuang waktu lebih lama, ia segera memulai transaksi di akun sungguhan (real trading) dan berencana segera resign dari pekerjaan karena sebentar lagi akan kaya raya dari forex.

Mengapa 95% Trader Forex Rugi Kenali Penyebab dan Cara Antisipasinya 03 Trading - Finansialku

[Baca Juga: Begini Cara Tepat Menaklukan Volatilitas Forex Market]

 

Tidak ada yang salah dengan semangat ingin memperbaiki kehidupan. Perlu disadari bahwa trading forex tidak sesederhana yang dikira.

Jika trading forex semudah itu, tentunya tidak akan ada orang yang miskin lagi karena semua akan dengan mudahnya kaya raya dengan trading. Meski menjanjikan, kesuksesan dan profit konsisten perlu diraih dengan kerja keras serta waktu.

Sama halnya ketika seseorang hendak menguasai suatu keahlian baru seperti mengendarai kendaraan, belajar ilmu bela diri, bahkan kuliah pun semuanya perlu waktu belajar yang cukup dan ketekunan.

Dalam sektor apapun tidak ada kesuksesan yang instan. Selama proses belajar wajarlah jika melakukan kesalahan atau memperoleh hasil yang belum optimal.

Sama halnya seperti saat kita belajar berkendara, nabrak, menyerempet, ditilang adalah hal yang wajar, bukan? Tentukanlah target yang masuk akal.

Target yang besar memang memotivasi, namun jika tidak terpenuhi akan meninggalkan kekecewaan dan membawa frustasi pada transaksi-transaksi berikutnya.

Hal tersebut juga mendorong trader menjadi serakah atau trading yang subjektif (tidak sesuai trading plan dan mengira kondisi pasar sesuai harapannya).

 

# 2 Keliru dalam Mengelola Risiko

Secanggih apapun metode dan trading system, semuanya tidak berarti tanpa manajemen risiko yang tepat. Karena semua profit yang terkumpul atau bahkan modal akan tergerus kerugian.

Bayangkan jika profit kecil-kecil dikumpulkan dari beberapa transaksi namun hilang begitu saja dalam 1 kali kerugian. Hal utama dalam trading adalah menjaga modal agar tidak berkurang.

Modal adalah nyawa bagi trader. Sebab tanpa modal, bagaimana mungkin transaksi bisa dilakukan? Karena itulah penting untuk selalu memasang stop loss selain juga memasang target profit yang masuk akal.

Ada kalanya trader membeli suatu posisi dengan keliru, maka begitu menyadarinya segeralah keluar dari pasar. Salah 1 prinsip kesuksesan trading George Soros, yaitu:

“Saya menjadi kaya karena saya tahu saat saya melakukan kesalahan.”

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

Soros merupakan trader paling terkemuka di dunia bahkan masuk dalam 30 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes. Dalam penentuan jumlah transaksi, gunakanlah juga besaran lot yang masuk akal sesuai dengan besarnya modal.

Sama halnya juga dalam menggunakan leverage, gunakanlah secukupnya. Sebab semakin besar leverage, maka makin besar pula potensi kerugian yang dapat terjadi meski potensi profit juga besar dengan modal yang minim.

Masuklah ke pasar hanya ketika risiko lebih kecil dari pada profit yang dapat diraih. Idealnya rasio risk reward mulai dari 1:2, 1:3 atau bahkan 1:4. Sebagai contoh, target profit 60 pips dan risiko cut loss 30 pips.

Dalam kondisi ini perbandingan risk dan reward sebesar 1:2. Memang betul, cut loss bisa jadi lebih sering namun kerugian terukur.

Dengan ratio risk reward sebesar ini, andai kata peluang trading yang profit hanya 5 kemenangan dari 10 transaksi maka secara keseluruhan masih untung.

Namun jika dari 10 transaksi justru mengalami kerugian dari rasio ini, artinya Anda perlu memperbaiki trading system atau mempertajam analisis.

 

#3 Salah Strategi/Analisis

Trader pemula seringkali salah menentukan arah pergerakan harga. Mulanya dikira harga akan naik, ternyata harga hanya naik sebentar lalu kembali turun.

Lebih parah lagi melakukan pembelian dalam jumlah ganda sebagai strategi averaging up ataupun down padahal harga semakin berlawanan dengan arah pembelian.

Maka penting untuk transaksi sesuai trend. Temukanlah metode atau system trading yang dapat menentukan trend dengan baik dan sederhana dalam penggunaan.

Jika Anda hendak membeli posisi buy di harga yang rendah maka tunggulah koreksi harga. Namun pastikan bahwa kandidat yang Anda pilih pada dasarnya sedang uptrend atau sesuai dengan posisi pembelian.

 

#4 Kecurangan dan Manipulasi

Analisis sudah benar, manajemen risiko yang sesuai, eh brokernya bermasalah entah kabur membawa uang investor ataupun system kurang baik. Gangguan platform dapat berupa gagalnya terjual suatu transaksi padahal harga sesuai order.

Untuk menghindari hal ini, sebelum membuka rekening sebaiknya pelajari baik-baik broker forex yang hendak digunakan. Cari tahu apa kelebihan dan kekurangan serta ulasan orang-orang yang sudah menggunakannya.

 

Trader Forex dengan Profit Konsisten

Setelah mengetahui fase dan penyebab kerugian yang dapat menimpa trader forex, tentunya kini Anda sudah dapat menganalisa dan mengantisipasi hal tersebut. Jadi, Siapkah untuk menjadi 5% populasi trader forex yang profit konsisten?

Hasil yang optimal di forex membutuhkan waktu dan ketekunan untuk meraihnya. Sama halnya seperti menguasai suatu bidang keahlian baru seperti sekolah, berkendara, menari balet, dan lain sebagainya.

Sebelum Anda berinvestasi alangkah lebih baiknya jika Anda sudah mengatur keuangan Anda dengan baik, tentunya dengan perencanaan yang matang dan jelas.

Anda dapat menggunakan bantuan Aplikasi Finansialku dalam merencanakan, mengelola dan mengatur kondisi keuangan Anda. Anda dapat dengan mudah download Aplikasi Finansialku melalui link di bawah ini atau melalui Google Play Store.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan? Atau memiliki pengalaman di bidang Forex? Bagikan pengalaman Anda pada kolom komentar.

Jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Dr Pipslow. 25 April 2017. The 4 stages of loss in forex trading. babypips.com – https://goo.gl/zxCMjK
  • Rory McClellan. 22 Juli 2015. Give forex a second chance. Forexiswhyimbroke.com – https://goo.gl/aypcrf

 

Sumber Gambar:

  • Forex Rugi – https://goo.gl/XMCGYn
  • Forex Rugi 1 – https://goo.gl/1bn4X2
  • Trading – https://goo.gl/37YQUN