Apakah hobi fotografi bisa menghasilkan uang? Berikut ini artikel yang Finansialku.com siapkan untuk Anda yang menyukai hobi fotografi agar hobi Anda dapat menghasilkan uang.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Hobi Fotografi, Harus Punya Modal

Banyak orang memiliki ketertarikan dalam dunia fotografi. Apalagi didukung dengan media sosial masa kini seperti Instagram yang dapat digunakan sebagai media untuk memamerkan hasil-hasil foto. Memiliki foto-foto yang bagus di sosial media adalah sebuah kebanggaan. Hal ini menjadi salah satu pemicu banyaknya orang yang mendalami hobi fotografi.

Untuk mendapatkan hasil foto yang bagus, dibutuhkan lebih dari sekedar skill, tetapi juga kamera yang memadai. Anda memang tidak harus menggunakan kamera yang harganya sangat mahal, tetapi paling tidak dibutuhkan Rp10 juta untuk membeli kamera dan lensa yang cukup baik untuk pemula. Tetapi apakah ada peluang untuk menghasilkan uang dari modal membeli kamera tersebut?

Hobi Fotografi, Sekedar Koleksi atau Bisa Menghasilkan Uang 02 - Finansialku

  [Baca Juga: 7 Jenis Hobi yang Dapat dibisniskan]

 

Tentunya ada keuntungan yang bisa didapatkan dengan menjual jasa fotografi. Setiap fotografer profesional pasti memulai perjalanan fotografinya dari hobi, dengan kata lain menjadi seorang fotografer amatir. Fotografer amatir bukan berarti tidak ahli dalam menghasilkan foto, tetapi amatir berarti tidak mendapatkan uang dari fotografi. Jika mendapatkan uang, biasanya hanya dianggap sebagai sekedar bonus. Seorang fotografer amatir tidak menggantungkan kehidupannya pada penghasilan dari jasa fotografi. Sementara seorang fotografer profesional menggantungkan hidupnya pada penghasilan dari jasa fotografi. Namun untuk menjadi seorang profesional, modal sebesar Rp10 juta tidak akan cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan.

Selain soal modal uang, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk menjadi fotografer profesional:

Hobi Fotografi, Sekedar Koleksi atau Bisa Menghasilkan Uang 03 - Finansialku

[Baca Juga: Benarkah Hobi Belanja Bisa Jadi Cara Mencapai Kebebasan Keuangan?]

 

#1 Modal Bukan Hanya untuk Kamera

Jika memutuskan untuk menjadi seorang fotografer profesional, Anda harus siap mengeluarkan modal yang besar. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, biaya yang dibutuhkan untuk membeli kamera dan peralatan-peralatan fotografi lainnya untuk menjadi seorang profesional tidaklah murah. Untuk membeli peralatan saja Anda mungkin harus menghabiskan uang sebesar ratusan juta rupiah.

Namun lebih dari hal-hal yang terkait dengan fotografi, Anda juga harus menyiapkan modal untuk beberapa keperluan yang terkait dengan sisi bisnis. Tentu saja ketika Anda memutuskan untuk menjadi seorang fotografer profesional, Anda juga harus menyiapkan sebuah merek dagang. Merek dagang inilah yang akan digunakan untuk memasarkan jasa Anda. Dengan begitu baru Anda akan terus memiliki klien yang menjadi sumber pemasukan. Anda harus menyiapkan modal untuk menyiapkan logo, seluruh keperluan branding, membuat portofolio, mengikuti pameran dan lain-lain. Jangan salah, untuk mengikuti sebuah pameran dengan tujuan memasarkan jasa fotografi saja Anda perlu mengeluarkan uang puluhan juta rupiah. Karena itu Anda harus memikirkan seluruh biaya tersebut.

Hobi Koleksi Sepatu Coba 5 Cara Ini untuk Mengatur Keuangan Anda 3 - Finansialku

[Baca Juga: Hobi Koleksi Sepatu? Coba 5 Cara Ini untuk Mengatur Keuangan Anda]

 

#2 Kemampuan Berbisnis

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ketika Anda memutuskan menjadi seorang fotografer profesional, artinya Anda membangun sebuah bisnis. Anda harus memikirkan siapa target pasar yang Anda incar, bagaimana cara memasarkan jasa yang ditawarkan, dan lain sebagainya. Memutuskan berapa harga yang akan dikenakan juga bukanlah hal yang sederhana. Anda harus mempertimbangkan berapa keuntungan yang didapatkan. Setiap biaya yang dikeluarkan untuk memberikan jasa fotografi harus diperhitungkan. Karena itu Anda juga harus memiliki kemampuan mengatur keuangan perusahaan.

Selain beberapa hal yang telah disebutkan tadi, Anda juga harus memikirkan siapa-siapa saja orang yang akan bekerja dengan Anda. Ketika menjadi seorang fotografer profesional, Anda tidak mungkin hanya bekerja sendiri. Misalnya ketika memberikan jasa fotografi untuk sebuah pernikahan, tentunya mustahil jika dilakukan sendiri. Anda harus memikirkan karyawan yang akan bekerja dalam perusahaan tersebut. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan ketika memilih seorang karyawan. Selain karakter yang baik, Anda juga harus mempertimbangkan keahlian karyawan tersebut. Apalagi dalam hal-hal yang berkaitan dengan seni seperti fotografi. Jika salah memilih karyawan maka hasil kerja Anda tidak akan maksimal.

Merchandise Starwars Ini Memiliki Harga Yang Sangat Fantastis Hingga Seharga Rumah Mewah

[Baca Juga: Merchandise Star Wars Ini Memiliki Harga Yang Sangat Fantastis, Hingga Seharga Rumah Mewah]

 

Ketika sudah memiliki karyawan Anda harus siap untuk menggajinya. Dengan begitu biaya yang dikeluarkan akan semakin besar. Ini memaksa Anda untuk memiliki pemasukan yang cukup. Jika tidak keuangan Anda hanya akan tersiksa untuk membayar gaji karyawan setiap bulannya.

 

#3 Persoalan Idealisme

Setiap fotografer biasanya memiliki karakteristik dan idealismenya masing-masing. Mengapa? Karena fotografi bukan hanya soal teknik tetapi juga soal seni. Bicara soal seni, tidak ada kepastian satu atau nol atau benar dan salah. Semua tergantung apresiasi seseorang terhadap estetika. Hanya saja kemampuan mengapresiasi tersebut tidak selalu sama antara satu orang dengan orang lainnya. Ketika memilih untuk menjadi seorang fotografer profesional, terkadang Anda harus mengorbankan idealisme pribadi. Apa yang Anda sukai, belum tentu disukai oleh klien Anda. Jika terjadi hal tersebut maka mau tidak mau Anda harus menyesuaikan diri dengan pasar, karena tujuan Anda sekali lagi adalah mendapatkan keuntungan dari jasa fotografi.

 

Tidak Semudah Hobi

Banyak orang yang menggemari hobi fotografi. Mengambil foto-foto secara acak sesuai keinginan adalah hal yang menyenangkan. Uang yang dikeluarkan hanyalah untuk membeli peralatan fotografi yang diinginkan. Selain itu tidak perlu memikirkan detail-detail bisnis yang cukup rumit. Banyak orang yang memutuskan untuk menjadi seorang fotografer profesional tetapi kemudian gagal di tengah jalan karena tidak mengetahui konsekuensi-konsekuensi tersebut. Wajar jika Anda ingin mendapatkan keuntungan dari sebuah hobi, tetapi pastikan Anda dapat menanggulangi konsekuensi-konsekuensi tersebut sebelum memutuskan terjun ke dunia fotografer profesional.

 

Apakah Anda merupakan seorang yang menyukai fotografi? Kesulitan apa yang biasanya Anda temukan dalam mengatur keuangan. Silakan share pengalaman Anda pada kolom di bawah ini, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Belfot. Menjadi Fotografer Pro atau Sekedar Hobi? Belfot.com – https://goo.gl/hxtjcT

 

Sumber Gambar:

  • Fotografer – https://goo.gl/cMOy4x dan https://goo.gl/YtWSYP
  • Kamera – https://goo.gl/sGUKub

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang