Apa sih Rasio CAMEL itu?

Sebagai pengguna jasa perbankan, kita harus mengetahui apakah kondisi bank yang kita percaya itu sehat atau tidak. Hal ini tentunya dilakukan oleh Bank Indonesia sebagai bank milik pemerintah dengan menggunakan rasio CAMEL. Simak ulasannya dalam artikel berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Apa Itu Rasio CAMEL?

Dalam mengukur tingkat kesehatan bank, Bank Indonesia menggunakan rasio keuangan model CAMEL. Hal ini berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 6/10/PBI/2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.

 

Rasio CAMEL terdiri dari lima komponen: Capital, Asset Quality, Management, Earning, dan Liquidity.

Rasio ini merupakan indikator untuk mengetahui kemampuan perusahaan perbankan dalam menghasilkan laba tahun fiskal berikutnya. Selain itu, rasio CAMEL juga digunakan sebagai indikator untuk mengetahui kesehatan suatu perbankan.

 

Apa Arti dari Masing-masing Komponen Tersebut?

5 komponen penilaian CAMEL memiliki fungsinya masing-masing. Hal ini sebagaimana diatur pada Peraturan Bank Indonesia No. 6/10/PBI/2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.

 

#1 Capital

Komponen capital digunakan untuk menilai tingkat kecukupan modal bank dalam mengamankan eksposur risiko posisi dan mengantisipasi eksposur risiko yang akan muncul.

 

#2 Asset Quality

Komponen asset quality digunakan untuk menilai kondisi aset bank, termasuk antisipasi atas risiko gagal bayar dari pembiayaan (credit risk) yang akan muncul. 

 

#3 Management

Komponen management digunakan untuk menilai kemampuan manajerial pengurus bank dalam menjalankan usaha sesuai dengan prinsip manajemen umum, kecukupan manajemen risiko dan kepatuhan bank terhadap ketentuan baik yang terkait dengan prinsip kehati-hatian dan komitmen bank kepada Bank Indonesia.

 

#4 Earning

Komponen earnings digunakan untuk menilai kemampuan bank dalam menghasilkan laba.

 

#5 Liquidity

Komponen liquidity digunakan untuk menilai kemampuan bank dalam memelihara tingkat likuiditas yang memadai termasuk antisipasi atas risiko likuiditas yang akan muncul.

Mengenal Rasio CAMEL (Capital, Asset Quality, Management, Earning, and Liquidity) 01 - Finansialku

[Baca Juga: Yuk Meneropong Potensi Bank Syariah di Tahun 2020]

 

Sistem Perhitungan Nilai CAMEL

Adapun sistem perhitungan CAMEL, nilainya dihitung dengan 7 indikator, yaitu:

 

#1 CAR (Capital Adequancy Ratio)

CAR adalah rasio yang memperlihatkan seberapa besar jumlah seluruh aktiva lembaga keuangan yang mengandung risiko (kredit, penyertaan, surat berharga, tagihan pada bank lain) yang ikut dibiayai dari modal sendiri disamping memperoleh dana-dana dari sumber-sumber diluar bank. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus:

CAR = Total Modal / Total ATMR 

 

#2 Rasio Aktiva Tetap terhadap Modal (ATTM)

Rasio ini mengukur kemampuan manajemen lembaga keuangan dalam menentukan besarnya aktiva tetap dan inventaris yang dimiliki bank yang bersangkutan terhadap modal. Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

ATTM = (Aktiva Tetap + Inventaris)/ Modal

 

#3 ROA (Return of Assets)

Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen lembaga keuangan dalam memperoleh keuntungan (laba sebelum pajak) yang dihasilkan dari rata-rata total aset lembaga keuangan yang bersangkutan.

Mengenal Rasio CAMEL (Capital, Asset Quality, Management, Earning, and Liquidity) 02 - Finansialku

[Baca Juga: Erick Thohir Rombak Direksi Tiga Bank BUMN, Kenapa?]

 

Semakin besar ROA, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai lembaga keuangan sehingga kemungkinan suatu lembaga keuangan dalam kondisi bermasalah semakin kecil.

Laba sebelum pajak adalah laba bersih dari kegiatan operasional sebelum pajak. Sedangkan rata-rata total asset adalah rata-rata volume usaha atau aktiva. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut:

ROA = Laba Sebelum Pajak/Rata-Rata Aktiva

 

#4 ROE (Return on Equity)

Rasio ini digunakan untuk mengukur kinerja manajemen lembaga keuangan dalam mengelola modal yang tersedia untuk menghasilkan laba setelah pajak.

Semakin besar ROE, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai lembaga keuangan sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut:

ROE = Laba Setelah Pajak / Ekuitas

 

#5 NIM (Net Interest Margin)

Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih.

Semakin besar rasio ini maka meningkatnya pendapatan bunga atas aktiva produktif yang dikelola bank sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut:

NIM = Pendapatan Bunga Bersih/Aktiva Produktif

 

#6 BOPO (Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional)

Rasio yang sering disebut rasio efisiensi ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen lembaga keuangan dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional.

Semakin kecil rasio ini berarti semakin efisien biaya operasional yang dikeluarkan lembaga keuangan yang bersangkutan sehingga kemungkinan suatu lembaga keuangan dalam kondisi bermasalah semakin kecil. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut:

BOPO = Biaya Operasional/Pendapatan Operasional

 

#7 LDR (Loan to Deposit Ratio)

Rasio ini digunakan untuk menilai likuiditas suatu bank yang dengan cara membagi jumlah kredit yang diberikan oleh bank terhadap dana pihak ketiga.

Semakin tinggi rasio ini, semakin rendahnya kemampuan likuiditas bank yang bersangkutan sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah akan semakin besar.

Kredit yang diberikan tidak termasuk kredit kepada bank lain sedangkan untuk dana pihak ketiga adalah giro, tabungan, simpanan berjangka, sertifikat deposito. Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

LDR = Total Kredit / Total Dana Pihak Ketiga

 

Pilihlah Bank Yang Tepat

Dari sekian banyak bank yang ada di Indonesia, Anda mungkin akan kebingungan memilih bank yang cocok untuk anda.

Cara termudah adalah dengan menyesuaikan kebutuhan anda dengan apa yang disediakan oleh pihak bank. Namun beberapa dari kita masih kebingungan dengan banyaknya pilihan tersebut.

Melalui aplikasi Finansialku, anda bisa mendapatkan fitur konsultasi dengan Certified Financial Planner yang ada di Finansialku. Anda bisa konsultasikan masalah keuangan anda, termasuk bank mana yang cocok untuk Anda. Segera dapatkan aplikasi Finansialku di Google Play Store atau Apple App Store.

 

Khusus untuk Anda yang sedang mengajukan KPR namun tak kunjung diterima oleh pihak bank, Finansialku punya video untuk membantu Anda. Simak video dibawah ini.

 

Itu dia informasi mengenai rasio CAMEL. Semoga dapat dipahami dengan baik.

Akan lebih baik jika Anda dapat share artikel ini sehingga bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan rekan-rekan kita.

 

Sumber Referensi:

  • Hestanto. Rasio CAMEL (Capital, Asset quality, Management, Earning dan Liquidity). Hestanto.web.id – https://bit.ly/38WwbbW

 

Sumber Gambar:

  • Gambar 1 – https://bit.ly/38WwbbW
  • Gambar 2 – https://bit.ly/3c0vyQq
  • Gambar 3 – https://bit.ly/3c0aUQz