Definisi IPO (Initial Public Offering) Adalah

Apa itu definisi IPO (Initial Public Offering)Bagi Anda yang tertarik untuk memasuki dunia investasi saham, pasti banyak kosakata baru yang belum Anda pahami, misalnya IPO. 

Mari kita simak penjelasannya di artikel berikut ini.

 

Definisi IPO (Initial Public Offering) Adalah

Initial Public Offering atau IPO adalah saham suatu perusahaan yang pertama kali dilepas untuk dijual kepada masyarakat atau publik, sehingga saham tidak dikuasai lagi secara privat. Perusahaan yang melakukan IPO biasanya disebut dengan perusahaan yang  “Go Public”.

Puluhan-Perusahaan-IPO-2-Finansialku

[Baca Juga: Definisi Emiten Adalah]

 

Perusahaan yang sudah go public akan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan disebut sebagai emiten.

Perusahaan go public juga wajib untuk melaporkan kondisi keuangan serta kinerja perusahaan kepada publik yang dapat dilihat pada website bursa efek Indonesia.

 

Tujuan IPO

Terdapat beberapa tujuan mengapa suatu perusahaan melakukan IPO. Berikut 4 tujuan perusahaan melakukan IPO:

 

#1 Mendapatkan Tambahan Modal

Dengan melakukan IPO maka perusahaan tersebut akan mendapatkan tambahan modal untuk perusahaannya.

Modal tersebut salah satunya akan digunakan untuk ekspansi perusahaan agar perusahaan terus bertumbuh dan berkembang.

 

#2 Mendapatkan Dana Murah

Jika suatu perusahaan melepaskan saham ke publik untuk mendapatkan dana, maka perusahaan tidak perlu terbebani oleh bunga.

Sedangkan, jika perusahaan mendapatkan dana dari berbagai sumber lain seperti dengan mengeluarkan obligasi atau surat utang, meminjam uang di bank, dan lain-lain, maka perusahaan tersebut mempunyai kewajiban untuk membayar bunganya.

 

#3 Mempercepat Pertumbuhan Perusahaan

Sebenarnya perusahaan bisa saja menggunakan modal internal untuk melakukan ekspansi perusahaan.

Namun, jika perusahaan memiliki dana yang murah maka ekspansi dapat dilakukan dengan lebih cepat.

 

Misalnya kalau perusahaan menggunakan dana internal maka hanya bisa melakukan ekspansi dengan membuka 1 cabang saja.

Namun, jika perusahaan tersebut menggunakan dana murah tersebut atau dana suntikan maka sangat memungkinkan perusahaan untuk membuka cabang-cabang baru yang lebih banyak dan besar.

Oleh karena itu, tentunya potensi pertumbuhan perusahaan untuk jangka panjang akan lebih besar.

 

#4 Meningkatkan Nilai Perusahaan Secara Keseluruhan

Di masa depan, perusahaan yang go public maka nilai perusahaan tersebut berpeluang untuk meningkat jauh seiring dengan kenaikan harga sahamnya.

Apabila perusahaan dianggap memiliki kinerja yang baik oleh investor, maka tentunya harga saham akan cenderung naik.

 

#5 Meningkatkan Citra Perusahaan

Perusahaan yang go public biasanya akan disorot oleh media. Oleh karena itu, jika perusahaan tersebut memiliki kinerja yang baik, maka sorotan media dapat menjadi salah satu alat marketing secara tidak langsung bagi perusahaan.

Dengan demikian, semakin banyak orang yang mengenal perusahaan tersebut, dan tentunya menjadi tertarik untuk membeli saham tersebut. Alhasil, harga saham perusahaan tersebut mengalami kenaikan.

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

Mekanisme IPO

Terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan suatu perusahaan agar menjadi perusahaan go public.

Berikut langkah-langkah suatu perusahaan menjadi go public.

 

#1 Melakukan Pertemuan dengan Perusahaan Sekuritas atau Underwriter yang Telah Ditetapkan

Pertemuan ini disebut juga Due Diligence Meeting. Perusahaan sekuritas di sini akan menjadi perantara untuk menjual saham perdana.

Selain itu, perusahaan sekuritas juga membantu serta memastikan bahwa semua peraturan dan persyaratan telah dipenuhi oleh perusahaan go public tersebut.

Pihak-pihak yang terlibat dalam pertemuan ini adalah pemilik saham (perusahaan yang telah go public), appraiser (penilai aset perusahaan), auditor independen, dan konsultan hukum.

 

#2 Public Expose dan Roadshow

Public Expose dan Roadshow bertujuan untuk memperkenalkan saham IPO suatu perusahaan.

Cara yang dilakukan adalah dengan mempresentasikan prediksi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan di masa yang akan datang kepada para calon investor (institusi atau perorangan).

Presentasi tersebut juga dapat dilakukan di berbagai tempat dan kepada siapa saja termasuk investor asing.

 

#3 Book Building

Setelah melakukan public expose dan roadshow, maka akan mulai terlihat investor-investor yang tertarik dengan penawaran saham IPO perusahaan tersebut.

Kemudian, investor-investor tersebut akan melakukan penawaran dengan harga dan jumlah saham tertentu.

Untuk menentukan berapa harga saham IPO tersebut, maka dapat dilihat dari jumlah penawaran dari jumlah investor yang telah dicatat.

