Sebagai calon investor sebaiknya Anda berhati-hati dengan perusahaan bodong. Kali ini Finansialku akan menginformasikan perusahaan bodong yang kegiatan perusahaannya sedang dihentikan.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

7 Perusahaaan Bodong

Berdasarkan penelusuran Satgas (satuan tugas) Waspada Investasi, terdapat 7 perusahaan yang dihentikan kegiatan usahanya karena tidak memiliki izin dari otoritas manapun dalam menawarkan produknya, sehingga dikhawatirkan berpotensi merugikan masyarakat dan diduga melanggar ketentuan yang berlaku. Perhentian kegiatan usaha 7 perusahaan ini bersifat sementara hingga perusahaan mendapatkan izin dari otoritas yang berwenang.

Berikut ini adalah 7 perusahaan investasi yang tidak memiliki izin dari otoritas manapun:

 

#1 PT Crown Indonesia Makmur

PT Crown Indonesia Makmur atau CV. Crown Indonesia Makmur, dengan direktur utama bernama Doni Bismad, merupakan perusahaan yang berkomitmen untuk menyejahterakan anggotanya dengan cara menjalankan bisnis atau usaha yang dananya diambil dari dana anggotanya atau biasa disebut Crown99 tanpa paksaan dan kewajiban, yang katanya nanti akan dikelola dalam bentuk usaha yang memiliki legalitas sesuai aturan hukum RI.

Apakah Investasi dengan Keuntungan Besar itu Pasti Investasi Bodong - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Investasi dengan Keuntungan Besar itu Pasti Investasi Bodong?]

 

Crown Indonesia Makmur sebagai sarana Crown99 menjalankan unit-unit bisnis secara profesional, transparan dan akuntabel. Tentu saja hal dilakukan tersebut memiliki tujuan untuk menghasilkan dividen yang nantinya akan dibagikan kepada seluruh nasabah/member CV. Crown Indonesia Makmur.

Dana yang ditransfer oleh anggota mulai dari Rp200.000 hingga Rp5.000.000, CV. Crown Indonesia Makmur berkomitmen untuk memberikan dividen 30% dalam bentuk tunai dan 5% dalam bentuk reksa dana (back up).

 

#2 Number One Community

Number One Community merupakan sebuah komunitas yang berdiri berdasarkan hasil evaluasi dari beberapa guider sebuah komunitas besar, dalam evaluasi tersebut diyakini bahwa konsep putaran uang bebas atau kekuatan masyarakat dalam berdonasi jika dikelola dengan baik dan dengan sistem yang tegas akan menciptakan kemakmuran bagi para pesertanya.

Aneh! Literasi Keuangan Meningkat Tapi kok Korban Investasi Bodong juga Meningkat. Apa yang Salah - Finansialku

[Baca Juga: Aneh! Literasi Keuangan Meningkat Tapi kok Korban Investasi Bodong juga Meningkat. Apa yang Salah?]

 

Perusahaan yang digawangi oleh Arifiawan Budi Santoso. Memiliki modus yang sama yakni menawarkan bantuan berupa uang, anggota bisa mulai menyetor dana kisaran Rp500.000 – Rp50.000.000 dengan imbal hasil 25% per 15 hari untuk 10 kali ke depan. Sebagai informasi, sang CEO, Arifiawan merupakan mantan leader dari aktivitas money game yang tersohor MMM.

 

#3 PT Royal Sugar Company

Dikutip dari laman Kontan, PT Royal Sugar Company yang disinyalir dipimpin oleh Soleh Wicaksana ini berpusat di Jawa Tengah. Dengan dalih bergerak di bidang produksi gula, anggota ditawarkan paket investasi mulai dari Rp5.000.000 hingga Rp200.000.000 dengan imbal hasil yang variatif dari 7% hingga 25% tergantung paket investasi yang diambil.

Gagal Paham! Kenapa Masih Ada yang Investasi di Perusahaan Bodong Kaya Gini 2 - Finansialku

[Baca Juga: Ini Daftar Perusahaan Investasi Bodong Terbaru yang Dirilis OJK]

 

#4 PT Kovesindo

Dikutip dari lamann kontan PT Kovesindo yang berpusat di Jakarta ini bergerak di bidang investasi properti dan sekuritas serta menawarkan paket investasi mulai dari Rp300.000 hingga Rp100.000.000 dengan imbal hasil mulai dari 70% hingga 238% hanya dalam waktu 14 hari. Situs yang digunakan PT Kovesindo pun diproses untuk diblokir sejalan dengan keputusan pemberhentian aktivitasnya yang dikeluarkan pada 24 Januari 2017 kemarin.

Gagal Paham! Kenapa Masih Ada yang Investasi di Perusahaan Bodong Kaya Gini 3 - Finansialku

[Baca Juga: Ini Daftar Investasi Bodong yang Harus Anda Hindari]

 

Terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang telah memblokir beberapa perusahaan bodong, hal tersebut sangat membantu dalam meminimalisasi korban selanjutnya.

