Data KPU bocor karena diretas hacker! Lalu bagaimana nasib jutaan data pemilih se-Indonesia?

Ketahui informasi selengkapnya di berita Finansialku di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Gawat! Data KPU Bocor!

Sebuah cuitan pada akun twitter @underthebreach membuat gembar jagat dunia maya.

Hal ini ditengarai oleh dirinya yang mengungkapkan aksi peretasan data pada salah satu lembaga di Indonesia.

Dilaporkan kalau ada 2,3 juta data pemilih di database resmi milik KPU yang akan disebarkan.

Waduh! Data KPU Bocor Dibobol Hacker, Kok Bisa 02

[Baca Juga: Tokopedia Kena Hack, Ini Cara Amankan Akunmu Dari Hacker]

 

Data yang dibocorkan ini berasal dari tahun 2013 berisi nama, alamat, nomor ID, tanggal lahir, dan data penting lainnya, sebagaimana dilansir laman cnbcindoensia.com, Jumat (22/05).

“Actor leaks information on 2,300,000 Indonesian citizens. Data includes names, addresses, ID numbers, birth dates, and more. Appears to date back to 2013. Actor claims he will leak 200,000,000 additional citizens information soon.” Begitu kiranya cuitan pemilik akun @underthebreach pada Kamis (21/05) malam lalu.

 

Cuitan ini tentu menjadi ramai dengan balasan yang berupa dari beberapa warga Indonesia, di antaranya adalah:

“Personal data protection is a joke here. Sooner or later our data will be out there. Actually, surprised that it took that long. I kinda accepted my fate that my citizen data is out there for years.” @duck_duckone-

 

“Data privacy here is a myth, and the fact that many of our people are unaware makes it worse. People act like data privacy is nothing to worry about. And the just few hours ago someone tried to subscribe to a game using my phone number. Good Lord.” -@rumputkecambah-

 

“The actor who leaked the Indonesian Voters Database also published a post describing Indonesian Deep State which mentioned several public figures ~” -@danieladam1974-

 

“The government gives no sh*t on data privacy, even the president’s ID number was published by one of the mainstream media – and looks like no one’s complaining.” -@kepiiinn_-

 

“The truth has been spoken. Some time ago, precisely before the election was held, the KPU server had been broken by a 15-year-old boy, he said when he entered the gap, he could see a database of ‘voters’, and the KPU said that it was a hoax.” -@bagvzzz-

 

Menanggapi kebocoran data pada KPU, Viryan Aziz selaku komisioner KPU membenarkan kalau data yang diretas adalah berasal dari Daftar Pemilih Tetap Pemilu tahun 2014.

“Data tersebut adalah softfile DPT Pemilu 2014. Soffile data KPU itu berbentuk format PDF dan dikeluarkan sesuai regulasi untuk memenuhi kebutuhan publik bersifat terbuka.” Jelasnya, sebagaimana dikutip laman tekno.kompas.com, Jumat (22/05).

Selain itu, dia juga mengatakan kalau pihak KPU sedang bekerja keras untuk menyelidiki unggahan dari hacker tersebut.

“KPU RI sudah bekerja sejak tadi malam menelusuri berita tersebut lebih lanjut dan melakukan cek kondisi internal dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.” Katanya.

Sementara itu, ditemui dalam momen yang berbeda, Johnny G. Plate, selaku Menteri Komunikasi dan Informatika mengatakan kalau pihaknya juga sudah melakukan penyelidikan teknis atas peristiwa ini.

“Saya sudah berbicara dengan Ketua KPU RI Arief Budiman dan akan ditindak-lanjuti koordinasi antara KPU, Kemenkominfo, dan Badan Siber & Sandi Negara (BSSN) untuk melakukan penyelidikan teknis untuk menjaga perlindungan data khususnya data pribadi.” Kata Johnny, dikutip laman cnnindonesia.com, Jumat (22/05).

 

Harus Audit Sistem Keamanan

Mengingat banyaknya kasus kebocoran data yang pernah terjadi di masa lampau, perusahaan keamanan siber, Kaspersky meminta pemerintah untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap sistem keamanan database negara.

“Ini berarti membuka kemungkinan untuk audit terbuka yang dapat disaksikan oleh masyarakat dan menunjukkan bahwa pemilu adalah sesuatu yang ditanggapi dengan serius.” Kata General Manager Kaspersky Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong dalam pernyataan resmi yang dikutip laman cnnindonesia.com, Jumat (22/05).

Dia mengharapkan kalau dalam audit tersebut pemerintah melibatkan para ahli keamanan siber untuk menyumbangkan wawasan dan pengetahuan mereka.

Bukan cuma itu, Tiong juga menganjurkan KPU dan pemerintah untuk berkolaborasi dengan organisasi publik dan swasta untuk memperbarui sistem keamanan KPU.

“Mencegah pelanggaran data dan peretas memasuki sistem pemilihan tidak diragukan lagi menjadi tantangan, tetapi dengan kerja sama yang bertujuan meningkatkan keamanan pemilu, setiap negara dapat menggagalkan upaya pelanggaran apa pun secara efektif di masa depan.” Katanya, masih dilansir dari sumber yang sama.

 

Menutup pernyataan tertulisnya, Tiong mengatakan kalau tata kelola data memang menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh negara di dunia.

Hal ini disebabkan oleh dua faktor, pertama, beragamnya sistem yang dikelola secara lokal.

Sementara faktor yang kedua adalah mesin turun temurun (legacy machine) yang tidak dirancang untuk sistem yang terintegrasi.

“Ruang siber kita yang sangat terhubung sekarang, telah membuka ruang pemilu lokal bagi para peretas lokal maupun asing. Perangkat keras dan sistem lama yang digunakan juga menambah kesulitan untuk mengamankannya.” Pungkas Tiong.

Dibalik_Alasan_Mengapa_Hacker_Ransomware (2)

[Baca Juga: Finansialku Jawab Keresahan Pengguna Soal Keamanan Data]

 

Sebagai informasi tambahan, akun twitter @underthebreach adalah akun sosial media yang digunakan sebagai akun monitoring dan pencegahan kejahatan siber yang marak dilakukan.

Akun ini merupakan akun yang juga sempat mengumumkan kebocoran data yang terjadi pada e-commerce Tokopedia dan Bhinneka beberapa waktu lalu.

Kebocoran data marak terjadi sejak beberapa waktu ke belakang, membuat masyarakat kelimpungan dibuatnya.

Finansialku benar-benar berharap tidak ada lagi kebocoran data siber di masa depan, dan semua permasalahan dapat diatasi dengan memperbarui segala sistem keamanan yang tersedia dengan lebih maksimal.

 

Bagaimana pendapat Sobat Finansialku mengenai fenomena ini? Jangan ragu untuk utarakan pendapat di kolom komentar, ya!

Sobat Finansialku juga bisa membagikan informasi ini secara lebih luas kepada rekan dan keluarga, karena mereka tentu berhak mendapatkan informasi yang valid tentang apa yang sedang terjadi pada dunia. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Conney Stephanie. 22 Mei 2020. Data Diduga Bocor, KPU Sebut Informasi yang Disebar Hacker Bersifat Terbuka. kompas.com – https://bit.ly/3e9ZXw5
  • Bangun Santoso. 22 Mei 2020. 2,3 Juta Data Pemilih Diduga Bocor, Begini Reaksi KPU. Suara.com – https://bit.ly/2LPdsVR
  • Admin.22 Mei 2020. Karena Kesalahan Pengamanan, Jutaan Data Penduduk di KPU Bocor!. Wartekonomi.co.id – https://bit.ly/36kIM8k
  • Admin. 22 Mei 2020. Kominfo Selidiki 2,3 Juta Data KPU yang Dijual Hacker. Cnnindonesia.com – https://bit.ly/2WSoZdn
  • Admin. 22 Mei 2020. Data KPU Diduga Bocor, Negara Diimbau Audit Keamanan Siber. Cnnindonesia.com – https://bit.ly/2Xj9pq5
  • Under The Breach. 21 Mei 2020. Twitter.com – https://bit.ly/3cX1lSo
  • Roy Franedya. 22 Mei 2020. Kacau! KPU Dibobol Hacker, 2,3 Juta Data Pemilih Bocor. Cnbcindonesia.com – https://bit.ly/2AJWwO6

 

Sumber Gambar:

  • KPU – https://bit.ly/2WTvmgA
  • Hack – https://bit.ly/3cVOqjB