Menikah

Momen yang perlu dipersiapkan dengan matang baik secara mental maupun keuangan

frequently asked questions

Pernikahan adalah pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial.

Pernikahan agama adalah pernikahan yang dilakukan dengan persyaratan dan tata cara agama dan dianggap sah secara hukum agama.

Pernikahan secara hukum adalah pernikahan sipil dimana pernikahan ini sah dan diakui secara hukum negara namun tidak menggunakan tata cara/hukum agama apapun.

Pernikahan di KUA adalah pernikahan yang resmi sah secara agama Islam dan sah juga secara sipil (hukum negara).

Adapun perbedaan umum keduanya adalah sebagai berikut:

  • Pernikahan di KUA sah secara agama Islam dan sah juga secara sipil (hukum negara).

Pernikahan siri sah secara hukum agama saja, namun tidak sah dalam hukum negara.

Tentu tidak, semua tergantung kepada kebutuhan, apakah kamu akan menikah secara hukum saja, agama saja, atau memutuskan untuk mengadakan resepsi demi memenuhi norma sosial.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 48 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2004 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Departemen Agama, menikah di Kantor Urusan Agama tidak dipungut biaya. Namun ketentuan tanpa biaya hanya berlaku pada jam kerja di KUA, karena di luar itu dikenakan biaya sebesar Rp600.000.

Adapun beberapa persyaratan umum untuk mengajukan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) adalah sebagai berikut:

  1. Surat keterangan untuk nikah (model N1),
  2. Surat keterangan asal-usul (model N2),
  3. Surat persetujuan mempelai (model N3),
  4. Surat keterangan tentang orang tua (model N4),
  5. Surat pemberitahuan kehendak nikah (model N7) apabila calon pengantin berhalangan, pemberitahuan nikah dapat dilakukan oleh wali atau wakilnya.
  6. Bukti imunisasi TT (Tetanus Toxoid) I calon pengantin wanita, Kartu imunisasi, dan Imunisasi TT II dari Puskesmas setempat.
  7. Membayar biaya pencatatan nikah sebesar Rp30.000.
  8. Surat izin pengadilan apabila tidak ada izin dari orang tua/wali;
  9. Pas foto ukuran 3 x 2 sebanyak 3 lembar;
  10. Dispensasi dari pengadilan bagi calon suami yang belum berumur 19 tahun dan bagi calon istri yang belum berumur 16 tahun;
  11. Bagi anggota TNI/POLRI membawa surat izin dari atasan masing-masing;
  12. Surat izin Pengadilan bagi suami yang hendak beristri lebih dari seorang;
  13. Akta cerai atau kutipan buku pendaftaran talak/buku pendaftaran cerai bagi mereka yang perceraiannya terjadi sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989;

Surat keterangan tentang kematian suami/istri yang ditandatangani oleh Kepala Desa/Lurah atau pejabat berwenang yang menjadi dasar pengisian model N6 bagi janda/duda yang akan menikah.

Dalam proses pengurusan Surat Nikah ke KUA, kamu harus melengkapi kelengkapan dokumen dan syarat sebagai berikut ini:

 

CALON SUAMI

  1. Pengantar RT-RW dibawa ke Kelurahan setempat untuk mendapatkan Isian Blangko N1, N2, N3 & N4.
  2. Datang ke KUA setempat untuk mendapatkan Surat Pengantar/Rekomendasi Nikah (Jika calon Istri beralamat lain daerah/Kecamatan).
  3. Jika calon Istri sedaerah/Kecamatan, berkas calon Suami diserahkan ke pihak calon Istri.

 

LAMPIRAN

  1. Fotokopi KTP,
  2. Akte Kelahiran & C1 (Kartu KK).
  3. Pas Foto 3 x 4 = 2 lembar, jika calon istri luar daerah,
  4. Pas Foto 2 x 3 = 5 lembar, jika calon istri sedaerah/Kecamatan

 

CALON ISTRI

  1. Pengantar RT-RW dibawa ke Kelurahan setempat untuk mendapatkan Isian Blangko N1, N2, N3 & N4.
  2. Datang ke KUA setempat untuk mendaftarkan Nikah dan pemeriksaan administrasi (bersama Wali dan calon suami)
  3. Calon Suami dan Calon Istri sebelum pelaksanaan nikah akan mendapatkan Penasihatan Perkawinan dari BP4.

