20 Tips Parenting untuk Keluarga Muda, Semua Berawal dari Rumah

Menjadi keluarga baru memang hal yang cukup menyulitkan, apalagi bila sudah masuk fase parenting. Pasalnya, parenting merupakan langkah awal yang membentuk karakter seorang anak.

Masa depan anak banyak dipengaruhi oleh pola asuh orangtua. Oleh sebab itu, pastikan Anda menerapkan pola parenting yang tepat.

Berikut tips yang bisa dijadikan acuan dalam pola asuh para orangtua.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Smart Parenting untuk Orangtua Milenial

Orangtua atau keluarga merupakan tempat pertama pembelajaran bagi anak. Oleh karena itu, sesungguhnya sikap dan karakter anak dibentuk pertama kali di rumah. Sekolah hanya berfungsi untuk mematangkan dan menyempurnakan karakter tersebut.

Dalam melakukan parenting tentu tidak secara asal-asalan, melainkan harus disiapkan sejak dini.

Parenting yang baik tentu harus memiliki pola didik, gaya mengasuh, hingga cara berkomunikasi yang baik agar terbentuk sikap dan karakter anak yang diinginkan.

20 Tips Parenting untuk Keluarga Muda, Semua Berawal dari Rumah 1 Finansialku

[Baca Juga: Quiz: Yuks, Jawab Seluruh Pertanyaan Seputar Dana Pendidikan Ini Supaya Anda Siap Merencanakannya!]

 

Biasanya para orangtua memilih untuk menyekolahkan anaknya sedini mungkin agar bisa mempercepat proses perkembangan kognitif anaknya. Nyatanya, usia tiga hingga lima tahun sebenarnya merupakan masa bermain anak.

Pada fase ini, anak akan mengoptimalkan perkembangan psikomotorik kasar yang melatih keseimbangan, konsentrasi dan koordinasi tubuhnya.

Memberikan pembelajaran di luar hal-hal tersebut secara intens justru mungkin menghambat tumbuh kembangnya.

Oleh karena itu, sebagai orangtua, Anda harus benar-benar mengoptimalkan smart parenting sejak di rumah. Hal ini bertujuan agar anak Anda benar-benar memiliki karakter dan sikap seperti yang dikehendaki para orang tuanya.

Orangtua adalah sosok kunci dalam hal ini, selalu memberikan pendampingan dan perhatian sejak dini adalah hal yang harus dilakukan.

Kedekatan dan ikatan yang terbentuk akan membuat karakter anak sesuai dengan yang dikehendaki oleh para orangtua.

 

20 Tips Parenting untuk Keluarga Muda Indonesia

Berikut adalah 20 tips yang bisa dicoba oleh para orangtua untuk melakukan parenting terhadap anaknya.

 

#1 Jangan Menentukan Apa yang Harusnya Ia Suka

Setiap anak pasti memiliki kehendak yang diinginkan, seperti hobi dan hal-hal lain yang ia suka. Sebagai orangtua, sebaiknya Anda tidak turut “memaksa” apa yang harus disukai si anak atau melarangnya.

Orangtua bertugas untuk mengarahkan dan membimbing apa yang dikehendaki si anak. Jangan sampai mendikte karena justru bisa membuat si anak merasa terkekang dan terpaksa menjalani hal tersebut.

 

#2 Jangan Membantu Secara Berlebihan

Biarkan anak Anda melakukan tugas dan tanggung jawabnya sendiri. Meski anak terlihat tidak mampu, biarkanlah dia berusaha terlebih dahulu. Hal ini akan melatih anak akan menjadi sosok yang bertanggung jawab dan mandiri.

Jika orangtua terlalu mudah memberi bantuan, sangat mungkin anak justru menjadi sosok yang manja dan selalu mengandalkan pertolongan orang lain.

 

#3 Persiapkan Anak Masuk Era Digital

Saat ini, kita telah memasuki era digital yang membuat perangkat elektronik dapat diakses dengan mudah.

Kita tidak akan mungkin melarang anak kita menggunakan gadget. Namun yang bisa kita lakukan adalah memberikan batasan. Misalnya dengan memberi jadwal khusus kapan anak boleh menggunakan gadget dan berapa lama. Tujuannya agar anak tidak akan ketergantungan dengan gadget.

Orang tua juga harus menerapkan kebijakan itu pada dirinya sendiri, misalnya tidak menggunakan gadget di depan anak. Bila dilakukan, sangat mungkin anak akan merasa iri dan menggunakan dalih bahwa orangtuanya juga menggunakan gadget.

Serba-serbi-Anggaran-Keuangan-Karyawan-Streaming di Smartphone-3-Finansialku

[Video: Orang Tua, Ini Dia Kesalahan Fatal dalam Merencanakan Dana Pendidikan]

 

#4 Mengakui Kesalahan

Orangtua sudah sepatutnya memberikan contoh yang terbaik bagi anaknya. Jangan sampai orangtua justru merasa sebagai sosok yang paling benar dan tidak bisa salah.

Bila Anda melakukan kesalahan, akui kesalahan tersebut. Dengan demikian, anak Anda akan memiliki karakter yang besar hati dan mau mengakui kesalahan.

 

#5 Selalu Jawab Pertanyaannya

Pada masa pertumbuhan, anak-anak akan sering mengeluarkan pertanyaan “apa” dan “kenapa”.

Tak jarang pertanyaan tersebut sebenarnya tidak terlalu penting hingga kita malas menanggapinya. Padahal rasa penasaran anak-anak tersebut akan menggiring mereka menjadi sosok yang kritis.

Oleh karena itu pastikan Anda menjawab segala pertanyaannya. Jangan sampai mengabaikannya hingga membuatnya malas bertanya lagi.

 

#6 Punya Tujuan Pengasuhan

Masih banyak orangtua yang tidak mempunyai tujuan pengasuhan secara jelas. Kebanyakan sekadar mendidik anak mereka tanpa pola dan indikator yang jelas. Padahal tujuan pengasuhan merupakan hal yang penting dalam smart parenting.

Orangtua sebaiknya membuat tujuan pengasuhan sejak anak dilahirkan. Hal yang sebaiknya disiapkan adalah kesepakatan dengan pasangan, prioritas apa yang akan diberikan kepada anak, dan bagaimana pendekatan yang akan dilakukan.

 

Iklan Banner Perencanaan Dana Pendidikan Anak - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

#7 Tanggung Jawab Penuh

Tanggung jawab penuh wajib hukumnya bagi para orangtua. Meski saat ini kebanyakan anak diasuh oleh para babysitter atau mertua, hal ini bukan berarti orangtua bisa meninggalkan pengasuhan anak untuk fokus bekerja.

Sosok ibu dan ayah harus tetap selalu berada pada sisi anaknya. Kurangnya waktu kebersamaan dapat membuat ikatan orangtua dan anak merenggang. Dampaknya, anak tidak akan terbuka pada orangtua dan cenderung abai.

 

#8 Beri Apresiasi

Sebagai orangtua jangan lupa untuk memberi pujian ketika anak berhasil mencapai sesuatu. Apresiasi tak perlu berupa hadiah, cukup berupa ucapan selamat.

Dengan mendapatkan apresiasi, anak akan merasa dihargai usahanya serta semakin termotivasi untuk mendapatkan apresiasi lainnya.

 

#9 Jangan Mengritik Berlebihan

Anak-anak pasti akan sering melakukan kesalahan baik yang disengaja atau tidak. Sebagai orangtua, tugas kita adalah mengingatkan kesalahan tersebut dan dampak apa yang dapat ditimbulkan.

Namun jangan sampai penyampaian kita berubah menjadi kritik berlebihan. Bila terus mendapatkan kritik, mental anak bisa saja jatuh. Hal ini bisa berujung pada keengganan untuk mencoba sesuatu karena takut akan mendapat kritik berlebihan.

 

#10 Memberikan Bekal

Orangtua adalah sumber pengetahuan pertama bagi anak, oleh karena itu sudah sepantasnya para orangtua memberi bekal pengetahuan sebelum anak belajar di sekolah.

Bekal yang harus diajarkan sejak dini adalah pemahaman soal ibadah dan agama hingga pendidikan seksual.

Hal ini bertujuan agar anak sudah terlebih dahulu dasarnya sehingga di sekolah hanya berupa pemahaman lebih lanjut.

 

#11 Berani Menolak

Keinginan seorang anak pasti sangatlah beragam dan banyak sekali. Namun, sebagai orangtua kita tidak harus memenuhi segala keinginannya.

Dalam memberikan penolakan upayakan beri alasan yang jelas di balik penolakan tersebut.

Hal ini bertujuan agar anak menyadari bahwa terdapat hal-hal yang tidak selamanya bisa ia peroleh. Jika keinginannya selalu dituruti juga dapat membuat anak menjadi sosok yang manja dan enggan berusaha.

 

#12 Jangan Membandingkan

Sebagai orangtua kita pasti selalu ingin anak kita akan menjadi yang terbaik. Tak jarang kita akan membandingkan pencapaian anak kita dengan anak-anak yang lain.

Namun sebaiknya hindari membandingkan anak Anda dengan orang lain. Hal ini bisa membuat sang anak tertekan dan merasa tidak dibanggakan oleh orangtuanya sendiri.

Setiap anak pasti tidak sama dengan anak lainnya, oleh karena itu stop melakukan perbandingan. Sebaiknya justru banggakan atau berikan anak motivasi ketimbang membandingkannya.

 

Iklan Banner Perencanaan Dana Liburan - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

#13 Jadilah Role Model

Anak-anak memiliki kecenderungan untuk meniru perilaku orangtuanya. Oleh sebab itu jadilah sosok role model agar anak Anda meniru segala hal baik yang Anda contohkan.

Jangan sampai sebaliknya, Anda justru menunjukkan perilaku yang kurang baik sehingga diikuti oleh anak-anak Anda.

 

#14 Ajarkan Tanggung Jawab

Ajarkan pentingnya tanggung jawab sejak dini pada anak Anda. Seperti hal-hal sederhana misalnya membuang sampah pada tempatnya hingga membereskan mainan. Hal ini akan membuat anak Anda memiliki sifat bertanggung jawab dan sadar akan tugasnya sebagai individu.

 

#15 Luangkan Waktu

Sesibuk apapun kegiatan Anda, selalu luangkan waktu Anda untuk kebersamaan bersama anak. Sepulang Anda kerja, sempatkanlah bermain bersama anak atau membacakannya buku cerita.

Hal ini bertujuan meningkatkan ikatan antara anak dan orangtua sekaligus menunjukkan afeksi dan perhatian dari orangtua kepada anaknya. 

Menyeimbangkan-Pekerjaan-Dan-Mendidik-Anak-5-Finansialku

[Baca Juga: Bingung Menyiapkan Dana Pendidikan untuk Anak Anda? Simak Cara Rahasia Berikut Ini!]

 

#16 Pentingnya Keterbukaan

Ajarkan kepada anak Anda bahwa keterbukaan adalah hal yang penting. Hal ini juga berlaku pada orangtua. Sampaikan apapun perasaan Anda kepada anak menggunakan bahasa yang sesuai tentunya.

Hal ini akan meningkatkan kepercayaan anak Anda terhadap orangtua. Sehingga ia juga akan lebih mudah mengutarakan apa yang tengah ia rasakan. Bukan justru menjadi anak yang memendam segala hal yang ia pikirkan atau rasakan.

 

#17 Ajak Keluar Rumah

Selalu luangkan akhir pekan Anda untuk pergi bersama anak Anda. Selain menghilangkan kebosanan anak, hal ini juga dapat meningkatkan ikatan antara anak dan orangtua.

Anda bisa melakukan hal-hal sederhana seperti bermain di lapangan, bersepeda atau jalan-jalan ke tempat wisata.

 

#18 Buat Ceria Keadaan

Sepusing dan serumit apapun pekerjaan Anda di luar, jangan pernah membawanya ke dalam rumah. Jangan sampai Anda justru membawa negative vibes ke dalam rumah.

