Investment Outlook 1-5 November 2021: Sebagian besar pergerakan investasi masih sideways menunggu FOMC AS dan pengumuman Tapering.

Simak prediksi investasi saham, reksa dana, obligasi, dan p2p lending seminggu ke depan.

 

IHSG “Review dan Outlook”

Review IHSG “ Koreksi sehat di IHSG ”

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Jumat (29/10) ditutup masih  mengalami kenaikan sebesar 67 point atau +1,03% di level IHSG 6.591.

Dibuka di 6.561 dan selama perdagangan hari jumat dalam trend kenaikan dengan harga tertinggi di 6.596 dan ditutup pada 6.561dengan nilai perdagangan sebesar Rp 12,93 triliun serta Market caps IHSG di Rp 8.117 triliun.

[Baca Juga: IHSG Hari Ini]

 

52 week Range -
/

 

Dalam pergerakan IHSG selama seminggu kemarin IHSG dibuka 6.643 pada hari Senin (25/10) dan mengalami kenaikan tertinggi di 6.685 pada perdagangan hari selasa (26/10) dan harga terendah di kamis sebesar 6.513.

Selama seminggu kemarin IHSG mengalami koreksi atau penurunan sebesar 52,39 poin atau -0,79% selama seminggu.

IHSG mengalami koreksi wajar setelah tidak berhasil menembus area resisten di 6.689.

 

Hot Topik yang menjadi Penggerak Market Minggu kemarin

  • KSSK yakin dampak negatif tapering The Fed tak akan sebesar taper tantrum tahun 2013.

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) optimis dampak dari tapering off bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) ke Indonesia tidak akan sebesar dampak pada taper tantrum tahun 2013.

“Kesimpulan yang kami lihat, dibandingkan dengan The Fed Taper Tantrum 2013, pengaruh dan dampak dari rencana tapering off The Fed tahun ini akan rendah “ kata Gubernur BI Perry Warjiyo pada rabu (27/10).

 

Ada beberapa alasan yang mendasari ini yaitu kejelasan dari The Fed terkait rencana Tapering Off, adanya antisipasi pasar yang lebih baik sehingga terlihat dari stabilnya imbal hasil Treasury saat ini maupun untuk beberapa waktu ke depan dan kondisi fundamental ekonomi indonesia yang lebih baik dari kondisi 2013 lalu, ini tercermin dari Defisit Transaksi Berjalan/Current Account Defisit (CAD) yang lebih rendah.

CAD ini menunjukkan seberapa besar supply penawaran dan permintaan devisa di nilai tukar.

Pada waktu taper tantrum 2013, CAD berada lebih rendah dari 3% PDB, sementara tahun ini CAD diperkirakan berada di 0%-0,8% CAD.

Serta posisi Cadangan Devisa Indonesia hingga september 2021 sangat tebal yaitu pada posisi US$ 146,9 miliar sehingga menjadi bantalan yang tebal untuk pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

[Baca Juga: Hasil FOMC September 2021: Apa yang Akan Terjadi dengan Dunia?]

 

  • Menteri Investasi memprediksi pertumbuhan ekonomi sebesar 3-4% di Kuartal III-2021.

Menteri Investasi/kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadia menyampaikan prediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2021 sebesar 3-4% year on year (YoY), atau lebih rendah daripada realisasi kuartal II-2021 yang mencapai 7,07% YoY.

Sebab, Bahlil menyampaikan pertumbuhan ekonomi kuartal III – 2021 akan sejalan dipengaruhi oleh kinerja realisasi investasi.

Pada bulan Juli-September 2021 realisasi investasi tercatat sebesar Rp 216 triliun atau tumbuh 3,7% YoY.

Jika dibandingkan dengan para pejabat pemerintahan lainnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 versi Bahlil ini lebih rendah karena Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani proyeksi 4,5% YoY dan Gubernur Bank Sentral (BI) Perry Warjiyo memprediksi 5% YoY.

 

Outlook IHSG Minggu Ini (1 -5 November 2021)

Outlook IHSG Minggu Ini (1)

Setelah koreksi sehat minggu kemarin, IHSG minggu ini akan mencoba test naik 6.660 namun jika tidak berhasil maka akan turun ke level support di 6.540 dan 6.480.

Minggu ini akan tipis pergerakannya dengan kecenderungan arah market akan turun.

