Dalam Analisis Fundamental sebuah saham, kita sebagai investor perlu melihat Laporan Keuangan perusahaan. Namun di sisi lain, yakinkah kita bahwa laporan keuangan perusahaan tidak dimanipulasi? Mari simak studi kasus Enron Corporation yang disampaikan oleh Rivan Kurniawan berikut.

 

Artikel ini dipersembahkan oleh:

 

Laporan Keuangan Sebagai Senjata Investor

Sebagai investor, Laporan Keuangan merupakan senjata kita untuk menilai apakah sebuah perusahaan layak untuk diinvestasikan atau tidak.

Oleh karena itu, kita pun menjadikan Laporan Keuangan ini sebagai senjata. Hanya saja, ada kalanya ternyata sebuah Perusahaan melakukan praktik yang di luar kewajaran, yaitu melakukan praktik manipulasi laporan keuangan.

Dan jika kita berbicara mengenai manipulasi laporan keuangan di level global, kemungkinan besar ingatan kita akan tertuju kepada kasus Enron Corporation.

Sejauh ini kasus Enron adalah kasus manipulasi laporan keuangan yang paling dahsyat. Apa yang dapat kita petik dari pelajaran kasus Enron ini.

 

Jika Anda belum berinvestasi saham dan tertarik untuk mengenal apa itu investasi saham, Silahkan download Gratis ebook: Panduan Berinvestasi Saham Untuk Pemula. Dalam Ebook ini akan dibahas berbagai hal yang perlu Anda ketahui untuk memulai investasi saham.

Gratis Download Ebook Panduan Berinvestasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

Sekilas Mengenai Enron

Enron Corporation adalah perusahaan energi, komoditas, dan services company yang beroperasi di Houston, Texas, Amerika Serikat.

Enron terbentuk pada tahun 1985 dari hasil merger antara Houston Natural Gas Company dan Internorth (sebelumnya bernama Northern Inc).

Enron Corporation Manipulasi Laporan Keuangan

Enron Corporation

 

Enron memiliki cita-cita ingin menjadi pemasok gas alam terbesar di Amerika. Setelah 17 tahun beroperasi, akhirnya di tahun 1947 Northern Inc mencatatkan sahamnya di New York Stock Exchange (NYSE).

Pencatatan ini membuka akses yang lebih besar bagi Northern ke sumber pembelanjaan untuk mendanai strategi pertumbuhan melalui akuisisi dalam dua dekade ke depan (1950-1970).

Akhirnya pada tahun 1970-an, Northern menjadi investor utama dalam mengembangkan jaringan pipa Alaska.

Dengan selesainya jaringan pipa tersebut, Northern dapat memasok gas alam dari cadangan yang besar di Kanada, dan pada tahun 1980 an Northern merubah namanya menjadi Internorth, Inc.

Selama beberapa tahun berikutnya, Internorth semakin berkembang dan memperluas lingkup operasi di luar industri gas alam. Internorth mulai berekspansi ke bisnis eksplorasi minyak, kimia, batubara, dan bahan bakar minyak.

Pada tahun 1985, Internorth Inc kemudian mengakuisisi Houston Natural Gas Company seharga US$ 2.3 miliar. Dengan akuisisi tersebut Internorth Inc menguasai pipa gas alam sepanjang 40.000 mil dan mencapai cita-citanya di awal, yaitu menjadi perusahaan gas alam terbesar di Amerika Serikat. Barulah pada tahun 1986, Internorth Inc berubah nama menjadi Enron.

Enron sendiri mempekerjakan sekitar 20.000 karyawan dan merupakan salah satu perusahaan energi terbesar pada tahun 2000-an dengan pendapatan tahunan yang mencapai US$ 100.7 miliar.

Sejumlah penghargaan bergengsi juga diraih Enron, salah satunya dinobatkan sebagai “America’s Most Innovative Company” selama 6 tahun berturut-turut.

 

Transformasi Enron di 1990-2000

Setelah berubah nama menjadi Enron, Kenneth Lay (mantan chairman Houston Natural Gas) muncul sebagai eksekutif puncak Enron.

Kenneth Lay meniru gaya kepemimpinan Internorth dengan strategi pertumbuhan pesat. Dalam operasionalnya, Kenneth Lay menunjuk Jeffrey Skilling sebagai pembantu utamanya di Enron.

Kenneth Lay dan Jeffrey Skilling sebagai Executive Enron

 

Selama tahun 1990 an, Skilling mengimplementasi transformasi Enron, dari pemasok gas alam yang konvensional menjadi penghubung (intermediaries) antara produsen produk energi (gas alam dan listrik) dan pengguna akhir (end user).

Pada Laporan Tahunannya di tahun 2000, Enron menjelaskan empat bisnis utamanya, salah satunya adalah Enron Wholesale yang menyumbang 60% kenaikan dalam volume transaksi, terkait dengan perkembangan EnronOnline untuk pasar B2B secara pesat.

