Mana yang duluan? Menyiapkan dana darurat atau investasi dulu?

Yuk, simak artikel berikut!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Dana Darurat atau Investasi

Dana darurat dan investasi merupakan hal yang sangat penting dalam perencanaan keuangan. Namun, seringkali orang bertanya-tanya yang manakah yang harus dipersiapkan terlebih dahulu, dana darurat atau investasi?

Sebelum mengetahui yang mana yang harus dipersiapkan terlebih dahulu atau apakah bisa menyiapkan keduanya secara bersamaan tentunya Anda perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu dana darurat dan investasi.

Dana darurat adalah dana yang digunakan untuk keadaan yang genting atau darurat (emergency).

Sedangkan investasi digunakan sebagai kendaraan untuk mempercepat pencapaian tujuan keuangan Anda. Selain itu, investasi juga membantu Anda untuk mengatasi inflasi, sehingga uang Anda semakin bertambah dan bukannya berkurang.

Setelah mengetahui apa itu dana darurat dan investasi, maka Anda semakin memahami kan bahwa dana darurat dan investasi itu penting.

Tapi, kembali lagi ke pertanyaan awal, menyiapkan dana darurat atau investasi dulu? Apakah bisa menyiapkan keduanya? Mari, kita lihat jawabannya satu per satu.

 

Menyiapkan Dana Darurat Atau Investasi Dulu?

Jawabannya adalah tergantung. Jadi menyiapkan dana darurat atau investasi dulu tergantung dengan kondisi keuangan Anda dan kebutuhan Anda.

 

#1 Pentingnya Dana Darurat

Dalam perencanaan keuangan dana darurat merupakan sebuah pondasi. Sehingga, dana darurat merupakan hal yang sangat dasar (basic) dalam perencanaan keuangan.

Jadi dana darurat memiliki peranan yang sangat penting apalagi jika Anda sudah berkeluarga.

Terdapat 2 fungsi utama dari dana darurat yaitu, sebagai dana cadangan (cash reserve) dan untuk pengeluaran tak terduga (unexpected expense).

Contohnya, ketika Anda kehilangan pekerjaan, perubahan jabatan, dan sebagainya berarti dana darurat berfungsi sebagai dana cadangan.

Sedangkan, jika tiba-tiba kendaraan Anda rusak dan harus diperbaiki, genteng rumah Anda bocor, anggota keluarga ada yang sakit, dan sebagainya berarti dana darurat disini berfungsi untuk pengeluaran tak terduga.

Dana darurat biasanya disimpan di produk-produk keuangan yang likuid, mudah di akses, dan aman. Anda dapat menyimpan dana darurat di tabungan, deposito, ataupun reksa dana pasar uang.

Dana Darurat Keluarga 01 - Finansialku

[Baca Juga: Karyawan Milenial, Sudah Siapkan Dana Darurat di Tahun 2019?]

 

Pada umumnya, Anda disarankan untuk memiliki dana darurat setidaknya 6-12 kali dari pengeluaran bulanan Anda.

Jadi, misalnya gaji Anda sebesar Rp10 juta dan pengeluaran bulanan Anda sebesar Rp7 juta per bulan, berarti Anda harus memiliki dana darurat setidaknya Rp42 juta (Rp7 juta x 6).

Dengan begitu, maka sangat disarankan untuk memiliki dana darurat terlebih dahulu sebelum berinvestasi. Sehingga, Anda dapat memiliki pondasi yang kuat sebelum melangkah ke tingkat selanjutnya.

Oh ya, sebagai tips tambahan sebaiknya Anda memisahkan rekening dana darurat dengan rekening Anda yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari ya. Hal ini berguna agar Anda tidak menggunakan dana darurat untuk kebutuhan sehari-hari Anda. Ingat, dana darurat digunakan pada saat keadaan yang darurat saja.

 

#2 Pentingnya Investasi

Investasi merupakan sebuah kendaraan yang membantu Anda untuk meraih tujuan keuangan Anda agar lebih cepat.

Misalnya, Anda mau membeli rumah, membeli mobil, dan sebagainya. Tentu saja investasi berperan penting dalam pencapaian tujuan keuangan Anda.

Selain itu, investasi juga dapat membantu Anda untuk mengatasi inflasi. Sehingga, uang Anda semakin bertambah dan bukannya berkurang karena tergerus inflasi.

