Unggahan dua foto terbaru Tara Basro di media sosial Instagram pribadinya dikecam Kominfo dengan tuduhan penyebaran pornografi!

Simak selengkapnya di berita Finansialku di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Tara Basro Teriak Body Positivity

Beberapa waktu lalu, Tara Basro mendapatkan apresiasi yang positif dari warganet karena telah berani mengunggah ‘ketidak-sempurnaan’ yang banyak disembunyikan perempuan.

Dalam fotonya, dia mengunggah fotonya sedang duduk, dengan perutnya yang dibiarkan terlihat berlipat.

Dalam unggahan itu, dia menuliskan caption yang cukup panjang, mengajak kawan sesama perempuan untuk mencintai dan menghargai segala bentuk tubuh apa adanya.

“Dari dulu yang selalu gue denger dari orang adalah hal jelek tentang tubuh mereka, akhirnya gue pun terbiasa ngelakuin hal yang sama.. mengkritik dan menjelek2an.

Andaikan kita lebih terbiasa untuk melihat hal yang baik dan positif, bersyukur dengan apa yang kita miliki dan make the best out of it daripada fokus dengan apa yang tidak kita miliki.

Setelah perjalanan yang panjang gue bisa bilang kalau gue cinta sama tubuh gue dan gue bangga akan itu. Let yourself bloom.” Tulisnya, mengiringi dua buah foto hitam putih yang dianggap Kominfo sebagai pornografi itu.

Sebarkan Body Positivity, Tara Basro Malah Tersandung UU ITE 02

[Baca Juga: Kata-Kata Bijak Aung San Suu Kyi, Wanita Pejuang HAM Asal Myanmar]

 

Aksi ini tentu mengundang banyak pujian dan apresiasi baik dari rekan artis maupun warganet.

Pasalnya, hidup di negara yang misoginis dan patriarkis, perempuan kerap dibebani banyak tuntutan tentang penampilan, tubuh, hingga sikapnya.

Bukan hanya dari kaum laki-laki, bahkan sesama perempuan, tidak sedikit yang saling menjatuhkan dengan mengomentari penampilan mereka dengan kalimat sarat energi negatif.

Tara Basro sebagai publik figur yang suaranya banyak didengar dan dibaca oleh orang, dengan berani menebas semua tuntutan itu melalui akun media sosialnya.

Perempuan kelahiran 11 Juni 1990 ini bukan hanya kebanjiran pujian lewat kolom komentar, melainkan juga di platform media sosial lain seperti twitter.

 

“Wow. So proud of you. (Wow. Sangat bangga padamu!)” -@elizrahajeng-

 

Speechless. Thank you for such an amazing reminder! Your self love is beautiful to witness. (Enggak bisa berkata-kata. Terima kasih atas pengingat yang luar biasa! Aksi mencintai diri sendirimu adalah keindahan untuk disaksikan.)” -@nadinealexandradewi-

 

“Terima kasih, Mbak Tara. Saya merasa dimengerti.” -@tyaskinan-

Sebarkan Body Positivity, Tara Basro Malah Tersandung UU ITE 03

[Baca Juga: Kata-Kata Bijak Ratu Elizabeth II, Wanita Hebat Kerajaan Inggris]

 

Bukan cuma di platform Instagram, Tara juga mendapat apresiasi yang banyak di twitter, membuat namanya mejeng di trending topic twitter Indonesia.

 

“Thanks Tara Basro, we learn to love yourself is more important than anything. Whatever you are shaped on currently, never make it questioned yourself like “will someone like me?” you’re worthy of love. (Terima kasih Tara Basro, kita jadi mengerti kalau mencintai dirimu sendiri adalah hal yang paling penting dari apapun. Apapun bentuk (tubuh)mu saat ini, jangan pertanyakan dirimu sendiri seperti, “Akankah orang menyukai saya?” Kamu layak untuk dicintai.)” -@ssaniaa_

 

Tara Basro’s pic has words right in the middle that says “worthy of love” which clearly means it’s about self love and body positivity but y’all immediately thought of it as porn?????? (Fotonya Tara Basro jelas-jelas bilang ‘worthy of love’ yang mana jelas artinya soal self love dan body positivity tapi kamu semua langsung berpikiran itu sebagai pornografi??????)” -@seeweedbrain-

 

Kominfo Salah Fokus, Anggap Foto Tara Basro Pornografi

Tidak berselang lama setelah unggahan foto itu, Kominfo lantas beraksi. Mereka langsung menjerat Tara Basro menggunakan UU ITE Pasal 27 ayat 1.

Meski sebenarnya unggahan Tara Basro berpusat pada ajakannya untuk mencintai diri sendiri, tapi nyatanya Kominfo punya pendapatnya sendiri.

Mereka beranggapan kalau foto Tara Basro sarat pornografi karena memperlihatkan beberapa bagian tubuh tanpa kain penutup sehelai pun.

