Sudahkah Anda mengetahui jenis-jenis transaksi forex? Dengan memahami jenis-jenis transaksi forex, kita dapat memaksimalkan keuntungan dengan memanfaatkan jenis-jenis transaksi yang berbeda tersebut. Mari kita simak ulasan artikel berikut.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Transaksi Forex

Secara garis besar, Forex trading adalah perdagangan yang terdiri dari dua jenis transaksi, yaitu

  • Beli atau Buy atau Long
  • Jual atau Sell atau Short

Sering dari kita mengajukan pertanyaan mengenai strategi trading yang pasti untung dalam kondisi pasar apapun.

Jawaban paling sederhana dari pertanyaan tersebut adalah dengan membeli pada harga terendah dengan perkiraan harga akan naik setelahnya atau trend bullish, dan menjual pada harga tertinggi dengan perkiraan harga akan turun setelahnya atau trend bearish.

Prinsipnya, seorang trader forex akan meraih keuntungan jika melakukan transaksi beli pada harga rendah dan menjual pada harga tinggi.

Pertanyaan selanjutnya pun adalah kapan waktunya membeli, kapan waktunya  menjual, darimana kita mengetahui bila harga saat ini adalah harga terendah, dan darimana kita mengetahui bila harga saat ini adalah harga tertinggi?

Masalah di sini adalah menentukan titik terendah dan titik tertingginya, yaitu titik mana yang sudah cukup rendah untuk mulai membeli, dan titik mana yang sudah cukup tinggi untuk menjual. Walau hal ini dapat diprediksi dengan analisis fundamental dan analisis teknikal, namun tidak ada jaminan bahwa analisis yang dilakukan akan akurat.

Mengenal Mekanisme Forex Currency Pair, Quotes, Lots, Pips dan Konsep Leverage 01 - Finansialku

[Baca Juga: Mengenal Mekanisme Forex Currency: Pair Quotes, Lots, Pips dan Konsep Leverage]

 

Untuk mengantisipasinya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan dengan memahami jenis-jenis transaksi yang ada di forex. Jenis transaksi order jual beli pada broker terdiri dari Market Order atau Instant Order dan Pending Order.

 

Market Order & Pending Order

Market Order adalah order yang akan dieksekusi berdasarkan harga jual broker (Ask Price) atau harga beli broker (Bid Price). Biasanya broker akan menjamin terlaksananya transaksi ini.

Anda bisa bertransaksi dengan cara market order apabila Anda malas mengantri dan ingin segera mentransaksikan mata uang yang Anda punyai. Dengan Market Order, transaksi akan lebih cepat dan tidak perlu menunggu antrian.

Sementara Pending Order adalah order dimana Anda dapat menentukan transaksi pada harga tertentu yang diinginkan. Transaksi beli atau jual akan dieksekusi berdasarkan syarat transaksi yang ditetapkan oleh trader sendiri.

Dengan adanya fasilitas Pending Order, trader mengharapkan dapat memperoleh harga yang lebih baik di masa mendatang berdasar analisis yang telah dilakukan, namun tidak ada jaminan akan terlaksananya transaksi ini karena tergantung pada pergerakan harga selama waktu yang telah ditentukan.

Anda Mau Trading Forex Ketahui Jenis-jenis Transaksi Forex Berikut Ini 02 - Finansialku

[Baca Juga: 5W+1H Trading Forex yang Harus Diketahui oleh Setiap Pemula yang Mau Sukses Menjadi Trader Forex]

 

Ada 4 jenis transaksi Pending Order yang bisa Anda lakukan:

 

#1 Buy Stop

Buy Stop artinya Buy bila harga > harga yang ditetapkan. Dalam transaksi ini, trader akan membeli bila harga terus naik dan telah melewati titik tertentu yang ditetapkan trader. Dalam hal ini, trader memilih pending order pada kondisi awal pasar Bullish (harga diperkirakan akan terus naik).

 

#2 Sell Stop

Sell Stop artinya Sell bila harga < harga yang ditetapkan. Dalam transaksi ini trader akan menjual bila harga terus turun dan telah melewati titik tertentu yang dapat ditoleransi oleh trader. Dalam hal ini, trader memilih pending order pada kondisi awal pasar Bearish (harga diperkirakan akan terus turun).

