Perencanaan dana darurat keluarga adalah salah satu dasar dalam rencana keuangan. Dana darurat memiliki peran penting dalam mengelola keuangan keluarga. Finansialku.com akan membahas lebih dalam mengenai perencanaan dana darurat keluarga.

 SaveforRainyDayFund.EmergencyFund Perencanaan Dana Darurat Keluarga Finansialku

 

Apa Itu Perencanaan Dana Darurat Keluarga

Perencanaan dana darurat terletak pada dasar dari piramida rencana keuangan. Perencanaan dana darurat keluarga dapat dikatakan sebagai dasar atau pondasi dari sebuah perencanaan keuangan.

Piramida Perencanaan Keuangan - Ibu Rumah Tangga Harus Mengenal Perencanaan Keuangan Finansialku

 

Dana darurat atau dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah rainy day fund, rainy day reserved atau emergency fund. Dana darurat adalah sejumlah uang yang dicadangkan dan dialokasikan terpisah untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya darurat.

Apa sajakah yang dikategorikan dengan “kejadian darurat”? Berikut ini contoh kejadian-kejadian yang boleh dikategorikan sebagai kejadian darurat:

    • Mengganti perlengkapan rumah tangga yang tiba-tiba rusak, misal furniture, pompa air, alat-alat elektronik dan lainnya.
    • Memperbaiki kendaraan (mobil atau motor) yang tiba-tiba rusak.
    • Perjalanan mendadak ke luar kota atau ke luar negeri.
    • Membiayai keperluan anak yang sifatnya mendadak, seperti perjalanan bersama teman, karyawisata atau lainnya.
    • Membiayai keperluan binatang peliharaan yang sifatnya mendadak, misal binatang peliharaan yang sakit atau perlu vaksinasi dan lainnya.
    • Kebutuhan biaya karena sakit dan biaya pengobatan yang tidak bisa ditunda.
    • Terjadi kecelakaan di jalan raya.
    • Terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) atau kehilangan pekerjaan.
    • Terjadi kematian anggota keluarga.
    • Biaya-biaya lainnya yang tidak terencana.

 

Berapa Jumlah Dana Darurat yang Dibutuhkan

Setiap orang atau keluarga memiliki besar dana darurat yang berbeda-beda. Besarnya jumlah dana darurat tergantung pada jumlah anggota keluarga dan kondisi keuangan keluarga tersebut. Berikut ini check sheet untuk menghitung kebutuhan dana darurat:

Perencanaan Dana Darurat Keluarga Finansialku Single

Individu (Single)

Perencanaan Dana Darurat Keluarga Finansialku Keluarga Kecil

Keluarga Kecil

Perencanaan Dana Darurat Keluarga Finansialku Keluarga Besar

Keluarga Besar

    • Dana darurat untuk individu yang masih lajang (single) adalah 3 kali pengeluaran bulanan.
    • Dana darurat untuk keluarga kecil (keluarga belum memiliki anak) adalah 6 kali pengeluaran bulanan.
    • Dana darurat untuk keluarga besar (keluarga sudah memiliki anak) adalah 12 kali pengeluaran bulanan.

 

Strategi untuk Menyiapkan Dana Darurat

Setelah mengetahui jumlah dana darurat yang harus dibutuhkan kemudian pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara menyiapkan dana darurat? Dan dimana menyimpan dana darurat?

 

Tempat Menyimpan Dana Darurat

Dana darurat tidak sama dengan investasi, tidak sama dengan asuransi. Seperti pada gambar piramida perencanaan keuangan di atas, dana darurat adalah pondasi paling bawah dalam sebuah perencanaan keuangan. Individu atau keluarga tanpa dana darurat ibarat mobil tanpa bumper.

Dana darurat harus disimpan pada produk-produk keuangan yang mudah diakses, likuid (mudah didapatkan) dan aman.

Mudah di Akses

Dana darurat harus siap ketika situasi darurat atau genting terjadi. Oleh sebab itu dana darurat harus mudah diakses, contoh mudah diambil melalui ATM (anjungan tunai mandiri). Pastikan sebagian dana darurat disimpan dalam bentuk uang kontan yang dapat diambil sewaktu-waktu dari ATM. Hal yang perlu diingat adalah jangan letakan seluruh dana darurat Anda dalam tabungan karena bunga tabungan tidak dapat mengejar kenaikan kebutuhan dana darurat setiap tahun.

 

Likuid

Dana darurat idealnya disimpan dalam bentuk produk keuangan yang likuid, contoh dana darurat jangan sampai diletakkan dalam bentuk investasi tanah. Ketika terjadi situasi darurat, dana darurat harus mudah diubah menjadi uang kontan, contoh ketika terjadi dana darurat Anda dapat menghentikan (break) deposito atau menjual logam mulia.

 

Aman

Dana darurat harus disimpan dalam produk keuangan yang aman. Ibarat mobil, bumper harus aman dan mampu menjadi pelindung. Dana darurat harus disimpan dalam produk-produk keuangan yang aman (bukan investasi atau spekulasi). Sebaiknya tempatkan dana darurat pada produk-produk keuangan yang dijamin, seperti deposito (dengan syarat dan ketentuan yang diatur oleh lembaga penjamin simpanan).

 

Produk-Produk Keuangan yang Cocok untuk Dana Darurat

Berikut ini adalah produk-produk keuangan yang cocok untuk dijadikan dana darurat:

 

Tabungan

  • Akses yang mudah dan cepat melalui ATM.
  • Bunga terlalu rendah (kurang lebih 0,8% – 1,2% per tahun setelah pajak).

 

Deposito

    • Bunganya di atas tabungan, tergantung pada penawaran bank. (kurang lebih 4,8% – 8% per tahun setelah pajak). Bunga deposito seringkali berubah-rubah sesuai dengan kondisi keuangan.
  • Terkena penalti jika memutuskan (break) di tengah kontrak deposito.

 

Logam Mulia

    • Produk keuangan yang dikatakan safe heaven atau produk keuangan yang aman. Rata-rata kenaikan bisa sampai 5% – 10% per tahun. (imbal hasil investasi logam mulia terkadang bisa jauh lebih tinggi dari 10%, tergantung pada harga emas dunia dan nilai tukar Rupiah dan Dollar Amerika).
    • Logam mulia tidak dapat langsung dijadikan alat pembayaran. Logam mulia harus dijual atau digadaikan. Jika dijual harga logam mulia belum tentu bagus (misal saat harga jual sedang turun). Jika digadaikan ada biaya untuk jasa penggadaian yang harus dibayar.

 

Reksadana Pendapatan Tetap

  • Imbal hasil lebih tinggi disbAling tabungan (rata-rata imbal hasil reksadana pasar uang 3% – 6%).
    • Reksadana pasar uang tidak dapat langsung dijadikan alat pembayaran.

 

Strategi Menyiapkan Dana Darurat

Tantangan yang dihadapi dalam menyiapkan dana darurat adalah: disatu sisi dana darurat harus mudah diakses, likuid dan aman. Disisi lain dana darurat cenderung meningkat setiap tahunnya, karena adanya kenaikan pengeluaran bulanan rumah tangga setiap tahunnya. Dana darurat sebaiknya dibagi dalam beberapa tempat, agar dana darurat tetap dapat mudah diakses, likuid dan aman.

 

Studi Kasus: Keluarga Bapak Ali (bukan nama sebenarnya).

Pak Ali berumur 29 tahun memiliki seorang istri berumur 28 tahun dan dua orang anak berumur 1 tahun dan 2 tahun. Pendapatan bulanan Pak Ali adalah Rp 10.000.000 dan pendapatan bulanan istri Pak Ali adalah Rp 5.000.000. Berdasarkan hasil risk profiling Pak Ali dan Istri cenderung termasuk investor yang memiliki profil risiko moderat.

Pak Ali selalu berinvestasi sebesar Rp 2.000.000 setiap bulannya. Pengeluaran untuk kebutuhan hidup sehari-hari keluarga Pak Ali adalah Rp 5.000.000 per bulan. Cicilan rumah dan kendaraan sebesar Rp 8.000.000 per bulan.

Saat ini keluarga Pak Ali memiliki dana darurat sebesar Rp 75.000.000 dalam bentuk tabungan dengan bunga 1% per tahun (atau 0,8% setelah pajak). Pak Ali beralasan agar dana daruratnya dapat diakses sewaktu-waktu dan aman. Menurut data statistik, inflasi Indonesia kurang lebih 8% per tahun. Kira-kira bagaimana bentuk strategi perencanaan dana darurat yang cocok untuk keluarga Pak Ali?

 Perencanaan Dana Darurat

Disclaimer: Perhitungan di atas hanya contoh dan bukan saran untuk perencanaan dana darurat Anda.

 

Penjelasan

Pada kasus di atas dana Pak Ali yang awalnya 100% diletakkan di tabungan, dipecah menjadi beberapa produk. Dana yang dialokasikan ke tabungan sebesar 26,67% atau sebesar Rp 20.000.000. Dana yang dialokasikan ke deposito sebesar 66,67% atau sebesar Rp 50.000.000. Dan sisanya dialokasikan ke reksadana pasar uang. Alokasi tersebut adalah hasil yang terbaik setelah berdiskusi dengan Pak Ali.

Tantangan yang harus dihadapi Pak Ali yaitu Pak Ali harus menambahkan dana daruratnya (top up), karena bunga (imbal hasil) ketiga investasi tersebut lebih kecil dari pada nilai inflasi. Secara keseluruhan rata-rata bunga (imbal hasil) portofolio tersebut adalah 3,68%. Jika dilakukan analisis lebih dalam, rata-rata bunga portofolio lebih kecil daripada bunga reksa dana pasar uang atau deposito. Pertanyaannya mengapa dana harus ditempatkan pada tabungan?  Pemilihan portofolio dan menempatkan tabungan sebesar 26,67% memiliki pertimbangan:

  1. profil risiko keluarga Pak Ali yang moderat
  2. alokasi dana darurat memerlukan sejumlah uang kontan di tabungan agar mudah diakses, likuid dan aman.

 

Kesimpulan

Apa saja yang perlu dipahami terkait dengan perencanaan dana darurat keluarga?

  1. Peran perencanaan dana darurat dalam perencanaan keuangan.
  2. Menghitung jumlah dana darurat yang dibutuhkan.
  3. Strategi perencanaan dana darurat.

Anda dapat berdiskusi dan berkonsultasi mengenai rencana keuangan (khususnya perencanaan dana darurat keluarga) bersama Finansialku. Hubungi Finansialku sekarang.

 

 HUBUNGI FINANSIALKU

Hubungi Finansialku

 

Finansialku.com akan sangat berterima kasih jika para pembaca mau berdiskusi mengenai perencanaan dana darurat keluarga.