Investasi P2P Lending vs Deposito, Mana yang Lebih Menguntungkan Investor?

Anda punya dana lebih yang “menganggur” di tabungan? Saatnya mulai berinvestasi! Investasi P2P Lending vs deposito ya yang lebih tinggi imbal hasilnya? Simaklah pembahasan berikut ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Watch

 

Kenali Jenis-jenis Investasi

Berbagai investasi ditawarkan di pasar mulai dari yang paling aman sampai dengan yang memiliki risiko tinggi.

Dulu, deposito bisa dibilang merupakan jenis investasi yang banyak dipilih orang karena dirasa aman dengan bunga yang lebih tinggi dari rekening tabungan biasa.

Namun saat ini deposito sudah tak mampu lagi mengejar inflasi, maka banyak investor yang mulai melirik investasi lain yang sedang naik daun yaitu P2P Lending.

 

Perbandingan Investasi P2P Lending vs Deposito

P2P Lending adalah kependekan dari peer-to-peer lending.

Melalui P2P lending, financial technology (fintech) bekerja menghubungkan penyedia dana dengan peminjam secara online.

Jika Anda tertarik menjadi investor atau menjadi peminjam dana, Anda diharuskan mendaftarkan diri terlebih dulu. Tentunya pendaftaran ini dilakukan secara online melalui situs resmi penyelenggara P2P Lending.

Sebelum memutuskan, lebih baik berinvestasi di deposito atau P2P Lending, inilah beberapa hal yang perlu disimak agar tidak salah pilih!

 

#1 Tingkat Pengembalian Dana

Tingkat bunga deposito perbankan saat ini berkisar antara 4,25% – 6% per tahun.

Nilai minimum penempatan deposito juga bervariasi tergantung kebijakan masing-masing bank, biasanya dimulai dari minimum penempatan Rp8.000.000.

Mari lihat perbedaan imbal hasil jika Anda memilih berinvestasi di P2P Lending.

Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa perusahaan penyelenggara P2P Lending, di antaranya Amartha, Investree, KoinWorks, UangTeman, dan masih banyak lagi.

Setiap perusahaan fintech memberikan penawaran imbal hasil yang berbeda pula, dimulai dari 10% – 18% per tahun.

Dari tingkat pengembalian ini, bisa kita lihat bahwa P2P Lending memberikan hasil yang jauh lebih tinggi kepada penyedia dana pinjaman daripada tingkat bunga pada deposito.

Tetapi yang perlu diperhatikan, tingginya tingkat pengembalian selalu disertai dengan risiko yang tinggi juga.

Investasi-P2P-Lending-vs-Deposito-1-Finansialku

[Baca Juga: Wow! Imbal Hasil P2P Lending Unggul Dibanding Reksa Dana]

 

#2 Jangka Waktu Penguncian Dana

Jika Anda menabung di deposito, artinya Anda tidak bisa mengambil tabungan tersebut setiap saat, karena dibatasi dengan minimal tenor.

Seperti halnya tenor pada deposito, P2P Lending juga memiliki tenor yang kurang lebih sama. Tenor pendanaan dimulai dari 1 bulan sampai dengan 12 bulan.

Selama belum jatuh tempo, dana yang Anda depositokan tetap dapat dicairkan, tapi Anda perlu membayarkan denda atau penalti karena tidak memenuhi tenor pada kesepakatan di awal.

Oleh karena itu, Anda harus berkomitmen untuk tidak mengambil uang tersebut sebelum jatuh tempo agar tidak mengakibatkan kerugian.

 

#3 Apakah Dikenakan Biaya dalam Berinvestasi P2P Lending?

Pada perusahaan penyedia layanan P2P Lending, ada perusahaan yang tidak mengenakan biaya apapun, namun ada pula yang mengambil presentase tertentu dari nilai imbal hasil yang Anda terima.

