Apakah Anda sering mendengar kampanye nikah muda atau menikah usia dini? Nikah muda memang asyik, namun sebelum itu pahami dulu dampak dari menikah usia dini terhadap finansial.

Pernikahan memang sering dijadikan sebuah akhir yang bahagia bagi beberapa orang, namun sesungguhnya pernikahan adalah gerbang awal dari kehidupan yang baru. Lalu, apa saja dampaknya terhadap finansial?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Dampak Menikah Usia Dini Terhadap Finansial

Menikah menjadi sebuah gerbang kebahagiaan bagi beberapa orang, ada juga orang yang memandang pernikahan sebagai salah satu ibadah. Memang tidak ada alasan yang salah dalam memulai pernikahan.

Permasalahan akan datang, saat orang yang menikah masih belum siap dalam mengarungi bahtera rumah tangga dengan pasangan. Di mana rumah tangga ini memiliki berbagai macam masalah.

Perbedaan Sebelum dan Sesudah Menikah Dalam Mengelola Keuangan 02 - Finansialku

[Baca Juga: Trik Ampuh Membeli Rumah Sebelum Menikah, Buktikan Sendiri!]

 

Masalah bisa berasal dari perbedaan sifat dari masing-masing pasangan hingga masalah mengatur keuangan. Saya pun mengamati tren menikah muda yang sedang booming saat ini.

Menurut Undang-Undang No 1 Tahun 1974, tentang Perkawinan Bab 2 Pasal 7 Ayat 1 menyebutkan bahwa usia ideal perkawinan adalah 16 tahun bagi perempuan dan 19 tahun bagi laki-laki.

“Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 (enam belas) tahun.”

 

Namun dalam praktiknya, menikah dengan umur yang telah ditetapkan di atas, mengalami beberapa kendala. Salah satunya adalah tingginya angka kematian ibu melahirkan.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tetap mengkampanyekan bahwa usia ideal untuk menikah bagi perempuan yaitu di atas 20 tahun dan untuk laki-laki adalah 25 tahun.

Dengan harapan, pada umur tersebut baik laki-laki dan perempuan dapat merencanakan masa depan yang lebih cemerlang, serta dapat mewujudkan keluarga yang berkualitas, sejahtera dan mandiri.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010, menunjukkan prevalensi umur perkawinan pertama antara umur 15 hingga 19 tahun sebanyak 41,9 persen.

Bahkan terdapat penelitian lainnya yang dilakukan di Provinsi Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Banten, menunjukkan bahwa usia kawin pertama perempuan di perkotaan sekitar 16-19 tahun dan di pedesaan sekitar 13-18 tahun.

Menurut hasil penelitian BKKBN, penyebab maraknya pernikahan di bawa umur ideal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor sosial, ekonomi, budaya dan faktor tempat tinggal.

 

Namun dari beberapa faktor yang sudah disebutkan di atas, faktor ekonomi yang paling dominan mempengaruhi usia perkawinan pertama terhadap perempuan.

Dengan diiming-imingi kemapanan dari sang suami yang kebetulan lebih mampu (kaya) menjadi salah satu alasan utama perempuan mau dinikahi pada umur yang cukup belia, terutama di daerah pedesaan.

 

#1 Hanya Mengandalkan Gaji Suami

Kebanyakan perempuan yang memutuskan untuk menikah pada usia dini atau muda ini, berharap bahwa hanya dengan mengandalkan gaji suami, hidupnya akan lebih terjamin.

Padahal sering dijumpai di rumah tangga adalah banyaknya pengeluaran yang tidak biasanya dilakukan saat hidup sendiri yang menyebabkan gaji suami saja tidak cukup.

Cobaan Keuangan Sebelum Menikah 01 Pasangan - Finansialku

[Baca Juga: Ingin Menikah? Pasangan Biasanya Melakukan Perencanaan Dana Pernikahan Dulu]

 

Karena keterbatasannya ini, terkadang percekcokan antara suami dan istri sering terjadi. Seharusnya, dari awal baik suami dan istri sudah mengetahui bahwa menikah memang bukan perihal cinta saja.

 

#2 Belum Memiliki Tabungan/Aset

Biasanya, pasangan yang menikah pada usia dini atau muda belum memiliki tabungan atau aset yang cukup ketika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan.

Misalnya, kalau tiba-tiba suami di PHK, suami belum mempunyai tabungan yang cukup untuk menghidupi istrinya sesudah PHK.

Atau ketika istri hamil dan butuh perawatan rumah sakit, suami belum menyediakan tabungan yang memadai untuk membayar biaya perawatan rumah sakit istri, maupun keadaan genting lainnya.

 

#3 Kaget Mengetahui Tanggungan Suami

Beberapa istri mengira, bahwa setelah menikah tanggungan suami hanya istrinya saja. Padahal, sang suami memiliki orang tua maupun saudara kandungnya yang masih menjadi tanggungannya.

Jadi, gaji suami harus dibagi sebaik mungkin supaya kebutuhan, baik keluarga suami dan juga keluarganya sendiri tetap terpenuhi. Terkadang, beberapa istri tidak menghitung bahkan mempertanyakan hal ini.

Pilih-Hidup-Berumah-Tangga-dengan-Mertua-2-Finansialku

[Baca Juga: Sudah 5 Tahun Menikah Tapi Belum Punya Rumah? Lakukan 5+ Cara Ampuh Membeli Rumah Cepat!]

 

Sebelum Anda menikah, memang lebih baik Anda dan pasangan sama-sama merencanakan bagaimana kehidupan dan cara mengatur keuangan setelah menikah. Bagaimana caranya mengatur keuangan setelah menikah?

 

Cara Mengatur Keuangan Setelah Menikah

Sebelum Anda memutuskan untuk menikah, ada baiknya Anda melakukan tips-tips berikut, supaya keuangan Anda setelah menikah tidak mengganggu kehidupan Anda dan keluarga.

 

#1 Samakan Visi dan Misi

Sebelum memutuskan untuk menikah, ada baiknya Anda menyamakan visi dan misi Anda dan pasangan. Apa yang akan Anda dan pasangan capai dalam beberapa tahun ke depan?

Apakah membeli rumah didahulukan, membeli kendaraan atau memulai bisnis kecil-kecilan? Bagaimana Anda dan pasangan akan mencapai visi tersebut.

Dampak Menikah Usia Dini Terhadap Finansial 2 Finansialku

[Baca Juga: 5+ Diskusi Masalah Keuangan Sebelum Menikah yang WAJIB Anda dan Pasangan Lakukan]

 

Apakah hanya Anda saja yang bekerja, atau Anda dan pasangan akan bekerja juga. Lalu, bagaimana baiknya Anda dan pasangan akan menabung dan membagi harta dan sebagainya.

 

#2 Transparan

Pastikan Anda dan pasangan sudah transparan terhadap keuangan, Anda harus memberi tahu berapa pendapatan Anda dan Anda membutuhkan apa saja dari uang tersebut.

Pasangan Anda pun harus transparan mengenai pendapatannya dan pengeluaran yang dibutuhkan dari pasangan Anda. Anda dan pasangan juga harus mengetahui rekening masing-masing atau rekening bersama.

Transparansi ini sangat penting sekali, apalagi ketika Anda dan pasangan sudah menyamakan visi dan misi bersama.

 

#3 Mulai Membuat Anggaran dan Catatan Keuangan

Setelah Anda mengetahui bagaimana kondisi keuangan Anda dan pasangan, langkah selanjutnya adalah membuat anggaran keuangan bulanan.

Kemana saja uang Anda dan pasangan akan dihabiskan, untuk apa saja uang yang Anda dan pasangan dapatkan. Setelah itu, jangan lupa juga untuk menuliskan pengeluaran hariannya.

 

Supaya Anda dan pasangan mengetahui kemana saja uang Anda pergi dan mengetahui langkah penghematan yang bisa Anda dan pasangan lakukan.

Anda bisa menggunakan Aplikasi Finansialku untuk membuat anggaran serta mencatat keuangan.

Segera unduh Aplikasi Finansialku melalui Google Play Store, atau akses langsung aplikasinya di browser Anda dengan mengklik tautan berikut ini.

 

#4 Mulailah Membuat Tugas

Selanjutnya, Anda dan pasangan membagi tugas masing-masing dalam mengelola keuangan.

Siapa yang akan membuat rekening, siapa yang akan membuat anggaran, siapa yang akan me-review anggaran keuangan.

Tujuannya adalah supaya Anda dan pasangan memiliki kerja sama dalam berkeluarga dan tidak hanya itu saja, jika terjadi percekcokan masalah keuangan, Anda dan pasangan sudah tahu bagaimana cara memperbaikinya.

 

Menikah Bukanlah Permainan

Jika Anda memutuskan untuk menikah muda, pastikan Anda sudah memiliki rencana ke depannya apa yang akan Anda dan pasangan capai dan bagaimana cara mencapainya.

Jangan sampai Anda dan pasangan menikah tetapi Anda dan pasangan tidak tahu bagaimana caranya mengelola keuangan keluarga setelah menikah. Menikah memang membutuhkan perencanaan yang baik.

Tidak ada seorang pun yang ingin pernikahannya berakhir begitu saja, dengan adanya perencanaan, pernikahan Anda pun akan mencapai keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Jika Anda masih bingung bagaimana caranya mengatur keuangan Anda sendiri, Anda dapat membaca ebook mengenai mengatur keuangan sendiri di usia 20-an di bawah ini.

 

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku 

Download Sekarang

 

Anda cukup mengklik download dan Anda akan dapat ebook-nya gratis!

 

Setelah membaca artikel ini, saya yakin Anda telah mengetahui bahwa terdapat dampak menikah usia dini terhadap finansial.

Bagikan informasi ini kepada teman atau saudara Anda yang belum mengetahui bahwa terdapat dampak menikah usia dini terhadap finansial yang bermanfaat untuk Anda. Semoga bermanfaat!

 

Sumber Referensi:

  • Kimberly Stephanie. 8 Tips Keuangan untuk Pasangan yang Baru Menikah. Koinworks.com – https://goo.gl/CMQnk4
  • Annissa Sagita. 18 Agustus 2018. Pernikahan Bukan Solusi Keuangan. Kumparan.com – https://goo.gl/skHNrD
  • Sholehudin Abdul Aziz. 5 Agustus 2016. Nikah Usia Ideal vs Nikah Muda : Jangan Salah Pilih Demi Masa Depan yang Lebih Baik. Kompasiana.com – https://goo.gl/7ws2vQ

 

Sumber Gambar:

  • Nikah Muda – https://goo.gl/wbJuVa
  • Nikah Muda 2 – https://goo.gl/dNzU4p