 

LAMPIRAN

  1. Fotokopi KTP,
  2. Akte Kelahiran & C1 (Kartu KK) caten.
  3. Fotokopi Kartu Imunisasi TT
  4. Pas Foto latar biru ukuran 2 X 3 masing-masing caten 5 lembar.
  5. Akta Cerai dari PA bagi janda/ duda cerai.
  6. Dispensasi Pengadilan Agama bila usia kurang dari 16 tahun dan 19 tahun.
  7. Izin atasan bagi anggota TNI/ POLRI
  8. Surat Keterangan Kematian Ayah bila sudah meninggal
  9. Surat Keterangan Wali jika Wali tidak sealamat dari Kelurahan setempat
  10. Dispensasi Camat bila kurang dari 10 hari
  11. N5 (surat izin orang tua) bila usia caten kurang dari 21 tahun.
  12. N6 (Surat Kematian suami/istri) bagi janda/duda meninggal dunia.

Kementrian Agama telah menetapkan alur prosesi nikah di KUA sesuai dengan ketentuan pemerintah yaitu sebagai berikut:

  1. Mendatangi ketua RT untuk mengurus surat pengantar ke Kelurahan
  2. Mendatangi Kelurahan untuk mengurus surat pengantar nikah ke KUA
  3. Jika pernikahan kurang dari 10 hari kerja dari waktu pendaftaran, harus minta dispensasi dari Kecamatan
  4. Membayar biaya akad nikah kalau lokasinya di luar KUA
  5. Menyerahkan bukti pembayaran ke KUA
  6. Mendatangi KUA tempat akad nikah untuk melakukan pemeriksaan surat-surat dan data calon pengantin serta wali nikah
  7. Melaksanakan akad nikah sesuai dengan tempat dan waktu yang telah disetujui

Adapun beberapa ciri buku nikah palsu yang bisa kamu cek adalah sebagai berikut:

  • Potongan buku dan lambang Garuda tidak simetris
  • Kertas lebih tipis dan kelihatan murahan
  • Hologram terlalu mengkilap
  • Di setiap lembar tak ada gambar Garuda jika dilihat menggunakan sinar ultraviolet

Bergantung kepada kebutuhan, dimana biaya resepsi pernikahan bisa sangat variatif tergantung pada jumlah undangan, vendor yang dipilih, dan kelengkapannya.

Sebagai contoh, pernikahan untuk jumlah undangan 100 orang bisa berada di rentang Rp30juta hingga Rp300juta.

  1. Venue: Rp0 – Rp50.000.000
  2. Catering: Rp5.000.000 – Rp20.000.000
  3. EO: Rp0 – Rp5.000.000
  4. Dekor: 000.000 – Rp50.000.000
  5. MUA + Hair Do: Rp0 – Rp20.000.000
  6. MUA keluarga pengantin pria: Rp0 – Rp8.000.000
  7. MUA keluarga pengantin pria: Rp0 – Rp8.000.000
  8. MC: Rp0 – Rp3.850.000
  9. Music & Entertainment: Rp2.500.000 – Rp5.000.000
  10. Photographer: 000.000 – Rp20.000.000
  11. Videographer + SDE: 000.000 – Rp10.000.000
  12. Photobooth: Rp0 – Rp3.300.000
  13. Baju Pengantin Pria: 000.000 – Rp5.500.000
  14. Baju Pengantin Wanita: Rp2.500.000 – Rp16.500.000
  15. Baju keluarga pengantin pria: 500.000 – Rp10.000.000
  16. Baju keluarga pengantin wanita: Rp2.500.000 – Rp10.000.000
  17. Hand Bouquet: Rp500.000 – Rp1.000.000
  18. Corsage: Rp200.000 – Rp550.000
  19. Kue Pernikahan: Rp1.000.000 – Rp6.000.000
  20. Undangan: Rp0 – Rp2.200.000
  21. Souvenir: Rp0 – Rp10.000.000
  22. Cincin: Rp5.000.000 – Rp30.000.000
  23. Konsumsi Team Vendor: Rp1.000.000 – Rp5.000.000
  24. Catatan Sipil: Rp0 – Rp600.000