Tiga bisnis Enron lainnya adalah Enron Energy (unit yang menjual energi secara retail), Enron Transportation (pengelolaan jaringan pipa), dan Enron Broadband (perantara pengguna dan penyedia jasa broadband internet).

Pertumbuhan Enron di tahun 1995-2000 sangatlah cepat dan signifikan. Sebagai gambaran Enron di tahun 1996 membukukan Pendapatan US$ 13.2 miliar, sementara di tahun 2000 Enron telah membukukan Pendapatan US$ 100.7 miliar atau telah bertumbuh lebih dari 7x lipat dalam waktu 5-6 tahun terakhir.

 

Praktik Manipulasi Laporan Keuangan Enron

Sayangnya pertumbuhan tersebut tidaklah seindah yang tercantum di Laporan Keuangannya, karena ternyata sejumlah praktik manipulasi dilakukan oleh Enron untuk mempercantik Laporan Keuangannya.

Perlu dicatat juga bahwa meskipun berbagai jenis kecurangan di Enron telah berhasil diungkap, namun tidak ada yang bisa menjamin bahwa tidak ada jenis kecurangan lainnya yang belum terungkap.

Berikut ini adalah berbagai jenis kecurangan yang dilakukan Enron. Setidaknya di bawah ini adalah kecurangan Enron yang Penulis coba rangkum dari berbagai sumber :

  1. Enron juga menyalahgunakan perlakuan akuntansi dengan menggelembungkan nilai Mariner Energy (anak usaha Enron)dari US$ 185 juta menjadi US$ 366 juta. Dari perlakuan akuntansi itu terciptalah pendapatan fiktif sebesar US$ 181 juta.
  2. Enron menjual arus kas di masa yang akan datang (future income streams) dengan nilai sekarang (present value)untuk menghasilkan sejumlah pendapatan fiktif lainnya. Hanya saja masalah timbul karena Enron lah yang menjamin future income streams tersebut dan menciptakan penjualan akuntansi tanpa disertai laba atau keuntungan yang nyata.
  3. Enron meminjam dalam jumlah besar untuk dana operasional.Sebagian pinjaman ini (sekitar US$ 8 miliar) sengaja disalahklasifikasikan sebagai perdagangan energi berjangka (trades of energy futures). Dana pinjaman lainnya diberi judul “arus kas dari kegiatan perdagangan” (“cash flow from trading activities”).
  4. Enron menyalahgunakan Special-Purpose Entities(SPE) di antaranya untuk menyembunyikan kerugian besar di anak perusahaan yang dimiliki Enron dengan menciptakan agreement tertentu untuk menutup kerugian anak perusahaannya.

 

Khusus untuk poin terakhir, yaitu penggunaan Special-Purpose Entities (SPE) adalah cara yang memungkinkan Enron untuk melakukan berbagai praktik manipulasi tersebut.

SPE adalah bentuk badan hukum di Amerika yang mempunyai tujuan yang sangat spesifik, sempit, dan memiliki jangka waktu terbatas.

Inilah Tips Penting Cermati Catatan Kaki Laporan Keuangan Perusahaan 01 - Finansialku

Tips Penting Cermati Catatan Kaki Dalam Laporan Keuangan

 

Pada tahun 1990-an sendiri, ratusan korporasi besar di Amerika mendirikan SPE. Tujuannya adalah untuk menghindari munculnya utang jangka panjang di neraca korporasi.

SPE merupakan sarana bagi korporasi besar untuk memenuhi kebutuhan belanja tanpa keharusan untuk melaporkan utangnya (debt avoidance).

Di antara korporasi-korporasi besar tersebut, Enron yang paling banyak menggunakan SPE. Enron sendiri mendirikan ratusan SPE. Namun yang membedakan adalah Enron tidak membatasi penggunaan SPE untuk tujuan pembelanjaan atau kegiatan pendanaan.

Enron justru sering menggunakan SPE ini untuk melego aset yang memiliki kinerja buruk. Disclosure yang dibuat Enron membuat investor tidak mengetahui berapa sesungguhnya total kewajiban Enron.

Karena sulitnya menganalisa laporan keuangan Enron, begitu pula investor menjadi sulit untuk mempercayai integritas laba yang dilaporkan Enron dari waktu ke waktu.

Banyak transaksi SPE yang berakibat menggelembungnya laba perusahaan yang tercatat dalam laba sebelum realisasi (unrealized gains) dari kenaikan harga saham Enron.

Faktor lain yang mendorong eksekutif Enron untuk mempercantik laporan keuangannya adalah kebutuhan untuk mempertahankan harga saham Enron pada harga tinggi.

Banyak di antara perjanjian-perjanjian yang dilakukan Enron terkait harga saham yang harus “dijaga” ini. Jika harga saham jatuh di bawah harga yang telah ditentukan, ini menjadi pemicu bagi Enron untuk menambah jaminan berupa tambahan saham.

Di tahun 2001, akhirnya dibentuklah sebuah komite investigasi yang dipimpin oleh Willliam C. Powers (Dekan Fakultas Hukum University of Texas) untuk mengkaji transaksi SPE Enron yang besar.

Setelah melakukan berbagai investigasi, akhirnya Komite tersebut menerbitkan laporan yang cukup panjang yang membahas lika-liku transaksi SPE Enron dan laba tidak wajar yang dihasilkannya, yang dikenal publik sebagai The Powers Report.

Dalam laporan tersebut juga diungkapkan motivasi utama Enron adalah tumbuhnya kebutuhan akan modal yang amat besar ketika Kenneth Lay dan Jeffrey Skilling melakukan transformasi Enron dari penyuplai gas alam menjadi intermediaries yang berbasis internet.

Pentingnya Analisis Fundamental Saham dalam Membaca Rasio Keuangan

 

Seperti halnya bisnis baru, bisnis berbasis internet Enron tidak segera menghasilkan arus kas bagi perusahaan.

Untuk meyakinkan kreditur untuk menginvestasikan dananya ke Enron, manajemen sadar mereka harus mempertahankan credit rating yang tinggi, dan oleh karenanya perusahaan harus merilis laporan keuangan yang spektakuler setiap periode.

Tidak lama kemudian, saham Enron kemudian terus merosot sepanjang 2001. Semua praktik manipulasi yang dilakukan untuk mempercantik laporan keuangannya juga mulai bergoyang.

Lebih parahnya lagi, aset yang dibeli banyak oleh Enron menderita kerugian besar. Enron terus-menerus menyuntikkan sumber dayanya untuk mempertahankan solvensi para SPE-nya.

Ditambah lagi, adanya dugaan insider trading oleh eksekutif Enron sendiri di dalam SPEnya. Belakangan diketahui Andrew Fastow mengantongi keuntungan US$ 30 juta dari investasinya di dalam SPE pada saat ia menjabat sebagai CFO Enron.

Jatuhnya Harga Saham Enron pada 2001-2002

 

Harga saham yang terus anjlok, ditambah kerugian besar-besaran dari SPE yang besar, serta kekhawatiran yang diungkapkan Andersen (auditor Enron) memaksa eksekutif Enron untuk bertindak secara cepat.

Manajemen Enron mengambil alih kendali dan kepemilikan dalam SPE bermasalah dan memasukkan laporan keuangannya dalam laporan keuangan konsolidasi. Keputusan inilah yang akhirnya menimbulkan kerugian besar dalam laporan keuangan Enron.

 

Pelajaran Apa Yang Bisa Diambil dari Kasus Enron?

Ketika kita membaca Laporan Keuangan, seringkali kita hanya terpaku kepada kenaikan laba bersih saja, tanpa mengetahui gambaran keseluruhan dari perusahaan tersebut.

Seringkali seorang investor menganggap bahwa kenaikan laba yang spektakuler akan menghasilkan kenaikan saham yang spektakuler. Padahal tidak selalu demikian.

Malahan, kita justru sebaiknya mengkritisi kenaikan laba yang spektakuler tersebut: Dari mana sumber laba tersebut? Apakah kenaikan laba yang spektakuler tersebut dapat dijelaskan asal-usulnya? Ataukah hanya keuntungan di atas kertas saja?

Dari kasus Enron, kita juga bisa mempelajari bahwa ada sejumlah perusahaan yang laporan keuangannya mudah dipahami, namun ada sebagian laporan keuangan yang sulit untuk dipahami dan juga terlihat tidak wajar (banyak catatan yang aneh dan kompleks, serta banyak trik akuntansi di dalamnya).

Oleh karena itu, pilihlah perusahaan yang laporan keuangannya mudah kita pahami. Warren Buffett dalam hal ini pernah mengatakan bahwa ia hanya akan menginvestasikan uangnya kepada bisnis yang ia mengerti.

Dan yang ingin Penulis sampaikan di sini adalah, berinvestasilah pada bisnis yang benar-benar kita pahami bisnisnya.

Laporan Keuangan yang terlalu rumit ditambah dengan pertumbuhan laba yang terlihat spektakuler, justru perlu dikritisi lebih lanjut sebelum kita menginvestasikan uang hasil kerja keras kita ke dalamnya. Semoga bermanfaat.

 

Disclaimer: Penyebutan nama di atas tidak dimaksudkan untuk mendiskreditkan emiten atau pihak tertentu, melainkan untuk bahan pembelajaran semata. Keputusan beli / jual tetap ada pada masing-masing investor.

 

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda dan please share ke teman-teman Anda jika dirasa artikel ini bermanfaat. Terima Kasih.

 

Sumber Referensi:

 

Sumber Gambar:

  • Enron – https://goo.gl/m2WC1H
  • Enron Guilty – https://goo.gl/xWYRYx
  • Enron Chart – https://goo.gl/Hbbzph