Apa yang dimaksud dengan gaya kepemimpinan situasional? Bagaimana jika Anda mendapatkan seorang pemimpin dengan jenis seperti itu? Kali ini Finansialku akan membahas gaya kepemimpinan situasional.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku LifeStyle

 

Pengertian Gaya Kepemimpinan

Gaya kepemimpinan adalah cara yang digunakan oleh pemimpin untuk mempengaruhi bawahannya agar bekerja sesuai tujuan. Gaya kepemimpinan akan sangat berpengaruh terhadap baik buruknya organisasi yang dipimpinnya. Tidak ada gaya kepemimpinan yang buruk maupun gaya kepemimpinan yang baik. Semua tergantung kepada bagaimana keadaan dan bagaimana pula kondisi anak buah yang sedang dibimbing dan diarahkan.

Setiap atasan memiliki gaya kepemimpinan masing-masing. Dalam teori psikologi, gaya kepemimpinan berkaitan dengan faktor internal dan eksternal. Faktor internal pendukung gaya kepemimpinan adalah latar belakang keluarga, pendidikan, kesiapan, serta beberapa lainnya yang sangat berpengaruh sehingga membentuk gaya yang khas.

Faktor eksternal pembentuk gaya kepemimpinan adalah bagaimana lingkungannya saat itu, serta bagaimana pemimpin sebelumnya. Misalnya saja, jika ada pemimpin yang memiliki gaya tertentu di masa sebelumnya dan banyak disukai oleh bawahan, maka akan muncul semacam inspirasi untuk meniru gaya kepemimpinan tersebut. Namun, jika gaya kepemimpinan sebelumnya mendapat respon tidak baik, maka akan cenderung tidak dilakukan lagi oleh pemimpin setelahnya.

Apakah Gaya Kepemimpinan Situasional Dibutuhkan oleh Seorang Pemimipin - Finansialku

[Baca Juga: Para Entrepreneur, Bagaimana Kepemimpinan Seorang Wirausaha?]

 

Gaya Kepemimpinan Situasional

Gaya kepemimpinan situasional merupakan gaya kepemimpinan yang dilakukan berdasarkan situasi yang ada. Penggunaan situasi untuk menentukan apa saja hal yang akan dilakukan akan sangat penting agar suatu organisasi bisa berjalan dengan baik. Perubahan situasi akan menyebabkan perubahan kebutuhan yang ada pada anak buah. Perbedaan tersebut menjadikan pemimpin harus memilih gaya kepemimpinan yang berbeda di situasi anak buah yang berbeda.

Hal ini dilakukan agar setiap anak buah dipahami oleh pemimpin apa yang sedang dibutuhkannya dalam mengerjakan tugas dari pemimpin. Pengetahuan pemimpin terhadap apa yang dibutuhkan oleh anak buah hendaknya segera dipenuhi oleh pemimpin agar anak buah tersebut bisa bekerja secara lebih optimal.

Pengetahuan pemimpin terhadap kondisi anak buahnya ditindak lanjuti dengan pemilihan gaya kepemimpinan yang paling tepat untuk anak buah. Pemilihan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi anak buah menjadikan kinerja anak buah akan bekerja se-efektif dan se-efisien mungkin. Hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap kinerja organisasi yang sedang dipimpinnya.

Bagaimana Menjadi Pemimpin yang Berwibawa dan Disenangi Bawahan - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Menjadi Pemimpin yang Berwibawa dan Disenangi Bawahan?]

 

4 Tingkat Kesiapan Anak Buah

Gaya kepemimpinan yang dipilih oleh seseorang seharusnya dipilih dengan cara melihat bagaimana kesiapan anak buahnya. Tingkat kesiapan anak buah yang berbeda mengharuskan pemimpin memiliki perbedaan pula dalam memimpin anak buah. Ada 4 kategori kesiapan anak buah. Seorang pemimpin harus mencermati empat kondisi yang dimiliki anak buahnya dan bagaimana cara membimbingnya.