Biaya lainnya adalah biaya transfer antar bank saat melakukan proses pengiriman uang dari bank Anda ke bank peminjam.

Biaya transfer dikenakan jika bank pengirim dan penerima uang berbeda.

Deposito-dan-peer-to-peer-lending-02-Finansialku

[Baca Juga: Akseleran: Sebuah Alternatif Investasi Aman di P2P Lending]

 

#4 Apakah P2P Lending Aman?

Tabungan Anda di bank atau deposito yang kurang dari 2 miliar rupiah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Namun, apabila Anda tak mau pusing dengan risiko, menaruh uang di deposito bisa menjadi pilihan.

P2P Lending yang sifatnya investasi tidak dijamin keamanannya oleh LPS. Tetapi perusahaan penyedia layanan ini pasti akan berusaha melindungi para investor dengan seleksi ketat peminjam dana.

Untuk menghindari gagal bayar, salah satu cara yang digunakan adalah pembayaran cicilan dengan pemotongan gaji (jika peminjam adalah karyawan).

 

Keuntungan Berinvestasi P2P Lending, Studi Kasus KoinWorks

Belajar dari sebuah perusahaan pionir fintech lending, inilah keuntungan berinvestasi pada P2P Lending di Koinworks.

 

#1 Investasi dengan Nominal Kecil

Jika ini adalah pertama kalinya Anda akan mencoba berinvestasi kecil-kecilan, P2P Lending bisa jadi pilihan Anda.

Karena di sini, Anda bisa memberikan pinjaman mulai dari nominal yang sangat kecil yaitu Rp100.000.

Saat pertama kali berinvestasi, cobalah untuk meminjamkan dengan nominal kecil dulu.

Dengan begitu, risiko pemberi pinjaman juga lebih kecil.

 

#2 Mendapatkan Bunga Jauh Lebih Tinggi Dibandingkan Deposito

Pastikan Anda memberikan pendanaan di mana Anda akan memperoleh imbal hasil yang memuaskan.

Perusahaan P2P Lending KoinWorks menjanjikan pengembalian hasil mulai dari 18% per tahun.

Artinya hasil yang diperoleh bisa mencapai 4 kali lipat dari rata-rata deposito di bank umum.

Anda bisa mendapatkan bunga tinggi di sini, karena Anda langsung meminjamkan dana kepada mereka yang membutuhkan.

Pembayaran angsurannya juga langsung Anda terima pada rekening setiap bulan.

Sebelum Investasi Deposito, Kenali Cara Kerja Deposito, Strategi Investasi Deposito dan Cara Menghitung Bunga Deposito 02 - Finansialku

[Baca Juga: Strategi Investasi P2P Lending Agar Hasil Maksimal dengan Risiko Minimal]

 

#3 Sistem Seleksi Peminjam Menambah Rasa Aman

Tidak sembarangan orang bisa mendapatkan pinjaman melalui P2P Lending.

Fintech berbasis lending akan mencoba memberikan rasa aman bagi investor dengan melakukan seleksi ketat bagi calon peminjam dana.

Pertama, saat mencari data peminjam dana, KoinWorks memperolehnya dari mitra terpercaya yaitu Lazada.

Selanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan latar belakang dan juga karakter peminjam secara psikologis.

Tingkat resiko dari meminjamkan dana juga dapat diukur dengan 4C Standard Bank. Untuk mencari data peminjam secara online digunakan algoritma machine-learning.

 

#4 Jaminan Proteksi Dana Bagi Investor

Risiko modal investasi tidak kembali pada P2P Lending ini memang lebih besar dibandingkan dengan deposito, tapi KoinWorks memberikan lagi perlindungan bagi investor dengan proteksi dana.

Bagaimana cara kerja proteksi dana ini? Jika peminjam tidak membayar angsuran selama 90 hari, akan ditandai sebagai gagal bayar dan perusahaan menghapuskan pinjaman tersebut.

