Akuntansi adalah ilmu yang luas dan memiliki banyak bidang. Kali ini Finansialku akan membahas tentang apa saja bidang-bidang dalam ilmu akuntansi yang perlu kamu ketahui.

Langsung simak penjelasannya berikut ini sampai habis, ya.

 

Summary:

  • Memilih ilmu akuntansi sebagai bekal di masa depan membuka peluang cukup besar untuk kita masuk ke dalam banyak bidang profesi di perusahaan.
  • Terdapat 17 macam bidang akuntansi yang bisa kamu pilih sesuai dengan passion.

 

Macam-macam Bidang Akuntansi

Bukan hanya keuangan, akuntansi ternyata memiliki banyak bidang dan fungsinya masing-masing, lho.

Bidang dalam akuntansi juga semakin berkembang seiring perkembangan ekonomi, industri, teknologi, dan bidang lainnya yang berhubungan.

Oleh karena itu, ilmu akuntansi sebenarnya memiliki ruang lingkup yang sangat luas dan perlu kita dalami secara kontinu. Berikut adalah bidang-bidang dalam akuntansi yang perlu Sobat Finansialku ketahui.

 

#1 Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)

Akuntansi keuangan adalah bagian dari ilmu akuntansi yang berkaitan dengan penyiapan laporan keuangan dan pencatatan transaksi.

Akuntansi keuangan memiliki peranan penting dalam setiap perusahaan, sehingga setiap transaksi yang terjadi harus tercatat jelas dan transparan.

Fungsi utama akuntansi keuangan yaitu memberikan informasi terkait kondisi keuangan suatu perusahaan melalui laporan keuangan yang sesuai dengan standar PSAK.

Informasi tersebut akan berguna sebagai pengambilan keputusan bagi pihak internal dan eksternal yang berpengaruh pada keadaan perusahaan kedepannya.

 

#2 Akuntansi Biaya (Cost Accounting)

Akuntansi biaya adalah bidang akuntansi yang mencatat dan menghitung serta menganalisis biaya dalam perusahaan untuk meningkatkan efisiensi biaya dan perencanaan strategis.

Dalam prosesnya, akuntansi biaya berkaitan dengan biaya setiap unit, pekerjaan, proses, pesanan, layanan, dan sebagainya.

Proses tersebut juga meliputi biaya produksi, biaya penjualan, dan biaya distribusi untuk menentukan besaran harga pokok produksi suatu barang atau produk.

Selain itu, data akuntansi biaya juga melibatkan pencatatan, klasifikasi, alokasi pengeluaran, serta penyusunan laporan keuangan.

 

#3 Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)

Akuntansi pemeriksaan atau auditing adalah proses pemeriksaan terkait laporan keuangan perusahaan oleh pihak independen atau seorang akuntan publik.

Akuntansi pemeriksaan juga meliputi audit internal yang berfokus pada evaluasi struktur pengendalian internal perusahaan dengan menguji segregasi tugas, serta kebijakan dan prosedur.

Kemudian, audit internal juga menguji tingkat otorisasi dan kontrol lainnya yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan.

Proses pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa laporan keuangan telah tersusun sesuai dengan prinsip akuntansi umum yang berlaku.

Tujuan lain dari akuntansi pemeriksaan yaitu ketaatan terhadap kebijakan, prosedur, serta menilai efisiensi dan efektivitas suatu kegiatan perusahaan.

 

#4 Akuntansi Manajemen (Managerial Accounting)

Managerial accounting adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan penggunaan informasi akuntansi oleh pihak pimpinan dan manajemen perusahaan.

Hal ini meliputi proses identifikasi, pengukuran, akumulasi, analisis, penyusunan, interpretasi dan komunikasi informasi oleh tingkat manajerial perusahaan.

Tujuannya adalah untuk merencanakan, mengevaluasi, dan pengendalian yang berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi bagi pihak internal dan eksternal suatu perusahaan.

 

#5 Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting)

Akuntansi pemerintahan adalah sistem pembukuan dan pencatatan pada organisasi pemerintah sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pihak-pihak terkait dan masyarakat.

Akuntansi pemerintahan berkaitan langsung dengan keuangan negara sehingga jika akuntansi pemerintah tidak berjalan baik, maka keuangan negara juga tidak dapat terkontrol.

Bidang ini bertujuan untuk menyajikan sebuah laporan keuangan, pengendalian dan pengawasan keuangan negara sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan ekonomi.

 

#6 Akuntansi Pajak (Tax Accounting)

Akuntansi pajak adalah sebuah kegiatan pencatatan keuangan untuk mengetahui objek dan besaran pajak dalam sebuah perusahaan, badan usaha, atau lembaga.

