Perusahaan perbankan HSBC mencatatkan transaksi valuta asing melalui teknologi Blockchain. Sebagai teknologi basis data bersama dan dapat memproses transaksi secara cepat, blockchain semakin popular.

Simak pembahasan selengkapnya berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Transaksi HSBC Tembus US$250 M lewat Blockchain

Transaksi valuta asing perusahaan perbankan HSBC Holding PLC tembus hingga US$250 miliar atau setara hampir Rp3.500 triliun. Menariknya, angka ini didapat dari transaksi melalui teknologi Blockchain.

Seperti diketahui, Blockchain merupakan basis data bersama yang dapat memproses dan menyelesaikan transaksi dalam hitungan menit.

Jajal Blockchain, Transaksi Valas HSBC Tembus US$250 Miliar 02 Blockchain 2 - Finansialku

[Baca Juga: Amankah Penggunaan Blockchain?]

 

Awalnya dirancang untuk mendukung bitcoin cryptocurrency, teknologi ini tidak memerlukan pihak ketiga untuk mengecek dan entri tidak dapat diubah, hal ini membuatnya sangat aman.

Kendati demikian, teknologi yang menampung transaksi ini mempunyai daya tarik khusus untuk memfasilitasi transaksi di beberapa sektor, walau sampai sekarang hal ini masih menimbulkan keraguan bagi beberapa pihak.

Dilansir Kontan dari Reuters, Selasa (15/1), perusahaan yang bermarkas di London, Inggris ini telah menyelesaikan lebih dari tiga juta perdagangan valas dan melakukan lebih dari 150.000 transaksi pembayaran sejak Februari 2018 menggunakan teknologi blockchain.

Sayangnya, HSBC tidak memberikan data mengenai perdagangan valas yang telah disetujui melalui proses tradisional. Mereka hanya mengatakan bahwa perdagangan valas tersebut telah disetujui oleh blockchain mewakili proporsi kecil.

 

Interim Global Head of FX and Commodities HSBC, Richard Bibbey mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi telah melihat bagaimana teknologi itu dapat membantu klien multinasional mengelola aliran valas dengan lebih baik.

Namun, beberapa bank beralih dari tahap pengujian ke implementasi blockchain yang diproyeksikan dalam skala besar. Banyak yang khawatir, penggunaan teknologi ini akan menghabiskan biaya yang lebih tinggi, ketidakpastian regulasi dan risiko gangguan pada sistem yang ada.

HSBC merilis kalau teknologi blockchain-nya telah mengotomatiskan proses manual dan mengurangi ketergantungan pada teknologi eksternal. 

Blockchain juga telah menurunkan risiko kesalahan dan keterlambatan, serta memangkas biaya, dan membantu bank untuk lebih mengoptimalkan penggunaan.

Blockchain juga telah menghimpun banyak dana investasi yang berasal dari bank dan perusahaan keuangan lainnya.

Dengan suntikan dana investasi tersebut, pihak bank dan perusahaan keuangan lainnya berharap teknologi ini dapat menyederhanakan dan memangkas biaya dalam proses pembayaran hingga penyelesaian.

Jika Anda membutuhkan referensi untuk menambah pengetahuan mengenai dunia investasi saham, Anda dapat membaca ebook Panduan Investasi Saham bagi Pemula di bawah ini secara gratis.

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

Jika Anda tertarik untuk berinvestasi, Anda dapat menggunakan Aplikasi Finansialku untuk membantu mengatur keuangan Anda. Anda dapat dengan mudah download Aplikasi Finansialku melalui link di bawah ini atau melalui Google Play Store.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Apa tanggapan Anda setelah membaca berita tentang blockchain yang digunakan HSBC? Berikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini.

Jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Ferrika Sari. 15 Januari 2019. Transaksi HSBC Lewat Blockchain US$ 250 M. Koran Kontan

 

Sumber Gambar:

  • Blockchain – https://goo.gl/iidqTc
  • Blockchain 2 – https://goo.gl/wYmWCc