Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan tak lagi menjadikan Hongkong ‘anak emas’. Begini penjelasannya.

Informasi selengkapnya, dapat dibaca dalam artikel Finansialku di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Trump Akhiri Status Istimewa Hongkong dalam Hukum AS

Setelah lebih dari setahun aksi protes massa pro-demokrasi di Hong Kong menyita perhatian dunia. Pada akhir Juni 2020, Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong disahkan.

Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump mengakhiri status istimewa Hong Kong dalam hukum AS.

Pada konferensi pers di Rose Garden Gedung Putih, Trump mengatakan ia mengakhiri perlakuan istimewa Hong Kong sebagai hukuman terhadap China atas apa yang ia sebut tindakan “opresif” terhadap rakyat Hong Kong.

Dengan adanya perintah tersebut Trump menganggap Hong Kong bukan lagi ‘anak emas’ AS sehingga tidak akan mendapat perlakuan khusus dalam hal ekonomi.

“Tidak ada hak istimewa, tidak ada perlakuan ekonomi spesial, dan tidak ada ekspor teknologi sensitif,” kata Trump di Gedung Putih sebagaimana dikutip dari BBC Indonesia, Rabu (15/07).

Hal ini bisa menyebabkan keruwetan bagi lebih dari 1.300 perusahaan AS yang beroperasi di Hong Kong.

Bagaimana Dampaknya Terhadap Indonesia, Jika AS Resesi di 2019 08 Donald Trump - Finansialku

[Baca Juga: Waduh! Pemerintah Inggris Larang Huawei Bangun Jarigan 5G]

 

Bukan hanya itu, warga AS yang kini menikmati perjalanan bebas visa ke Hong Kong juga dapat menghadapi persyaratan visa China yang lebih ketat.

Berakhirnya perlakuan khusus pada Hong Kong pun bermakna hilangnya bea masuk ke AS yang lebih rendah, sehingga perdagangan tahunan antara AS dan Hong Kong yang mencapai puluhan miliar dollar terancam.

Sejumlah analis mengatakan status Hong Kong sebagai salah satu pusat keuangan global—dan posisinya sebagai pintu bagi China ke pasar keuangan internasional—bisa terkikis.

Ketika ditanya oleh seorang wartawan, Trump juga mengatakan bahwa ia tidak memiliki rencana untuk berbicara dengan Presiden China, Xi Jinping.

Di sisi lain, mengutip dari Galamedia, China sendiri menyatakan berulang kali bahwa undang-undang keamanan nasional akan membawa stabilitas bagi Hong Kong dengan menjerat para pelaku “makar, pemisahan diri, terorisme, dan persekongkolan dengan kekuatan asing.”

Seperti diketahui, Hong Kong selaku mantan koloni Inggris, selama ini menikmati beragam kebebasan yang tidak diterapkan di China daratan.

 

GRATISSS Download!!! Ebook Perencanaan Keuangan Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Mengutip BBC, tetapi banyak orang di sana melihat undang-undang keamanan baru yang diberlakukan oleh Beijing sebagai upaya untuk mengakhiri status khusus Hong Kong, disepakati berdasarkan perjanjian 1984 antara China dan Inggris.

Undang-undang–yang melarang kritik terhadap pemerintah China–adalah perubahan yang paling luas terhadap lanskap politik Hong Kong sejak diserahkan kembali ke China oleh Inggris pada tahun 1997.

Sementara itu, hubungan Amerika Serikat dan China semakin terlihat menegangkan atas kejadian beberapa isu, termasuk wabah virus corona, latihan di Laut China Selatan, Muslim Uighur, dan juga hubungan dagang.

 

Bagaimana menurutmu, Sobat Finansialku tentang artikel diatas? Kamu bisa berbagi komentar lewat kolom komentar di bawah ini.

Sebarkan informasi ini seluas-luasnya lewat berbagai platform yang tersedia, agar kawan atau sanak-saudaramu tahu apa yang kamu ketahui. Semoga bermanfaat, ya.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 15 Juli 2020. Menyasar China, Trump Teken Perintah yang Mengakhiri Perlakuan Khusus pada Hong Kong. Bbc.com – https://bbc.in/32kLTxe
  • Admin. 15 Juli 2020. Trump Akhiri Status Istimewa Hong Kong. Antaranews.com – https://bit.ly/2CyXca3
  • Admin. 15 Juli 2020. Trump: Tak Istimewa Lagi, Hong Kong akan Diperlakukan Sama Dengan China Daratan. International.kontan.co.id – https://bit.ly/2Ou1mTa
  • Tony Firman. 11 2020. Mengapa Gerakan Protes di Hong Kong Minta Bantuan Amerika Serikat? Tirto.id – https://bit.ly/38UukoW
  • Dadang Setiawan. 15 Juli 2020. Status Istimewa Hongkong Dihentikan Donald Trump. Galamedia.pikiran-rakyat.com – https://bit.ly/2CFKpCD

 

Sumber Gambar:

  • HK vs US – https://bit.ly/3fwbB5j