Lama bersitegang, akhirnya AS China damai. Ini berdampak pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang semakin menguat. Apakah bisa tahan lama?

Supaya lebih jelas, mari simak penjelasannya di artikel di bawah ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

AS China Damai, Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,18%

Berkat AS China damai, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) untuk perdagangan Jumat (11/10) US$1 dihargai Rp14.120 kala pembukaan pasar. Rupiah menguat 0,18% dibanding hari sebelumnya.

Pada Kamis (10/10) rupiah dibuka di angka 14.179 per dolar AS, melemah tipis jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.172 per dolar AS.

Sedangkan berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) atau JISDOR, rupiah tercatat menguat 25 poin dari perdagangan sebelumnya jadi Rp14.157 per dolar AS.

Kemarin, rupiah menutup perdagangan pasar spot dengan apresiasi 0,14% terhadap greenback. Sepertinya, rupiah bisa mengulangi pencapaian tersebut hari ini.

Imbas dari pertemuan AS dan China ini tidak hanya berlaku untuk rupiah, berbagai mata uang utama Asia pun ikutan menguat.

Hal ini tentu menjadi momentum langka dan indah bagi pasar keuangan Benua Kuning.

Babak Baru Perang Dagang AS – China, Yuk Sikapi dengan Tepat 01 - Finansialku

[Baca Juga: Amerika Serikat Terlibat Perang Dagang Dengan China, Apa Pengertian Perang Dagang?]

 

Berikut perkembangan kurs dolar AS terhadap mata uang utama Asia (gara-gara AS China damai) pada pukul 08.05 WIB.

Mata UangKurs TerakhirPerubahan (%)
USD/CNY7.12-0.23
USD/HKD7.840.01
USD/IDR14,125.00-0.14
USD/INR70.98-0.18
USD/JPY108.050.08
USD/KRW1,190.780.11
USD/MYR4.18-0.07
USD/PHP51.54-0.02
USD/SGD1.370.01
USD/THB30.390.00
USD/TWD30.59-0.17

 

Nilai tukar rupiah bergerak menguat seiring optimisme pasar terhadap kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih mengungkapkan:

“Optimisme pasar kembali terhadap potensi kesepakatan perjanjian dagang AS dan China, setelah Bloomberg melaporkan pejabat China akan menerima partial trade deal kalau tarif yang tinggi tetap diberlakukan.”

 

Sebelumnya, pemerintah memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan melemah pada tahun depan.

Hal tersebut terjadi karena adanya gejolak ekonomi dunia.

“Pertumbuhan ekonomi akan berada pada tingkat 5,3 persen dengan konsumsi dan investasi sebagai motor penggerak utamanya. Inflasi akan tetap dijaga rendah pada tingkat 3,1 persen untuk mendukung daya beli masyarakat.”

 

Jokowi menyebut nilai tukar rupiah akan melemah menuju 14.400 per dolar AS. Ia menyebut hal itu diakibatkan kondisi ekonomi global yang volatile alias penuh ketidakpastian.

 

AS China Damai

Investor sangat berbunga-bunga menanggapi dialog AS China yang berlangsung mulai kemarin di Washington.

Sekarang, hubungan dagang AS China damai, padahal sebelumnya sempat menegang lebih dari setahun terakhir sepertinya kini sudah mulai mencair.

China menawarkan untuk membeli produk-produk pertanian AS dengan jumlah yang lebih besar. Mulai 10-11 Oktober ini, pejabat tinggi kedua negara akan membahas kesepakatan dagang ini.

Kesepakatan Dagang AS dengan China Terkait Tarif Baru 01 - Finansialku

[Baca Juga: Babak Baru Perang Dagang AS – China, Yuk Sikapi dengan Tepat]

 

Kementerian Perdagangan AS mencatat China kembali mengimpor 398.000 ton kedelai dari AS. China juga membeli 18.810 ton daging babi tahun ini, dan tahun depan meningkat menjadi 123.362 ton.

Merasa puas dengan negosiasi dagang, Presiden AS Donald Trump sesumbar bahwa kedua negara bisa mencapai kesepakatan. Bahkan Trump sampai mengundang delegasi China ke Gedung Putih.

Donald Trump mengatakan:

“Kami menjalani negosiasi yang sangat, sangat baik dengan China. Mungkin lebih baik dari yang diperkirakan.”

 

Optimisme ini menjalar ke dunia usaha. Myron Brilliant, Ketua Kamar Dagang AS bidang Perdagangan Internasional, mengungkapkan bahwa proses negosiasi mengarah ke sesuatu yang lebih besar.

“Saya yakin bahwa ada kemungkinan kedua negara sepakat soal nilai tukar mata uang. Dengan demikian, maka ada harapan pemerintah AS akan membatalkan rencana kenaikan bea masuk yang sedianya berlaku mulai 15 Oktober.”

 

Hubungan AS China damai dan semakin mesra, membuat harapan damai dagang bersemi lagi. Dengan begitu, arus perdagangan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi dunia akan pulih.

 

Bagaimana pendapat Anda terkait penguatan nilai rupiah terhadap dolar AS gara-gara AS China damai? Berikan tanggapan Anda di kolom di bawah ini.

Ayo jangan lupa share artikel Finansialku ke seluruh teman-teman Anda. Semoga bermanfaat.

 

Sumber Referensi:

  • Hidayat Setiaji. 11 Oktober 2019. AS-China Mesra, Asia Berbunga-bunga, Rupiah Perkasa. Cnbcindonesia.com – https://bit.ly/35qMfBi
  • Intan Nirmala Sari. 10 Oktober 2019. Rupiah Menguat Jelang Pertemuan AS-China. Kontan.co.id – https://bit.ly/35ia6mG
  • Arthur Gideon. 10 Oktober 2019. Optimisme Kesepakatan AS-China Dorong Penguatan Rupiah. Liputan6.com – https://bit.ly/327UDDI

 

Sumber Gambar:

  • AS China Damai – https://bit.ly/2owrVxS

 

Bagaimana CARA AMPUH Membeli Rumah Pertama?

Download ebook-nya, GRATIS!!!

ebook rumah pertama

Download Ebook Sekarang