“Yang jelas kami melihat itu memenuhi unsur Pasal 27 ayat 1 tentang melanggar kesusilaan. Itu menafsirkan ketelanjangan. Foto yang ditampilkan itu, seperti yang tadi saya sampaikan,kami akan segera take down, tapi syukur-syukur sudah di-take down sendiri olehnya.” Ucap Ferdinand Setu selaku Kabiro Humas Kominfo, dikutip laman tirto.id, Rabu (04/03).

 

Adapun bunyi Pasal 27 ayat 1 UU ITE sendiri adalah:

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.”

Sebarkan Body Positivity, Tara Basro Malah Tersandung UU ITE 04

[Baca Juga: Emansipasi Wanita: Hal Yang Bisa kamu Petik Dari Tokoh Wanita Ini, Dijamin Sukses!]

 

Pernyataan ini tentu tanpa alasan. Pihak Kominfo nampaknya merasa kalau definisi telanjang adalah perempuan yang tidak memperlihatkan pakaian dalamnya dan membiarkan bagian tubuh lainnya tidak tertutup kain.

Sikap Kominfo ini lagi-lagi mengundang kemarahan warganet yang menganggap kalau lembaga pemerintahan ini berlebihan.

 

“Tara Basro cuma pengin bilang bahwa enggak apa-apa untuk jadi manusia yang enggak sempurna. Setidaknya, itu yang saya tangkap. Membawa hal tersebut ke arah pornografi adalah bentuk kekakuan sistem yang cuma bisa melihat tubuh sebagai objek semata.” -Fiersa Besari, penulis-

 

“Kominfo has lost sens of arts. Tara Basro wasn’t spreading pornography. She was embracing women to have faith to themselves. Kominfo has to be open-minded to determine the definition of pornography. Pornography is negative. What she conveys is positive. Try to differentiate it. (Kominfo sudah kehilangan selera seni. Tara Basro enggak menyebarkan pornografi. Dia mengajak perempuan untuk memercayai dirinya sendiri. Kominfo harus punya pikiran terbuka untuk menentukan definisi dari pornografi. Pornografi itu negatif. Apa yang dia sampaikan itu positif. Coba bedakan.” -@sayslaysly-

 

Melansir laman tirto.id, Mashoeroel Noor P, selaku Deputi Direktur PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) juga mengatakan hal yang sama.

Dia mengaku kalau foto Tara Basro itu tidak dilihatnya sebagai konten pornografi, sebagaimana dikatakan pihak Kominfo.

“Fotonya menurutku enggak pornografi, konten kampanyenya justru menarik soal bagaimana perempuan mencintai tubuhnya sendiri. Menolak standar soal kecantikan yang selama ini dibentuk oleh kapitalis, perusahaan kosmetik serta norma patriarki.” Ujarnya, dikutip laman yang sama.

 

Semua orang, bukan cuma perempuan, harus berani memberantas hukum-hukum dan budaya tidak terlihat dalam masyarakat.

Tidak ada yang bisa mendefinisikan kesempurnaan pada seorang manusia. Semua manusia sempurna dengan menjadi dirinya sendiri.

Bagaimana pendapat sobat Finansialku soal unggahan Tara Basro dan tanggapan Kominfo terhadapnya? Sampaikan pada kami lewat kolom komentar, ya!

Kalau sudah, jangan lupa diskusikan juga informasi ini dengan rekan dan keluarga, ya! Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Nur Hidayah Perwitasari. 4 Maret 2020. Soal Foto Tara Basro dan Bagaimana Seharusnya Publik Bersikap. Tirto.id – http://bit.ly/2VLedpa
  • Reza Gunadha. 5 Maret 2020. Kominfo Anggap Foto Langgar UU ITE, Warganet Ramai-Ramai Bela Tara Basro. Suara.com – http://bit.ly/2VKHtMH
  • Admin. 5 Maret 2020. Foto Berpakaian Dalam, Tara Basro Sampaikan Pesan untuk Mencintai Tubuh Sendiri. Liputan6.com – http://bit.ly/39tQNZm
  • Dian Reinis Kumampung. 4 Maret 2020. ­­Unggah Foto Tubuh Curvy, Tara Basro Tuai Respons Positif dari Warganet. Lifestyle.kompas.com – http://bit.ly/3ctYmkB
  • Admin. 4 Maret 2020. Foto Tara Basro Disebut Langgar UU ITE, Netizen Kecam Kominfo. Cnnindonesia.com – http://bit.ly/3aEZnVx

 

Sumber Gambar:

  • Tara 01 – http://bit.ly/2TRDEmv
  • Tara 02 – http://bit.ly/2POmghf
  • Tara 03 – http://bit.ly/2ImnZWQ
  • Tara 04 – http://bit.ly/2vDv2HK