Bidang akuntansi pajak berhubungan dengan penentuan objek pajak yang menjadi beban perusahaan serta perhitungannya dalam menyusun laporan pajak.

Oleh karena itu, bagi akuntan yang bekerja dalam bidang ini harus memahami tentang undang-undang perpajakan yang berlaku pada suatu negara.

[Baca Juga: Ini Daftar Negara Tanpa Pajak! Kok Bisa, ya?]

 

#7 Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting)

Akuntansi anggaran adalah salah satu bidang ilmu akuntansi yang mengatur perencanaan pengeluaran suatu perusahaan.

Bidang akuntansi ini berhubungan dengan pencatatan, pengklasifikasian, serta penyajian data transaksi yang sudah terjadi dan taksiran kemungkinan yang akan terjadi.

Fungsinya adalah untuk menetapkan dan mengawasi rencana anggaran perusahaan dalam satu periode tertentu.

Di luar bidang itu, membuat anggaran penting untuk setiap orang, agar cash flow keuangan tetap berjalan aman.

Kabar baiknya, Sobat Finansialku bisa mempelajari cara membuat anggaran lewat ebook GRATIS dari Finansialku Cara Membuat Anggaran dengan Tepat.

 

#8 Sistem Akuntansi (Accounting System)

Sistem akuntansi merupakan bidang ilmu akuntansi yang berfungsi untuk mengumpulkan dan menyimpan data transaksi, serta memproses data menjadi informasi,

Pada dasarnya, sistem akuntansi adalah sebuah ikhtisar yang terdiri dari catatan manual atau komputerisasi transaksi keuangan.

Tujuannya adalah untuk merekam, mengkategorikan, menganalisis, dan melaporkan informasi manajemen keuangan secara tepat waktu. Prosesnya meliputi organisir dokumen, formulir-formulir, serta penyusunan prosedur pencatatannya.

 

#9 Akuntansi Perbankan

Akuntansi perbankan merupakan proses akuntansi yang berkaitan dengan transaksi dan data keuangan secara sistematis.

Proses ini meliputi pencatatan, analisa, klasifikasi data, dan penafsiran data keuangan yang berguna untuk memenuhi kebutuhan pihak internal atau nasabah.

Laporan keuangannya pada akuntansi bank juga harus tersusun sesuai dengan prinsip kebijakan akuntansi, mulai dari pembukuan, posting jurnal, dan pencatatan semua transaksi.

[Baca Juga: Hati-hati! Ini 3 Kekurangan Bank Digital yang Wajib Kamu Ketahui]

 

#10 Akuntansi Internasional

Akuntansi internasional adalah bidang akuntansi yang berguna untuk transaksi antar negara dengan membandingkan prinsip akuntansi yang berlaku pada negara-negara yang berlainan.

Akuntansi internasional ini berperan penting dalam dunia perdagangan internasional dengan suatu standar tunggal pelaporan akuntansi.

Dengan begitu, standar akuntansi dari seluruh dunia dapat sejalan dan harmoni melalui standar IFRS (International Financial Reporting Standards).

 

#11 Akuntansi Syariah (Islamic Accounting)

Islamic accounting adalah proses akuntansi yang berdasar pada prinsip-prinsip syariah, baik dalam siklus akuntansi maupun pencatatannya.

Proses akuntansi ini meliputi transaksi-transaksi syariah seperti murabahah, musyarakah, mudharabah, dan sebagainya.

Biasanya, penetapan akuntansi syariah ini berada pada bank-bank syariah yang fokus kepada akuntabilitas dan pelaporan.

 

#12 Akuntansi Sektor Publik

Akuntansi sektor publik adalah proses pembukuan, pencatatan, klasifikasi, analisis, peringkasan, serta komunikasi dan interpretasi atas informasi keuangan pemerintahan.

Tujuannya adalah untuk mengukur kinerja sektor publik, membantu perencanaan dan pengendalian, membuat laporan keuangan, serta memberikan dasar pengambilan keputusan ekonomi.

Akuntansi sektor publik juga berguna untuk mencatat segala kegiatan ekonomi dari suatu organisasi nirlaba atau non-profit.

 

#13 Akuntansi Pendidikan

Akuntansi pendidikan adalah bidang ilmu akuntansi yang terkhusus pada kegiatan belajar mengajar yang berkaitan dengan akuntansi dalam masalah pendidikan.

Beberapa aspek dalam akuntansi pendidikan, yaitu anggaran sekolah, sarana prasarana sekolah, manajemen sekolah, partisipasi orang tua siswa, dan akuntabilitas penyelenggaraan.