Total Rp32.700.000 – Rp300.500.000

 

*Disclaimer: Nilai yang tercantum pada tabel hanya estimasi dan tidak mencerminkan vendor manapun

Beberapa tips dalam menghemat biaya resepsi pernikahan adalah sebagai berikut:

  • Menentukan kebutuhan daripada keinginan
  • Menentukan prioritas
  • Mengurangi jumlah undangan
  • Mengeliminasi yang kurang penting (souvenir, undangan fisik, dan sebagainya)
  • Memanfaatkan keterampilan teman dan kerabat
  • Menikah pada saat off season
  • Menyewa daripada membeli, dan sebagainya

Kamu bisa memanfaatkan tools perencana keuangan yang sudah pasti terpercaya yaitu Finansialku. Lalu ikuti tutorial perencanaan dana pernikahan dengan aplikasi Finansialku berikut ini:

  1. Download di Aplikasi Finansialku di Google Play Store atau Apple App Store.
  2. Selanjutnya, masuklah ke dalam aplikasi Finansialku, kemudian pilih menu “Rencana Keuangan”
  3. Lalu pilih menu “Dana Rencana Pernikahan”
  4. Input/masukkan data
  5. Klik “Hitung”
  6. Maka akan langsung muncul hasil perhitungan dana yang harus mulai disiapkan per periodenya untuk mengumpulkan seluruh dana pernikahanmu.

Finansialku Podcast

Mau tau gimana caranya merencanakan keuangan? Dengerin aja Finansialku Talk Podcast bersama Melvin Mumpuni

Video Seputar Pernikahan Terbaru

Strategi merencanakan pernikahan dan menyiapkan dana pernikahan

mockup audiobook asuransi kesehatan

Audiobook Asuransi Kesehatan

Tambah literasi keuangan Anda dengan mendengarkan audiobook album pertama dengan bahasan “Asuransi” di aplikasi Finansialku

Artikel

© Finansialku.com 2020

menikah

Momen yang perlu dipersiapkan dengan matang baik secara mental maupun keuangan

frequently asked questions

Pernikahan adalah pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial.

Pernikahan agama adalah pernikahan yang dilakukan dengan persyaratan dan tata cara agama dan dianggap sah secara hukum agama.

Pernikahan secara hukum adalah pernikahan sipil dimana pernikahan ini sah dan diakui secara hukum negara namun tidak menggunakan tata cara/hukum agama apapun.

Pernikahan di KUA adalah pernikahan yang resmi sah secara agama Islam dan sah juga secara sipil (hukum negara).

Adapun perbedaan umum keduanya adalah sebagai berikut:

  • Pernikahan di KUA sah secara agama Islam dan sah juga secara sipil (hukum negara).

Pernikahan siri sah secara hukum agama saja, namun tidak sah dalam hukum negara.

Tentu tidak, semua tergantung kepada kebutuhan, apakah kamu akan menikah secara hukum saja, agama saja, atau memutuskan untuk mengadakan resepsi demi memenuhi norma sosial.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 48 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2004 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Departemen Agama, menikah di Kantor Urusan Agama tidak dipungut biaya. Namun ketentuan tanpa biaya hanya berlaku pada jam kerja di KUA, karena di luar itu dikenakan biaya sebesar Rp600.000.

Adapun beberapa persyaratan umum untuk mengajukan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) adalah sebagai berikut:

  1. Surat keterangan untuk nikah (model N1),
  2. Surat keterangan asal-usul (model N2),
  3. Surat persetujuan mempelai (model N3),
  4. Surat keterangan tentang orang tua (model N4),
  5. Surat pemberitahuan kehendak nikah (model N7) apabila calon pengantin berhalangan, pemberitahuan nikah dapat dilakukan oleh wali atau wakilnya.
  6. Bukti imunisasi TT (Tetanus Toxoid) I calon pengantin wanita, Kartu imunisasi, dan Imunisasi TT II dari Puskesmas setempat.
  7. Membayar biaya pencatatan nikah sebesar Rp30.000.
  8. Surat izin pengadilan apabila tidak ada izin dari orang tua/wali;
  9. Pas foto ukuran 3 x 2 sebanyak 3 lembar;
  10. Dispensasi dari pengadilan bagi calon suami yang belum berumur 19 tahun dan bagi calon istri yang belum berumur 16 tahun;
  11. Bagi anggota TNI/POLRI membawa surat izin dari atasan masing-masing;
  12. Surat izin Pengadilan bagi suami yang hendak beristri lebih dari seorang;
  13. Akta cerai atau kutipan buku pendaftaran talak/buku pendaftaran cerai bagi mereka yang perceraiannya terjadi sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 7 tahun 1989;

Surat keterangan tentang kematian suami/istri yang ditandatangani oleh Kepala Desa/Lurah atau pejabat berwenang yang menjadi dasar pengisian model N6 bagi janda/duda yang akan menikah.

Dalam proses pengurusan Surat Nikah ke KUA, kamu harus melengkapi kelengkapan dokumen dan syarat sebagai berikut ini:

 

CALON SUAMI

  1. Pengantar RT-RW dibawa ke Kelurahan setempat untuk mendapatkan Isian Blangko N1, N2, N3 & N4.
  2. Datang ke KUA setempat untuk mendapatkan Surat Pengantar/Rekomendasi Nikah (Jika calon Istri beralamat lain daerah/Kecamatan).
  3. Jika calon Istri sedaerah/Kecamatan, berkas calon Suami diserahkan ke pihak calon Istri.

 

LAMPIRAN

  1. Fotokopi KTP,
  2. Akte Kelahiran & C1 (Kartu KK).
  3. Pas Foto 3 x 4 = 2 lembar, jika calon istri luar daerah,
  4. Pas Foto 2 x 3 = 5 lembar, jika calon istri sedaerah/Kecamatan

 

CALON ISTRI

  1. Pengantar RT-RW dibawa ke Kelurahan setempat untuk mendapatkan Isian Blangko N1, N2, N3 & N4.
  2. Datang ke KUA setempat untuk mendaftarkan Nikah dan pemeriksaan administrasi (bersama Wali dan calon suami)
  3. Calon Suami dan Calon Istri sebelum pelaksanaan nikah akan mendapatkan Penasihatan Perkawinan dari BP4.

 

LAMPIRAN

  1. Fotokopi KTP,
  2. Akte Kelahiran & C1 (Kartu KK) caten.
  3. Fotokopi Kartu Imunisasi TT
  4. Pas Foto latar biru ukuran 2 X 3 masing-masing caten 5 lembar.
  5. Akta Cerai dari PA bagi janda/ duda cerai.
  6. Dispensasi Pengadilan Agama bila usia kurang dari 16 tahun dan 19 tahun.
  7. Izin atasan bagi anggota TNI/ POLRI
  8. Surat Keterangan Kematian Ayah bila sudah meninggal
  9. Surat Keterangan Wali jika Wali tidak sealamat dari Kelurahan setempat
  10. Dispensasi Camat bila kurang dari 10 hari
  11. N5 (surat izin orang tua) bila usia caten kurang dari 21 tahun.
  12. N6 (Surat Kematian suami/istri) bagi janda/duda meninggal dunia.

Kementrian Agama telah menetapkan alur prosesi nikah di KUA sesuai dengan ketentuan pemerintah yaitu sebagai berikut:

  1. Mendatangi ketua RT untuk mengurus surat pengantar ke Kelurahan
  2. Mendatangi Kelurahan untuk mengurus surat pengantar nikah ke KUA
  3. Jika pernikahan kurang dari 10 hari kerja dari waktu pendaftaran, harus minta dispensasi dari Kecamatan
  4. Membayar biaya akad nikah kalau lokasinya di luar KUA
  5. Menyerahkan bukti pembayaran ke KUA
  6. Mendatangi KUA tempat akad nikah untuk melakukan pemeriksaan surat-surat dan data calon pengantin serta wali nikah
  7. Melaksanakan akad nikah sesuai dengan tempat dan waktu yang telah disetujui

Adapun beberapa ciri buku nikah palsu yang bisa kamu cek adalah sebagai berikut:

  • Potongan buku dan lambang Garuda tidak simetris
  • Kertas lebih tipis dan kelihatan murahan
  • Hologram terlalu mengkilap
  • Di setiap lembar tak ada gambar Garuda jika dilihat menggunakan sinar ultraviolet

Bergantung kepada kebutuhan, dimana biaya resepsi pernikahan bisa sangat variatif tergantung pada jumlah undangan, vendor yang dipilih, dan kelengkapannya.

Sebagai contoh, pernikahan untuk jumlah undangan 100 orang bisa berada di rentang Rp30juta hingga Rp300juta.

  1. Venue: Rp0 – Rp50.000.000
  2. Catering: Rp5.000.000 – Rp20.000.000
  3. EO: Rp0 – Rp5.000.000
  4. Dekor: 000.000 – Rp50.000.000
  5. MUA + Hair Do: Rp0 – Rp20.000.000
  6. MUA keluarga pengantin pria: Rp0 – Rp8.000.000
  7. MUA keluarga pengantin pria: Rp0 – Rp8.000.000
  8. MC: Rp0 – Rp3.850.000
  9. Music & Entertainment: Rp2.500.000 – Rp5.000.000
  10. Photographer: 000.000 – Rp20.000.000
  11. Videographer + SDE: 000.000 – Rp10.000.000
  12. Photobooth: Rp0 – Rp3.300.000
  13. Baju Pengantin Pria: 000.000 – Rp5.500.000
  14. Baju Pengantin Wanita: Rp2.500.000 – Rp16.500.000
  15. Baju keluarga pengantin pria: 500.000 – Rp10.000.000
  16. Baju keluarga pengantin wanita: Rp2.500.000 – Rp10.000.000
  17. Hand Bouquet: Rp500.000 – Rp1.000.000
  18. Corsage: Rp200.000 – Rp550.000
  19. Kue Pernikahan: Rp1.000.000 – Rp6.000.000
  20. Undangan: Rp0 – Rp2.200.000
  21. Souvenir: Rp0 – Rp10.000.000
  22. Cincin: Rp5.000.000 – Rp30.000.000
  23. Konsumsi Team Vendor: Rp1.000.000 – Rp5.000.000
  24. Catatan Sipil: Rp0 – Rp600.000

Total Rp32.700.000 – Rp300.500.000

 

*Disclaimer: Nilai yang tercantum pada tabel hanya estimasi dan tidak mencerminkan vendor manapun

Beberapa tips dalam menghemat biaya resepsi pernikahan adalah sebagai berikut:

  • Menentukan kebutuhan daripada keinginan
  • Menentukan prioritas
  • Mengurangi jumlah undangan
  • Mengeliminasi yang kurang penting (souvenir, undangan fisik, dan sebagainya)
  • Memanfaatkan keterampilan teman dan kerabat
  • Menikah pada saat off season
  • Menyewa daripada membeli, dan sebagainya

Kamu bisa memanfaatkan tools perencana keuangan yang sudah pasti terpercaya yaitu Finansialku. Lalu ikuti tutorial perencanaan dana pernikahan dengan aplikasi Finansialku berikut ini:

  1. Download di Aplikasi Finansialku di Google Play Store atau Apple App Store.
  2. Selanjutnya, masuklah ke dalam aplikasi Finansialku, kemudian pilih menu “Rencana Keuangan”
  3. Lalu pilih menu “Dana Rencana Pernikahan”
  4. Input/masukkan data
  5. Klik “Hitung”
  6. Maka akan langsung muncul hasil perhitungan dana yang harus mulai disiapkan per periodenya untuk mengumpulkan seluruh dana pernikahanmu.

Finansialku Podcast

Mau tau gimana caranya merencanakan keuangan? Dengerin aja Finansialku Talk Podcast bersama Melvin Mumpuni

Video Seputar Pernikahan Terbaru

Strategi merencanakan pernikahan dan menyiapkan dana pernikahan

Audiobook Asuransi Kesehatan Finansialku

mockup audiobook asuransi kesehatan

Tambah literasi keuangan Anda dengan mendengarkan audiobook album pertama dengan bahasan “Asuransi” di aplikasi Finansialku

Artikel

Mau Konsultasi Seputar Pernikahan?

Tanyakan langsung pada perencana keuangan di Aplikasi Finansialku

© Finansialku.com 2020