FinStory Ojek Online Ep 02: Pergi Pagi Pulang Pagi adalah kelanjutan cerita seorang ojek driver bernama Ayol Suherman yang memiliki lika-liku kehidupan.

 

Pergi Pagi Pulang Pagi

Sore itu, sambil nunggu Maghrib, Pak Ayol masih mikirin solusi masalah yang rasanya bertumpuk-tumpuk ia hadapi. Ojek sepi orderan, kredit motor belum lunas. Belum lagi tagihan kontrakan menghantui. Udahlah ia mending ketemu hantu daripada ketemu ibu kontrakan T.T

Pak Ayol pun melamun. Bersama secangkir kopi indie. Ala-ala anak senja bet.

 

“Kenapa ya hidup gini amat, udah ojek sepi, penghasilan belum bener, terancam diusir dari kontrakan. Harus gimana lagi..” kata Pak Ayol dalam hati. 

“Kenapa pak? Jangan melamun pak! Maaf ya pak, ibu belum bisa bantu apa-apa, ibu juga bingung pak.” kata ibu murung.

“Nggak apa-apa bu. Maafin bapak ya, bapak bakal lebih semangat besok bu, semoga besok bisa maksimal ya bu, doakan bapak, bu.” kata bapak menyemangati diri sendiri

“Iya pak, sekarang bapak makan dulu gih pak, lalu istirahat pak.”

“Iya bu..” ujar Pak Ayol sambil berjalan menuju kamar sambil megang kepalanya yang sakit karena terlalu banyak pikiran.

 

*********

 

Keesokan harinya, angin segar dan udara sejuk masih menyelimuti pagi ini, Pak Ayol pergi dengan sebuah semangat untuk mencari peruntungan. Berkeliling mengitari indahnya kota Bandung dari hangatnya pagi hingga teriknya siang. 

Setelah beberapa jam, Pak Ayol belum mendapatkan penumpang. Semangatnya mulai luntur.

Ia akhirnya memarkirkan motornya di persimpangan dekat sebuah warung kecil. Mampirlah dia ke situ sambil ngopi dan makan beberapa gorengan. Ada juga satu-dua orang driver online dari perusahaan yang sama dengan Pak Ayol.

 

“Kenapa pak murung gitu?” tanya driver ojol lain ke Pak Ayol.

“Bingung a, dari pagi saya keluar rumah sampe jam segini belum dapet orderan” jawab Pak Ayol dengan murung.

“Bapak baru ya jadi driver?” tanyanya kembali.

“Iya nih, baru dua hari ini banget narik ojek online.” jawab Pak Ayol.

“Ooohh, bapak emang mangkal daerah mana ajaa?” tanyanya dengan heran.

“Di sekitaran Antapani, udah keliling-keliling padahal.” kata Pak Ayol.

“Emang gitu sih pak. Kalo setahu saya emang harus mangkal daerah rame-rame dulu, kaya stasiun, terminal atau daerah perbelanjaan. Buat pemancingnya pak, nanti lama-lama jadi banyak kok. Coba dulu aja.” jelasnya.

“Ohh gitu? Jadi harus cari daerah ramai ya?” tanya Pak Ayol.

“Iya pak, biar lebih cepet dapetnya.” Kata driver online menyemangati.

“Wahhh,, terima kasih ya infonya. Siap saya langsung cus mangkal di stasiun kalo gitu.” jawab Pak Ayol kembali semangat.

 

Pak Ayol langsung tancap gas dan menuju stasiun Kota Bandung. Satu per satu orderan mulai ia terima sampai pukul 10 malam, dan akhirnya ia bisa menyelesaikan orderan dengan 30 poin! Bonus pun cair Rp150.000 dan dengan peluh bahagia Pak Ayol pulang ke rumah.

 

“Assalamualaikum buu…” datang Pak Ayol dengan wajah penuh kebahagiaan.

“Waalaikumsalam pak, ada apa pak?” sambut ibu sedikit kaget dan terbawa suasana kebahagiaan bapak.

“Bapak dapet uang kaget buu.. harus dibelanjain dalem waktu 20 menit bu!!!” seru bapak.

“Hah???? Serius pak??” ibu terkaget-kaget sambil mengangkat dasternya seperti bersiap mau lari.

FinStory Ojek Online Ep 02 Pergi Pagi Pulang Pagi 02 - Finansialku

 

“Haha, nggak buu, bapak bercanda.. Alhamdulillah, bapak hari ini dapet banyak orderan buu, seneng banget bapak.” jelas Pak Ayol.

“Ihh bapak mah, padahal ibu sudah percaya haha… Alhamdulillah pak, ibu ikut seneng, semoga bisa banyak orderan terus ya pak.. sama semoga…” kata ibu dengan raut muka kebahagiaan.

“Semoga apa bu?” tanya bapak.

“Semoga besok-besok beneran dapet uang kaget pak.. haha..” canda ibu.

“Haha, ibu ada-ada saja..” jawab Pak Ayol penuh tawa.

 

Setelah berbincang bahagia, Pak Ayol dan istrinya pun mulai beberes dan bersiap untuk tidur. 

 

Alhamdulillah..” Pak Ayol masih berbinar dan sangat bersyukur atas rezekinya hari ini.

