Kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang diberlakukan mulai 1 Januari 2020 menimbulkan aksi protes dari para serikat buruh.

Bagaimana tanggapan pemerintah terkait kenaikan iuran ini? Agar lebih jelas, mari simak ulasannya berikut ini. selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Pemerintah sudah sepakat untuk menaikkan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan sebesar 100 persen untuk menutup defisit yang terjadi di JKN.

Tahun ini, defisit BPJS Kesehatan diproyeksikan sudah mencapai Rp32,8 triliun. Angka ini akan terus membengkak bila tidak ada kebijakan pembenahan, salah satunya dengan kenaikan iuran.

Berlaku 1 Januari 2020, Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Ditolak Buruh 02

[Baca Juga: Konglomerat Edward Soeryadjaya Dihukum MA 15 Tahun Penjara]

 

Menurut Dirut BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, proyeksi defisit BPJS Kesehatan akan mencapai Rp77,8 triliun pada 2024.

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, mengatakan kenaikan iuran ini akan berlaku mulai 1 Januari 2020. Namun ini hanya berlaku untuk kelas I dan kelas II.

Pemerintah akan menaikkan iuran BPJS Kesehatan untuk Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau Peserta Mandiri mulai tahun depan.

Dalam rapat sebelumnya, Sri Mulyani telah mengusulkan kenaikan iuran sebesar dua kali lipat. Artinya, peserta JKN kelas I yang tadinya hanya membayar Rp80.000 per bulan harus membayar sebesar Rp160.000.

Kemudian peserta JKN kelas II membayar Rp110.000 dari yang sebelumnya Rp51.000.

Sementara peserta JKN mandiri kelas III yang tadinya hanya membayar iuran sebesar Rp25.500 harus menaikkan iuran bulanan menjadi Rp42.000 per  bulan.

Hal ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat karena dinilai kenaikan iuran ini membebankan masyarakat.

Pembenahan pengelolaan BPJS Kesehatan dengan cara menaikkan iuran dinilai bukan solusi ampuh dan diharapkan semua pihak.

Berdasarkan catatan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi), tunggakan BPJS Kesehatan pada 2019 telah mencapai Rp6,5 triliun.

Akibatnya, banyak rumah sakit yang mengalami kendala operasional, seperti putusnya pasokan obat dari vendor karena tidak adanya dana, hingga tunggakan gaji kepada para dokter.

 

Para Buruh Menolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Para serikat buruh yang tergabung dalam Dewan Eksekutif Nasional Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (DEN KSBSI) se-Jakarta mendatangi Gedung Kementerian Keuangan untuk melakukan protes atas kenaikan iuran BPJS.

Menurut buruh, kenaikan tersebut sangat tinggi karena dua kali lipat dari iuran saat ini.

Aksi para buruh yang berlangsung sejak pagi ini belum terlihat ada tanda-tanda berakhir. Hingga saat ini pihak Kementerian Keuangan belum ada yang merespon terkait aksi tersebut.

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak menaikkan iuran BPJS kelas III.

Lengkap! Daftar Iuran BPJS Kesehatan yang Baru 2020 01 - Finansialku

[Baca Juga: Hidden Secret’ Dari Ketua BEM UI Manik Marganamahendra, Bikin Kagum]

 

Kenaikan iuran ini dinilai membebankan masyarakat kelas bawah. Presiden KSPI, Said Iqbal mengungkapkan:

“Kami mengatakan iuran BPJS kelas III akan memberatkan rakyat dan menurunkan daya beli. Oleh karena itu, kami mengusulkan dan menyarankan kepada beliau untuk dipertimbangkan agar iuran kelas III tidak dinaikkan.”

Selain itu, Jokowi diminta untuk membatalkan revisi UU Ketenagakerjaan dan masyarakat meminta agar Presiden Jokowi bisa duduk bersama untuk membahas revisi UU Ketenagakerjaan.

Atas usulan itu, Jokowi mengaku akan mempertimbangkan usulan tersebut, khususnya mengenai iuran BPJS kelas III.

“Kita pertimbangkanlah, karena memang kita harus berhitung harus berkalkulasi nanti kalau apa..Kenaikan BPJS tidak kita lakukan yang terjadi juga defisit besar di BPJS. Semuanya dihitung, semuanya dikalkulasi,”

 

Sudahkah Anda cek kesehatan finansial Anda? Sama dengan tubuh, keuangan pun harus selalu diperiksa kesehatannya. Cek kesehatan finansial Anda melalui fitur Financial Health Check Up dari aplikasi Finansialku.

Download aplikasinya secara gratis di Google Play Store atau klik banner di bawah ini untuk bergabung.

 

Bagaimana tanggapan Anda terkait kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini? Silakan tulis komentar Anda di kolom di bawah ini.

Ayo bagikan artikel ini kepada sahabat dan kerabat Anda. Semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih.

 

Sumber Referensi:

  • Andhika Prasetia. 30 September 2019. Jokowi Diminta Serikat Buruh Tak Naikkan Iuran BPJS Kelas III. Detik.com – https://bit.ly/2mauvbA
  • Lidya Julita S. 30 September 2019. Iuran BPJS Kesehatan Naik, Sri Mulyani Diprotes Buruh. Cnbcindonesia.com – https://bit.ly/2mZAD71
  • Admin. 3 September 2019. Iuran BPJS Kesehatan Naik 100 Persen Mulai 1 Januari 2020. Kompas.com – https://bit.ly/2n1N423
  • MG Noviarizal Fernandez. 29 September 2019. Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Bukan Solusi Ampuh. Bisnis.com – http://bit.ly/2nlNCAb

 

Sumber Gambar:

  • Kenaikan Iuran BPJS 01 – http://bit.ly/2nhiemc
  • Kenaikan Iuran BPJS 02 – http://bit.ly/2n8mrJa