Ingin belajar gaya hidup hemat? Belajarlah dari para ibu rumah tangga di Jepang!

Bukan hanya pandai merawat diri, mereka juga disiplin dalam mengatur keuangan keluarga.

Tidak heran masyarakat Jepang dapat dikenal dunia dengan gaya hidup hemat mereka. Yuk, adopsi prinsip-prinsipnya, Moms!

 

Rubrik Finansialku Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Gaya Hidup Hemat Sudah Menjadi Budaya di Jepang

Moms mungkin pernah melihat cuplikan serial Doraemon di mana tokoh utamanya, Nobita, sedang berada di dalam kamarnya.

Kalau diperhatikan, bukankah perabotan di dalam kamar tersebut sangatlah minimalis? Isinya hanya meja belajar dan lemari, tidak ada pajangan dinding, lampu hiasan, dan barang-barang sejenisnya. Tempat tidur pun hanya berupa kasur lantai yang bisa dilipat dan dimasukkan ke dalam lemari.

5 Trik Gaya Hidup Hemat Ala Ibu Rumah Tangga Jepang 01 - Finansialku

[Baca Juga: Moms, Sudah Ketahui Jenis Persalinan dan Biayanya? Simak Ulasannya]

 

Fenomena ini bukan sekedar ide cerita kartun saja, melainkan gambaran asli kehidupan masyarakat Jepang. Moms bisa menemukan banyak “kamar Nobita” di sana, lho.

Gaya hidup sederhana dan minimalis ini mereka lakukan bukan tanpa sebab, Moms.

Jepang sudah dikenal dunia sebagai salah satu negara dengan biaya hidup yang tinggi. Bahkan, Tokyo dan Yokohama termasuk ke dalam The Most Expensive Cities to Live In yang dirilis ECA International baru-baru ini.

Sebagai informasi, setiap tahunnya selalu saja ada nama kota dari Jepang yang masuk ke dalam daftar ini.

Maka dari itu, para ibu rumah tangga di Jepang harus berhati-hati dalam mengatur keuangan keluarga supaya tidak terhimpit masalah keuangan. Bagaimana mereka melakukannya?

 

#1 Ibu-ibu Jepang Tidak Malas Memperbarui Anggaran Bulanan

Para ibu di Jepang sudah terbiasa membuat anggaran bulanan secara rutin. Catatan anggaran ala ibu-ibu Jepang ini dikenal dengan istilah kakeibo.

Mereka memulainya dengan mencatat pengeluaran rutin, seperti biaya sewa tempat tinggal dan uang cicilan rumah. Selain itu, mereka sudah mengalokasikan dana tabungan yang tetap sedari awal.

Nantinya, selisih pendapatan total dengan pengeluaran rutin dan dana tabungan akan dialokasikan untuk pengeluaran kategorial.

Kategori tersebut terdiri atas kebutuhan primer (makanan, minuman, transportasi, dan obat-obatan), kebutuhan sekunder (seperti belanja), kebutuhan tersier (seperti bioskop), dan biaya tak terduga (seperti perbaikan rumah).

Uang tunai untuk masing-masing pengeluaran tersebut dimasukkan ke dalam amplop secara terpisah. Mereka tidak akan mengambil uang dari amplop yang bukan peruntukannya.

5 Trik Gaya Hidup Hemat Ala Ibu Rumah Tangga Jepang 02 - Finansialku

[Baca Juga: Moms, Pilih Asuransi Pendidikan atau Reksadana? Kenali Kelebihan dan Kekurangannya!]

 

Jika uang di dalam salah satu amplop sudah hampir habis, mereka akan mencari cara untuk menghemat pengeluaran.

Jika ada uang tersisa dalam amplop, mereka akan mengalokasikan sisa dana tersebut untuk tabungan tambahan di akhir bulan.

Kakeibo ini sudah terbukti berhasil menjaga kesehatan keuangan keluarga-keluarga di Jepang. Tidak heran, para suami di Jepang bersedia ditarik tunai gajinya untuk diatur sepenuhnya oleh sang istri yang tinggal di rumah.

Moms juga bisa mencatat pengeluaran seperti halnya pada kakeibo melalui Aplikasi Finansialku! Download sekarang juga, ya Moms!

Lewat beragam fiturnya, Anda pasti akan merasa sangat terbantu untuk mengelola keuangan keluarga!

 

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

#2 Ibu-ibu Jepang Tidak Malas Membuat Daftar Belanja

Moms sudah tahu ‘kan beberapa trik yang dilakukan toko untuk membuat pengunjungnya kalap berbelanja? Ya, beberapa di antaranya bahkan tidak disadari selama ini oleh kebanyakan orang.

Banyak orang jadi terkecoh dan berakhir dengan menghabiskan lebih banyak uang untuk berbelanja daripada yang seharusnya.

Tapi, hal itu jarang terjadi pada para ibu rumah tangga di Jepang karena mereka sudah membuat daftar belanja sebelum pergi ke toko.

5 Trik Gaya Hidup Hemat Ala Ibu Rumah Tangga Jepang 03 - Finansialku

[Baca Juga: Perlu Ditiru! Ini Dia Cara Bebas dari Godaan Belanja Online]

 

Sesampainya di toko, mereka tidak menghabiskan waktu dengan berjalan perlahan sambil memikirkan apa yang hendak mereka beli. Mereka langsung mengambil troli belanja, lalu berjalan ke rak barang sesuai dengan daftar belanja yang telah dibuat.

Setelah semuanya terkumpul, mereka langsung pergi membayar ke kasir, no tengok-tengok!

Jadi, bagi mereka sama sekali tidak ada kesempatan untuk melihat promo atau diskon menggoda yang ditawarkan toko. Moms berani coba?

 

#3 Ibu-ibu Jepang Tidak Malas Membandingkan Harga di Toko

Sebelum memutuskan menggunakan suatu barang atau jasa, para ibu rumah tangga di Jepang selalu berusaha untuk teliti dalam mencari harga terbaik.

Kalau value yang diberikan setara atau lebih baik, mereka tidak segan mengalihkan pandangan ke merk lain yang harganya lebih rendah.

Salah satu fokus utama ibu-ibu Jepang adalah pengeluaran untuk makanan. Makanan menghabiskan dana yang cukup besar sehingga akan sangat terasa efeknya terhadap keuangan apabila dapat dihemat.

Ibu-ibu Jepang biasanya akan sangat teliti mengecek harga bahan-bahan pembuatan makanan dalam daftar belanja mereka.

Biasanya, mereka terlebih dahulu mengelompokkan bahan-bahan pembuatan makanan berdasarkan jenis nutrisinya.

Sebagai contoh, mereka buat kelompok seperti karbohidrat, daging dan ikan, telur dan susu, sayur-mayur, serta buah-buahan.

Baru setelah itu, mereka akan memilih produk berkualitas dengan harga terendah untuk masing-masing kelompok makanan tersebut.

 

#4 Ibu-ibu Jepang Tidak Malas Masak Sendiri

Pernah mendengar istilah bento, Moms? Istilah Jepang ini terkenal sekali dan sudah melekat pada image ibu-ibu Jepang.

Bento merupakan istilah Jepang untuk makanan bekal berupa nasi beserta lauk-pauk yang bisa dibawa-bawa dan dimakan di mana saja.

Ciri khas bento Jepang adalah tata letak dan warna dari lauk-pauk yang disusun menarik untuk mengundang selera orang yang akan menyantapnya.

Nah, bento buatan ibu ternyata sangat digemari di Jepang dan merupakan kebanggaan tersendiri bagi para ibu jika bisa menyiapkan bento bagi suaminya yang bekerja dan anak-anaknya yang sekolah.

5 Trik Gaya Hidup Hemat Ala Ibu Rumah Tangga Jepang 04 - Finansialku

[Baca Juga: Saya Ingin Mempraktikkan Cara Hidup Hemat di Jakarta]

 

Selain itu, ibu-ibu Jepang lebih memilih menyiapkan botol minuman bagi anggota keluarganya daripada mengalokasikan dana untuk membeli minum di luar. Daripada membeli minuman dari minimarket atau vending machine, mereka akan menyiapkan botol-botol dengan karakter animasi yang lucu-lucu untuk anak-anak mereka.

Selain hemat, anak-anak pun bisa terhindar dari bahaya minuman berkadar gula tinggi.

 

#5 Ibu-ibu Jepang Tidak Menganggap Remeh Uang Kembalian

Moms sudah paham ‘kan bagaimana detailnya para ibu rumah tangga di Jepang dalam mencatat pengeluaran keluarga?

Karena penerapan kakeibo tersebut, setiap uang kembalian dari berbelanja tetaplah berharga di mata ibu-ibu Jepang.

Uang kembalian dari belanja tidak serta merta mereka letakkan sembarang untuk kemudian tercecer dan tidak sengaja terpakai.

Mereka sudah terbiasa memasukkan uang koin sisa uang belanja ke dalam celengan atau wadah khusus untuk uang recehan tersebut.

Kalau hanya dilihat beberapa hari memang tidak seberapa. Tapi, bayangkan jika dalam setahun Moms bisa mengumpulkan minimal Rp500 per harinya.

Bukankah lebih terasa manfaatnya jika ditabung daripada dibiarkan terbuang percuma untuk hal yang tidak penting?

Moms bisa mengalokasikan tabungan receh ini untuk keperluan tak terduga atau ditabung untuk dana pendidikan.

Agar tidak kalang kabut dalam mempersiapkan dana pendidikan bagi anak Anda, baca dan miliki ebook Panduan Perencanaan Dana Pendidikan Anak dari Finansialku.

Jadilah pahlawan dan bagikan ebook ini kepada rekan atau saudara Anda yang sedang kesulitan menyiapkan biaya pendidikan buah hatinya!

Ebook Dana Pendidikan Anak - Finansialku Mockup

Download Sekarang

 

Gaya Hidup Hemat Dimulai dari Ibu di Rumah

Tidak heran Jepang memiliki budaya hidup sederhana yang dipuji-puji banyak orang di dunia.

Budaya itu lahir dari para ibu yang tidak kenal lelah mendisiplinkan diri dan keluarga untuk menerapkan gaya hidup hemat.

Sebenarnya cara-cara hidup hemat ibu-ibu Jepang ini cukup sederhana, hanya saja membutuhkan komitmen yang kuat dan konsisten.

Ibu-ibu Jepang telah membuktikan kepada dunia bahwa ‘orang yang rajin akan memperoleh harta yang berharga’. Sekarang giliran Moms, ya!

 

Terimakasih Moms sudah membaca artikel ini. Bagikan kepada semua teman dan keluarga supaya mereka juga terinspirasi untuk memulai gaya hidup ala ibu-ibu Jepang ini. Ibu-ibu Indonesia pasti bisa!

 

Sumber Referensi:

  • Wina Andria. 5 September 2017. Gaji Sering Cepat Habis? Yuk, Tiru Tips Hemat Ala Ibu Rumah Tangga di Jepang. Journal.sociolla.com – https://goo.gl/qZFDGy
  • Admin. 16 Januari 2018. Hidup Hemat dengan Kakeibo Ala Ibu-Ibu Jepang. Jadimandiri.org – https://goo.gl/yYKR1N

 

Sumber Gambar:

  • Bento – https://goo.gl/4Pf1Vj
  • Hemat ala Ibu Jepang – https://goo.gl/xhwxhd
  • Kasur – https://goo.gl/A5RP2U