Amerika Serikat menaikkan kelas Indonesia dari negara berkembang jadi negara maju. Namun ternyata ada risikonya lho. Apa saja?

Yuk simak informasi selengkapnya dalam artikel Finansialku di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

AS Cabut Indonesia dari Daftar Negara Berkembang!

China, Brasil, Korea Selatan, Afrika Selatan, dan Indonesia telah dikategorikan menjadi negara yang maju.

Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (United States Trade Representative) mencabut Indonesia dari daftar negara berkembang, artinya di mata Amerika Serikat, Indonesia dipandang sebagai negara maju.

Melansir dari Kumparan.com dari South China Morning Post (SCMP), Senin (24/2), keputusan itu bertujuan agar negara-negara tersebut tidak memperoleh perlakuan khusus dalam perdagangan internasional.

Lantas apa dampaknya bagi lajur ekonomi Indonesia?

Ekonom INDEF (Institute for Development of Economics and Finance), Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, konsekuensi Indonesia menjadi negara maju yaitu bakal dihapuskannya pula Indonesia sebagai negara penerima fasilitas GSP (Generalized System of Preferences).

Dinyatakan Negara Maju, Ini Dampaknya Pada Ekspor Indonesia 02

[Baca Juga: Anti Boros, Lakukan Tips Ini Kalau Mau Kirim Barang ke Indonesia!]

 

Melansir dari Kumparan.com, Bhima mengatakan, peniadaan GSP dengan status menjadi negara maju dapat menyebabkan meningkatnya beban tarif bagi produk ekspor asal Indonesia yang selama ini mendapat insentif.

Saat ini menurutnya, ada total 3.572 produk Indonesia memperoleh fasilitas GSP.

Tak hanya itu, Bhima juga memprediksi nantinya Indonesia juga bisa kehilangan potensi ekspor yang besar ke AS.

Ekspor itu berkaitan dengan produk-produk unggulan seperti tekstil dan pakaian sebab insentifnya dihapus, sehingga defisit neraca perdagangan Indonesia bisa makin lebar.

Per Januari 2020 ini, defisit Indonesia mencapai US$864 juta.

“Kalau Indonesia tidak masuk GSP lagi kita akan kehilangan daya saing pada ribuan jenis produk. Ekspor ke pasar AS terancam menurun khususnya sektor tekstil dan pakaian. Ini ujungnya memperlebar defisit neraca dagang.”

 

Sementara itu, menurut laporan Bank Dunia, kelas kelompok sebuah negara dilihat dari sudut pandang ekonomi.

Ada empat kategori negara yang dipakai, yakni negara miskin, negara ekonomi menengah ke bawah, negara ekonomi menengah ke atas, dan negara maju atau high income.

Dinyatakan Negara Maju, Ini Dampaknya Pada Ekspor Indonesia 03

[Baca Juga: Mari Pelajari Komoditas Ekspor Indonesia yang Ada Dalam Investasi]

 

Standar penilaian yang dipakai adalah Gross National Income (GNP) per kapita.

Menurut Ekonom Senior Faisal Basri, GNP merupakan total Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) dalam satu tahun yang mengeluarkan pendapatan warga asing dari perhitungan, sebagaimana melansir dari Kumparan.com.

Negara bisa disebut sebagai negara maju atau negara berpendapatan tinggi (high income country), harus memiliki GNP per kapita di atas US$12.055.

Untuk negara kategori ekonomi menengah ke bawah (lower-middle income) harus memiliki GNP per kapita US$996-3.895.

Sedangkan negara kategori ekonomi menengah ke atas (upper-middle income) harus memiliki GNP per kapita US$3.896-12.055.

Pada tahun 2018 berdasarkan data Bank Dunia GNP per kapita Indonesia sebesar US$3.840.

Dari data tersebut Indonesia masih berada dalam kelompok negara ekonomi menengah ke bawah atau lower-middle income.

Artinya, Indonesia harus mencapai GNP per kapita di atas US$12.055 untuk bisa dikategorikan negara maju.

 

Bagaimana pendapat Sobat Finansialku tentang artikel di atas ini. Anda bisa memberi komentar pada kolom di bawah ini. Sebarkan juga informasi ini seluas-luasnya. Semoga Bermanfaat!

 

Sumber Referensi:

  • Feby Dwi Sutianto. 23 Februari 2020. Disebut Negara Maju, RI Ternyata Masih Belum Naik Kelas. Kumparan.com – https://bit.ly/2PhfcJw
  • Feby Dwi Sutianto. 23 Febuari 2020. Sebutan Negara Maju Bisa Rugikan Indonesia, Kok Bisa?. Kumparan.com – https://bit.ly/2HPcabp

 

Sumber Gambar:

  • Indonesia Maju 01 – http://bit.ly/2utaWj4
  • Indonesia Maju 02 – http://bit.ly/2w41kvl
  • Indonesia Maju 03 – http://bit.ly/2T2Q4qU