Definisi IPO (Initial Public Offering) Adalah 3 Finansialku

[Baca Juga: Definisi Warrant Adalah]

 

Pada tahapan book building ini, jika banyak investor yang tertarik pada saham ini, maka bisa saja jumlah saham yang dipesan oleh investor lebih banyak dari saham yang ditawarkan. Jika kondisi ini terjadi, maka disebut dengan keadaan oversubscribed.

Tentunya, jika saham memiliki banyak investor yang berminat maka nilainya akan cenderung meningkat.

Sebaliknya, jika saham memiliki sedikit peminat maka nilainya akan menurun dan harganya menjadi murah. Keadaan tersebut disebut dengan undersubscribed.

 

#4 Penentuan Harga

Langkah yang terakhir adalah menentukan harga akhir saham IPO yang dilakukan oleh perusahaan sekuritas dengan persetujuan perusahaan go public. Penetapan harga ini akan didasarkan pada nilai penawaran calon investor.

Jika terjadi oversubscribed maka akan dilakukan alokasi atau penjatahan untuk setiap calon investor.

Sedangkan, jika terjadi undersubscribed maka perusahaan sekuritas akan bertanggung jawab dengan menyerap saham sesuai perjanjian awal dengan perusahaan go public tersebut.

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

Download Ebook Sekarang

 

Jenis-jenis Saham IPO

Terdapat beberapa jenis saham IPO yang ditawarkan di pasar saham. Berikut berbagai jenisnya:

 

#1 Saham Blue Chip

Saham blue chip merupakan saham yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan dengan reputasi yang bagus. Kredibilitas saham tersebut juga telah diakui.

Biasanya saham ini adalah perusahaan-perusahaan yang menjadi market leader di bidangnya.

Definisi IPO (Initial Public Offering) Adalah 2 Finansialku

 [Baca Juga: Investor Pemula, Mari Kenali Apa Itu Saham Blue Chip]

 

Profit yang diperoleh perusahaan juga biasanya stabil. Oleh karena itu, pemilik saham blue chip pasti mendapatkan dividen atau pembagian keuntungan sesuai perjanjian dalam jangka waktu tertentu.

 

#2 Saham Income

Saham income berarti pemilik saham berhak mendapatkan dividen yang lebih besar dari tahun sebelumnya.

Perusahaan tersebut biasanya selalu mendapatkan peningkatan laba atau keuntungan.

Kemudian, perusahaan tersebut akan membagikan keuntungan tersebut (dividen) secara teratur kepada pemilik saham.

 

#3 Saham Growth

Biasanya saham growth akan dikeluarkan oleh perusahaan yang terkemuka dan merupakan perusahaan terbesar di bidangnya.

Namun, bisa saja saham tersebut dikeluarkan oleh perusahaan yang tidak terlalu besar, bahkan terletak di daerah.

Yang paling penting adalah perusahaan tersebut dapat memperoleh laba atau profit yang meningkat secara signifikan.

 

#4 Saham Spekulatif

Saham spekulatif merupakan saham yang tidak menjanjikan keuntungan setiap saat.

Namun, saham tersebut dapat berpeluang menghasilkan keuntungan yang besar di masa depan.

 

#5 Saham Counter Cyclical

Saham counter cyclical adalah saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi dunia. Bahkan pada masa krisis ekonomi, saham ini tetap bisa menghasilkan keuntungan yang besar.

Oleh karena itu, biasanya harga saham counter cyclical akan tetap tinggi walaupun pada masa resesi global.

 

Untung Rugi Investasi IPO

Investasi pada saham IPO memiliki keuntungan dan risikonya tersendiri.

Keuntungannya, investasi di saham IPO bisa dimulai dengan harga yang terjangkau. Investasi saham ini juga memungkinkan Anda untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi.

Namun, tentu saja di balik peluang yang ada, terdapat risiko. Tapi Anda bisa meminimalkan risiko investasi dengan mempelajari secara rinci perusahaan yang akan Anda beli sahamnya.

 

Apakah informasi yang disampaikan lewat artikel ini bermanfaat bagi Anda? Jika iya, silakan bagikan artikel ini kepada rekan-rekan serta kerabat Anda.

 

Sumber Referensi:

  • Desmond Wira. 2018. Pengertian IPO (Initial Public Offering). Juruscuan.com – https://goo.gl/VHBrPp
  • Azlan Shah. 16 Mei 2018. Apa Itu IPO? Kompasiana.com – https://goo.gl/gy5hhB
  • Analisa Forex. 27 Mei 2018. Apa Itu IPO Saham? Analisaforex.com – https://goo.gl/E6NWi7

 

Sumber Gambar:

  • Definisi IPO – https://goo.gl/gqFDdp
  • Definisi IPO 2 – https://goo.gl/vYJWpw
  • Definisi IPO 3 – https://goo.gl/XLdPoG
Summary
Definisi IPO (Initial Public Offering) Adalah
Article Name
Definisi IPO (Initial Public Offering) Adalah
Description
Bagi Anda yang tertarik untuk memasukki dunia investasi saham, pasti banyak kosakata baru yang belum Anda pahami, misalnya IPO. Apa itu definisi Initial Public Offering (IPO)?
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo
By |2018-10-12T08:58:15+00:00October 11th, 2018|Categories: Investasi, Istilah Keuangan, Saham|Tags: , , , |0 Comments

About the Author:

Virtina Thionita
Virtina Thionita adalah seorang mahasiswa President University, jurusan Business Administration dengan konsentrasi Wealth Planning. Memiliki ketertarikan di bidang perencanaan keuangan, investasi, dan entrepreneur.

Leave A Comment