Walaupun sebagian biaya iuran dibayarkan perusahaan, ada besaran iuran BPJS Ketenagakerjaan yang harus Anda bayarkan. Berapa besar jumlahnya?

Penjelasan di bawah ini akan membantu Anda memahami besaran iuran BPJS Ketenagakerjaan yang harus Anda tanggung.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Tentang BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan merupakan lembaga penyedia perlindungan tenaga kerja di Indonesia yang memberi asuransi bagi pekerja formal maupun informal.

Pekerja formal adalah mereka yang memiliki keterikatan kerja dengan instansi pemerintah maupun perusahaan.

Sementara bidang seperti konsultan, translator, bahkan sopir angkot, dikategorikan pekerja informal karena berdiri sendiri dan waktu kerja yang tidak terikat.

Klaim-JHT-BPJS-Ketenagakerjaan-Aplikasi-eKlaim-2-Finansialku

[Baca Juga: Cara Mudah Cairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Hingga 100% Terbaru 2019 | BPJS Online]

 

Saat ini, program yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan diantaranya Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, serta Jaminan Pensiun.

Sebelum membaca lebih lanjut, Finansialku ingin meminta pendapat Anda tentang program tersebut:

Bagaimana program BPJS Ketenagakerjaan saat ini? Adakah yang perlu diperbaiki?

 

Anda bisa menjawabnya di kolom komentar, terima kasih.

Terima kasih atas kesediaan Anda berkomentar. Anda bisa mengunduh aplikasi Finansialku secara gratis di Google Play dan dapatkan free trial-nya untuk membantu merencanakan serta menghitung dana hari tua Anda.

 

Bagaimana Cara Mendapat Akses BPJS Ketenagakerjaan?

Agar bisa mengikuti program tersebut, Anda harus mendaftar dan membayar iuran setiap bulan.

Untuk Anda yang bekerja di perusahaan, Anda akan didaftarkan oleh penyedia kerja. Sementara pekerja lepas atau freelancer bisa mendaftar secara mandiri sebagai Bukan Penerima Upah.

Jika Anda memiliki start up atau perusahaan, Anda bisa mendaftarkan perusahaan terlebih dahulu. Kemudian mendaftarkan seluruh pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan.

Sejauh ini, BPJS Ketenagakerjaan memiliki dua pintu pendaftaran, yakni dengan mendatangi langsung kantor BPJS Ketenagakerjaan setempat atau melalui laman resmi mereka di www.bpjsketenagakerjaan.go.id.

Setelah proses pendaftaran selesai, Anda bisa mendapat manfaat BPJS Ketenagakerjaan dan wajib membayar iuran tiap bulan.

 

Berapa Nominal Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Harus Saya Bayar?

BPJS Ketenagakerjaan menerapkan aturan yang berbeda-beda untuk setiap program. Jika Anda bekerja di perusahaan, iuran dibayarkan oleh perusahaan tempat Anda bernaung serta potongan dari gaji.

Sementara Bukan Penerima Upah harus membayar sendiri iuran tersebut tiap bulan.

Berapa, sih, besar iuran masing-masing program yang harus dibayar peserta BPJS Ketenagakerjaan?

Berikut ini Finansialku berikan ulasannya untuk Anda.

 

#1 Jaminan Hari Tua (JHT)

Dibawah ini adalah besaran iuran program Jaminan Hari Tua yang harus dibayarkan:

KeteranganPenerima UpahBukan Penerima Upah
Besar iuran5,7% dari upah (2% dibayar pribadi, 3,7% dibayar perusahaan)2% penghasilan hingga maksimal Rp414.000
Upah yang Dijadikan DasarUpah per bulan (gaji pokok dan tunjangan tetap)
Cara PembayaranDibayarkan perusahaan (termasuk 2% iuran pribadi) paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya)Paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya
Denda2% dari iuran bulanan untuk setiap keterlambatan

 

Jika Anda bekerja di perusahaan, Anda tidak membayar penuh iuran BPJS Ketenagakerjaan. Perusahaan wajib membayar 3,7% iuran dari gaji Anda.

Misal, jika dalam sebulan Anda menerima upah Rp15 juta, maka Anda hanya membayar Rp300.000. Sementara itu, perusahaan membayar 3,7% sisanya, yaitu Rp555.000. Maka, iuran yang dibayar tiap bulan adalah Rp855.000.

