Apakah kamu adalah seorang mahasiswa yang tertarik untuk mulai berinvestasi? Bagaimana caranya mengatur keuangan mahasiswa supaya bisa berinvestasi?

Jika kamu sedang kepo gimana cara pintar mengatur keuangan mahasiswa untuk bisa investasi, kamu berada di tempat yang tepat!

Yuk simak pembahasannya di artikel berikut ini!

 

Rubrik FinansialkuRubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Keuangan Mahasiswa

Mahasiswa identik dengan kondisi keuangannya yang tercekik di akhir bulan. Emang benar begitu?

Realitanya, tidak semua mahasiswa seperti itu. Terdapat berbagai karakter mahasiswa dalam mengatur keuangan mereka.

Ada mahasiswa yang ngepas-pasin uangnya untuk cukup makan dan hidup dalam sebulan.

Ada mahasiswa yang nggak mikirin pengelolaan uang, akhirnya pas ketemu sama akhir bulan, mulai minta uang tambahan ke orangtua.

Ada juga mahasiswa yang pas akhir bulan, getol nyari part time atau proyekan dosen buat nambah uang jajan.

Cara Mengatur Keuangan Mahasiswa Untuk Investasi 1 Finansialku

[Baca Juga: Mahasiswa, Lakukan Tips dan Cara Mengatur Keuangan Supaya Terhindar Bokek]

 

Dan ada pula mahasiswa yang giat nabung buat beli barang, akhirnya bela-belain ke kampus nebeng temen dan nggak pernah makan siang di luar.

Kalau kamu termasuk mahasiswa yang mana, sahabat Finansialku?

Semoga kamu termasuk mahasiswa yang bijaksana dalam membelanjakan uang kamu ya.

Nah dari berbagai karakter mahasiswa di atas, ada satu jenis mahasiswa yang sekarang mulai bermunculan ke permukaan nih. Yaitu mahasiswa yang mengalokasikan sebagian uang bulanannya untuk diinvestasikan.

Dulu sih jarang banget ditemukan mahasiswa yang memiliki keinginan untuk berinvestasi saat masih duduk di bangku kuliah.

Tapi sekarang ini, percaya atau tidak, sudah semakin banyak lho mahasiswa yang melek investasi. Namun, jumlahnya memang masih sedikit banget. Apa sih kira-kira alasan mahasiswa zaman now takut berinvestasi?

Selain masih belum mengerti dengan skema investasi, para mahasiswa masih mikir bahwa investasi cuma untuk orang berdasi.

Padahal, investasi sekarang sudah bisa dilakukan dari nominal Rp100.000 saja, lho!

Walaupun nominalnya kecil, masih banyak rupanya mahasiswa yang ogah mulai investasi dari sekarang. Kenapa?

Soalnya, menurut riset kecil-kecilan yang saya lakukan, para mahasiswa ini masih kesulitan untuk menabung, apalagi mikirin investasi.

Boro-boro menabung deh, concern pertama dalam mengelola keuangannya adalah bagaimana uang yang ia miliki cukup untuk mencukupi kebutuhannya bulan ini.

Selain itu, para mahasiswi juga sering gagal menabung karena mudah tergiur diskon besar-besaran.

Cara Mengatur Keuangan Mahasiswa Untuk Investasi 2 Finansialku

[Baca Juga: Para Mahasiswa, Yuk Ketahui Pentingnya Program Leadership]

 

Coba saya tanya, kamu pernah nggak menemui teman yang sebelum akhir bulan saja, sudah kelimpungan bagaimana dia akan mencukupi kebutuhan bulan ini, karena sudah belanja besar-besaran? Kalau pas saya kuliah dulu sih, saya sering ketemu orang yang begitu, hahaha.

Lalu, bagaimana caranya seorang mahasiswa yang ingin berinvestasi untuk mengatur keuangannya? Yuk simak tips dari Finansialku di bawah ini!

 

Mengatur Keuangan Mahasiswa Untuk Investasi

Kalau kamu ingin berinvestasi, ada baiknya kamu memperhatikan hal-hal berikut ini sebelum mulai berinvestasi supaya kamu dapat keuntungan yang optimal dari instrumen investasi tersebut!

Oh iya, sebelum itu, kamu bisa download ebook gratis merencanakan keuangan untuk usia 20-an di bawah ini.

Ebook ini cocok untuk dijadikan pegangan dalam mengatur keuangan generasi millennials seperti kamu!

Langsung saja klik tombol download di bawah ini untuk mendapatkan ebook-nya gratis!

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku 

Download Sekarang

 

Tips #1 Mulai Membuat Anggaran Untuk Investasi

Sebelum kamu memulai berinvestasi, akan lebih baik kamu membuat anggaran keuangan kamu terlebih dahulu.

Prioritaskan kebutuhan utama kamu, seperti transportasi, makan, sewa kos dan biaya kebutuhan lainnya.

Setelah kamu mengurutkan mana kebutuhan utama kamu dan akan menghabiskan berapa banyak, selanjutnya kamu akan mengetahui berapa banyak yang bisa kamu investasikan.

Apakah kamu bisa bisa menginvestasikan uang bulanan kamu sebesar 10%, 20% atau bahkan 30%.

Setelah kamu mengetahui berapa besar yang bisa kamu investasikan, selanjutnya kamu bisa mengikuti tips selanjutnya.