  1. Tingkat kesiapan yang pertama adalah anak buah yang tidak mampu melaksanakan tugas. Anak buah yang tidak mampu melaksanakan tugas baik karena kemampuannya yang kurang, maupun karena tidak percaya diri.
  2. Tingkat kesiapan yang kedua adalah pengikut yang secara keinginan sesuai dengan pemimpin. Dalam artian, anak buah jenis ini satu pemikiran dan bersedia diperintah atau ditugaskan. Namun, ada kendala tersendiri yang dimiliki orang dengan tingkat kesiapan kedua yaitu tidak bisa melakukan banyak hal. Penyebabnya bisa macam-macam seperti kurangnya pengalaman serta keterampilan untuk menyelesaikan beban kerja.
  3. Tingkat kesiapan yang ketiga adalah anak buah yang agak sulit diatur. Secara kemampuan, seseorang tersebut bisa jadi mampu atau bahkan mahir dalam membidangi sebuah proyek. Namun sayang, karena beberapa hal ia tidak ingin melakukan hal tersebut. Ketidakinginan tersebut bisa disebabkan oleh faktor objektif seperti mood¸ jenis beban kerja, dan standarnya. Faktor eksternal yang mempengaruhinya antara lain ketidaksukaan pada pemimpin atau rekan kerja.
  4. Tingkat kesiapan keempat merupakan yang paling baik karena anak buah sudah bisa diberi tugas, mampu dan mau menjalankannya. Jika anak buah sudah memiliki kemampuan yang cukup, ditambah motivasinya juga baik, maka pemimpin tinggal memantau dan melakukan evaluasi setelahnya.

Karakteristik dan Kemampuan Seorang Wirausaha yang Harus Anda Miliki - Finansialku

[Baca Juga: Karakteristik dan Kemampuan Seorang Wirausaha yang Harus Anda Miliki]

 

4 Gaya Kepemimpinan

Meskipun memiliki gaya yang berbeda-beda, setidaknya gaya kepemimpinan seseorang terdiri dari 4 jenis. Ada juga seseorang yang menggunakan semuanya sesuai asas gaya kepemimpinan situasional, atau melihat tingkatan bawahan.

 

Gaya 1: Gaya Kepemimpinan Teller

Dari namanya, Teller atau Si Pemberitahu adalah julukan bagi pemimpin yang cocok untuk pengikut jenis yang pertama, yakni tidak ingin dan tidak bisa melakukan apa-apa. Dengan memiliki gaya kepemimpinan teller atau directing, komunikasi akan berjalan satu arah dan bagaimanapun juga anak buah harus menuruti atasan. Tidak ada celah untuk berkreasi dalam gaya kepemimpinan ini karena bawahannya juga tidak kreatif. Pemimpin memberikan tugas secara rinci pada bawahan dari A sampai Z.

 

Gaya 2: Gaya Kepemimpinan Seller

Untuk tingkat kesiapan anak buah yang kedua, jenis gaya kepemimpinan seller atau Si Penjual sangat cocok. Seperti orang berjualan, interaksi sosial dan komunikasilah yang dibangun dalam hal ini. Oleh karena itu, pemimpin akan cenderung memberikan petunjuk dengan menjaga motivasi bawahan.

Bagaimana Menghilangkan Keraguan Diri Sendiri Ketika Mencoba Sesuatu yang Baru - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Menghilangkan Keraguan Diri Sendiri Ketika Mencoba Sesuatu yang Baru]

 

Gaya 3: Gaya Kepemimpinan Partisipatoris

Sebagai seorang partisipan, pemimpin dalam hal ini menekankan anak buahnya untuk bisa mengungkapkan ide-ide dengan membangun komunikasi, jaringan, dan kelompok diskusi. Di sisi lain, pemimpin juga ikut berpartisipasi sebagai pemberi pengarahan agar kelompok tetap berjalan dengan baik.

 

Gaya 4: Gaya Kepemimpinan Delegator

Karena sanak buah sudah mampu dan mau melaksanakan tugas-tugas, gaya kepemimpinan yang satu ini bisa dipilih agar pemimpin bisa mengerjakan berbagai hal lain. Contohnya jika dalam perusahaan Anda terdapat bawahan yang seperti ini, Anda cukup mendelegasikannya secara terpantau sembari mengembangkan perusahaan dengan cara lain.

 

Tidak Ada Gaya Kepemimpinan Terbaik

Berdasarkan keempat gaya kepemimpinan yang sudah dijelaskan, tidak ada yang dapat disebut sebagai gata kepemimpinan yang terbaik bagi seorang pemimpin. Pemimpin yang efektif butuh fleksibitas, dan harus beradaptasi di setiap situasi. Prinsip “One Size Fits All” tidak berlaku dalam gaya kepemimpinan, terutama menghadapi tingkat kesiapan bawahan yang  berbeda.

 

Apakah Anda atau rekan kerja ada yang memiliki gaya kepemimpinan situasional ini? Bagaimana karakteristik utamanya? Jawablah pertanyaan tersebut dan sebarkan pula informasi ini agar orang lain juga mengetahui tentang gaya kepemimpinan situasional, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Ferry Roen. 23 Maret 2013. Teori Kepemimpinan Situasional. Perilakuorganisasi.com – https://goo.gl/V13ZeA

 

Sumber Gambar:

  • Para Pemimpin – https://goo.gl/FdpqTZ
  • Bidak Catur – https://goo.gl/nxD0pc

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku