Berapakah jumlah dana darurat yang ideal? Perlukah membuat rancangan khusus mengenai hal ini?

Mari kupas tuntas pertanyaan ini agar tidak menyesal di kemudian hari. Simak ulasan selengkapnya dalam artikel Finansialku berikut ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Apa Itu Dana Darurat?

Tiap kali melihat rekening, pasti kita berharap masih ada cukup banyak nominal yang bisa digunakan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan yang sangatlah penting.

Namun nyatanya kita mendapati kondisi keuangan yang tengah kering. Nah, di kondisi seperti itulah peran dana darurat sangat penting.

Dana darurat adalah dana terpisah yang disiapkan untuk menghadapi keadaan darurat, seperti terjadinya PHK, kebutuhan biaya karena sakit, biaya kecelakaan, biaya ketika terjadi kedukaan, dan lain-lain.

Jumlah Dana Darurat 02 - Finansialku

[Baca juga: Bagaimana Cara Merencanakan Keuangan yang SMART?]

 

Dana ini wajib untuk dimiliki setiap orang. Jika kamu ingin mulai membuat pos dana darurat, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, antara lain:

  1. Dana darurat harus terpisah dari rekening, instrumen investasi, atau tabungan jangka pendek. Hal ini diterapkan untuk mengantisipasi gelap mata saat melihat nominal dana darurat tersebut.
  2. Dana darurat harus mudah diambil kapan saja dan di mana saja. Saat ini, proses penarikan akan lebih efisien dengan adanya ATM Bersama dan ATM Prima.
  3. Dana darurat harus likuid dan dapat dicairkan saat dibutuhkan. Jenis simpanan seperti deposito, RDPU, dan LM bisa saja diterapkan, tapi pilihan terbaik tetaplah tabungan ber-ATM.
  4. Dana disimpan di instrumen yang aman.
  5. Hasil investasi tinggi itu penting. Tapi, bukan berarti menjadi pertimbangan utama untuk menyimpan dana darurat.

 

Berapa Jumlah Dana Darurat yang Ideal?

Menentukan dana darurat tak bisa langsung dipatok tanpa perhitungan. Sebelum membuat pos ini, pastikan kamu telah memiliki catatan pengeluaran, atau setidaknya mengingat semua pengeluaran.

Besaran dana darurat bergantung pada pengeluaran bulanan secara keseluruhan.

Walaupun dianggarkan untuk mengatasi berbagai kondisi tertentu, jumlahnya memang dihitung berdasarkan pengeluaran.

Selain itu, jumlah dana darurat juga dipengaruhi oleh status, jumlah tanggungan, dan serta jumlah uang itu sendiri.

Berikut Finansialku berikan gambaran mengenai jumlah ideal dana darurat:

 

#1 Lajang

Bagi kamu yang belum memiliki pasangan dan tanggungan, setidaknya kamu memiliki dana darurat sebesar 6 kali jumlah pengeluaran bulanan.

Contoh:

Bondi adalah seorang karyawan kantor dengan besaran gaji Rp10 juta per bulan. Tiap bulan, dia menghabiskan setengah gajinya untuk membiayai kebutuhan sehari-hari.

Pekan ini, dia berkonsultasi ke dokter karena mengalami sakit di bagian kepala. Dokter memvonis Bondi memiliki hipertensi dan harus dilakukan check up rutin setidaknya hingga akhir tahun.

Berdasarkan cerita Bondi, dia harus memiliki dana darurat sebesar 6 kali jumlah pengeluaran bulanannya.

Jika Bondi menghabiskan Rp5 juta per bulan, maka dana darurat yang harus disiapkan Bondi yaitu:

Rp5 juta x 6 = Rp30 juta

Pinjaman Dana Darurat 01 - Finansialku

[Baca Juga: Rencana Keuangan Sebagai GPS untuk Masa Depan dan Tujuan Keuangan Anda]

 

#2 Menikah Tetapi Belum Memiliki Anak

Pasangan muda yang belum memiliki anak harus memiliki dana darurat setidaknya 9 kali jumlah pengeluaran bulanan.

Contoh:

Jika sebuah keluarga muda konstan menghabiskan Rp12 juta per bulan, maka, simpanan dana darurat yang harus dimiliki sebesar:

Rp12 juta x 9 = Rp108 juta.

 

#3 Menikah dan Memiliki Satu Anak

Bagi kamu yang sudah memiliki satu anak, pos dana darurat yang wajib dimiliki harus lebih banyak dibanding lajang dan pasangan yang belum memiliki anak, yaitu sekitar 12 kali jumlah pengeluaran bulanan.

Contoh

Budi dan Fifi adalah fotografer terkemuka dengan pendapatan hingga Rp50 juta per bulan.

Bulan lalu, Fifi baru saja melahirkan dan membuat kebutuhan mereka meningkat.

Awalnya, mereka mengeluarkan Rp20 juta per bulan untuk kebutuhan. Tapi, sejak kehadiran si kecil, kebutuhan mereka bertambah 40 persen.

Setelah memiliki anak, tentu Budi harus menyesuaikan besaran dana daruratnya. Maka, dana darurat keluarga Budi menjadi:

Jumlah kebutuhan= Rp20 juta + ( 40/100 x Rp20 juta) = Rp20 juta + Rp8 juta = Rp28 juta

Nominal dana darurat= Rp28 juta x 12 = Rp336 juta

Karyawan Milenial Siapkan Dana Darurat 01 - Finansialku

[Baca juga: Rencana Kuangan Pertama: Dana Darurat]

 

#4 Menikah dan Memiliki 2 atau Lebih Anak

Semakin banyak tanggungan sebuah keluarga, maka semakin besar pula nominal dana daruratnya.

Untuk keluarga yang telah memiliki 2 anak atau lebih, besaran dana darurat dua belas kali pengeluaran bulanan rumah tangga.

Cara menghitungnya sama dengan keluarga dengan satu anak, dengan nilai pengali diganti 12.

Contoh:

Keluarga Bondan berjumlah 5 orang. Rata-rata, keluarga itu menghabiskan Rp30 juta sebulan.

Berdasarkan perhitungan ideal dana darurat, maka, keluarga Bonda harus memiliki simpanan sebesar:

Dana darurat = Rp30 juta x 12 = Rp360 juta                          

 

Jika Nominalnya Sebesar Itu, Bagaimana Cara Memenuhinya?

Besaran dana darurat yang harus kamu siapkan memang tidak sedikit, terlebih jika memiliki keluarga dengan empat atau lebih anggota.

Dengan nominal sebesar itu, mencicil  adalah solusi terbaik. Meski terlihat mudah, langkah ini tidak semulus teorinya, lho.

Terutama bagi yang sukar meninggalkan kebiasaan ngopi-ngopi cantik atau kurang disiplin menyisihkan sebagian gaji.

Sebetulnya, peran dana darurat itu amat penting, meski tidak digunakan tiap waktu.

Itu pulalah yang menyebabkan banyak orang masih enggan “mengendapkan” uang mereka di rekening.

Dana Darurat Keluarga 01 - Finansialku

[Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Produktivitas Saat Bekerja dari Rumah]

 

Ketika ingin mengalokasikan dana darurat, sebaiknya gunakan rekening berbeda dengan rekening utama.

Beberapa hal yang harus kamu siapkan untuk mengalokasikan dana darurat di antaranya:

  1. Kamu harus memiliki catatan pengeluaran bulanan secara rinci dan jelas. Jangan melakukan cheating, karena nanti akan membuatmu sukar berubah.
  2. Kamu memiliki target jumlah dana darurat yang akan kamu anggarkan serta tenggat waktu untuk memenuhinya.
  3. Kamu memiliki persentase tetap untuk dana darurat. Kamu bisa mengalokasikan 10 hingga 30 persen gajimu selama beberapa bulan ke depan.
  4. Mengelola keuangan dengan efisien dengan memastikan terpenuhinya kebutuhan utama dan menyingkirkan kebutuhan yang tidak perlu.
  5. Lakukan penghematan dengan memangkas pos-pos yang tidak begitu bermanfaat. Hal yang terpenting, jangan merasa sayang telah mengalokasikan danamu ke pos dana darurat. Karena, itu untuk dirimu juga.

 

Menyinggung masalah catatan pengeluaran, alangkah lebih baiknya kamu memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini.

Kamu bisa menggunakan Aplikasi Finansialku untuk mencatat pengeluaranmu.

Caranya pun sangatlah mudah. Kamu bisa mengikuti tutorialnya melalui video satu ini:

 

Selain mencatat pengeluaran, kamu juga bisa mencatat pendapatan, membuat anggaran bulanan, persiapan dana seperti liburan, membeli barang atau pernikahan, dan berbagai fitur lainnya.

Kamu bisa menonton video tutorial lainnya melalui channel Youtube Finansialku ya.

Untuk aplikasinya, kamu bisa men-download aplikasi Finansialku dari melalui Google Play Store atau lakukan registrasi terlebih dahulu melalui PC.

Jangan khawatir, aplikasi Finansialku GRATIS lho! Selain itu, dapatkan potongan harga berlangganan hingga Rp50.000 dengan kode promo: POTONG50RIBU untuk menjadi member Premium.

Nantinya kamu bisa berkonsultasi tanpa batas dengan Konsultan Keuangan Bersertifikat dari Finansialku.

Tunggu apalagi? Yuk lakukan sekarang!

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang

 

Jaga Komitmen Agar Tujuanmu Tercapai

Dengan manfaatnya yang general, alokasi dana darurat sangat penting.

Kamu harus menjaga komitmen agar planning yang telah dibuat tak berakhir dengan rancangan hampa.

Kelola keuangan dengan bijak dan siapkan dana daruratmu dengan disiplin dan komitmen tinggi agar selalu bisa menghadapi kondisi sulit yang bisa saja datang sewaktu-waktu.

Semoga berhasil!

 

Sudahkah kamu memiliki dana darurat? Bagaimana cara kamu mempersiapkannya? Tulis ceritamu dalam kolom bawah ini.

Bagikan juga artikel ini kepada mereka yang belum mengetahuinya. Terima kasih!

 

Sumber referensi:

  • JrPlanner. 10 Oktober 2012. Dana Darrat: Definisi dan Aspek Penting. Catatankeluargamuda.com – https://bit.ly/2nFOrpo
  • Meydian Eka Rini. 8 Januari 2018. Sepenting Apa Dana Darurat?. M.detik.com – https://bit.ly/2CRZqk8

 

Sumber gambar:

  • Jumlah Dana Darurat 1 – http://bit.ly/2MxTIG2
  • Jumlah Dana Darurat 2 – http://bit.ly/35oDLdR