Investor bisa bernapas lega karena pinjaman dihapuskan bukan berarti uang Anda hilang.

Dana proteksi akan dibayarkan kepada Anda sebagai ganti dana dari peminjam yang gagal bayar.

Investasi Syariah 02 Finansialku

[Baca Juga: Bank vs Fintech P2P Lending: Pesaing atau Pelengkap Inklusi Keuangan?]

 

#5 Pilih Sendiri Mau Investasi di Bidang Apa

Fintech berbasis lending ini membuat proses investasi lebih mudah lagi.

Di sini Anda diberikan pilihan untuk langsung memberikan pinjaman kepada perorangan yang perlu dana.

KoinWorks memberikan list peminjam dan juga keterangan kebutuhannya, sehingga Anda bisa memilih kepada siapa akan memberikan pinjaman.

Apakah akan mendanai usaha kecil atau mendukung biaya sekolah anak-anak? Itu pilihan Anda.

 

#6 Menjadi Pemberi Dana dalam Hitungan Menit

Serba online membuat birokrasi yang membutuhkan waktu lama menjadi jauh lebih singkat.

Sehingga waktu yang diperlukan dari mulai Anda mendaftar sebagai pendana sampai deal dengan peminjam dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.

Pertama, lakukan pendaftaran terlebih dulu pada perusahaan fintech lending pilihan Anda.

Pengisian data harus lengkap dan sesuai dengan kartu identitas yang dimiliki. Kemudian, perusahaan akan melakukan verifikasi data terlebih dahulu.

Kemudian sebagai pendana terdaftar, Anda perlu melakukan deposit terlebih dulu ke dompet virtual, lalu mulai memilih calon penerima pinjaman dan langsung lakukan pendanaan melalui proses transfer.

P2P Lending juga memberikan fleksibilitas bagi Anda untuk membuat portofolio pinjaman Anda dan mengatur pendapatan bulanan sebagai hasil investasi.

 

Tetap Waspada dan Berhati-hati dalam Berinvestasi

Apakah Anda sudah bisa memutuskan akan memilih jenis investasi yang mana? P2P Lending atau deposito?

Sebelum berinvestasi, pastikan Anda telah memahami segala ketentuannya, seperti lama tenor, imbal hasil, setoran minimum, dan yang terpenting tingkat risikonya.

Selamat berinvestasi!

 

Apakah Anda sudah mengerti keuntungan yang bisa Anda peroleh dari berinvestasi di P2P Lending? Bagikan informasi ini supaya semakin banyak orang bisa segera mencoba dan merasakan keuntungannya!

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 21 Juni 2017. Deposito versus investasi via peer to peer lending. Personalfinance.kontan.co.id – https://goo.gl/Fr9hG6
  • Walter Pinem. 22 November 2016. Ini 7 Alasan Kenapa Anda Harus Berinvestasi di KoinWorks. Koinworks.com – https://goo.gl/kBBzRq

 

Sumber Gambar:

  • Investasi P2P Lending vs Deposito 1 – https://goo.gl/aU2Abc
  • Investasi P2P Lending vs Deposito 2 – https://goo.gl/MyNA7e

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

Summary
Investasi P2P Lending vs Deposito, Mana yang Lebih Menguntungkan Investor?
Article Name
Investasi P2P Lending vs Deposito, Mana yang Lebih Menguntungkan Investor?
Description
Anda punya dana lebih yang “menganggur” di tabungan? Saatnya mulai berinvestasi! Investasi P2P Lending vs deposito ya yang lebih tinggi imbal hasilnya? Simaklah pembahasan berikut ini!
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo

About the Author:

Yosephine Laksana, S.E.
Yosephine Laksana, S.E. memiliki background pendidikan S1 Akuntansi di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Senang belajar hal-hal yang berhubungan dengan perencanaan keuangan, memiliki pengalaman di bidang Administrasi dan Akuntansi.

Leave A Comment