[Baca Juga: Akuntan Wajib Tahu! Ini Etika Profesi Akuntansi dan Jenisnya]

 

#14 Akuntansi Keperilakuan

Kombinasi antara ilmu akuntansi dengan ilmu sosial menghasilkan bidang ilmu akuntansi keperilakuan.

Akuntansi keperilakuan adalah ilmu yang mempelajari pengaruh perilaku manusia terhadap data-data akuntansi serta pengambilan keputusan usaha/bisnis, dan sebaliknya.

Bidang akuntansi ini juga merupakan bagian dari akuntansi tradisional yang berperan untuk pengumpulan, pengukuran, pencatatan, serta pelaporan tentang informasi keuangan.

 

#15 Akuntansi Forensik (Forensic Accounting)

Istilah akuntansi forensik mulai gencar terdengar di Indonesia sekitar akhir tahun 1997 atau ketika terjadi krisis ekonomi yang sangat parah.

Akuntansi bidang forensik adalah kombinasi antara ilmu akuntansi dengan kemampuan investigative untuk memecahkan suatu masalah keuangan atau dugaan fraud.

Forensic accounting berkaitan dengan pengadilan/arbitrase/tempat penyelesaian perkara untuk mewujudkan penggunaan ilmu akuntansi dalam kepentingan hukum.

 

#16 Akuntansi Sosial

Akuntansi sosial merupakan suatu proses komunikasi dampak sosial dan lingkungan atas tindakan ekonomi suatu perusahaan untuk kepentingan kelompok tertentu ataupun masyarakat luas.

Bidang ini memberikan informasi terkait kegiatan ekonomi yang ada pada perusahaan dengan lingkungannya untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

Program dari penggunaan akuntansi sosial yaitu tanggung jawab sosial (corporate social responsibility) perusahaan.

 

#17 Akuntansi Fidusia (Fiduciary Accounting)

Fidusia berasal dari kata fides (Bahasa Romawi), yang berarti kepercayaan. Istilah ini juga berasal dari kalimat Fiduciare Eigendom Overdracht yang artinya penyerahan hak milik berdasarkan kepercayaan.

Sedangkan dalam ilmu akuntansi, fidusia adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan pengelolaan dana atau aset perusahaan oleh seseorang maupun agensi.

Seseorang yang berperan sebagai fidusia harus menyimpan catatan keuangan terperinci dan menerbitkan laporan berkala tentang status perusahaan.

Di Indonesia sendiri, bidang akuntansi fidusia masih belum banyak terdengar. Namun, contoh pengguna akuntansi fidusia adalah kurator yang menangani kepailitan suatu badan usaha.

[Baca Juga: Pengertian Siklus Akuntansi dan Penjelasan Lengkap]

 

Ingin Berkarir Sebagai Akuntan?

Demikian 17 macam bidang ilmu akuntansi yang punya fungsi dan tujuannya masing-masing.

Dengan adanya bidang-bidang tersebut, baik pihak entitas usaha maupun pihak eksternal dapat lebih mudah dalam mengambil keputusan dan melakukan pemeriksaan.

Namun, menjadi seorang akuntan tentu saja tidak mudah meski sudah memiliki spesialisasinya sendiri. Namun, kamu tetap bisa mempelajari ilmu akuntansi dari hal-hal kecil seperti mengelola keuangan pribadi dengan baik.

Jika dalam prosesnya kamu mengalami kendala seputar perencanaan keuangan, jangan ragu untuk konsultasikan bersama ahlinya, Financial Planner Finansialku. 

Hubungi melalui Aplikasi Finansialku atau buat janji dengan cara klik banner di bawah ini.

Banner Konsultasi WA - DM NEW

 

Jadi, bidang akuntansi apa yang membuat Sobat Finansialku tertarik untuk mempelajari lebih dalam? Berikan pendapatmu pada kolom komentar di bawah ini dan bagikan informasinya ke teman-teman kamu, ya! Terima kasih.

 

Editor: Ari A. Santosa

Sumber Referensi:

  • Sugi Priharto. 27 Agustus 2018. 10 Macam Bidang Akuntansi yang Wajib Anda Ketahui. Cpssoft.com – https://bit.ly/3EklstX
  • Admin. 27 Mei 2016. Bidang-bidang Akuntansi. Binus.ac.id – https://bit.ly/3TrBLJY
  • Admin. 15 Bidang Bidang Akuntansi serta Penjelasannya. Jurnal.id – https://bit.ly/3E2LQr7
  • Sandi Ma’ruf. 18 Juli 2022. 14 Bidang Akuntansi dan Profesinya. Akuntansilengkap.com – https://bit.ly/3hD79Yo