Tidak asing terdengar ungkapan “Trend is your Friend” didefinisikan sebagai ikutilah trend maka tradingmu akan profit.

Ungkapan ini banyak disebutkan oleh trader sukses jika ditanya apa rahasia kesuksesannya, ditemui pula di berbagai buku dan seminar trading.

Apakah nasihat ini tepat sebagai cara memahami pergerakan harga? Bagaimana menentukan suatu trend? Apa yang harus dilakukan setelah trend telah ditemukan?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Definisi Trend Harga 

Trend merupakan kondisi dimana orang-orang sepakat untuk melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan banyak orang. Dengan kondisi yang kompak ini maka akan terbentuk pergerakan harga yang kuat pada suatu arah.

Hal ini mirip dengan kondisi pada kehidupan sehari-hari ketika terjadi trend mewarnai rambut, trend menggunakan lensa kontak berwarna-warni, dan lain-lain.

Kesamaannya terletak pada makin banyaknya orang yang mengikuti suatu gaya/arah tertentu. Orang-orang yang belum mengikuti trend terbaru akan mulai mengikuti trend yang berlangsung.

Alhasil permintaan akan naik dan harga bergerak naik. Berlaku juga sebaliknya pada kondisi turun harga.

Dalam trading, semakin lama suatu trend terjadi maka semakin kuat arah harga ketika trend tersebut ditembus (breakout) atau mengikuti support resisten yang terbentuk dalam kisaran trend.

Trading dengan trend cenderung lebih aman dan jelas dimana penentuan target profit dan posisi cut loss. 

 

Cara Kerja Trend

Segala yang terjadi di pasar pasti memiliki alasan penyebabnya. Mustahil jika suatu harga mata uang mendadak turun atau naik tanpa suatu sebab.

Ada beberapa hal yang dapat diketahui penyebab terbentuknya arah suatu harga, salah satunya dapat diketahui dengan trend.

Sebelumnya, telah disebutkan bahwa trend terbentuk dari permintaan dan penawaran. Ketika suatu tekanan jual atau beli yang dilakukan secara berkelanjutan oleh banyak orang pada jumlah yang cukup, maka trend terbentuk.

Jangan Ketinggalan Timing! Ayo Kenali Arah Trend Komoditas 01 - Finansialku

[Baca Juga: Mengapa 95% Trader Forex Rugi? Kenali Penyebab dan Cara Antisipasinya]

 

Mengingat kuatnya pergerakan harga ini, disarankan trader retail membuka posisi sesuai dengan arah harga saat itu. Tentunya pasar dapat menelan hidup-hidup trader yang berusaha melawan trend.

Trend tidak bergerak secara terus menerus, pada titik tertentu ia akan berbalik arah. Hal ini disebabkan trader dan investor hendak merealisasikan keuntungannya.

Kondisi tersebut ditandai dengan penurunan supply atau demand pada suatu arah harga sehingga trend berganti arah dan membentuk trend baru.

Selain trend yang baru ini menjadi lawan dari trend sebelumnya (misalnya dari naik menjadi turun), ada juga kemungkinan jika trend bergerak sideways (bergerak pada kisaran sempit tanpa trend atau sering disebut trendless).

Trend is Your Friend Panduan Mengenal Tren Dalam Trading Forex 02 - Finansialku

Garis warna biru menunjukkan uptrend. Sedangkan garis merah adalah downtrend

 

Uptrend ditandai dengan terbentuknya puncak-puncak yang lebih tinggi dari puncak sebelumnya dan bukit yang lebih tinggi dari bukit sebelumnya.

Sedangkan downtrend ditandai dengan terbentuknya puncak-puncak yang lebih rendah dari puncak sebelumnya dan bukit yang lebih rendah dari bukit sebelumnya.

Dan pada kondisi sideways atau trendless, puncak dan bukit tidak berhasil menembus puncak dan bukit sebelumnya.

Trend is Your Friend Panduan Mengenal Tren Dalam Trading Forex 03 - Finansialku

Trendless

 

Di bawah ini adalah gambar yang menunjukkan contoh identifikasi trend pada pasangan USD/JPY di periode waktu harian.

Garis trend ungu menunjukkan kondisi sideways/trendless kemudian diikuti dengan downtrend setelah menembus support garis ungu bagian bawah.

Trend is Your Friend Panduan Mengenal Tren Dalam Trading Forex 04 - Finansialku

Contoh identifikasi trend pada pasangan USD/JPY

 

Pada kondisi sideways di kasus pasangan mata uang USD/JPY ini, pasar mengurangi pergerakan dan menantikan perkembangan lebih lanjut sehingga sebagian trader merealisasikan keuntungan dengan menjual posisinya agar terbentuk kecenderungan trend sideways yang cenderung turun (puncak trend menurun).

Trader dan investor besar bersiap-siap untuk menjual posisi mereka di waktu yang tepat hingga akhirnya support garis trend ditembus dan mulai membentuk konfirmasi downtrend. 

Jenis-jenis trend tersebut dapat digunakan pada berbagai periode waktu seperti bulanan, harian, mingguan, bahkan intraday.

Penggunaannya dapat disesuaikan dengan gaya trading Anda apakah daytrade atau swing trading. Meski berbeda time frame, penafsiran trend tetap sama untuk syarat penentuan jenis trend.

 

Akurasi Trend

Identifikasi trend cukup sederhana digunakan. Tidak hanya tergolong mudah dikenali jenis trend yang terjadi dapat juga membantu trader dalam membuat pertimbangan untuk open posisi ataupun target profit dan cut loss.

Dari trend yang dikenali trader juga dapat dengan mudah menemukan daerah support dan resisten.

 

Supaya trader dapat bertransaksi dengan lebih presisi, selain trend dapat ditambahkan indikator momentum untuk mengetahui kekuatan trend.

Biasanya daerah support atau resisten dalam garis trend berpengaruh lebih kuat daripada pergerakan harga di antara support dan resisten.

Hal tersebut selalu ditunggu-tunggu para trader karena inilah kesempatan meraih profit maksimal dan (biasanya) tidak perlu waktu lama untuk terombang-ambing menantikan target profit terjual.

Bagaimana Membuat Trading plan untuk Forex 01 - Finansialku

[Baca Juga: Inilah Rahasia Kisah Sukses Trader Forex Kelas Dunia]

 

Bertransaksi menjelang perubahan trend memang tidak menutup kemungkinan untuk mencetak profit, namun target profit harus dikurangi dari kondisi normal.

Sebaiknya bagi trader pemula hindarilah melakukan transaksi yang melawan arah trend atau ketika trend menunjukkan tanda-tanda berbalik arah.

Selanjutnya gunakanlah manajemen risiko yang baik sebab hingga saat ini tidak ada 1 pun teknik trading yang sempurna dan memiliki probabilitas profit 100%.

Gratis Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

Kesimpulan

Trend identik sebagai sahabat bagi trader dan investor karena membantu dalam mengambil keputusan bertransaksi. Namun terkadang trend bersifat subjektif dan bisa jadi salah mengidentifikasi jenis trend yang terjadi.

Sehingga ungkapan “Trend is your Friend” tentunya disetujui bagi trader yang mengandalkan trend dalam bertransaksi yang profitable. Bisa jadi ungkapan tersebut tidak sesuai bagi trader lainnya.

 

Bagaimana dengan strategi trading Anda? Apakah Anda setuju bahwa trend adalah teman selama Anda bertransaksi?

Tuliskan pertanyaan dan tanggapan Anda pada kolom komentar yang sudah disediakan di bawah.

Jangan lupa juga untuk membagikan artikel ini kepada orang lain di sekitar Anda ya, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Brian Dolan. 2011. Currency Trading for Dummies, 2nd Edition. Hoboken: Wiley.
  • Sterling Suhr. 5 April 2012. Forex Trend Trading- Part 1: Is The Trend Your Friend. Daytrading.com – https://goo.gl/4Z8Lye
  • Mario Singh. 2013. 17 Proven Currency Trading Strategies – How to Profit in The Forex Market. Singapore: John Wiley & Sons.

 

Sumber Gambar:

  • Trend is Your Friend – https://goo.gl/2VNN3g
  • Uptrend dan downtrend – https://goo.gl/7B4jL5
  • Trendless – https://goo.gl/7B4jL5
  • Pasangan USD/JPY – Tradingview.com