Siapa sangka, Mochtar Riady, konglomerat pemilik Lippo Group ini dulunya adalah penjaga toko!

Penasaran dengan kisah suksesnya? Yuk, cari tahu di artikel video Finansialku di bawah ini!

 

Pahlawan adalah mereka yang berjuang sampai akhir. Kalau Sobat Finansialku benar-benar pahlawan untuk orang tersayang, buktikan kalau Sobat Finansialku belum menyerah, dengan tetap berada di rumah kalau tidak ada keperluan yang mendesak.

Tenang, Sobat Finansialku tidak perlu bingung bagaimana menghabiskan waktu selama di rumah, karena kanal youtube Finansialku punya ratusan video informatif yang akan menemanimu. Jangan lupa mampir, ya!

 

 

Jangan lupa juga untuk tekan tombol subscribe di bawah ini dan nyalakan lonceng agar Sobat Finansialku tidak ketinggalan video-video terbaru dari Finansialku, ya!

 

 

 

Kisah Mochtar Riady

Sobat Finansialku, siapa, nih, yang sering berkunjung ke Bandung Indah Plaza, Pluit Village, Cibubur Junction, Plaza Semanggi, Senayan Park, atau Central Plaza?

Atau, siapa yang pakai layanan First Media, e-wallet OVO, atau bahkan sering kerja atau nongkrong di Maxx Coffee?

Pastinya banyak, ya! Sobat Finansialku tahu nggak, sih, semua layanan dan mall itu adalah bagian dari Lippo Group?

Mungkin beberapa di antara Sobat Finansialku udah tahu, ya? Tapi, Sobat Finansialku udah tahu belum, perjalanan Mochtar Riady, pemilik Lippo dalam membangun kerajaan ini? Kalau belum, yuk, simak bareng-bareng!

 

#1 Pernah Ditangkap Belanda

Mochtar Riady, adalah seorang anak dari pasangan pedagang batik, Liapi dan Sibelau, yang merantau dari Fujian dan tiba di Malang pada tahun 1918.

Pada 1947, Riady pernah ditangkap oleh pemerintah Belanda karena menentang pembentukan Negara Indonesia Timur dan sempat ditahan di penjara Lowokwaru, Malang.

 

#2 Ingin Jadi Pegawai Bank

Di usianya yang masih 10 tahun, tepatnya pada 1929, dia sudah bercita-cita untuk menjadi seorang bankir.

Dia terinspirasi dari gedung yang setiap hari dilewatinya setiap berangkat sekolah, yang tidak lain dan tidak bukan adalah gedung Nederlandsche Handels Bank (NHB).

Setiap berangkat sekolah, dia melihat para pegawai gedung megah itu berpakaian rapi dan kelihatan sangat sibuk.

Tapi ini ditentang oleh Ayahnya, karena Ayahnya berpikiran kalau profesi bankir cuma buat orang-orang kaya saja.

Dia malah ditantang oleh ayahnya untuk jaga toko milik keluarga. Dan ternyata, selama 3 tahun, tokonya itu berkembang pesat jadi toko terbesar di Jember, lho!

 

#3 Nekat Merantau

Setelah menyelesaikan tantangan dan tidak menggubris tentangan sang Ayah, dia tetap berangkat ke ibu kota pada 1954 untuk mewujudkan impiannya.

Dan ternyata dia berhasil mewujudkan mimpi itu, dan menjadi seorang Direktur di sebuah bank.

Kariernya ini dimulai pada 1959-1960, dia menjadi presiden direktur Bank Kemakmuran, kemudian 1963 bekerja di Bank Buana, lalu 1971 pindah ke Panin Bank, hingga akhirnya pada 1975-1991, dia jadi penentu arah BCA.

 

#4 Mulai Beli Saham

Sejalan dengan kariernya yang mulai menanjak, Mochtar Riady mulai rajin beli saham-saham bank.

Saat kerja di BCA sendiri, dia mendapatkan share saham sebesar 17,5 persen yang dulu nilainya hanya Rp 12,8 miliar.

Kemudian dia memutuskan untuk keluar dari BCA pada 1990, di mana saat itu nilai sahamnya sudah berada di atas Rp 5 triliun.

 

#5 Konsentrasi di Bisnis

Sejak itu, dia mulai konsentrasi mengembangkan bisnis Lippo-nya. Awalnya, dia mulai di bidang bisnis lahan dan properti.

Tapi sekarang, bisnis Lippo Group sudah menggurita di berbagai bidang, seperti perbankan, urban development, mal, jasa teknologi dan informasi, bisnis ritel, infrastruktur, sarana air bersih, rekreasi, hiburan, hotel, rumah sakit, sampai lembaga pendidikan swasta.

 

Semua Orang Bisa

Sobat Finansialku, dari kisah ini kita bisa belajar kalau sebenarnya semua orang bisa menggapai mimpi mereka, tergantung pada usaha dan pengorbanan yang mau dilakukan untuk menggapai mimpinya.

Pengorbanan itu nggak luput juga dengan perencanaan keuangan yang lebih baik dan terstruktur.

Karena tanpa perencanaan keuangan, semua mimpi kita hanya akan berakhir sia-sia.

Finansialku tahu, Sobat Finansialku mungkin tidak punya waktu banyak untuk melakukan perencanaan keuangan karena tuntutan pekerjaan.

Maka dari itu, Finansialku hadir untuk membantu mewujudkan mimpi Sobat Finansialku lewat aplikasi Finansialku yang bisa diunduh di Apps Store atau Google Play Store.

Sobat Finansialku bisa memanfaatkan fitur Rencana Keuangan, lalu menghitung kebutuhan Sobat Finansialku.

 

Dengan memanfaatkan fitur ini, Sobat Finansialku tidak perlu khawatir menghabiskan waktu untuk merencanakan keuangan secara terpisah, deh!

Selain itu, di aplikasi Finansialku ini, Sobat Finansialku juga bisa melakukan pencatatan keuangan, membuat anggaran keuangan, bahkan ngobrol bersama dengan perencana keuangan GRATIS cuma lewat aplikasi!

Semua ini bisa dinikmati dengan akun premium cuma dengan Rp 350.000 untuk 365 hari, alias satu tahun penuh!

Artinya, untuk menikmati semua kemudahan ini, Sobat Finansialku cuma perlu menganggarkan dana kurang dari Rp 1.000 per hari saja, lho!

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, capai mimpi kita dengan merencanakan keuangan menggunakan aplikasi Finansialku!

Download Aplikasi Finansialku Sekarang!!

Download Aplikasi Finansialku

 

Itu dia, kisah Mochtar Riady dalam membangun Lippo Group. Bagaimana pendapat Sobat Finansialku mengenai kisahnya? Yuk, kita diskusikan di kolom komentar!

Jangan lupa untuk bagikan informasi ini kepada teman atau keluarga lewat pilihan platform yang tersedia, ya. Terima kasih!