Apa saja kesalahan dalam trading saham yang biasa dilakukan trader pemula? Berikut adalah 4 kesalahan besar dalam trading saham yang sering dilakukan trader pemula. 

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

4 Kesalahan Besar Dalam Trading Saham untuk Pemula

Trading atau Investasi Saham? Siapa yang tidak pernah mendengar istilah berinvestasi saham? Saat ini kebanyakan orang sudah pernah mendengar kata ‘investasi saham’. Tetapi tahukah Anda bahwa trading saham memiliki arti yang berbeda dengan investasi saham? Sebelum mempelajari kesalahan-kesalahan dalam trading saham bagi pemula, Anda perlu mengetahui perbedaan antara trading saham dengan investasi saham.

Kedua istilah ini sama-sama berkaitan dengan kegiatan jual beli saham, hanya saja ada perbedaan dalam jangka waktu transaksinya. Jika seorang investor saham dapat menyimpan sahamnya selama bertahun-tahun, hal ini berbeda dengan trader saham. Seorang trader saham melakukan transaksi jual beli saham dalam kurun waktu yang relatif singkat. Untuk memahami lebih lanjut mengenai perbedaan trading saham dan investasi saham Anda dapat membaca artikel berikut:

apa-bedanya-investasi-saham-dan-trading-saham-finansialku

[Baca Juga: Apa Bedanya Investasi Saham dan Trading Saham?]

 

Sekarang mari kita bahas apa saja kesalahan yang biasanya dilakukan oleh trader pemula ketika mulai bertransaksi:

 

#1 Tidak Memiliki Trading Plan

Setiap trader seharusnya memiliki trading plan yang memiliki fungsi kontrol dalam setiap transaksi saham Anda. Dalam trading plan Anda menentukan indikator-indikator yang ingin digunakan dalam menentukan saham mana yang akan dibeli. Dengan begitu Anda dapat menentukan standar untuk saham-saham yang ingin Anda miliki. Selain indikator, Anda juga harus menentukan berapa batasan kerugian yang dapat ditanggung. Batasan ini akan membantu Anda mengetahui kapan harus menjual dan membeli saham.

Setelah mengetahui saham mana yang harus dibeli dan kapan waktu yang tepat untuk menjual atau membelinya, Anda perlu tahu berapa jumlah saham yang harus dijual atau dibeli. Untuk mengetahuinya Anda perlu menggunakan money management. Hal-hal tersebut merupakan bagian dari trading plan yang akan sangat berguna untuk memaksimalkan keuntungan dan mengurangi risiko dalam trading saham.

 investor-pemula-ini-modal-dasar-untuk-berinvestasi-saham-yang-penting-2-finansialku

[Baca Juga: Investor Pemula, Ini Modal Dasar untuk Berinvestasi Saham yang Penting]

 

Sayangnya kebanyakan trader pemula mengesampingkan trading plan ketika mulai trading saham. Alasannya tentu saja karena ‘baru sekedar mencoba’, sehingga merasa dapat melewatkan tahap ‘persiapan’ seperti itu. Karena tidak mengikuti langkah-langkah yang tepat, akhirnya setiap transaksi dilakukan dengan ‘coba-coba’ yang sebenarnya sama dengan berjudi. Padahal trading plan akan menjadi pegangan Anda dalam setiap transaksi saham. Jika tidak memiliki trading plan Anda akan cenderung tidak disiplin dalam bertransaksi. Ada saatnya sistem transaksi ‘coba-coba’ ini dapat memberikan keuntungan mendadak. Hanya saja kemungkinan rugi mendadak bisa jauh lebih besar. Berbeda halnya jika memiliki trading plan, Anda akan lebih mampu mengontrol risiko investasi terkait.

 

#2 Tidak Memasang Stop Loss

Stop loss adalah batas bawah harga yang ditentukan untuk membatasi kerugian. Setiap trader disarankan untuk menetapkan titik stop loss dalam bertransaksi agar tidak terjadi kerugian ekstrem yang dapat membuat trader bangkrut. Sayangnya banyak trader pemula yang mengabaikan pentingnya menggunakan stop loss. Padahal stop loss akan sangat membantu, terutama untuk trader pemula.


aneh-kok-bisa-harga-saham-bisa-rp-0-berarti-ada-saham-gratisan-1-finansialku

[Baca Juga: Aneh Kok Bisa Harga Saham Bisa Rp 0 ! Berarti Ada Saham Gratisan]

 

Umumnya trader pemula belum memahami sepenuhnya teknik-teknik dalam trading saham, karena ketidaktahuan tersebut maka risiko semakin besar. Seringkali pemula dapat melakukan kesalahan karena ketidaktahuan yang akhirnya mengakibatkan kerugian ekstrem. Stop loss akan membantu Anda mengurangi risiko kerugian ekstrem tersebut.