Jika Anda Bukan Penerima Upah, maka Anda harus membayar iuran sebanyak 2% dari gaji. Jika dalam sebulan Anda mengantongi Rp15 juta, maka Anda hanya membayar Rp300.000.

 

#2 Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Besaran iuran peserta Jaminan Kecelakaan Kerja yaitu:

NoTingkat Risiko Lingkungan KerjaPersentase Iuran
1Risiko sangat rendah0,24% dari total upah
2Risiko rendah0,54% dari total upah
3Risiko sedang0,89% dari total upah
4Risiko tinggi1,27% dari total upah
5Risiko sangat tinggi1,74% dari total upah

 

Besaran iuran untuk Bukan Penerima Upah adalah 1% dari total upah hing maksimal Rp207.000.

Simak tabel dibawah untuk melihat detail iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Hari Tua:

Berapa Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Harus Saya Bayar dan yang Ditanggung Perusahaan 02 - Finansialku

[Baca Juga: Fakta Penting Tentang Jaminan Pensiun yang Wajib Anda Ketahui]

 

#3 Jaminan Kematian (JKM)

Nominal iuran bagi pekerja formal dan non-formal memiliki perbedaan. Iuran pekerja formal cenderung besar karena memiliki nominal tetap tiap bulan. Sementara iuran pekerja non-formal stagnan.

Besar iuran untuk peserta Jaminan Kematian yang bekerja di perusahaan adalah 0,3% dari total upah. Sementara Bukan Penerima Upah cukup membayar Rp6.800 per bulan. Nominal ini tidak berubah berapa pun penghasilan yang Anda miliki.

 

#4 Jaminan Pensiun (JP)

Program Jaminan Pensiun terbatas untuk karyawan atau orang yang berpenghasilan tetap.

Peserta JP harus membayar 3% dari total gaji serta tunjangan tiap bulan.

Penghasilan yang dihitung dalam program ini maksimal Rp7 juta. Jika peserta memiliki penghasilan di atasnya, maka nominal iuran akan tetap 3% dari Rp7 juta.

Jangan Gunakan Jasa Calo BPJS Ketenagakerjaan untuk Cairkan Saldo Jamsostek dan JHT Anda! 02 - Finansialku

[Baca Juga: E-Payment System (EPS): Solusi Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan]

 

Dari nominal tersebut, peserta hanya wajib membayar 1%, sementara 2% sisanya dibayarkan perusahaan.

Jika Anda menerima upah Rp7 juta per bulan, maka Anda hanya wajib membayar Rp70.000. Sedangkan perusahaan membayar Rp140.000, sehingga jumlah iuran BPJS Ketenagakerjaan bulanan yang dibayar adalah Rp210.000.

Jika Anda berpenghasilan Rp15 juta, Anda tetap membayar Rp210.000 dengan pembagian sama seperti batas maksimal gaji.

 

Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang Cermat

Tiap program yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan menerapkan aturan yang berbeda.

Peserta penerima upah maupun bukan penerima upah memiliki kewajiban berbeda tiap bulannya.

Sebaiknya Anda paham tentang aturan dan besar iuran BPJS Ketenagakerjaan agar tidak terjadi kurang atau lebih dalam pembayaran.

Hal lain yang patut diperhatikan adalah, usahakan membayar iuran tepat waktu agar terhindar dari denda.

 

Apakah Anda memiliki pendapat tentang iuran BPJS Ketenagakerjaan saat ini? Silakan berikan komentar pada kolom di bawah. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan Untuk Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU). RumahBPJS.com – https://goo.gl/2nvDai
  • BPJS Ketenagakerjaan. Program Jaminan Hari Tua (JHT). BPJSKetenagakerjaan.go.id – https://goo.gl/ucfOni
  • BPJS Ketenagakerjaan. Program Jaminan Pensiun. BPJSKetenagakerjaan.go.id – https://goo.gl/rKyg5A
  • BPJS Ketenagakerjaan. Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). BPJSKetenagakerjaan.go.id – https://goo.gl/tdU09Q
  • BPJS Ketenagakerjaan. Program Jaminan Kematian (JKM). BPJSKetenagakerjaan.go.id – https://goo.gl/Rp9Qpj

 

Sumber Gambar:

  • Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Harus Saya Bayar – https://goo.gl/DzyxB7