Dampak Virus Corona terus menyebar. Bukan hanya berdampak pada kesehatan warga dunia, ekonomi global juga kena getahnya.

Simak berita selengkapnya melalui artikel Finansialku di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Wabah Ditemukan di Jerman

Senin (27/01) malam waktu setempat, pemerintah Jerman mengonfirmasi kasus pertama dari penyebaran virus corona.

“Kasus pertama dari virus corona dikonfirmasi di Jerman.” Kata juru bicara Kementerian Kesehatan Bavaria sebagaimana dilaporkan media negara Deutsche Welle (DW).

Pasien yang terjangkit virus corona dilaporkan seorang pria yang berasal dari Starnberg.

Termasuk Jerman, coronavirus yang berasal dari Wuhan, China itu sudah menjangkiti total 16 negara di antaranya adalah Amerika Serikat, Perancis, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Thailand, Australia, Nepal, Vietnam, Malaysia, Kanada, Kamboja, dan Sri Lanka.

Selain itu, Hongkong dan Makau juga ikut terjangkit virus ini.

Hingga saat ini, jumlah pasien yang telah meninggal akibat wabah ini menjadi 106 orang. Sedangkan, pasien yang telah didiagnosa positif terjangkit virus corona di China meningkat jadi sekitar 4.000 orang.

Tak Tertahan, Penyebaran Virus Corona Pengaruhi Sektor Ekonomi 03

[Baca Juga: Virus Corona Bandung: Ternyata Pasien RSHS Derita ISPA dan Epilepsi]

 

Komisi Kesehatan Provinsi Hubei, dilansir dari laman sindonews.com mengatakan bahwa terdapat tambahan sebanyak 24 orang meninggal di wilayah Kota Wuhan.

Setelah sebelumnya WHO membuat warga dunia bingung karena masih terus menyatakan tingkat risiko global dari virus corona masih ‘moderat’, kini telah merevisinya menjadi sangat tinggi di China, dan tinggi di tingkat regional dan global.

Sebelumnya, pada Kamis (23/01) pekan lalu, WHO sempat menyatakan kalau virus corona yang menggemparkan China itu bukanlah keadaan darurat kesehatan global, setelah Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengunjungi China di hari yang sama.

Pernyataan tersebut lantas membuat gempar publik dengan berbagai reaksinya yang beragam.

Menanggapi hal tersebut, akhirnya hari ini, meralat vonis itu dengan alasan kesalahan dalam laporan komunikasi sebelumnya yang diterbitkan pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu.

“Kesalahan dalam susunan kata.” Kata Fadela Chaib selaku juru bicara WHO dikutip dari laman sindonews.com, Selasa (28/01).

 

Ancam Ekonomi Global

Sementara itu, bukan hanya menjadi ancaman bagi seluruh umat manusia, wabah ini juga turut mengancam bidang ekonomi global termasuk China.

Liburan imlek yang biasanya selalu menjadi momen yang dapat meningkatkan arus perekonomian China melalui sektor transportasi, pariwisata, perhotelan, restoran, dan industri terkait lainnya, kini justru malah berkontribusi untuk melemahkan perkembangan ekonomi China.

Salah satu penyebabnya adalah kota Wuhan dan sekitarnya yang benar-benar diisolasi dari daerah luar, yang artinya segala akses transportasi umum ditutup, yang akhirnya turut melumpuhkan sektor ini.

Melansir laman merdeka.com, Liu Xiamong selaku Wakil Menteri Transportasi China melaporkan penurunan perjalanan oleh masyarakat pada hari pertama Tahun Baru Imlek mencapai 28,8 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Di dalamnya terdapat rincian, perjalanan udara turun hingga 41,6 persen, perjalanan kereta api sebesar 41,5 persen dan transportasi darat di jalan raya menurun sebanyak 25 persen.

Dalam kesempatan yang berbeda, Kementerian Keuangan China juga turut menambahkan pernyataan bahwa China telah mengeluarkan total 11,2 miliar yuan (US$1,6 miliar atau Rp21,8 triliun) untuk subsidi perawatan medis, pembelian peralatan dan upaya lain dalam usaha menghentikan penyebaran virus berbahaya ini.

Danske Bank, perusahaan asal Denmark, dalam risetnya yang dilansir dari laman kontan.co.id, juga ikut memprediksi kalau tekanan kenaikan inflasi akan terjadi seiring terjadinya isolasi pada hampir keseluruhan provinsi Hubei, China.