 

#5 PT Finex Gold Berjangka

PT Finex Gold Berjangka mencanangkan dirinya sebagai salah satu perusahaan pialang terbesar dan teraktif dalam industri perdagangan berjangka, PT Finex Gold Berjangka berkomitmen untuk terus mempelopori pertumbuhan transaksi kontrak berjangka di Indonesia melalui penyelenggaraan dan pelaksanaan sistem transaksi yang teratur, wajar, efisien dan transparan agar industri perdagangan berjangka semakin diterima oleh masyarakat.

PT Finex Gold Berjangka yang dipimpin oleh Zola Ceasar Verdiwan berpusat di Jakarta. Perusahaan ini sendiri bergerak di bidang saham emas, batubara, trading forex dan industri kelapa sawit. Dengan paket modal investasi yang harus disetor mulai dari Rp1.000.000 hingga Rp50.000.000 dengan imbal hasil 30% per bulan.

Indonesia Berkomitmen Melawan Investasi Bodong dan Investasi Ilegal - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Indonesia Berkomitmen Melawan Investasi Bodong & Investasi Ilegal]

 

Yang perlu Anda ketahui adalah bahwa PT Finex Gold Berjangka dengan PT Finex Berjangka merupakan dua perusahaan yang berbeda, Keabsahan PT Finex Berjangka sendiri bisa dicek di www.bappebti.go.id. Pada kolom pialang berjangka, PT Finex Berjangka tercatat beralamat di The Plaza Tower Lt.38, Jakarta dan memiliki izin dengan nomor 47/BAPPEBTI/SI/04/2013.

 

#6 PT Trima Sarana Pratama (CPRO-Indonesia)

PT Trima Sarana Pratama ini tercatat berkantor di Jakarta Timur. Nuralim diduga merupakan direktur dari perusahaan tersebut. Perusahaan ini diketahui bergerak di bidang properti dan penyediaan produk suplemen yang menawarkan setiap anggotanya kepemilikan rumah senilai Rp800.000.000 dan passive income mulai dari Rp100 juta – Rp650 juta. Namun apabila diteliti izinnya, PT Trima bergerak di bidang pertanian, hewan, perdagangan besar tekstil, pakaian dan alas kaki, keperluan rumah tangga dan bahan bangunan.

 

#7 Talk Fusion

Dikutip dari laman Kontan Talk Fusion yang berpusat di Amerika Serikat dan bergerak di bidang penyedia peralatan media promosi, branding, advertising dalam bentuk digital ini menawarkan paket mulai dari US$250 – US$1.500 dengan biaya bulanan tambahan US$50. Tujuannya agar anggota bisa mengakses berbagai layanan yang disediakan.

Skema Ponzi Modus Klasik Investasi Bodong - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Skema Ponzi Modus Klasik Investasi Bodong]

 

Satgas pun telah memanggil 7 perusahaan tersebut, namun Crown Indonesia Makmur, Number One Community, Royal Sugar Company, Kovesindo, dan Finex Gold Berjangka tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Sementara dua perusahaan lain yaitu Trima Sarana Pratama (CPRO-Indonesia) dan Talk Fusion menghadiri panggilan Satgas pada 14 Februari 2017 lalu serta bersikap kooperatif sehingga satgas masih memberikan kesempatan untuk mengurus perizinannya sesuai ketentuan perundang-undangan instansi terkait yaitu Kementerian Perdagangan RI dan BKPM.

 

Investor Harus Berhati-hati

Dikutip dari laman bareksa, Satgas Waspada Investasi meminta masyarakat agar tidak melakukan kegiatan investasi dengan tujuh perusahaan tersebut dan melaporkan kepada Satgas Waspada Investasi apabila perusahaan itu masih melakukan kegiatan sebelum mendapatkan izin dari otoritas yang berwenang.

Bagi masyarakat yang masih awam dianjurkan untuk mencari tahu dan mengenal produk investasi sebelum akhirnya berinvestasi. Satgas Waspada Investasi menghimbau kepada masyarakat agar sebelum melakukan investasi untuk memahami hal-hal sebagai berikut:

  1. Memastikan perusahaan yang menawarkan investasi tersebut memiliki izin usaha dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.
  2. Memastikan bahwa pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.

 

Semoga artikel diatas dapat bermanfaat, jadilah seorang investor yang cerdas dan berhati-hati dalam memilih perusahaan investasi. Jika ada pertanyaan dan komentar silakan tuliskan di kolom komentar.

 

Sumber Referensi:

  • Issa Almawadi. 23 Februari 2017. Catat! Jangan Melakukan Kegiatan Investasi di 7 Perusahaan Ini. Bareksa.com – https://goo.gl/iqobbP
  • Muradi. 23 Februari 2017. Nih, Profil 7 Penawaran Investasi Ilegal. Kontan.co.id – https://goo.gl/J1vFVH

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku