Karena beberapa hal, status sebagai peserta BPJS Tenaga Kerja bisa menjadi tidak aktif. Lalu bagaimana Cara Mengaktifkan BPJS TK yang Tidak Aktif?

Berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 Pasal 15 ayat 2, setiap pemberi kerja diwajibkan untuk mendaftarkan seluruh karyawannya sebagai peserta BPJS kesehatan tanpa terkecuali.

Karena itu, setiap pegawai seharusnya terdaftar sebagai anggota BPJS Tenaga Kerja. Mari simak pembahasan berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

BPJS Tenaga Kerja

Saat Anda bekerja di suatu perusahaan, maka secara otomatis Anda harus terdaftar sebagai peserta BPJS Tenaga Kerja.

Hal ini adalah aturan pemerintah yang ditetapkan oleh undang-undang. Oleh karena itu, apabila Anda sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Mandiri, Anda perlu mengganti status kepesertaan Anda menjadi peserta BPJS Tenaga Kerja.

Akan tetapi, status peserta BPJS Tenaga Kerja ini tidak berlaku permanen.

Apa Benar Dapat Diskon Pakai Kartu BPJS Ketenagakerjaan Saat Berbelanja 01 - Finansialku

[Baca Juga: Kabar Gembira! Kartu BPJS Ketenagakerjaan Sekarang Berubah Menjadi Digital!]

 

Dalam beberapa kondisi, status Anda sebagai peserta BPJS Tenaga Kerja bisa menjadi non aktif. Khususnya pada saat Anda berhenti atau resign dari tempat Anda bekerja.

Namun, jika Anda mengalami hal ini, sebenarnya Anda bisa memperpanjang atau mengaktifkan kembali status Anda sebagai peserta BPJS Tenaga Kerja.

Anda bisa melakukan pengaktifan kembali dengan mendaftar sebagai peserta mandiri, atau memperpanjang status kepesertaan BPJS Tenaga Kerja Anda saat mendaftar di perusahaan yang baru.

Lalu, bagaimana cara Anda mendaftar BPJS Tenaga Kerja yang sudah tidak aktif?

 

Cara Mendaftar BPJS Tenaga Kerja Tidak Aktif Karena Resign

Saat Anda bekerja di suatu perusahaan, maka perusahaan wajib mendaftarkan Anda sebagai peserta BPJS Tenaga Kerja.

Akan tetapi, saat Anda mengajukan resign, maka secara otomatis status kepesertaan Anda akan menjadi non aktif.

Jika Anda ingin mengaktifkan kembali status kepesertaan Anda, berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa Anda ikuti:

 

#1 Melakukan Pendaftaran Kembali

Jika Anda sudah resign dari kantor lama, Anda bisa mendaftar kembali sebagai peserta BPJS dengan dua pilihan. Yaitu sebagai peserta BPJS Mandiri, atau BPJS Tenaga Kerja di perusahaan yang baru.

 

#2 Pastikan BPJS Tenaga Kerja Lama Sudah Non Aktif

Untuk bisa mendaftar sebagai peserta BPJS Tenaga Kerja di perusahaan baru, Anda perlu memastikan bahwa status dari BPJS Tenaga Kerja Anda sudah non aktif. Hal ini penting agar BPJS Tenaga Kerja Anda yang baru bisa diaktifkan.

 

#3 Membawa Dokumen Persyaratan

Jika Anda memilih untuk terdaftar sebagai peserta BPJS mandiri, akan lebih mudah jika Anda datang langsung ke kantor BPJS setempat.

Agar proses menjadi lebih mudah, jangan lupa untuk menyiapkan dokumen-dokumen persyaratan yang dibutuhkan, yaitu:

  • Fotokopi kartu keluarga (KK) dan KK asli untuk ditunjukkan
  • Fotokopi KTP dan KTP asli untuk ditunjukkan
  • Fotokopi Akta Kelahiran dan Akta Kelahiran asli untuk ditunjukkan
  • Foto 3 x 4 sebanyak 2 lembar
  • Bukti kepemilikan rekening bank atau buku bank. Sebaiknya Anda memiliki rekening di bank BNI, BRI, atau BTN. Persyaratan ini diperlukan jika Anda ingin mengambil kepesertaan kelas I atau kelas II.
  • Pastikan seluruh anggota keluarga yang ada di Kartu Keluarga Anda terdaftar sebagai peserta BPJS. Anda bisa mengurusnya bersama dengan pengajuan kepesertaan Anda.
  • Kartu BPJS lama

Selain itu, Anda juga perlu menyiapkan surat pernyataan resign atau surat referensi kerja.

Surat ini berisi keterangan bahwa Anda pernah bekerja di perusahaan tersebut selama sekian tahun dan juga informasi lainnya terkait perusahaan tempat Anda bekerja sebelumnya.

Termasuk informasi mengenai Anda selama bekerja dan juga alamat perusahaan.