Potensi SBN Baru ST003 yang Dijamin Pemerintah Sepenuhnya 02 Modal Investasi - Finansialku

[Baca Juga: Yuk! Kenalan dengan Investasi]

 

Namun, sebelum memulai investasi terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Anda harus memastikan apakah Anda sudah:

  1. Memiliki rencana keuangan (financial plan) dan rencana investasi (investment plan).
  2. Memiliki kondisi keuangan yang sehat (jika Anda tidak mengetahui apakah kondisi keuangan Anda sehat atau tidak, Anda bisa cek kondisi keuangan Anda melalui menu “Financial Health Check Up” di aplikasi Finansialku.
  3. Mengenal dan mempelajari produk investasi terlebih dahulu. Misalnya, Anda mau berinvestasi di reksa dana, maka Anda perlu mempelajari apa itu reksa dana dan bagaimana cara kerjanya. Dengan begitu, maka dapat membantu Anda untuk mengurangi risiko dalam berinvestasi.

 

Sekarang ini, sudah ada berbagai macam instrumen investasi yang dapat Anda pilih. Ada investasi saham, reksa dana, logam mulia, P2P (Peer to Peer Lending), obligasi, deposito, dan sebagainya.

Anda dapat memilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan Anda. Jika Anda merupakan risk taker atau orang yang berani mengambil risiko, maka Anda bisa mencoba investasi di saham.

Namun, jangan lupa untuk mempelajari terlebih dahulu apa itu investasi saham, dan bagaimana cara kerjanya. Sehingga, risiko dalam berinvestasi juga bisa lebih berkurang.

 

Apakah Bisa Menyiapkan Keduanya?

Jawabannya adalah bisa. Anda bisa menyiapkan dana darurat dan investasi secara bersamaan. Namun, tentu saja hal ini tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan Anda.

Lalu, bagaimana cara menyiapkan dana darurat dan investasi secara bersamaan? Berikut cara menyiapkan dana darurat dan investasi secara bersamaan.

 

Cara Menyiapkan Dana Darurat dan Investasi Secara Bersamaan

Cara menyiapkan dana darurat dan investasi secara bersamaan adalah dengan membagi proporsi untuk dana darurat dan investasi.

Porsi untuk dana darurat dan porsi untuk investasi tentunya juga disesuaikan dengan kondisi keuangan Anda.

Tidak ada persentase yang tetap (fix) untuk menentukan berapa besar yang untuk dana darurat dan seberapa besar yang untuk investasi.

Sebagai contoh, misalnya Anda memiliki income (pendapatan) sebesar Rp10 juta per bulan. Lalu, persentase dari income Anda untuk ditabung adalah 20% yaitu sebesar Rp2 juta.

Maka, Anda dapat membaginya sebagian untuk menyiapkan dana darurat dan sebagian untuk investasi. Misalnya Anda mau menggunakan Rp1 juta untuk dana darurat, dan Rp1 juta lagi untuk investasi.

 

Mengetahui Kebutuhan dan Menentukan Pilihan

Setelah mengetahui bagaimana pentingnya dana darurat dan investasi, serta apa yang harus dipersiapkan terlebih dahulu dana darurat atau investasi maka sekarang Anda dapat menentukan mau menyiapkan dana darurat atau investasi dulu.

Atau menyiapkan keduanya secara bersamaan. Tentunya, pilihan yang Anda ambil harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan Anda ya.

Namun pada dasarnya dalam perencanaan keuangan, urutan prioritas adalah dimulai dari dana darurat, baru investasi.

Anda bisa membaca ebook Perencanaan Keuangan untuk usia 30 an di bawah ini secara GRATIS.

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Jadi, apakah Anda mau menyiapkan dana darurat atau investasi dulu? Atau Anda mau menyiapkan keduanya secara bersamaan? Silakan berikan komentar dan pendapat Anda di kolom yang telah tersedia.

Anda juga dapat membagikan artikel ini kepada rekan-rekan Anda yang membutuhkan. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Evi Rahmayanti. 14 Desember 2018. Tips Menyiapkan Dana Darurat dan Investasi Secara Bersamaan. Bareksa.com – https://goo.gl/EeZxes
  • Yudha Yudistira. 18 Febuari 2019. Pengantin Baru, Dana Darurat Dulu Atau Investasi? Cnbcindonesia.com – https://goo.gl/zhSs7p

 

Sumber Gambar:

  • Tujuan Keuangan – https://goo.gl/CzzbQw