Hari Perempuan Internasional yang jatuh setiap 8 Maret selalu diperingati dengan cara unik. Tahun ini, diadakan long march di Jakarta dengan berbagai tuntutan!

Simak informasi selengkapnya di berita Finansialku di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Hari Perempuan Internasional; Teriakan Menumpas Patriarki

Nasib perempuan sebagai kaum minoritas yang hidup di negara sarat kebudayaan patriarki, tidak sedikit banyak ketidakadilan yang dirasakan.

Praktek ketidakadilan ini terus mengakar dan dirasakan semakin masif oleh seluruh perempuan di Indonesia dan dunia.

International Women’s Day, Melalui akun Instagram resminya Sabtu (07/03), mengatakan kalau 2020 ini, tema yang diusung adalah #EachforEqual.

“Dunia yang setara adalah dunia yang memungkinkan untuk melakukan apapun. Kesetaraan bukan hanya isu wanita tapi juga isu bisnis. Kesetaraan gender sangat penting untuk perkembangan ekonomi dan masyarakat. Dunia yang setara secara gender bisa jadi lebih sehat, kaya dan harmonis.” sebagaimana dikutip dari situs internationalwomensday.com, melalui laman wolipop.detik.com, Sabtu (09/03).

 

Di Indonesia, dilaksanakan long march di Jakarta dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional ini.

Hari Perempuan Internasional: Teriakan Menumpas Patriarki 02

[Baca Juga: Sebarkan Body Positivity, Tara Basro Malah Tersandung UU ITE]

 

Dalam kesempatan ini, bentuk ‘protes’ dan sindiran juga turut disuarakan lewat tulisan-tulisan nyentrik sarat sarkasme di beberapa papan aspirasi yang turut serta dibawa kemarin, Minggu (08/03).

Aksi ini tentu dilaksanakan bukan tanpa agenda. Perempuan turun ke jalan dan menyuarakan protesnya soal ketimpangan gender yang masih jadi permasalahan utama.

Selama ini, perempuan dianggap sebagai makhluk yang tidak pernah bisa sejajar dengan laki-laki. Baik dari hak hingga kedudukannya di rumah tangga.

Bukan hanya itu, dalam dunia pekerjaan, pendidikan, kesehatan, secara global, posisi perempuan masih berada di bawah laki-laki.

Bukan hanya itu, hak-hak perempuan yang selama ini dikebiri, kembali diperjuangkan agar bisa dirasakan sebagaimana mestinya.

Sebagaimana kita ketahui, hidup sebagai perempuan di tengah negara yang sarat patriarkis, bukanlah hal yang mudah.

Sebagaimana fakta di mana perempuan tidak boleh menjabat sebagai pemimpin. Kalaupun ada perempuan yang mengajukan diri, maka demokrasi akan dimanipulasi demi menyelamatkan kaum laki-laki.

Hari Perempuan Internasional_ Teriakan Menumpas Patriarki 03

[Baca Juga: Kenapa Tidak Untuk Menjadi Perempuan Mandiri? Ini Alasannya!]

 

Sementara itu, diketahui di beberapa perusahaan, selalu menempatkan perempuan pada sekat-sekat yang menahannya untuk berkembang.

Seperti suaranya yang jarang terdengar, atau peraturan-peraturan misoginis yang seolah tidak mau tahu pada keadaan natural perempuan.

Minimnya kesadaran masyarakat tentang hak-hak perempuan, pada kesempatan ini, Ketua DPR RI mengatakan kepada semua pihak agar menyertakan perempuan dalam seluruh proses pembangunan.

Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, Minggu (08/03) kemarin.

“Tanpa kesadaran akan penghargaan harkat dan martabatnya sebagai manusia maka perempuan akan terus menghadapi berbagai kendala yang dapat berasal dari kehidupan sosial, budaya, ekonomi, maupun politik.” Katanya, dikutip laman goriau.com, Minggu (08/03).

Emansipasi Wanita Hal Yang Bisa Kamu Petik Dari Tokoh Wanita Ini, Dijamin Sukses! 01 - Finansialku

[Baca Juga: Penting! Inilah 5+ Pekerja Perempuan yang Penting Kamu Ketahui]

 

Dia juga mengatakan meski perempuan telah punya tempat di segala bidang, Puan merasa, masih diperlukan berbagai upaya edukasi, sosialisasi, advokasi, dan memfasilitasi berbagai program dalam rangka memperkuat peran perempuan secara konsisten.

“Saya percaya, negara tidak mungkin sejahtera dan maju jika para perempuannya tertinggal. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan harus terus menjadi agenda kerja bersama kita, gotong royong pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan lainnya.” Pungkasnya, dikutip dari laman yang sama.

Puan juga turut menggambarkan kalau peran laki-laki dan perempuan, sebagaimana pernah dianalogikan oleh Presiden RI pertama, Soekarno, adalah serupa dua sayap burung.

Jika masing-masing sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung sampai ke puncak yang setinggi-tingginya. Jika salah satu sayapnya patah, maka tak dapatlah terbang burung itu.” Katanya.

 

Kesetaraan gender bukan cuma bicara soal ketidakadilan yang dirasakan perempuan, tapi juga laki-laki.

Kesetaraan gender bicara soal memperjuangkan ketidakadilan dalam seluruh aspek kehidupan semua manusia.

Bagaimana pendapat Anda soal fenomena ini? Sampaikan pada kami di kolom komentar di bawah, ya! Sembari berkomentar, Anda juga bisa menyebarkan informasi valid ini pada rekan dan keluarga! Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 8 Maret 2020. Hari Perempuan Internasional 2020, DPR Sampaikan 4 Agenda Penting. Goriau.com – http://bit.ly/2VVOsCG
  • Admin. 9 Maret 2020. Suara Berdaya Kaum Hawa, dari Pembalut Hingga Isu Tara Basro. Cnnindonesia.com – http://bit.ly/2TOco8d
  • Admin. 9 Maret 2020. Hari Perempuan Internasional: Sejarah dan Ragam Tuntutan. Cnnindonesia.com – http://bit.ly/2VVaFAF
  • Benedikta Miranti Tri Verdiana. 8 Maret 2020. Alasan 8 Maret Diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional. Liputan6.com – http://bit.ly/2VRS8Fv
  • Nibras Nada Nailufar. 8 Maret 2020. Selamat Hari Perempuan Internasional 2020!. Kompas.com – http://bit.ly/2Iykj4u
  • Eny Kartikawati. 8 Maret 2020. Hari Perempuan Internasional 2020 Kembali Perjuangkan Kesetaraan Perempuan. Wolipop.detik.com – http://bit.ly/2VVjOJx
  • Nur Fitriatus Shalihah. 8 Maret 2020. Hari Perempuan Sedunia Ramai di Twitter, Bagaimana Sejarahnya?. Kompas.com – http://bit.ly/38FI7Ow

 

Sumber Gambar:

  • Women’s Day 01 – http://bit.ly/2vR1ZAz
  • Women’s Day 02 – http://bit.ly/3aIzaFv
  • Women’s Day 03 – http://bit.ly/2wDzruw