Berapa-Lama-Mencairkan-BPJS-Ketenagakerjaan-4-Finansialku

[Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Online: E-Payment System (EPS) Untuk Kemudahan Pembayaran]

 

Sedangkan jika Anda ingin mengaktifkan kembali sebagai peserta BPJS Tenaga Kerja di perusahaan baru, Anda bisa datang atau menghubungi HRD di perusahaan baru tempat Anda bekerja.

Jangan lupa juga untuk membawa syarat-syarat yang diperlukan, yaitu:

  • Kartu BPJS sebelumnya
  • Fotokopi kartu keluarga (KK) dan KK asli untuk ditunjukkan
  • Fotokopi KTP dan KTP asli untuk ditunjukkan
  • Foto 3 x 4

 

Selanjutnya, HRD akan melakukan perpanjangan kepesertaan BPJS Tenaga Kerja untuk Anda. Sedangkan untuk hak kelasnya akan disesuaikan dengan gaji pokok pekerja.

Kemungkinannya, Anda akan mendapatkan BPJS kelas I atau kelas II tergantung dengan gaji Anda.

Saat Anda mengajukan kepesertaan BPJS baru ke kantor BPJS atau ke HRD kantor Anda yang baru, pastikan Anda mengisi setiap data dengan benar. Dengan begitu, proses administrasi bisa berjalan dengan baik dan lancar.

 

Mengapa BPJS Tenaga Kerja Masih Aktif Setelah Resign?

Biasanya, saat Anda mengajukan resign, maka secara otomatis perusahaan akan langsung mengubah status BPJS Tenaga Kerja Anda menjadi tidak aktif.

Hal ini dilakukan agar perusahaan tidak perlu membayar iuran bulanan BPJS untuk Anda lagi.

12 Alasan Resign Kerja yang Sering Diucapkan Karyawan. Apakah Anda Pernah Melakukannya Juga 02 - Finansialku

[Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan: Antara Digitalisasi vs Efisiensi]

 

Namun, dalam beberapa kondisi, kadang kala status kepesertaan Anda bisa jadi masih aktif. Biasanya, hal ini disebabkan oleh adanya tunggakan yang masih belum dibayarkan oleh perusahaan.

Jika hal seperti ini terjadi, maka status BPJS Tenaga Kerja Anda tidak dapat dibuat non aktif. Kecuali jika perusahaan telah membayar lunas seluruh tunggakan yang mereka miliki.

 

Apakah Anda Akan Terkena Denda Setelah Resign Lama?

Kadang kala, muncul kekhawatiran akan denda setelah lama tidak menggunakan BPJS Tenaga Kerja karena resign.

Iuran BPJS Tenaga Kerja akan dibayarkan oleh perusahaan tempat Anda bekerja. Karena itu, iuran yang dibayarkan adalah tanggung jawab perusahaan tempat Anda bekerja.

Saat Anda melakukan resign, maka perusahaan perlu membuat status kepesertaan Anda menjadi tidak aktif. Dengan begitu, perusahaan tidak perlu membayar iuran BPJS Tenaga Kerja Anda setelah Anda resign.

Karena iuran peserta BPJS Tenaga Kerja menjadi tanggung jawab pemberi kerja atau perusahaan, maka Anda juga tidak bertanggung jawab atas denda yang dibebankan.

Dan Anda juga tidak wajib membayar iuran atau denda BPJS Tenaga Kerja selama status BPJS Tenaga Kerja Anda menjadi non aktif.

Akan tetapi, jika perusahaan sebelumnya belum membuat status kepesertaan BPJS Tenaga Kerja Anda menjadi non aktif, maka Anda akan mendapat opsi untuk membayar semua tunggakan BPJS Anda.

Anda dapat melakukan pembayaran tunggakan di tempat-tempat yang sudah ditunjuk oleh BPJS. Selain itu, Anda juga bisa melakukan pembayaran di kantor BPJS Tenaga Kerja.

Setelah proses pembayaran tunggakan ini selesai, maka Anda bisa memilih kembali kelas BPJS yang akan Anda Ambil dan juga besaran iuran untuk kepesertaan Anda berikutnya.

Apakah Anda sudah merencanakan keuangan Anda dengan baik? Tenang, Anda bisa membaca ebook dari Finansialku di bawah ini secara GRATIS agar Anda bisa merencanakan keuangan dengan tepat.

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Jika Anda pernah mengurus pengaktifan kembali BPJS Tenaga Kerja Anda yang sudah non aktif, maka Anda bisa membagikan pengalaman Anda dengan menuliskannya di kolom komentar.

Jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 15 September 2017. Cara mengaktifkan lagi kepesertaan bpjs kesehatan setelah resign dari perusahaan. Pasienbpjs.com – http://bit.ly/31kW6GK

 

Sumber Gambar:

  • Karyawan – http://bit.ly/2IwGDek