Market masih akan menunggu hasil keputusan terkait Tapering yang akan dilakukan The Fed pada 4 November 2021.

Secara outlook mingguan IHSG adalah Negatif.

 

Sektoral IHSG secara mingguan

Kinerja Sektoral IHSG Dalam Sepekan kemarin (25-29 Oktober 2021)

No Sektoral Senin (18/10) Jumat (22/10) Perubahan % Perubahan
1 IDXFinance 1.549,01 1.537,88 11,13 -0,72%
2 IDXBasic 1.199,04 1.194,61 4,43 -0,37%
3 IDXEnergy 1.001,08 1.000,36 0,72 -0,07%
3 IDXCyclic 851,22 852,01 0,79 0,09%
5 IDXNonCyclic 717,14 689,99 27,15 -3,79%
6 IDXHealth 1.353,24 1.404,00 50,76 3,75%
7 IDXProperty 876,97 865,93 11,04 -1,26%
8 IDXTechno 8.968,19 9.404,79 436,60 4,87%
9 IDXInfra 991,09 986,62 4,47 -0,45%
10 IDXTrans 1.227,71 1.210,04 17,67 -1,44%
 11 IDXIndustri 1.089,47 1.080,96 8,51 -0,78%
IDX30 516,21 506,86 9,35 -1,81%
LQ45 970,79 952,58 18,21 -1,88%
IHSG 6.643,73 6.591,34 52,39 -0,79%

Sumber: IDX

 

Dari 11 Sektor yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) 9 sektor minggu ini mengalami penurunan, dipimpin oleh sektor non cyclic yang turun -3,79%, sektor transportasi -1,4% dan sektor property yang juga turun -1,26%.

Sedangkan sektor yang mengalami kenaikan sendiri adalah sektor teknologi sebesar 4,87%, dan sektor kesehatan yang naik 3,75%.

 

Investor Asing

Pergerakan Investor Asing pada IHSG

Berdasarkan Data RTI, Investor asing (Foreign) pada hari jumat (29/10) di semua market melakukan aksi jual (net sell) sebesar Rp -345 miliar yang terdiri dari aksi beli (Net Buy) Rp 240 miliar di pasar reguler dan sebesar Rp -586 miliar di pasar negosiasi.

Secara mingguan investor asing juga net sell sebesar Rp -663 miliar di seluruh pasar yang terdiri dari net buy di pasar reguler Rp 743 miliar dan pasar negosiasi & tunai terjadi net sell sebesar Rp -1,41 triliun.  

 

5 Saham yang Diakumulasi Asing Terbesar Dalam Mingguan (Dibeli Asing)

No Nama Saham Net Buy Asing (Rp) Harga Saham (29/10) (Rp) % Mingguan
1 Bank BCA ( BBCA)  359 miliar  7.475 -0,66%
2 Bank BNI (BBNI) 280 miliar 7.000 -6,04%
3 Bank Mandiri (BMRI) 272 miliar 7.175 -0,35%
4 Kalbe Farma (KLBF) 195 miliar 1.600 9,97%
5 Perusahaan GAS  112 miliar  1.510 -0,98%

Sumber data: RTI Business

 

Pergerakan dari 5 saham yang menjadi akumulasi pembelian asing yang dipimpin oleh saham BBCA yang dibeli asing sebanyak Rp 359 miliar, saham BBNI Rp 280 miliar dan saham Mandiri (BMRI) yang dibeli sebesar Rp 272 miliar.

Saham Kalbe Farma (KLBF) dibeli asing sebesar Rp 195 miliar dengan kenaikan saham secara mingguan di 9,97%.

 

5 Saham yang Distribusi Asing Terbesar Dalam Mingguan (Dijual Asing)

No Nama Saham Net Sell Asing (Rp) Harga Saham (29/10) (Rp) % Mingguan
1 Astra International (ASII)  121 miliar  6.025 -2,43%
2 Indo Tambangraya Megah (ITMG) 90 miliar  21.600 -9,24%
3 Semen Indonesia (SMGR)  87 miliar  9.100 2,82%
4 Elang Mahkota Teknologi (EMTK)  86 miliar  1.925 16,31%
5 Unilever Indonesia (UNVR)  85 miliar  4.420 -8,87%

Sumber data: RTI

 

Saham yang dijual atau distribusi terbanyak seminggu oleh para investor asing adalah sebagai berikut.