 

#3 Menggunakan Running Trade

Running trade seringkali dijadikan acuan untuk menentukan saham mana yang akan dibeli oleh trader. Menggunakan fitur running trade memang dapat memberikan peluang keuntungan yang besar. Sayangnya, jika tidak diseimbangkan dengan kemampuan trading yang baik, running trade dapat mengakibatkan kerugian besar. Running trade memiliki pergerakan yang sangat cepat. Dalam satu detik saja posisi setiap saham dapat berubah. Hal ini akan sangat mempengaruhi emosi trader sehingga dapat mengambil keputusan yang tidak dipikirkan terlebih dahulu. Akhirnya keputusan jual beli saham hanya berdasarkan pada emosi. Jika hanya menggunakan emosi tanpa analisis, transaksi yang Anda lakukan tidak ada bedanya dengan berjudi.


apa-saja-perbedaan-saham-syariah-dan-saham-konvensional-1-finansialku

[Baca Juga: Apa Saja Perbedaan Saham Syariah dan Saham Konvensional yang Harus Diketahui Para Investor]

 

Pada dasarnya otak manusia memang tidak dirancang untuk mencerna perubahan pada running trade yang terjadi begitu cepat. Jika belum terbiasa dan belum paham tentang dunia trading, sebaiknya Anda tidak menjadikan running trade sebagai landasan keputusan transaksi. Pelajari terlebih dahulu analisis teknikal dan analisis fundamental agar keputusan jual beli tidak hanya berdasarkan emosi.

 

#4 Buy High Sell Low

Kesalahan lain yang umum dilakukan trader pemula adalah buy high, sell low atau membeli pada harga tinggi dan menjual pada harga rendah. Seringkali seorang trader pemula hanya menggunakan intuisi untuk mengambil keputusan transaksi. Ketika harga suatu saham naik, Anda langsung tergerak untuk membeli saham tersebut dengan asumsi harganya akan terus naik. Saat itu Anda membeli saham pada harga yang sebenarnya relatif tinggi jika dibandingkan dengan harga saham yang sama sebelumnya. Ketika saham sudah dibeli, ternyata harganya tidak lagi naik. Harga saham justru mendadak turun dengan sangat ekstrem sehingga Anda mengalami kerugian yang besar. Ketika harga turun ekstrem, Anda terpaksa menjual saham di harga yang murah karena takut kerugian semakin besar.

 buat-anda-yang-sedang-belajar-saham-cermati-40-emiten-berikut-ini-finansialku

[Baca Juga: Buat Anda yang Sedang Belajar Saham Cermati 40 Emiten Berikut Ini]

 

Fenomena buy high, sell low ini juga sangat sering terjadi karena menggunakan running trade sebagai acuan keputusan transaksi jual beli saham. Karena nama suatu saham sering muncul di baris teratas running trade, Anda langsung mengambil keputusan untuk membelinya. Padahal beberapa saat kemudian harga saham turun dan tidak naik lagi sehingga menyebabkan kerugian besar. Kesalahan ini lagi-lagi terjadi karena sistem trading ‘coba-coba’ atau ‘tebak-tebakan’. Inilah alasan lain mengapa seorang trader pemula tidak seharusnya melakukan sistem tersebut dalam transaksi trading sahamnya.

 

Hindari Kesalahan Trading yang Dapat Merugikan

Dalam proses trading saham ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Selain itu banyak juga fitur-fitur yang dapat Anda gunakan untuk membantu memaksimalkan keuntungan dan meminimalisasi risiko. Sebaiknya pelajari dan manfaatkan setiap fitur untuk transaksi Anda. Selain itu pelajari lebih dalam mengenai analisis teknikal dan fundamental agar Anda terhindar dari kesalahan-kesalahan trader pemula yang dapat sangat merugikan. Trader yang baik bukanlah seorang penjudi yang hanya bertransaksi dengan sistem ‘coba-coba’.

 

Bagaimana dengan Anda, apakah sudah menghindari kesalahan-kesalahan besar dalam trading saham? Semoga artikel diatas bermanfaat. Kirim pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Terima kasih.

 

Sumber:

  • Matthew Frankel. 13 Sep 2016. 2 Investing Mistakes That Will Always Lose You Money. https://goo.gl/vm8ZJS

 

Sumber Gambar:

  • Kesalahan Orang – https://goo.gl/uPnvL4

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang