Ketahui dasar analisa teknikal untuk mengetahui kondisi pasar trading dan untuk mengetahui sinyal beli atau jual!

Semuanya akan dibahas di artikel Finansialku di bawah ini. Jangan lupa dicatat, ya!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Dasar Analisis Teknikal

Dalam praktiknya, para trader tentunya harus menggunakan metode atau analisis untuk bisa membaca pergerakan pasar.

Salah satu dari analisis atau metode tersebut adalah analisa teknikal, yang merupakan formula matematis yang berfungsi untuk mengetahui bagaimana kondisi pasar.

Selain itu, analisa teknikal ini juga membantu para trader untuk memberikan sinyal beli atau jual.

Pada artikel ini, Finansialku akan membahas mengenai dasar-dasar analisa teknikal yang bisa digunakan oleh para trader, yang terdiri dari:

 

#1 Moving Average

Moving average adalah indikator yang digunakan untuk mengukur dan mendeteksi sebuah tren harga di pasar.

Moving average ini merupakan sebuah garis yang berasal dari perhitungan harga yang dihitung dari pergerakan rata-rata dari suatu harga dalam satu rentang waktu tertentu.

Pada umumnya, rentang waktu yang digunakan adalah 5, 20, 60, 120, 200, 250 (dari candle yang terbentuk sebelumnya).

Jika garis Moving Average (MA) ini berada di atas harga, maka harga tersebut sedang berada dalam tren turun atau bearish.

Sementara itu, jika garis Moving Average (MA) ini berada di bawah harga, maka harga tersebut sedang berada dalam tren naik atau bullish.

Moving Average ini terdiri dari beberapa jenis, yaitu Simple Moving Average (SMA), Exponential Moving Average (EMA), Double Crossover Moving Average, dan Triple Crossover Moving Average.

Masing-masing keempatnya memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda satu sama lain.

 

Penjelasan serta penjelasan dari keempatnya ini dibahas oleh Melvin Mumpuni, CEO sekaligus founder dan perencana keuangan dari Finansialku bersama dengan Dedi Prasetyo, seorang trader profesional yang sudah memiliki pengalaman di pasar trading selama 20 tahun dalam sebuah online course.

Selain menjelaskan keempat poin di atas, online course ini berfokus pada penjelasan mengenai trading secara menyeluruh beserta dengan penjelasan analisis yang biasa digunakan oleh para trader profesional.

Dalam online course ini, Sobat Finansialku juga berkesempatan untuk bisa mengetahui rahasia melakukan trading hanya dengan modal Rp 500.000 saja.

Sobat Finansialku bisa menonton online course-nya sekarang hanya dengan menekan tombol di bawah ini.

Online course professional trader banner

 

#2 Bollinger Bands

Dasar analisa pasar yang kedua adalah bollinger bands, yang merupakan salah satu indikator teknikal untuk mengukur volatilitas dan memperkirakan rentang pergerakan harga jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold).

Indikator ini terdiri dari tiga garis yang bergerak mengikuti pergerakan harga, yang terdiri dari:

  • Upper band
  • Middle band
  • Lower band

 

Dalam praktiknya, penerapan strategi trading menggunakan teknik bollinger bands ini dilakukan dengan cara mencari level buy di area lower band atau mencari level sell di area upper band yang mana targetnya adalah area middle band.

Open position (entry) ini juga dapat dilakukan ketika harga telah menembus garis Middle Band SMA-20 dengan target harga pada upper atau lower bands, dengan aturan:

  • Kondisi uptrend terjadi bila harga telah melewati upper band dan harga penutupan berada di luar band.
  • Kondisi downtrend terjadi bila harga melewati lower band dan ditutup di luar band.

 

#3 Parabolic SAR

Dasar analisa teknikal selanjutnya adalah Parabolic SAR (Stop And Reverse) yang biasanya digunakan untuk menentukan arah suatu harga, serta menggambarkan peringatan ketika arah harga berubah.

Parabolic SAR ini memiliki beberapa fungsi umum, yaitu menentukan arah tren dan sebagai patokan entry.

 

#4 Relative Strength Index (RSI)

Dalam praktek umumnya, RSI digunakan untuk mencari sinyal buy dan sell seperti halnya indikator yang lain.

Adapun, yang dimaksudkan dengan konfirmasi sinyal sell adalah ketika RSI turun dari area overbought dan berada di bawah 70.

Sementara konfirmasi buy adalah ketika RSI naik dari area oversold dan berada di atas 30.

 

#5 William Percent Range (%R)

Selanjutnya adalah Indikator William Percent Range, yang kelebihannya adalah bisa memprediksi pembalikan arah harga, satu atau dua bar sebelum pergerakan harga benar-benar berbalik arah.

 

Pelajari Bareng Ahli

Itu dia beberapa indikator yang termasuk ke dalam dasar analisa teknikal yang biasa digunakan para trader.

Supaya bisa mendapatkan ilmu secara maksimal, pastikan untuk mempelajarinya secara menyeluruh bersama ahlinya, ya!

 

Apakah Sobat Finansialku punya pertanyaan terkait beberapa indikator yang termasuk ke dalam dasar analisa teknikal ini? Silakan tuliskan di kolom komentar, ya!

Sobat Finansialku juga bisa membagikan informasi ini kepada teman-teman trader lainnya lewat pilihan platform yang tersedia di bawah ini. Terima kasih!

 

 

Sumber Gambar:

  • https://bit.ly/3kEvpqL