 

Tips #2 Tentukan Tujuan Investasi

Setelah kamu tahu berapa banyak yang bisa kamu alokasikan untuk berinvestasi, selanjutnya kamu membuat tujuan investasi kamu.

Apakah kamu mau menggunakan uang investasi untuk berbisnis, liburan atau membeli barang?

Cocokkan juga dengan berapa lama kamu akan mencapai tujuan kamu dengan alokasi investasi yang bisa kamu lakukan, 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun dan lain sebagainya.

Setelah kamu mengetahui tujuan investasi kamu untuk apa, selanjutnya kamu sudah siap untuk melangkah ke tips yang selanjutnya.

 

Tips #3 Pilihlah Investasi yang Sesuai

Setelah kamu mengetahui tujuan keuangan kamu apa dan berapa yang bisa kamu alokasikan untuk investasi, selanjutnya, kamu tinggal memilih instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan kamu.

Sesuaikan investasi yang kamu tuju dengan rencana tujuan keuangan kamu.

Misalkan saat kamu ingin berlibur ke Labuan Bajo, kamu menargetkan imbal hasil investasi yang kamu inginkan adalah 20 persen.

Maka, kamu bisa berinvestasi pada produk reksa dana campuran, reksa dana saham atau bisa mencoba peer to peer lending.

P2P-Lending-Singapur-Indonesia-2-Finansialku

[Baca Juga: Sebelum Berinvestasi, Kamu Wajib Tahu Kiat Sukses Investasi Ala Mahasiswa]

 

Kamu pun bisa mendiversifikasikan investasi kamu, untuk meminimalisasi risiko.

Kamu bisa berinvestasi ke saham, reksa dana pasar uang, reksa dana campuran, dan reksa dana saham, yang nantinya jika dijumlahkan akan mendapatkan imbal hasil sebesar 20 persen.

Misalkan, kamu berinvestasi reksa dana pasar uang dengan imbal hasil 5,8%, reksa dana campuran 23%, reksa dana saham 30%. Maka, kamu akan mendapatkan keuntungan sebesar 19,6%.

Kamu juga bisa mendiversifikasikan investasimu ke reksa dana saham dan reksa dana campuran, untuk mendapatkan keuntungan per tahun sebesar 20%.

 

Tips #4 Uang Investasi merupakan Uang Dingin

Apa itu uang dingin? Uang dingin adalah uang yang tidak akan kamu pakai untuk memenuhi kebutuhan kamu atau saat ada keadaan darurat.

Mengapa uang yang kamu investasikan harus merupakan uang dingin? Karena investasi yang kamu lakukan baik di reksa dana maupun saham, tidak bisa langsung dicairkan seperti uang kita yang berada di rekening. Apalagi dengan risiko-risiko yang akan dialami saat berinvestasi.

 

Jika dalam waktu kurang satu tahun, dan kamu mau menjual semua investasi kamu yang ada di reksa dana, belum tentu akan mencapai imbal hasil yang kamu targetkan.

Lebih baik, jika ingin berinvestasi, dalam jangka waktu 1 tahun, 3 tahun bahkan 5 tahun.

Pastikan juga, uang untuk kebutuhan sehari-hari sudah ada bukan merupakan uang yang diinvestasikan.

 

Tips #5 Ketahui Segala Risiko

Sekarang kamu sudah mengetahui bagaimana caranya mengatur keuangan kamu untuk berinvestasi.

Saat kamu memulai berinvestasi, pastikan kamu sudah mengetahui keuntungan dan kekurangannya.

Apalagi dengan investasi portofolio yang dipengaruhi oleh beberapa faktor baik internal dan eksternal.

Kamu juga harus tahu kapan kamu harus membeli kembali investasi kamu atau menjualnya.

Kemudian, kamu pun harus menentukan, toleransi diri kamu terhadap risiko yang akan kamu hadapi.

Jika investasi yang kamu lakukan telah mengalami kerugian hingga 5%, lalu kamu memutuskan untuk menjualnya saja.

Karena kamu tidak bisa menghadapi risiko jika investasi kamu berkurang lebih dari 5%, itu lah yang dinamakan cut loss.

Pastikan kamu sudah memahami segala keuntungan dan kerugian dari berinvestasi yang kamu lakukan.

 

Atur Keuangan Kamu Mulai Sekarang

Setiap orang, pasti memiliki tujuan keuangan yang berbeda-beda dan cara mengatur keuangan yang berbeda-beda. Pastikan saat kamu mengatur keuangan kamu, kamu sudah mengetahui apa yang ingin kamu capai.

Lebih baik kamu mempelajari cara mengatur keuangan yang cocok untuk tujuan keuangan kamu. Jika kamu masih bingung menentukan tujuan keuangan dan bagaimana mengatur keuangan kamu sendiri.

 

Setelah membaca artikel ini, saya yakin kamu telah mengetahui bagaimana caranya mengatur keuangan mahasiswa untuk berinvestasi.

Bagikan informasi ini kepada teman atau saudara kamu yang belum mengetahui bagaimana caranya mengatur keuangan mahasiswa untuk berinvestasi yang bermanfaat untukmu. Semoga bermanfaat!

 

Sumber Gambar:

  • Part Time Job – https://goo.gl/HYbMmp
  • Mengatur Keuangan Mahasiswa – https://goo.gl/Z1rSnh
  • Mahasiswa Investasi – https://goo.gl/EnKehY