Hero Supermarket resmi nyatakan seluruh supermarket Giant tutup dan akan beralih menjadi IKEA dan gerai HERO.

Baca selengkapnya dalam artikel Finansialku berikut.

 

Seluruh Gerai Giant Akan Tutup Akhir Juli 2021

Baru-baru ini PT Hero Supermarket mengumumkan akan menutup seluruh gerai supermarket Giant di Indonesia pada akhir Juli 2021. Dengan kata lain, gerai Giant dipastikan akan menjadi kenangan dalam bisnis ritel tanah air.

Menurut informasi yang beredar, Gerai Giant akan dialihkan menjadi IKEA sebanyak 5 gerai dan sisanya menjadi gerai HERO.

Direktur HERO Hadrianus Wahyu Trikusumo saat itu menyebut, perusahaan sedang melakukan transformasi besar-besaran agar ke depan bisnis HERO bisa tetap bersaing dengan bisnis ritel makanan lainnya di Indonesia.

Pasca penutupan itu, HERO sempat hanya mengelola 119 gerai Giant saja.

Baca juga: Tiga Fakta Di balik Dunkin Donuts Tutup Gerai Di AS

Sobat Finansialku, risiko bangkrut atau harus tutupnya usaha kita tidak bisa dihindari, entah untuk perusahaan besar maupun kecil.

Untuk mengurangi risiko tersebut, kita harus bisa mengelola keuangannya dengan baik, termasuk menyiapkan dana daruratnya. Simak audiobook ini untuk tahu bagaimana caranya mengelola keuangan bisnis yang benar.

banner_pebisnis,_ini_cara_mengatur_keuangan_bisnis_yang_benar

 

Langkah strategis ini bukan kali pertama. Sebelumnya HERO juga menutup Giant Margo, City Depok, Jawa Barat serta Giant Kalibata, Jakarta Selatan.

Melansir dari Cnbcindonesia.com, hingga Maret 2021, gerai Giant hanya tersisa 75 gerai, untuk Giant Ekstra maupun Giant Ekspres. Sepanjang 2019 hingga Maret 2021 ada 25 gerai Giant yang ditutup.

Pada awal 2021 setidaknya ada tiga gerai Giant yang terkonfirmasi yang tutup, yakni Giant Ekstra di Margo City Depok, Giant Mayasari Plaza Tasikmalaya dan Giant Kalibata.

 

Selain Giant, emiten ritel milik Grup Lippo, PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) juga berencana menutup 13 gerainya pada tahun ini.

Sekretaris Perusahaan Matahari Department Store, Miranti Hadisusilo, menjelaskan bahwa 13 gerai yang dimaksud saat ini memang belum ditutup, kendati memang direncanakan ditutup.

“Bahwa 13 gerai yang ditutup, sampai saat ini belum ditutup, tapi memang rencana akan ditutup di 2021,” kata Miranti, masih dari laman yang sama.

Dampak pandemi juga dirasakan emiten toko ritel lainnya yakni pengelola jaringan ritel Centro, PT Tozy Sentosa yang menutup gerai di Bintaro dan Plaza Ambarrukmo.

Selain menutup operasional, Centro juga menghadapi kasus hukum di persidangan.

 

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sudah menyatakan bahwa ada ratusan ritel tutup, selama 15 bulan terakhir ini.

Sekedar informasi, setiap hari ada saja gerai yang berhenti beroperasi di Indonesia, termasuk ritel fashion, makanan, dan gerai ritel non-makanan lainnya.

“Kenyataannya kita lihat, Aprindo menghitung tahun 2020 setiap hari bahwa tutup hampir 5-6 toko, di 2021 tutup 1-2 toko,” jelas Ketua Umum Aprindo Roy Mandey

 

Bagaimana menurutmu, Sobat Finansialku tentang artikel di atas? Kamu bisa berbagi pendapat lewat kolom komentar di bawah ini.

Bagikan informasi ini lewat berbagai platform yang tersedia, kepada kawan atau sanak-saudara mu, agar mereka juga tahu apa yang kamu ketahui.

 

Editor: Eunice Caroline Trijadi

 

Sumber Referensi:

  • Ferry Sandi. 27 Mei 2021. Satu Demi Satu Gerai Ritel Berguguran, Fenomena Apa Ini?com – https://bit.ly/3fmDwqX
  • Ferdi Rantung. 26 Mei 2021. Penyebab Giant ‘Raksasa’ Tumbang yang Akhirnya Tutup Seluruh Gerai. Economy.okezone.com – https://bit.ly/3yJkKSn
  • Vina Anggita. 25 Mei 2021. Seluruh Supermarket Giant Akan Tutup Akhir Juli 2021. Swa.co.id – https://bit.ly/3unCXBh

 

Sumber Gambar:

  • Kompas.com via https://bit.ly/3vtf3pr