Hal ini dapat berdampak pada kenyamanan si Anak bersama Anda. Pastikan selalu pulang dengan keadaan ceria agar anak akan selalu menunggu kepulangan Anda.

 

 

#19 Jadilah Orangtua

Terkadang kita selalu ingin mengawasi dan mengetahui segala hal yang dilakukan oleh anak kita. Bahkan tak jarang, kita memaksakan diri untuk seolah menjadi teman bagi anak.

Hal ini tidak sepenuhnya salah, yang terpenting kita tidak berusaha terlalu keras dan memaksakan. Bila memaksakan, bisa-bisa sang anak justru merasa tidak nyaman.

Jadi sebaiknya beri perhatian sewajarnya dan beri kepercayaan. Hal ini justru memungkinkan membuat anak menjadi lebih terbuka kepada orangtua.

 

#20 Beri Aksi

Jangan sampai kita menjadi sosok orangtua yang bisanya hanya menyuruh dan bicara saja.

Sebaliknya, kita sebaiknya justru menunjukkannya lewat aksi nyata. Dengan demikian, anak akan lebih menaruh hormat pada orangtua karena benar-benar menunjukkan ketimbang bicara doang.

 

Selain Parenting, Moms Juga Perlu Siapkan Biaya Pendidikan Anak

Apakah parenting hanya satu-satunya metode dalam membentuk karakter anak?

Tentu jawabannya tidak. Pendidikan juga penting dalam membentuk karakter anak.

Oleh karena itu, tak jarang para orang tua mengusahakan anaknya mendapat pendidikan yang terbaik.

Pendidikan terbaik mempunyai sistem pengajaran dan fasilitas lainnya yang kualitasnya lebih baik ketimbang sekolah pada umumnya. Namun pendidikan terbaik tidak datang dengan biaya yang murah.

Lalu bagaimana cara menyiapkan biaya pendidikan anak yang tidak sedikit ini? Jawabannya adalah dengan membuat rencana keuangan dan investasi. Kedua hal tersebut merupakan elemen paling penting jika kita ingin menyekolahkan anak hingga sarjana tanpa utang.

Dengan memiliki rencana yang detail, para orangtua akan mengetahui berapa jumlah biaya pendidikan yang perlu mereka siapkan. Mulai dari biaya masuk playgroup hingga biaya yang diperlukan untuk meluluskan anaknya dengan gelar sarjana.

Tak hanya tahu berapa yang perlu disiapkan, dengan mempunyai rencana keuangan, para orangtua juga dapat mengetahui berapa uang yang perlu mereka alokasikan untuk tabungan pendidikan tiap bulannya.

Selain itu, Anda juga perlu memiliki anggaran bulanan yang jelas. Dengan memiliki anggaran pemasukan dan pengeluaran, Anda bisa mengerem pengeluaran yang tidak penting.

Mahasiswa Belajar Menyusun Anggaran 02 - Finansialku

[Baca Juga: Orang Tua Baru, Inilah Perencanaan Dana Pendidikan Untuk Anak Anda! Lakukan Langkah Ini]

 

Lalu seberapa penting untuk memulai investasi? Jawabannya = penting sekali.

Mengandalkan uang tabungan saja tidak akan cukup untuk menyiapkan biaya pendidikan lho, Moms!

Perlu Anda ketahui, biaya pendidikan mengalami peningkatan sebesar 10-15% tiap tahunnya. Sementara uang tabungan nilainya hanya berada di kisaran 5-7%, itu pun belum dipotong pajak.

Oleh karena itu, investasi diperlukan untuk mengejar kekurangan tersebut. Investasi untuk pendidikan terdapat berbagai macam jenis, tergantung dari jangka waktu.

Sudah banyak klien kami yang merasakan manfaat dari menyiapkan rencana keuangan dan memulai investasi untuk menyiapkan biaya pendidikan anaknya. Tentunya, Anda ingin juga ‘kan menjadi seperti klien kami?

Penasaran seperti apa persiapan yang dilakukan oleh klien-klien kami?

