Teman-teman, apakah kamu pernah dengar ada orang yang membeli saham, waktu beli harganya turun, tapi waktu dijual harganya malah naik?

Ada juga orang-orang yang nafsu ingin membeli saham inilah, itulah, karena harga lagi discount ternyata harganya malah turun, turun, dan turun terus.

Kenapa bisa terjadi seperti itu? Yuk kita bahas dalam artikel Finansialku berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Beli Saham Tanpa Dag Dig Dug

Seperti kata Warren Buffet

Price is what you pay, and then value is what you get.

 

Jadi teman-teman, belum lama ini saya review materi investasi saham dengan metode value investing. Value investing itu intinya adalah membeli perusahaan dengan harga discount. Perusahaan-perusahaan sehat dengan harga discount.

Nah, di materi tersebut dijelaskan perbedaan  pertama antar price dan value. Kita akan bahas price dan value. Berbicara mengenai value perusahaan, value itu ada 3 jenis:

 

Pertama, relative value.

Artinya apa?

 

Namanya juga relative, jadi kita akan membandingkan dengan perusahaan sejenis. Contoh, di industri keuangan khsusunya saham, ada beberapa saham perbankan.

Sebut saja ada bank BRI, ada saham bank BNI, ada saham bank BCA, dan lain sebagainya. Nah, kalau yang namanya relative value itu artinya kamu membandingkan kinerja perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain.

Contoh, kamu membandingkan berapa revenue yang didapatkan bank yang satu dibandingkan dengan bank yang lain, kamu membandingkan profit bersih atau keuntungan bersih bank yang satu dengan bank yang lain, kamu membandingkan pertumbuhan bisnis  bank yang satu dengan bank yang lain, itu namanya relative value.

Jadi relative value ini bisa dilakukan dengan komparasi atau perbandingan kinerja keuangan perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain atau dengan menggunakan perbandingan rasio keuangan perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain.

 

Kedua, ada juga yang namanya absolute value.

Di materi yang saya baca, absolute value itu dijelaskan sebagai kamu atau kita sebagai seorang investor kita perlu tahu berapa sih nilai sebenarnya sebuah perusahaan.

Contoh, di industri perbankan tadi seperti yang saya bilang ada bank BRI, ada bank BCA, ada bank BNI, dan bank yang lainnya.

Berapa sih harga aslinya atau harga wajarnya, atau nilai aslinya dari bank BRI, atau juga berapa nilai dari bank BCA, atau juga nilai dari bank BNI, dan lain sebagainya?

Disuspend Satu Tahun, Bagaimana Kabar Saham AISA Sekarang_ 01

[Baca Juga: 3 Jenis Investasi Menguntungkan Untuk Pemula]

 

Jadi kita hitung yang namanya instrinsik value. Kemudian kita akan bandingkan antara harga dengan instrinsik value.

Jadi, kalau harga di pasaran katakanlah seribu rupiah, tapi instrinsik valuenya lima ratus perak, harga di pasaran lebih tinggi dari pada instrinsik valuenya, itu disebut juga yang namanya over value atau kemahalan.

Kita tidak akan beli saham-saham yang over value karena kemahalan.

Kalau harga di pasaran lima ratus perak, tapi nilai instrinsiknya seribu perak berarti harga di pasaran lebih rendah dari instrinsik valuenya, itu disebutnya under value.

Nah, kita akan beli saham-saham yang under value. Karena apa? Ada discount, ada margin of safety. Itulah yang disebut absolute value.

 

Ketiga, ada juga yang namanya perceive value.

Perceive value ini adalah nilai yang mau dibayar oleh seseorang investor atau sekelompok investor. Ini ada kemiripan dengan price.

Nah, price ini agak sulit untuk bisa diprediksi, atau orang-orang biasanya melakukan pendekatannya adalah qualitative research. Ada yang menggunakan pendekatan dengan technical analysis, dan lain sebagainya.

Kalau saya pribadi sejauh ini lebih nyaman dengan menggunakan pendekatan value investing. Pendekatan ini bukan menganalisis harga, tetapi menganalisis valuenya perusahaan.

Jadi yang saya lakukan adalah mencari perusahaan-perusahaan yang sehat secara keuangannya dan juga dibandingkan dengan industri sejenisnya.

Kedua saya membandingkan dengan harga instrinsiknya berapa, harga aslinya berapa, saya bandingkan dengan pricingnya di market.

Jadi beli saham kalau perusahaannya sehat dan juga perusahaan yang under value, atau discount.

Bagaimana Peluang Saham AGII Setelah Terkoreksi 50% dari Harga IPO 01 - Finansialku

[Baca Juga: Cerita Pribadi Saya Sukses Investasi Saham]

 

Teman-teman, saya dan Ko Rivan Kurniawan, pakar Value Investing Indonesia membuat sebuah grup belajar saham value investing khususnya untuk pemula.

Jadi kalau kamu belum pernah berinvestasi atau bisa jadi kamu sekarang ini seorang trader yang kalau beli saham, sahamnya harganya turun tapi kalau kamu jual harganya naik, atau kamu yang sering untung-untungan soal beli saham, coba deh kamu ikut grupnya dan kamu coba perhatikan atau pelajari sudut pandang baru, bagaimana caranya seorang investor melihat sebuah value.

Bisa jadi kita saling bertukar pendapat, atau kita saling tukar ilmu, tukar pengalaman dan memperkaya wawasan kita.

Klik tombol di bawah ini untuk gabung grupnya.

GABUNG KOMUNITAS SAHAM FINANSIALKU

 

Semoga investasi saham kamu menjadi semakin lebih untung, lebih profit tanpa khawatir berlebihan, tanpa dag dig dug. Oke, semoga sukses selalu buat kamu, sampai jumpa dan akhir kata Make a Plan and Get Your Financial Dreams Come True.

 

Apa pendapatmu mengenai artikel di atas? Apabila Anda menemukan artikel ini bermanfaat bagi Anda atau rekan Anda, silakan bagikan kepada mereka. Ayo jadi agen informasi positif :)