Mungkin Anda sering mendengarnya, tapi apakah Anda tahu apa itu definisi Audit? Apa tujuannya? Apakah itu penting?

Aspek keuangan merupakan hal yang paling krusial dalam jalannya suatu perusahaan maupun Lembaga. Sehingga di sinilah pemeriksaan atau audit keuangan menunjukkan fungsi pentingnya.

 

Definisi Audit dan pendapat para ahli

Secara definisi, audit bisa diartikan sebagai pemeriksaan laporan keuangan untuk memberikan pendapat dari kebenaran penyajian laporan keuangan dari perusahaan/Lembaga dan juga diambil sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan.

Definisi Audit Adalah 01 - Finansialku

[Baca Juga: Definisi Manajemen Adalah]

 

Adapun beberapa pendapat ahli yang telah berhasil kami rangkum di sini, antara lain:

  • Menurut Arens and Loebbecke (Auditing: An Integrated Approach, Edisi 8, 2000:9), audit adalah:

Kegiatan mengumpulkan dan mengevaluasi dari bukti-bukti mengenai informasi untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi dengan kriteria yang telah ditetapkan. Proses audit harus dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen.

 

  • Menurut The American Accounting Association’s Committee on Basic Auditing Concepts(Auditing: Theory And Practice, Edisi 9, 2001:1-2), audit adalah:

Suatu proses yang sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan serta menyampaikan hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.

 

Selain definisi, hal yang perlu Anda ketahui adalah ‘apa sih tujuan dari audit itu sendiri?’ Ada beberapa tujuan utama diadakannya audit pada suatu perusahaan atau Lembaga, antara lain sebagai berikut:

  • Sebagai kelengkapan
  • Memastikan ketepatan dalam laporan keuangan dimulai dari saldo yang tercatat, transaksi yang dilakukan berdasarkan perhitungan yang tepat
  • Memastikan bahwasannya semua harta dan segala kewajibannya memiliki eksistensi tertentu dan transaksi tidak fiktif
  • Memastikan dan menilai bahwasannya prinsip akutansi diterapkan dengan benar
  • Memastikan bahwasannya catatan transaksi telah diklasifikasikan dengan tepat
  • Memastikan bahwasannya transaksi dicatat sesuai dengan kronologi yang benar dimulai dan penjumlahan saldo dilakukan melalui perhitungan yang tepat
  • Memastikan transaksi-transaksi yang dekat dengan tanggal neraca dicatat dalam periode yang tepat (cut-off)

 

Lalu apa sih pentingnya audit bagi suatu perusahaan/Lembaga? Nah untuk menjawab pertanyaan ini akan kami jabarkan dalam beberapa poin, sebagai berikut:

  1. Sebuah perusahaan jika tidak diaudit maka akan ada kesalahan yang disengaja atau pun tidak disengaja. Karena itu, laporan keuangan yang belum diaudit kurang dipercayai kewajarannya oleh pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut.
  2. Jika laporan keuangan sudah diaudit dan mendapat opini wajar yang tentunya tanpa pengecualian dari KAP, maka pengguna laporan keuangan bisa merasa yakin bahwa laporan keuangan tersebut bebas dari salah saji yang material dan disajikan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
  3. SPT yang sudah diaudit lebih dipercaya oleh lembaga hukum pajak atau perpajakan dibandingkan dengan laporan yang belum melalui proses audit.
  4. Perusahaan yang sudah go public dan terkenal, serta memiliki aset Rp25 miliar atau lebih maka harus memasukkan ke audited financial statements-nya ke Departemen Perdagangan dan Perindustrian.

 

Jenis Audit Menurut Asas Pemeriksaan

Audit memiliki jenis-jenisnya tersendiri. Ada beberapa jenis audit yang dibedakan berdasarkan pemeriksaannya, antara lain:

 

#1 Audit Laporan Keuangan

Yakni audit yang hanya mencakup pada penghimpunan sekaligus pengevaluasian bukti laporan. Audit ini biasanya dilakukan oleh pihak eksternal atas permintaan oleh klien.

 

#2 Audit Operasional

Jenis audit yang satu ini lebih difokuskan untuk menelaah dan menilai keefektivitasan serta efisiensi dari prosedur dan metode operasi yang dijalankan dari suatu organisasi baik itu perusahaan maupun Lembaga.

 

#3 Audit Ketaatan

Audit ketaatan merupakan jenis audit yang memastikan bahwasannya perusahaan/Lembaga telah melakukan prosedur sebagaimana mestinya.

 

#4 Audit Kinerja

Audit kinerja merupakan audit yang dilakukan pada instansi pemerintah untuk menentukan 3E atau biasa disebut Ekonomis, Efektivitas dan Efisiensi.

Audit kinerja juga memperhatikan pengumpulan biaya serta manfaatnya, yang berarti suatu kegiatan tidak hanya diharapkan dengan biaya murah tetapi juga diperhatikan manfaatnya bagi masyarakat.

 

Jenis Audit Berdasarkan Luas Pemeriksaannya

Selain jenis audit yang dibagi berdasarkan pemeriksaannya, terdapat juga jenis audit yang dibagi berdasarkan luas pemeriksaannya, antara lain:

 

#1 Audit Umum

Audit yang satu ini berdasarkan tujuan untuk memberikan pendapat mengenai kewajaran akan laporan keuangan secara menyeluruh.

 

#2 Audit Khusus

Audit khusus yakni pemeriksaan yang dilakukan terbatas dan diminta suatu perusahaan untuk ruang lingkup yang khusus saja.

Nah perlu Anda ketahui pula, bahwasannya proses auditing memiliki standarnya sendiri. Standar tersebut dibagi dua yakni standar umum dan standar pekerjaan lapangan yang masing-masing memiliki karakteristiknya tersendiri.

Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya:

 

Standar Umum

  1. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang bisa memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai seorang auditor dan bukan hanya akuntan.
  2. Dalam semua hal yang berhubungan dengan ikatan, seorang auditor harus bisa bersikap profesional dan juga harus bersikap objektif tanpa memihak dan juga tanpa ada kecurigaan kerja sama.
  3. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan juga saksama.

 

Standar Pekerjaan Lapangan

  1. Pekerjaan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan jika menggunakan asisten maka harus disupervisi dengan semestinya.
  2. Pengungkapan informasi dalam laporan keuangan haruslah dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor.
  3. Ketika laporan auditor diserahkan, harus memuat pernyataan yang menandakan atau berpendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat ditulis maka, Anda bisa menyatakannya.
  4. Ketika ada penyusunan laporan yang tidak konsisten atau bermasalah, maka laporan auditor harus dapat menunjukkan agar diperbaiki dan diperjelas.

 

Nah itulah definisi mengenai audit yang perlu Anda ketahui. Jika ada beberapa hal yang ingin Anda tanyakan bisa tuliskan di kolom komentar..

Jangan lupa share artikel ini, semoga bermanfaat.

 

Sumber gambar:

  • Audit – http://bit.ly/2RGZqsY