Berapakah iuran BPJS Ketenagakerjaan yang harus dibayar karyawan tiap bulannya? Kali ini, tim Finansialku akan memaparkan besaran iuran dari setiap program dari BPJS Ketenagakerjaan. Baik Anda adalah  Peserta Penerima atau Peserta Bukan Penerima Upah, berikut pemaparan besaran iurannya, beserta simulasi besaran iurannya.

Semoga memberikan Anda gambaran besar mengenai besaran iuran yang ditanggung, baik pemberi kerja maupun iuran yang harus ditanggung oleh pekerja itu sendiri. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Transformasi Jamsostek Menjadi BPJS Ketenagakerjaan

Sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan No. 24 Tahun 2011 mengenai Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial di Indonesia, pada tanggal 1 Januari 2014, PT Jamsostek telah bertransformasi menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Transformasi ini juga diiringi oleh PT Askes yang juga telah berubah dan diresmikan menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Adapun peraturan mengenai Sistem Jaminan Sosial Nasional telah diatur dalam UU No. 40 Tahun 2004.

Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Harusnya Dibayar Karyawan 02 - Finansialku

[Baca Juga: Langkah Yang Harus Diperhatikan Saat Mengajukan KPR dan Peminjaman Renovasi di BPJS Ketenagakerjaan, Agar Lolos Verifikasi]

 

Program BPJS Ketenagakerjaan

Apa saja program BPJS Ketenagakerjaan? Berikut ini penjelasan program BPJS Ketenagakerjaan untuk Anda.

 

#1 Program Jaminan Hari Tua (JHT)

Program Jaminan Sosial merupakan program perlindungan yang bersifat dasar bagi tenaga kerja yang bertujuan untuk menjamin adanya keamanan dan kepastian terhadap risiko-risiko sosial ekonomi.

Kepesertaan bersifat wajib dalam Program JHT dan sesuai dengan penahapan kepesertaan, dimana Kepesertaan Penerima Upah selain penyelenggara negara, diantaranya terdiri dari semua pekerja yang bekerja pada perusahaan dan perseorangan serta WNA yang telah bekerja di Indonesia lebih dari 6 bulan.

Sedangkan Kepesertaan Bukan Penerima Upah terdiri dari para pemberi kerja dan pekerja di luar hubungan kerja atau mandiri.

Manfaat JHT adalah berupa uang tunai yang besarnya merupakan nilai akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya, yang dibayarkan secara sekaligus apabila peserta Program JHT mencapai usia 56 tahun atau meninggal dunia atau mengalami cacat tetap.

Kategori usia pensiun juga termasuk peserta yang berhenti bekerja karena mengundurkan diri, terkena PHK dan sedang tidak aktif bekerja dimana pun, atau peserta yang meninggalkan wilayah Indonesia untuk selamanya.

Iklan Perencanaaan Hari Tua - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Besaran iuran untuk Program JHT untuk Kepesertaan Penerima Upah adalah 5,7% dari upah yang terdiri atas 2% dari pekerja dan 3,7% dari pemberi kerja, sedangkan iuran untuk Program JHT bagi Kepesertaan Bukan Penerima Upah didasarkan pada nominal tertentu yang ditetapkan dalam daftar sesuai lampiran I PP (Daftar iuran dipilih oleh peserta sesuai penghasilan peserta masing-masing).

Denda dikenakan sebesar 2% untuk tiap bulan keterlambatan (pembayaran maksimal tanggal 15 tiap bulannya) dari iuran yang dibayarkan bagi Peserta yang merupakan Pekerja Penerima Upah. 

6 Pertanyaan Seputar BPJS Ketenagakerjaan untuk Pemula 01 - Finansialku

[Baca Juga: 6 Pertanyaan Seputar BPJS Ketenagakerjaan untuk Pemula]

 

#2 Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Program ini memberikan perlindungan atas berbagai risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya dan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.