Semuanya telah kami rangkum ke dalam ebook berjudul Bagaimana Caranya Menyekolahkan Anak dari TK sampai Sarjana, Tanpa Utang!

Ebook ini membahas beberapa kisah nyata tentang kesalahan-kesalahan orangtua dalam mempersiapkan dana pendidikan anak. Dijamin, isi buku ini dapat membuka mata Anda dan para orangtua untuk tidak lain menyepelekan hal tersebut!

Yuk, download sekarang juga! Gratis!Ebook Dana Pendidikan Anak - Finansialku Mockup

Download Sekarang

 

Kesalahan Dalam Berinvestasi

Investasi memang hal yang harus segera dilakukan agar mempermudah menyiapkan dana pendidikan anak.

Namun, pastikan Anda berhati-hati karena banyak sekali kejadian yang membuat seseorang gagal dalam berinvestasi. Simak tips berikut agar Anda tidak terjebak dalam kesalahan berinvestasi

  1. Tidak punya tujuan investasi yang jelas. Hanya bermodalkan niat yang penting investasi lalu mendapatkan uang yang banyak.
  2. Investasi yang terlalu konservatif berujung tidak terkejarnya inflasi. Misalnya investasi yang keuntungannya sebesar 5-7% padahal kenaikan harga pendidikan 10-15%.
  3. Investasi terlalu sedikit. Biasanya tidak memiliki perhitungan yang jelas, hasilnya uang yang diperoleh tidak dapat menutupi kebutuhan.
  4. Tertipu investasi bodong. Biasanya terlena oleh iming-iming uang dalam jumlah besar dan waktunya yang singkat.
  5. Tidak konsisten dalam berinvestasi. Dalam banyak kasus lebih sering tidak berinvestasi ketimbang berinvestasi.

 

Nah, untuk para orangtua, tunggu apalagi? Segera siapkan dana pendidikan anak Anda melalui berbagai cara investasi.

Jangan sampai Anda menyiapkannya mepet hingga akhirnya terjerat utang. Cermat dan jangan lupa lakukan perencanaan yang matang agar lima kesalahan di atas tidak terjadi dalam investasi Anda.

Selamat mencoba dan semoga berhasil!

 

Apakah Anda merasa terbantu dengan adanya artikel ini? Jangan ragu untuk membagikannya kepada teman Anda. Agar semua orang bisa mendapatkan manfaat dan merasakan keuntungannya.

 

Sumber Referensi:

  • Alissa Safiera. 27 Mei 2016. 7 Tips Pengasuhan Anak di Era Digital dari Psikolog Elly Risman. Wolipop.detik.com – https://goo.gl/Xd1VMT
  • Febi Anindyakirana. 13 Februari 2018. 7 Hal yang Seharusnya Tidak Dilakukan Orang Tua Saat Mendidik Anak. Vemale.com – https://goo.gl/cBNVUU
  • David Sparrow. 37 Parenting Tips Every New Moms Need. Parents.com – https://goo.gl/j2JcQj
  • Sulvi Soviana. 13 Juni 2015. Keluarga Muda Perlu Terapkan Smart Parenting. Surabaya.tribunnews.com – https://goo.gl/dNbbPk

 

Sumber Gambar:

  • Parenting Keluarga Muda – https://goo.gl/2vqH6k
  • Parenting Keluarga Muda 2 – https://goo.gl/iw5SCWeb
Summary
20 Tips Parenting untuk Keluarga Muda, Semua Berawal dari Rumah
Article Name
20 Tips Parenting untuk Keluarga Muda, Semua Berawal dari Rumah
Description
Menjadi keluarga baru memang hal yang cukup menyulitkan, apalagi bila sudah masuk fase parenting. Pasalnya, parenting merupakan langkah awal yang membentuk karakter seorang anak.
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo

About the Author:

Hikma Dirgantara
Hikma Dirgantara adalah seorang mahasiswa yang tengah menempuh studi S1 di Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Mempunyai ketertarikan pada bidang entrepreneurship, olah raga dan sosial budaya

Leave A Comment