“Provinsi Hubei akan mengalami penurunan pertumbuhan PDB yang signifikan akibat isolasi. Sementara, Hubei merupakan 4 persen dari keseluruhan ekonomi China sehingga penurunan sebanyak 20 persen pada PDB Hubei saja dapat mengurami 0,8 persen pada PDB China secara keseluruhan.”

 

Senada dengan menurunnya sektor ekonomi China akibat wabah ini, melansir laman cnbcindonesia.com, pasar keuangan tanah air ditutup kompak melemah.

Pukul 09.00 WIB kemarin (27/01), IHSG dibuka di level 6.242,177, yang akhirnya ditutup anjlok sebesar 1,78% dalam sehari.

Mengikuti nasib IHSG, kemarin, bursa kawasan Asia juga ikut anjlok.

Bukan Hanya Tubuh, Virus Corona Juga Serang Ekonomi Global 02

[Baca Juga: Tak Tertahan, Penyebaran Virus Corona Pengaruhi Sektor Ekonomi]

 

Seperti dialami oleh Indeks PSEi (Filipina) yang harus terpangkas sebesar 0,42 persen, indeks SETi (Thailand) turun sebesar 2,89 persen, indeks SENSEX (India) juga turut anjlok 1,13 persen dan indeks Nikkei225 (Jepang) terkoreksi 2,03 persen.

Wall Street juga bernasib sama. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) harus anjlok 1,57 persen, indeks S&P 500 dan indeks Nasdaq komposit juga masing-masing mengalami penurunan sebesar 1,57 persen dan 1,89 persen.

 

Sobat Finansialku, masa pandemi belum terlihat akan segera berakhir, tapi makin banyak saudara-saudara kita yang terseok-seok memenuhi kebutuhan sehari-hari karena PHK dampak COVID-19. Tidak ada yang bisa membantu mereka, selain kita.

Jika kita tidak mau membantu mereka, apa jadinya dengan keluarga yang harus diberi makan? Bagaimana dengan nasib anak-anak mereka yang kelaparan?

Belum terlambat untuk membantu mereka! Segera klik tombol di bawah ini sekarang untuk memberi Donasi bersama Finansialku, terima kasih…

Finansialku Bangun Empati Di Tengah Pandemi 02

KLIK DI SINI UNTUK DONASI

 

Dinamika masih terus jadi sorotan seiring dengan menyebarnya virus corona ke berbagai negara di dunia. Terus pantau berita terbaru dunia dan financial news lainnya di Finansialku.com!

 

Sumber Referensi:

  • Grace Olivia. 27 Januari 2020. Virus Corona bisa Berdampak Lebih Besar Terhadap Pertumbuhan Ekonomi China dari SARS. Kontan.co.id – http://bit.ly/310Royi
  • Rehia Sebayang. 28 Januari 2020. Makin Parah! Virus Corona Kini Menyebar ke 16 Negara. Cnbcindonesia.com – http://bit.ly/2ROinZy
  • Tirta Citradi. 28 Januari 2020. Tebar Teror! Virus Corona Gerogoti Pasar Saham Global. Cnbcindonesia.com – http://bit.ly/3aQG2RM
  • Admin. 28 Januari 2020. UPDATE-Virus Corona China: 106 Orang Tewas, 4.000 Terinfeksi. International.sindonews.com – http://bit.ly/36tEZ7f
  • Admin. 27 Januari 2020. Virus Corona Mulai Memukul Perekonomian China. Liputan6.com – http://bit.ly/30ZTfTQ
  • Achmad Dwi Afriyadi. 27 Januari 2020. Bagaimana Virus Corona Menghajar Ekonomi China?. Finance.detik.com – http://bit.ly/2t8JbM4
  • Houtmand P Saragih. 27 Januari 2020. Ngeri! Virus Corona Bisa Bikin Krisis Ekonomi Global. Cnbcindonesia.com – http://bit.ly/3aN58B3
  • Nirmala Aninda. 27 Januari 2020. Dihantui Corona Virus, Ekonomi China Bisa Melambat 1,2%. Bisnis.com – http://bit.ly/2TZNXGu
  • Admin. 27 Januari 2020. Ekonomi China Mulai Tumbang Akibat Virus Corona. Merdeka.com – http://bit.ly/2RAYExX

 

Sumber Gambar:

  • Serang Ekonomi Global 01 – http://bit.ly/310I7pP
  • Serang Ekonomi Global 02 – http://bit.ly/3aY1xjY