Iuran Progran JKK dibayarkan oleh pemberi kerja (bagi Peserta Penerima Upah) berdasarkan pada tingkat risiko lingkungan kerja yang besarannya dievaluasi paling lama 2 (dua) tahun. Besaran presentasenya adalah sebagai berikut:

  • Tingkat risiko sangat rendah: 0,24% dari upah sebulan
  • Tingkat risiko rendah: 0,54% dari upah sebulan
  • Tingkat risiko sedang: 0,89% dari upah sebulan
  • Tingkat risiko tinggi: 1,27% dari upah sebulan
  • Tingkat risiko sangat tinggi: 1,74% dari upah sebulan

Untuk proses klaim program ini, perlu diperhatikan masa kadaluarsanya, yaitu 2 tahun sejak kecelakaan terjadi. Oleh sebab itu, untuk kecelakaan kerja yang terjadi sejak 1 Juli 2015 harus diperhatikan apabila ingin mendapatkan manfaat dari program ini.

Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan, Apa Persamaan dan Perbedaannya 02 - Finansialku

[Baca Juga: Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan, Apa Persamaan dan Perbedaannya?]

 

#3 Program Jaminan Kematian (JKM)

Jaminan Kematian diperuntukkan bagi ahli waris dari peserta program BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal bukan karena kecelakaan kerja dan manfaat dari JKM ini akan dibayarkan kepada ahli waris peserta apabila peserta meninggal dunia dalam masa aktif (manfaat perlindungan 6 bulan tidak berlaku lagi).

Besarnya iuran JKM bagi Peserta Penerima Upah adalah 0,30% dari gaji atau upah bulanan, sedangkan bagi Peserta Bukan Penerima Upah adalah Rp6.800 (enam ribu delapan ratus rupiah) setiap bulannya. Besarnya iuran dan JKM ini akan mengalami evaluasi secara berkala paling lama 2 (dua) tahun

 

#4 Program Jaminan Pensiun

Ini dia program tambahan hasil transformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan diamanatkan untuk menyelenggarakan Program Jaminan Pensiun sesuai UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pasal 6 ayat (2).

Jaminan Pensiun diselenggarakan oleh Pemerintah dengan tujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak bagi peserta dan/atau ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia.

Manfaat dari Jaminan Pensiun adalah sejumlah uang yang dibayarkan setiap bulan kepada peserta yang memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau kepada ahli waris bagi peserta yang meninggal dunia.

Peserta Program Jaminan Pensiun adalah  pekerja yang bekerja pada pemberi kerja selain penyelenggara negara, yaitu Peserta Penerima Upah yang terdiri dari pekerja pada perusahaan atau pekerja pada orang perseorangan. Sedangkan pemberi kerja juga dapat mengikuti Program Jaminan Pensiun sesuai dengan penahapan kepesertaan.

Iuran Program Jaminan Pensiun dihitung sebesar 3%, yang terdiri atas 2% iuran pemberi kerja dan 1% iuran pekerja.

Untuk Dana Pensiun Nanti Pilih Mana Reksa Dana, BPJS Ketenagakerjaan atau DPLK 02 - Finansialku

[Baca Juga: Untuk Dana Pensiun Nanti Pilih Mana: Reksa Dana, BPJS Ketenagakerjaan atau DPLK?]

 

Bukan Penerima Upah (BPU)

Bagi Anda para pekerja yang bukan penerima upah, pemerintah sudah mengatur keadilan dan kesejahteraan yang merata termasuk bagi Anda yang bekerja secara mandiri atau bukan penerima upah.

Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) adalah pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan atau usahanya tersebut yang meliputi: Pemberi Kerja; Pekerja di luar hubungan kerja atau Pekerja mandiri dan Pekerja yang tidak termasuk pekerja di luar hubungan kerja yang bukan menerima upah, contoh Tukang Ojek, Supir Angkot, Pedagang Keliling, Dokter, Pengacara/Advokat, Artis, dan lain-lain.

Bagi Anda pekerja yang merupakan Bukan Penerima Upah dapat mendaftarkan diri untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan memilih program sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.

Prosedur pendaftarannya pun cukup mudah, yaitu dengan mendaftarkan sendiri langsung ke Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan atau mendaftar melalui wadah/kelompok/Mitra/Payment Point (Aggregator/Perbankan) yang telah melakukan Ikatan Kerja Sama (IKS) dengan BPJS Ketenagakerjaan.

 

Jenis Program dan Manfaat

  • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), terdiri dari biaya pengangkutan tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja, biaya perawatan medis, biaya rehabilitasi, penggantian upah Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB), santunan cacat tetap sebagian, santunan cacat total tetap, santunan kematian (sesuai label), biaya pemakaman, santunan berkala bagi yang meninggal dunia dan cacat total tetap. Adapun iuran bulanan yang harus disetorkan adalah sebesar 1% (berdasarkan nominal tertentu sesuai kemampuan penghasilan),
  • Jaminan Kematian (JK), terdiri dari biaya pemakaman dan santunan berkala dengan iuran bulanan sebesar Rp6.800 (enam ribu delapan ratus rupiah).
  • Jaminan Hari Tua (JHT), terdiri dari keseluruhan iuran yang telah disetor, beserta hasil pengembangannya dengan iuran bulanan sebesar 2%.
  • Pembayaran iuran dapat dilakukan oleh peserta sendiri atau melalui Wadah/Mitra/Payment Point/Aggregator/Perbankan) selama bulanan/3 bulan/6 bulan/1 tahun sekaligus.
  • Nominal Iuran mengenai Tabel Dasar Upah

 

Simulasi Besarnya Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Pekerja dengan penghasilan bulanan sebesar Rp3.000.000 (tiga juta rupiah)

  • Jaminan Kecelakaan Kerja – ditanggung pemberi kerja. (0,24% dari upah bulanan – tingkat risiko kerja sangat rendah) = Rp7.200
  • Jaminan Kematian – ditanggung pemberi kerja. (0,30% dari upah bulanan) = Rp9.000
  • Jaminan Hari Tua (5,7% dari upah bulanan)
    • Iuran dari Pemberi Kerja (3,7%) = Rp111.000
    • Iuran dari Pekerja (2%) = Rp60.000
  • Jaminan Pensiun (3%)
    • Iuran dari Pemberi Kerja (2%) = Rp60.000
    • Iuran dari Pekerja (1%) = Rp30.000

Total biaya yang ditanggung oleh pemberi kerja = Rp187.200

Total biaya yang ditanggung oleh pekerja = Rp90.000

 

Pekerja dengan penghasilan bulanan sebesar Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah)

  • Jaminan Kecelakaan Kerja – ditanggung pemberi kerja. (0,24% dari upah bulanan – tingkat risiko kerja sangat rendah) = Rp24.000
  • Jaminan Kematian – ditanggung pemberi kerja. (0,30% dari upah bulanan) = Rp30.000
  • Jaminan Hari Tua (5,7% dari upah bulanan)
    • Iuran dari Pemberi Kerja (3,7%) = Rp370.000
    • Iuran dari Pekerja (2%) = Rp200.000
  • Jaminan Pensiun (3%)
    • Iuran dari Pemberi Kerja (2%) = Rp200.000
    • Iuran dari Pekerja (1%) = Rp100.000

Total biaya yang ditanggung oleh pemberi kerja = Rp624.000

Total biaya yang ditanggung oleh pekerja = Rp300.000

 

Jangan Cairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan, Kalau Anda Masih Muda Jaminan Hari Tua bukan Jaminan Hari Muda 01 - Finansialku

[Baca Juga: Jangan Cairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan, Kalau Anda Masih Muda: Jaminan Hari Tua bukan Jaminan Hari Muda]

 

Kepesertaan Program BPJS Wajib Bagi Seluruh Warga Indonesia

Setiap program dari BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan dapat dimanfaatkan oleh semua lapisan masyarakat Indonesia karena semua warga diwajibkan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta penerima manfaat tersebut. Sudahkah Anda mendaftarkan diri dan menerima manfaatnya?

 

Untuk lebih jelasnya, Finansialku sudah merangkum mengenai manfaat mencatat pengeluaran. Anda bisa mengambil beberapa tips langsung dari video berikut ini:

 

Bagikan pengalaman Anda dalam mengikuti program pemerintah tersebut pada kolom yang tersedia di bawah ini dan jangan lupa untuk membagikan setiap artikel dari Finansialku kepada rekan-rekan dan kenalan Anda. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Admin. Tarif Iuran BPJS Ketenagakerjaan Terbaru Mei-Juni 2017. Hargaori.com – https://goo.gl/3KpS7G
  • Admin. BPJS Ketenagakerjaan. Bpjsketenagakerjaan.go.id – https://goo.gl/OKt5LB

 

Sumber Gambar:

  • Employee – https://goo.gl/Wpm03d dan https://goo.gl/jx6B4A

 

Free Download Ebook Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula Finansialku.com

Download Ebook Reksa Dana