Apakah Anda tertarik berinvestasi? Yuk mengenal dan pahami berbagai jenis obligasi yang memberikan keuntungan ini!

Jika Anda pernah mendengar obligasi dan penasaran mengenai hal yang satu ini, jangan lewatkan pembahasannya berikut ini:

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Yuk Kenali Obligasi Lebih Dalam!

Sebelum masuk ke topik pembahasan, saya ingin menjabarkan sedikit soal apa sih obligasi itu.

Hal ini disebabkan masih banyak masyarakat yang tidak berinvestasi pada instrumen ini dengan alasan kurang paham soal obligasi itu sendiri.

Obligasi sebenarnya sederhana, yakni merupakan sebuah instrumen investasi berupa surat utang negara.

Menurut Wikipedia, definisi obligasi adalah suatu istilah yang digunakan dalam dunia keuangan yang merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran.

Di Indonesia, surat utang dibedakan berdasarkan jangka waktunya. Dimana surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah dan berjangka waktu 1 hingga 10 tahun disebut Surat Utang Negara (SUN) dan yang di bawah 1 tahun disebut Surat Perbendaharan Negara (SPN).

Surat Utang Negara Ritel Bertebaran di Pasar Obligasi 01 - Finansialku

[Baca Juga: Gadai Emas di Pegadaian dan Bank Syariah, Bagaimana Caranya? Apakah Untung?]

 

Dalam obligasi akan ada 2 pihak, dimana pihak:

  • penerbit obligasi adalah pihak yang meminjam atau debitur, sedangkan
  • pemegang obligasi adalah pihak yang memberi pinjaman atau kreditur

 

Tujuan penerbitan obligasi ini adalah tak lain untuk memungkinkan pihak penerbit obligasi memperoleh sejumlah dana guna pembiayaan investasi jangka panjangnya dengan sumber dana dari luar perusahaan.

Sederhananya, negara membuat sebuah surat utang yang memungkinkan masyarakat untuk meminjamkan uangnya bagi kebutuhan dalam negeri.

Sebagai gantinya, Anda sebagai kreditur akan diberi keuntungan berupa bunga (kupon) pada periode tertentu dan negara akan melunasi pokok utang pada akhir waktu yang telah ditentukan.

Benarkah Pasar Obligasi Ritel Semakin Berkembang 02 - Finansialku

[Baca Juga: Mau Investasi Syariah dan Menguntungkan, Coba Cek SUKRI SR-009 yang Memberikan Kupon 6,9 Persen]

 

Kementerian Keuangan RI menjelaskan alasan penjualan surat utang negara ini dalam 4 poin berikut:

  1. Menjaga momentum & menghindari Opportunity Loss
    • Belanja prioritas (infrastruktur & SDM) tidak bisa ditunda; investasi SDM fasilitas kesehatan dan pendidikan
    • Penundaan belanja mengakibatkan biaya lebih besar di masa datang
  1. Menjaga dan mempercepat pertumbuhan ekonomi
    • Dalam kondisi perekonomian melamban, stimulus fiskal melalui utang dapat mendorong pertumbuhan
    • Pertumbuhan mendorong peningkatan penerimaan pajak di masa depan untuk membayar kembali utang

  1. Mengembangkan pasar keuangan
    • Menyediakan benchmark bagi industri keuangan
    • Menyediakan alternatif investasi bagi masyarakat
    • Sebagai instrumen operasi moneter
  1. Melibatkan peran serta generasi berikutnya dalam berinvestasi yang memberi manfaat jangka panjang (sharing the burden) utang untuk investasi sebagai pemerataan tanggung jawab antar generasi dalam penyediaan aset.

Keuntungan Berinvestasi Obligasi 04 Obligasi Pemerintah - Finansialku

[Baca Juga: Mau Investasi Syariah dan Menguntungkan, Coba Cek SUKRI SR-009 yang Memberikan Kupon 6,9 Persen]

 

Jadi, bisa disimpulkan bahwa tujuan penerbitan Obligasi Negara ini yakni sebagai berikut:

  1. Memperluas basis investor di dalam negeri
  2. Menyediakan alternatif instrumen investasi bagi investor ritel
  3. Mendukung stabilitas pasar keuangan domestik
  4. Mewujudkan cita-cita kemandirian dalam pembiayaan pembangunan
  5. Mendukung terwujudnya masyarakat yang berorientasi pada investasi jangka menengah & panjang

 

Bagaimana? Apakah intro di atas sudah cukup menggambarkan obligasi kepada Anda? Kalau begitu, yuk lanjut melihat beberapa jenis obligasi yang ada.

 

Jenis Obligasi yang Menguntungkan

Seperti telah diungkapkan di atas, obligasi pada dasarnya merupakan salah satu investasi efek berpendapatan tetap yang bertujuan untuk memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang relatif stabil dengan risiko yang relatif lebih stabil juga.

Secara umum terdapat beberapa jenis obligasi yang akan diklasifikasikan dalam beberapa kategori menurut Maxmanroe.com, yakni sebagai berikut:

 

#1 Berdasarkan Penerbitnya

  • Government Bond atau Treasury Bond, yaitu obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah. Misalnya, Bank sentral atau Departemen Keuangan.
  • Corporate Bond, yaitu obligasi yang diterbitkan oleh suatu perusahaan.
  • Municipal Bond, yaitu obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk membiayai proyek tertentu di daerah.

 

#2 Berdasarkan Sistem Pembayaran Bunga

  • Zero Coupon Bonds, yaitu obligasi yang pembayaran bunganya dilakukan sekaligus pada saat jatuh tempo.
  • Coupon Bonds, yaitu obligasi yang pembayaran kuponnya dilakukan secara periodik sesuai dengan ketentuan dari penerbit obligasi.
  • Fixed Coupon Bonds, yaitu obligasi yang tingkat kupon bunga nya telah ditetapkan sebelum masa penawaran di pasar perdana, dan pembayarannya dilakukan secara periodik.
  • Floating Coupon Bonds, yaitu obligasi yang tingkat kupon bunga nya ditentukan sebelum jangka waktu tertentu, atau mengacu pada suatu ketentuan. Misalnya Average Time Deposit (ATD).

 

#3 Berdasarkan Jenis dan Karakteristiknya

  • Callable Bond, yaitu obligasi yang hanya bisa ditarik pada saat jatuh tempo.
  • Convertible Bond, yaitu obligasi yang dapat diubah menjadi saham oleh pemegang obligasi.
  • Non-Convertible Bond, yaitu obligasi yang tidak dapat diubah menjadi saham.
  • Euro Bond, yaitu obligasi yang diterbitkan di luar negeri dalam mata uang asing.
  • Yankee Bond, yaitu obligasi yang diterbitkan dalam mata uang lokal dimana obligasi tersebut ditawarkan.
  • Zero Coupon Bond, yaitu obligasi yang tidak membayar bunga dan dijual dengan diskon.
  • Floating Rate Bond, yaitu obligasi yang menawarkan coupon rate berubah-ubah.

Di Indonesia sendiri saat ini beredar berbagai jenis obligasi. Namun melansir dari Sikapiuangmu.ojk.go.id kini dikategorikan dalam 3 jenis berikut:

  • Obligasi Pemerintah, adalah obligasi dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN) yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Pemerintah menerbitkan obligasi dengan kupon tetap (seri FR – Fixed Rate), obligasi dengan kupon variable (seri VR – Variable Rate) dan obligasi dengan prinsip syariah/Sukuk Negara.
  • Obligasi Korporasi, yaitu obligasi berupa surat utang yang diterbitkan oleh Korporasi Indonesia baik BUMN maupun korporasi lainnya. Sama seperti obligasi pemerintah, obligasi korporasi terbagi atas obligasi dengan kupon tetap, obligasi dengan kupon variabel dan obligasi dengan prinsip syariah. Ada Obligasi Korporasi yang telah diperingkat atau ada yang tidak diperingkat.
  • Obligasi Ritel, yang diterbitkan oleh Pemerintah yang dijual kepada individu atau perseorangan melalui agen penjual yang ditunjuk oleh Pemerintah. Biasanya ada beberapa jenis yaitu ORI atau Sukuk Ritel.

 

Apakah Obligasi Menguntungkan?

Nah, pertanyaan terakhir yang mungkin masih tersimpan di kepala Anda adalah:

“Memangnya investasi dalam obligasi itu menguntungkan?”

 

Umumnya, obligasi memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang relatif stabil. Mungkin tidak setinggi saham, namun obligasi juga memiliki tingkat risiko yang rendah, berbeda dengan saham.

Namun jika dibandingkan dengan deposito (investasi yang juga tergolong minim risiko), obligasi dinilai lebih menguntungkan. Tidak percaya?