Saham Astra (ASII) paling banyak di jual asing minggu ini dengan penjualan sebesar Rp 121 miliar  dan penurunan harga saham secara mingguan sebesar -2,43%.

Saham Indo Tambangraya Megah (ITMG) dijual asing sebesar Rp 90 miliar dengan harga saham yang turun sebesar -9.24%. Hal ini disebabkan sektor energy terutama harga Batubara mengalami penurunan yang tajam.

Saham yang dijual asing lainnya adalah Elang Mahkota (EMTK) sebesar Rp 86 miliar dengan kenaikan harga yang cukup tinggi selama seminggu yaitu sebanyak 16,31%.

 

Data dan Sentimen Kuat Penggerak Market

Data Global:

Data Global

Sumber: Investing.com

 

Untuk minggu ini fokus market adalah di hasil FOMC Meeting yang akan diumumkan pada November 2021 apakah AS menjalankan program Tapering  dan Data Ekonomi AS, baik data manufaktur, data tenaga kerja dan claim data pengangguran.

 

Rekomendasi Saham 

Tidak ada rekomendasi saham selama seminggu ke depan sampai hasil FOMC keluar (4 November) dan mengetahui arah kebijakan global.

November data statistik IHSG juga dominan Negatif alias mengalami Koreksi. Saran perbanyak cash untuk masuk di November tengah-akhir.

Untuk dapatkan update informasi terbaru tentang perkembangan saham dan emiten, Sobat Finansialku bisa gabung dalam grup belajar saham Finansialku. Klik banner kalau mau bergabung.

komunitas saham

 

Reksa Dana

Reksa Dana Indeks Basis LQ45 dan ETF LQ45

Reksa Dana Indeks Basis LQ45 dan ETF LQ45 (1)

Indeks LQ45:  Reksa dana berbasis Indeks dan ETF berbasis LQ45 Minggu ini akan dominan koreksi atau penurunan wajar. Outlook negatif.

 

Reksa Dana Indeks Basis IDX30 dan ETF IDX30

Reksa Dana Indeks Basis IDX30 dan ETF IDX30 (2)

Indeks IDX30 minggu ini masih outlook-nya adalah negatif alias mengalami penurunan. Sama dengan IHSG, LQ45 dan IDX30. Sifat penurunan adalah koreksi wajar.

 

Indeks Syariah/Jakarta Islamic Indeks  (JII)

Indeks Syariah Jakarta Islamic Indeks (JII)

Secara teknikal JII juga akan rawan penurunan dengan support di 550 dan batas resisten di 581.

 

Reksa Dana Saham YTD kinerja lebih baik dibandingkan dengan market

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:

  • Return 2021: Year To Date (YTD) di atas IHSG
  • Asset Under Management (AUM) : di atas 200 M
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik
  • DrawDown (DD): 9-15%
  • Top 20 Manajer Investasi (MI) sisi Dana Kelolaan

 

No Nama Reksa Dana Last NAB YTD (%) 3Y (%) AUM (Rp) DrawDown (%) Sharpe Ratio
1 Manulife Institusional Equity 2.099 49,01 67,87 212 M 9,66 0,2005
2 Manulife Dana Andalan 2.524 25,78 34,31 4,85 T 9,74 0,1499
3 Panin Dana Teladan 1.579 14,46 11,13 577 M 9,45 0,1047
4 HPAM Ultima Ekuitas 1 2.404 12,21 2,08 308 M 8,81 0,0742
5 Simas Saham Unggulan  1.411 9,16 -22,05 1,42 T 11,19 0,0571

Sumber: Indopremier per 29 Oktober 2021

 

Sektoral dan Top Holding Sahamnya Per Data FFS

  • Manulife Institusional Equity: Alokasi bobot investasinya adalah 97,98 % saham dan 2,02% pasar uang. Alokasi sektoral dalam produk ini adalah sektor keuangan (20,95%), sektor teknologi (17,36%), sektor layanan komunikasi (16,25%). Sedangkan untuk Top Holding sahamnya adalah: BBCA, ARTO, BMRI, BBRI, DMMX, MCASH, MDKA, TLKM, TBIG.
  • Manulife Dana Andalan: Alokasi sektoral dalam produk ini adalah sektor keuangan (28,99%), layanan komunikasi (20,14%), dan teknologi informasi (13.68%). Sedangkan untuk Top Holding sahamnya adalah: BBCA, ARTO, BMRI, BBRI, DMMX, MCAS, MPPA  MDKA, TLKM, TBIG.
  • HPAM Ultima Ekuitas 1: Alokasi aset di produk ini adalah saham 97% dan pasar uang 3% dengan Top Holding sahamnya adalah: AKRA, ASII, BBRI, BRPT, SMCB, SRTG, SSIA, TPIA, WIFI, WSKT.
  • Panin Dana Teladan: Alokasi sektoral produk ini adalah sektor keuangan 34%, sektor infrastruktur 25% dan sektor barang baku 14%. Sedangkan Top Holding sahamnya adalah: ANTM, BBCA, BMRI, BBNI, BBRI, BUMI, MDKA, TOWR, TLKM dan UNTR.

 

Reksa Dana Campuran YTD kinerja lebih baik dibandingkan dengan market

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:

  • Return 2021: Year To Date (YTD) di atas Infovesta Balance Fund Indeks
  • Asset Under Management (AUM): di atas 100 M
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik
  • DrawDown (DD): 7-12%

 

No Nama Reksa Dana Last NAB YTD (%) 3Y (%) AUM (Rp) DrawDown (%) Sharpe Ratio
1 Henan Putih – HPAM Premium  1.331 59,42 15,59 179 M 7,44 0,2545
2 Jarvis Balanced Fund 1.932 55,55   780 M 13,63 0,2021
3 Syailendra Balanced Opportunity 3.199 23,81 37,83 248 M 11,88 0,1287
4 Trimegah Balanced Absolut 1.553 15,17   194 M 7,01 0,1313
5 Panin dana Unggulan  8.451 12,74 18,59 204 M 7,93 0,1094

Sumber: Indopremier

 

Sektoral dan Top Holding Saham dan Obligasinya Per Data FFS

  • Henan Putih – HPAM Premium (Produk ekslusif tidak dijual di umum)
  • Jarvis Balance Fund: Portofolio investasi di saham 71,9%, obligasi 1,1% dan pasar uang sebanyak 27%. Sedangkan Top Holding sahamnya adalah: BANK, ARTO,  AGRO, BUKA, MDKA, MLPL, FREN, TBIG, EXCL.
  • Syailendra Balance Opportunity Fund: Portofolio investasi berdasarkan FFS bulan Juli adalah saham 67%, obligasi perusahaan swasta 13%, obligasi pemerintah 4% dan cash 16%. Sedangkan untuk Top Holding sahamnya adalah FREN, SRTG, LINK, EXCL.  
  • Trimegah Balanced Absolut: Portofolio aset alokasi di saham 55%, obligasi 13% dan cash 32% dengan Top Holding saham di ASII, BBTN, ARTO, BFIN, BUKA, TLKM, INCO, AMRT.
  • Panin Dana Unggulan: Portofolio komposisi panin dana unggulan sekarang di efek ekuitas sebesar 70%, efek obligasi sebesar 24% dan kas sebesar 5,4%. Dengan Top Holding sahamnya adalah di ADRO, BCA, BBRI, BMRI, BUMI, MDKA dan TLKM.

 

Reksa Dana Pendatapan Tetap

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:

  • Return 2021: Year To Date (YTD) di atas Infovesta Fix Income Indeks
  • Asset Under Management (AUM): di atas 100 M
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik
  • DrawDown (DD): 4-6%

 

No Nama Reksa Dana Last NAB YTD (%) 3Y (%) AUM (Rp) DrawDown (%) Sharpe Ratio
1 Bahana Revolving 1.729 16,58 30,11 502 M 0,56 0,0831
2 Sucorinvest Stable Fund 1.157 7,67   3,62 T 0 1,1368
3 Bahana Income Bond 1.549 6,76 35,56 178 M 2,39 0,1509
4 Equity Dana Pasti 5.165 6,18 26,02 322 M 0 0,5949
5 Dana Obligasi Stabil  5.608 5,85 36,53 635 M 0,85 0,1958

Sumber : Indopremier

 

Reksa Dana Pendapatan Tetap dengan kinerja di atas rata-rata pendapatan tetap yang ada di market karena strategi investasi mereka adalah di obligasi swasta yang dominan diambil.

Oleh karena itu kinerjanya lebih bagus dan stabil. Contoh pada FFS di Succor Invest Stable Fund dkk.

 

Reksa Dana Pasar Uang

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:

  • Return 2021: Year To Date (YTD)
  • Asset Under Management (AUM): di atas 500 M
  • DrawDown (DD): 0-0,5%

 

No Nama Reksa Dana Last NAB YTD (%) 3Y (%) AUM (Rp) DrawDown (%) Sharpe Ratio
1 Sucorinvest Money Market 1.601 4,38 20,76 6,81 T 0 0,4331
2 Danamas Rupiah Plus 1.548 4,24 17,03 2,42 T 0 0,3572
3 HPAM Money Market 1.397 4,16 18,43 608 M 0,5 0,0909
4 Sucorinvest Syariah Money Market 1.213 3,78   2,28 T 0 0,2982
5 Danareksa Seruni Pasar Uang III 1.552 3,55 15,75 1,34 T 0,09 0,0936

Sumber : Indopremier

 

Penempatan Reksa Dana Pasar Uang lebih dominan di obligasi jangka pendek dibandingkan dengan deposoto dan penempatan deposito dengan rate bungan yang menarik.

[Baca Juga: Reksa Dana Pasar Uang, Aman dan Cocok untuk Pemula]

Sama seperti komunitas saham, Sobat Finansialku juga bisa cari tahu informasi dan update seputar investasi reksa dana dengan bergabung dalam komunitas belajar reksa dana Finansialku.

Dengan webinar analisis reksa dana aktif di setiap bulannya, tentu saja dapat memaksimalkan investasi reksa dana Anda. Klik banner untuk bergabung!

komunitas reksa dana

 

Obligasi

Obligasi Negara tipe FR yang menjadi acuannya adalah FR Tenor 10 tahun:

Obligasi

 

Obligasi 2

Sumber: CNBC

 

Pergerakan Yield Obligasi yang tenor 10 tahun seminggu ini mengalami penurunan yield dari 6,23% ke 6,16%.

Isu Tapering AS masih menjadi pemberat dari pergerakan harga obligasi dan yieldnya.

[Baca juga: Pengertian dan Jenis Bunga Obligasi yang Belum Kamu Ketahui]

 

Peer-to-Peer (P2P) Lending

4 P2P Lending yang mempunyai TKB90 sebesar 100%.

No Nama Perusahaan P2P Jenis P2P Range Return p.a TKB90 Minimal Invest (Rp)
1 Asetku Konsumtif 15-19,5% 100% 100.000
2 Danain P2P beragunan Emas 8-15% 100% 100.000
3 Tanifund Produktif ke Pertanian 12-17% 100% 100.000
4 ALAMI Produktif ke UMKM basis Invoice (syariah) 12-17% 100% 500.000

TKB90 adalah ukuran tingkat keberhasilan penyelenggara P2P dalam memfasilitasi Penyelesaian Kewajiban Pinjam meminjam dalam jangka waktu sampai 90 hari terhitung sejak jatuh tempo.

 

Sobat Finansialku bisa baca juga artikel Cara Kerja P2p Lending untuk tahu apa itu P2p Lending.

 

Membeli produk investasi sekaligus mengatur keuangan secara langsung dalam satu aplikasi? Bisa konsultasi dengan Financial Planner saat butuh pencerahan tentang masalah keuangan juga dalam aplikasi yang sama?

Semua bisa di aplikasi Finansialku! Atur keuangan, belajar keuangan, ikut kelas keuangan, rencanakan masa depan, hingga beli langsung produk keuangannya bisa dilakukan dalam satu aplikasi Finansialku.

Penasaran? Download aplikasinya dan dapatkan akses premium gratis selama 30 hari.

Download Aplikasi Finansialku Sekarang!!

Download Aplikasi Finansialku

 

Sobat Finansialku bisa konsultasikan keuangan Anda, termasuk investasi, secara terpisah bersama Perencana Keuangan Finansialku dengan membuat jadwal melalui whatsapp Finansialku.

 

Disclaimer ON: Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pertimbangan investasi berdasarkan data yang tertera. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi, baik itu yang mendatangkan keuntungan atau pun kerugian.

 

Itu dia investment outlook seminggu ke depan. Bagaimana menurut pendapat Anda?

Yuk share informasi ini pada sesama investor! Jika ada yang tidak Anda mengerti, silakan tanyakan dalam kolom komentar. Kami akan bantu Anda mengerti investasi Anda.

 

Editor: Eunice