 

*******

 

Beberapa minggu berlalu, Pak Ayol mulai bisa membiayai operasional keluarga. Sudah bisalah untuk mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari. Meskipun masih tetap ada beberapa tanggungan cicilan, salah satunya motor yang ia gunakan untuk ngojek setiap hari. Ada juga biaya kontrak rumah tiap bulannya yang tidak kalah menghantui pengeluaran Pak Ayol.

Pak Ayol sempat beberapa kali browsing di internet. Mencari pencerahan terkait masalah keuangan yang ia hadapi. Sampai ketemu beberapa artikel yang ternyata dari website Finansialku.

FinStory Ojek Online Ep 02 Pergi Pagi Pulang Pagi 03 - Finansialku

 

Teringat kembali satu orderan pertama yang diterima Pak Ayol yang ikutan campaign #LangsungCatet, ternyata Finansialku ini keren juga.

Beberapa tips yang dituliskan di artikelnya, Pak Ayol mulai ikutin satu per satu. Pengen juga sebenernya punya aplikasi Finansialku yang premium. Katanya ada diskon 10% kalo pake kode CERITA10.

 

“Semoga hasil akhirnya baik.” batinnya.

 

*******

 

Satu bulan bekerja sebagai driver ojek online, setiap harinya Pak Ayol bekerja dari pagi hingga larut malam. Mengumpulkan uang untuk menutupi segala kebutuhan. Mengejar uang bonus untuk bisa menutupi pengeluaran yang rasanya tidak ada habisnya.

FinStory Ojek Online Ep 02 Pergi Pagi Pulang Pagi 04 - Finansialku

 

Hingga suatu hari, lelah Pak Ayol udah nggak bisa ia hadapi. Satu, dua, tiga, dingin pagi bertemu dingin malam yang ia paksakan membuat energinya benar-benar terkuras.

Pak Ayol benar-benar kelelahan, ia sedang mengemudi cukup kencang dan tanpa ia sadari motornya yang sudah beberapa tahun ini menemaninya menabrak sebuah mobil di sebuah persimpangan..

 

“Brrruuuaaakkk!” 

 

Suara tubrukan yang cukup kencang dan mengalihkan semua pandangan.

 

“Innalillahi….” teriak salah seorang yang melihat kejadian itu.

 

Terlihat jelas bagian depan motor Pak Ayol remuk dan bamper depan mobil bermerek yang ‘mahal’ itu pun juga baret. Lelaki yang mengendarai mobil langsung turun dengan wajahnya yang menahan geram. Bersiap untuk memaki pengendara motor yang telah mencederai mobilnya, pintu mobil ia tutup dengan mantap.

 

“Wahhhh, bapak ini. Bisa naek motor nggak sih!”

 

Masih dengan cucuran darah yang mengalir segar di pelipisnya, Pak Ayol mengusap punggungnya yang tertindih motor bebek yang selama ini menemani ia mencari rezeki.

Ia tidak bisa berkata-kata lagi. Pandangannya mulai kabur, berputar seiring dengan beberapa warga yang berlarian menghampiri kecelakaan singkat itu.

Pak Ayol pun tak sadarkan diri.

 

*******

 

Sore hari di sebuah Rumah Sakit.

Sudah lengkap berkumpul di ujung koridor Rumah Sakit istri serta kedua anak Pak Ayol. Tertunduk dengan tangisan yang mulai kering karna terus mengalir selama dua jam terakhir. Mereka menunggu hasil operasi dari kecelakaan yang ditimpa tulang punggung keluarga kecil mereka.

Sempat beberapa kali, istri Pak Ayol mengintip ruangan berkaca yang tertutup kelambu putih di depannya, berharap dapat melihat keadaan suaminya yang sedang berjuang di dalam.

Terlintas beberapa percakapan singkat yang telah ia lakukan bersama dokter tepat sebelum semua tindakan penanganan dokter dilakukan..

 

“Ibu ini istrinya Bapak Ayol?” tanya seorang dokter.

“Iya dok, gimana dengan suami saya dok?” suaranya parau namun berusaha tetap tegar.

“Bapak kehilangan banyak darah, bu. Terutama di bagian kepala. Ada tulang yang patah di kaki kanannya dan harus segera dilakukan tindakan operasi sebelum…” dokter tidak mampu melanjutkan kalimatnya.

“O-o-o-pe-rasi, dok???” kaget sang Ibu Neni (istri Pak Ayol).

“Iya bu. Karena lukanya masuk dalam stadium parah, maka tindakan satu-satunya yang harus dilakukan adalah operasi bu.”

“Be-berapa biayanya dok?” ranya Ibu Neni penuh kemurungan.

“Kurang lebih totalnya dua belas juta bu..”

 

Bu Neni terdiam. Kakinya lemas dan tidak bisa berpikir. Pikirannya kalut mendengarkan nominal yang cukup besar baginya. 

 

———————–

Bagaimanakah kisah selanjutnya? Apakah kalian penasaran?

Cerita Ojek Online Episode 1 08 - Finansialku

 

Yuk tunggu kisah Pak Ayol dengan segala lika-liku drama ojek online berikutnya, minggu depan!

Apakah semakin seru? Tentu iyaa!

 

Sampai bertemu di episode selanjutnyaa.. :) 

EPISODE 3
EPISODE 1