Coba lihat sebuah contoh obligasi yang belum lama ini diluncurkan, yakni Savings Bond Ritel (SBR) 004.

Melansir dari Bareksa.com, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, menetapkan kupon 8,05 persen dengan mengacu pada Bank Indonesiaday Repo Rate 5,5 persen ditambah dengan spread tetap 2,55 persen.

Perhitungan kupon akan dimulai pada hari setelmen. Selain memperoleh kupon kompetitif 8,05 persen, pembayaran kupon SBR004 juga dilakukan setiap bulan.

Jadi, intinya saat Anda membeli SBR004 senilai Rp100 juta, maka Anda kemudian akan memperoleh keuntungan kupon sebelum pajak tahunan senilai Rp8,05 juta.

Dengan begitu, Anda akan memperoleh kupon sebelum pajak senilai Rp670 ribu per bulan. Keuntungan sebesar Rp670 ribu per bulan itu belum termasuk dengan pajak sebesar 15 persen.

Tertarik Investasi_ Pahami Dulu Berbagai Jenis Obligasi yang Menguntungkan 02 - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Premi Asuransi Syariah Lebih Murah dan Lebih Aman daripada Asuransi Konvensional?]

 

Sehingga jika disimulasikan, maka keuntungan hasil investasi obligasi SBR004 adalah sebagai berikut:

Diketahui data dari contoh sebagai berikut:

    • Investasi SBR004: Rp100.000.000
    • Kupon: 8,05%

Maka diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:

    • Keuntungan kotor kupon per tahun:
      Rp100.000.000 x 8,05% = Rp8.050.000
    • Keuntungan kotor kupon per bulan:
      Rp8.050.000 : 12 = Rp670.833
    • Pajak kupon SBR004 per bulan:
      Rp670.833 x 15% = Rp100.625
    • Keuntungan bersih kupon per bulan:
      Rp670.833 – Rp100.625 = Rp579.208

 

Kesimpulan:

Melalui simulasi tersebut, diperoleh bahwa jika Anda berinvestasi pada SBR004 senilai Rp100 juta, maka Anda akan memperoleh keuntungan kupon bersih Rp579.208 per bulannya. (setara dengan keuntungan bersih Rp6.842.496 per tahun).

Perlu Anda ketahui juga bahwa proses pembayaran kupon SBR004 akan dilakukan pada tanggal 20 setiap bulannya.

Dengan proses setelmen selesai pada tanggal 19, maka investor akan memperoleh keuntungan penuh pada bulan pertama.

Menarik bukan? Dibandingkan dengan suku bunga deposito yang berkisar di angka 6-8 persen per tahun (belum dipotong pajak senilai 20%), keuntungan obligasi tentu lebih besar.

Tidak aneh jika instrumen yang satu ini selalu laris manis saat diluncurkan oleh pemerintah. Apakah Anda juga mau jadi salah satunya yang menikmati keuntungan dari obligasi?

 

Kini Anda Siap Berinvestasi dalam Obligasi

Kini, Anda sudah mengenal lebih dalam mengenai obligasi bukan? Anda juga sudah mengenal berbagai jenis-jenisnya. Nah, sudah siapkah Anda berinvestasi dalam obligasi?

Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, Finansialku selalu siap memberikan informasi-informasi keuangan sejenis yang pastinya menarik. Yuk baca artikel-artikel keuangan terbaru lainnya di sini.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai jenis obligasi yang menguntungkan lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jangan lupa share artikel bermanfaat ini kepada mereka yang membutuhkan informasi ini.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Wikipedia. Obligasi. Wikipedia.org – http://bit.ly/2kIYJBJ
  • Direktorat Surat Utang Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI. “SAVINGS BOND RITEL SERI SBR004” Kemenkeu.go.id – http://bit.ly/2kJlrd9
  • Rausyan Fikry. 16 Agustus 2018. Jika Berinvestasi Rp100 Juta di SBR004, Berapa Keuntungan yang Diraih Investor? (Kementerian Keuangan telah menetapkan kupon minimal Savings Bond Ritel (SBR) seri 004 sebesar 8,05 persen). Bareksa.com – http://bit.ly/2kGhHcj

 

Sumber Gambar:

  • Jenis Obligasi 01 – http://bit.ly/2lLMnsS
  • Jenis Obligasi 02 – http://bit.ly/2kdZN0h

 

Gratis Download Ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

Download Ebook Sekarang