Free Download Ebook Panduan Berinvestasi Saham untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

 

#3 Buy Limit

Buy Limit artinya Buy bila harga < harga tertentu yang ditetapkan. Dalam transaksi ini trader akan membeli bila harga yang tadinya naik akan berbalik arah di bawah harga tertentu sebelum melanjutkan kenaikannya lagi.

Kondisi ini juga disebut Buy On Weakness. Dalam hal ini, trader memilih pending order ini bila beranggapan pasar akan berbalik arah setelah turun pada level tertentu demi mendapatkan harga beli yang lebih baik.

 

#4 Sell Limit

Sell Limit artinya Sell bila harga > harga tertentu yang ditetapkan. Dalam transaksi ini trader akan menjual bila harga yang tadinya turun akan berbalik arah ke atas harga tertentu sebelum melanjutkan penurunannya lagi.

Kondisi ini juga disebut Sell On Strength. Dalam hal ini, trader memilih pending order ini bila beranggapan pasar akan berbalik arah setelah naik pada level tertentu demi mendapatkan harga jual yang lebih baik.

Anda Mau Trading Forex Ketahui Jenis-jenis Transaksi Forex Berikut Ini 03 - Finansialku

[Baca Juga: Apa Perbedaan Antara Trading Saham dan Trading Forex?]

 

Stop Loss dan Take Profit

Selain 4 jenis transaksi pending order tersebut, jenis transaksi lainnya adalah Stop Loss dan Take Profit. Saat melakukan transaksi, baik market atau pending order, trader bisa menetapkan posisi harga di mana trader akan menutup transaksi saat memperoleh keuntungan pada angka tertentu (Take Profit) atau kerugian pada angka tertentu (Stop Loss).

Stop Loss sendiri artinya trader membatasi kerugian yang diterimanya dengan menjual mata uangnya jika harganya sudah turun sampai batas tertentu, untuk mengantisipasi bila harganya makin turun.

Sementara Take Profit adalah trader merealisasikan keuntungan yang diterimanya dengan menjual mata uangnya bila harganya sudah naik sampai batas tertentu, juga untuk mengantisipasi bila setelah mencapai harga tertentu tersebut harga berbalik turun.

Secara umum titik Stop Loss lebih kecil dari Harga Beli, dan harga beli lebih kecil dari Take Profit, untuk transaksi Buy, sedangkan titik Stop Loss lebih besar dari harga jual, dan harga jual lebih besar dari Take Profit untuk transaksi Sell.

Anda Mau Trading Forex Ketahui Jenis-jenis Transaksi Forex Berikut Ini 04 - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Forex Termasuk Salah Satu Bentuk Perjudian?]

 

Trailing Stops

Saat transaksi telah berjalan, trader masih dapat mengubah posisi stop loss dan take profit untuk memaksimalkan profit atau meminimalkan loss. Trailing stops adalah strategi dimana trader akan memindahkan stop loss pada saat trader telah memperoleh keuntungan dengan tujuan utama untuk meminimalkan kerugian.

Dalam skema trailing stops, stop loss akan mengikuti secara dinamik pergerakan harga ke atas (untuk transaksi Buy) atau harga ke bawah (untuk transaksi Sell), dengan kata lain bila harga tiba-tiba berbalik arah, maka transaksi akan ditutup dengan profit, impas, atau kerugian minimal.

 

Kesimpulan

Dengan mengenali jenis-jenis transaksi forex yang dapat Anda lakukan di atas, maka Anda dapat memaksimalkan potensi keuntungan Anda sesuai dengan analisis yang Anda buat.

 

Apakah Anda pernah berinvestasi atau trading forex? Bagaimana pendapat Anda mengenai trading forex? Mari ceritakan pengalaman Anda dengan menulis di kolom berikut. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Lee, Secundo & Deny Rahardjo. The “Lazy” Way of Forex Trading. Yogyakarta: Pohon Cahaya

 

Sumber Gambar:

  • Forex – https://goo.gl/ic6ZmT
  • Pending Order – https://goo.gl/plonb2

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku